Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 13


__ADS_3

Keesokan harinya ,,


Seperti biasanya Sisil sedang memasak didapur dan meyiapkan sarapan untuk keluarganya. Kedua anak laki-laki Sisil sudah bangun dan rapi. Mereka sudah berada di ruang makan. Sang bunda pun heran dihari libur sekolah mereka sudah bangun pagi-pagi sekali.


" Abang .. Kaka... kalian sudah bangun dan rapi kalian bersemangat sekali memangnya mau kemana sih.. kan libur sekolah " ucap Sisil


" Kami semangat pengen liburan bun " ucap Farel


" Bunda kapan bawa kami ke desanya Eyang juju " tanya Ehan


" Nanti Bunda tanyain sama ayah ya " ucap Sisil


" Hore " ucapnya Farel dan Ehan senang


" Ina boleh ikut " ucap Ina tiba-tiba muncul


" Ina sayang... kamu kan harus cek up ke Singapura " ucap Sisil


" Yah bunda " ucapnya kecewa


" Tapi Ina jangan sedih... ayah akan temani Ina disana " tiba-tiba Leo muncul


" Beneran ayah " ucapnya bersemangat


" Yah rumah jadi sepi deh " ucapnya sambil sedih


" Oma jangan kangen Ina... kan Ina juga ga lama disana " ucap Ina


" Iya sayang "


" Ina Kamu semangat ya... cepat sembuh " ucap Ehan


" Iya ka ... " ucap Ina terseyum


" Nanti Abang bawain oleh-oleh " ucap Farel


" Nanti juga Ina bawain oleh-oleh buat Abang dan Kaka " ucapnya


" Sekarang kita makan ya.. " ucap Sisil


Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. setelah selesai Oma dan Marco pergi kerestoran sedangkan Leodan Renal pergi menuju kantornya.


Sisil dan ketiga anaknya pun segera bersiap-siap membereskan pakaian yang akan mereka bawa selama ke Singapura.


" Abang... Kaka sekarang... kalian siapkan pakaian kalian yang akan dibawa.. dan masukan kedalam tas ya... ingat jangan sampai ada yang ketinggalan " ucap Sisil


" Siap Bunda " ucap Mereka


Farel dan Ehan pun segera memasukan pakaian dan kebutuhannya selama di desa nanti. mereka sangat bersemangat


Sedangkan Sisil tak kalah bersemangat nya dia memasukan semua keperluannya dan Suaminya kedalam koper. setelah itu iya pun membantu Ina untuk memasukan pakaiannya kedalam koper.


Sisil pun mengambil handphonenya dan segera menelepon Ka Salsa.


Tut.... Tut... Tut...Tut...


" Halo Ka... apa kabar " ucap Sisil


" Halo Sil... kabar baik... kamu apa kabar " ucap Salsa


" Aku baik ka... " jawabnya

__ADS_1


" Syukurlah "


" Ka... Farel dan Ehan mereka mau m ngajak Ali dan Usuf untuk berlibur kerumah Pa Juju di desa ... apakah boleh " ucap Sisil


" Abah pasti senang... pasti boleh dong Sil.. kapan kalian berangkat " tanya Salsa


" Nanti sore ka... " ucap Sisil


" Baiklah... nanti aku suruh Usuf dan Ali untuk bersiap-siap " ucap Salsa


" Makasih ya ka... aku titip anak-anak.. aku harus bawa Ina check up ke Singapura.. " ucap Sisil


" Kamu jangan khawatir... pasti Ehan dan Farel akan betah di desa " ucap Salsa


" Semoga ya ka... yaudah ... aku harus menyiapkan barang yang akan ku bawa ... nanti teleponan lagi ya ka " pamit Sisil


" Siap dek " ucap Salsa menutup teleponnya


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat Salsa iya memberitahukan pada kedua anaknya untuk bersiap-siap membereskan bajunya karena nanti sore mereka akan pergi kedesa ketempat eyang mereka.


" Usuf... Ali sini nak " ucap Salsa


" Iya umi.. " ucap Mereka


" Ka Ehan dan Abang Farel ngajakin kalian liburan dirumah eyang didesa... kalian mau ikut " Ucap Sisil mampu membuat keduanya senang


" Mau Umi" ucap mereka senang


" Boleh... kalo A Ridwan mau ikut... " ucap Salsa


" Hore jadi kit banyakan " ucap Ali


" Sekarang kalian siap-siapkan barang yang akan kalian bawa ... ingat jangan ada yang ketinggalan... mengerti " ucap Salsa


Siap Bunda " mereka langsung pergi ke kamar dan segera membereskan pakaian dan kebutuhan mereka selama disana dengan penuh semangat dan senang.


" Umi... Ko Aisyah ga di ajak " tanyanya kecewa


" Kalo Aisyah ikut umi dan Mayang ga ada temen... nanti uminya sedih... Aisah mau liat uminya sedih " ucap Salsa pura-pura sedih


" Ga mau umi " ucapnya menggeleng-gelengkan kepalanya


" Jadi Aisyah mau temenin umi disini... " tanyanya pada sang putrinya


" Mau umi " ucapnya


" Makasih ya Aisyah


" Sama-sama umi... " ucapnya


Dengan terpaksa Aisyah pun tidak ikut tapi iya juga tidak mau membuat sang umi kecewa jadi iya pun memutuskan untuk diam disana.


.


...****************...

__ADS_1


.


Dirumah Yesi pun tak kalah heboh iya meyiapkan keperluan sang anak sampai tiga koper. Satria pun protes pada sang mamah untuk tidak membawa koper sebanyak itu.


" Mamah... ko banyak banget kopernya.. Satria disana satu Minggu... bukan pindah Kesana " protesnya


" Justru karena satu Minggu .. kamu lama disana jadi barangnya juga harus banyak " ucap Yesi


" Mamah mau aku diejek sama Ehan " ucapnya kesal


" Loh ko diejek " tanya Yesi heran


" Iya dong Mamah... secara bawa koper banyak gini.. Pokonya Satria hanya akan membawa satu tas ... Satria aja " ucapnya kesal


" Jangan nak... kamu disana harus mandi tiga kali berarti bajunya sehari tiga kalau dikali tujuh hari udah berapa coba... ditambah baju tidur kamu... pokonya barang kamu harus dibawa tiga koper " ucap sang Mamah


" Satria ga mau " ucapnya ngambek


" Ayolah nak... ini demi kebaikan kamu... " ucap Yesi dengan wajah sedihnya


" Satria hanya akan bawa satu koper aja " ucapnya dengan terpaksa


" Ok.. tidak apa-apa... " ucap Yesi


Meyiapkan kembali satu koper yang akan dibawa sang anak dan keperluannya.


" Siska kamu jangan mau ikut kakakmu orang lain itu liburan ke luar negri... atau ke Bali ke ini malah kekampung... heran dah mamah " ucapnya


" Iya mah... aku juga ga mau Kesana... pasti becek " ucap Siska


" Betul itu nak " ucap Yesi


.


......................


.


Hari ini Leo pulang lebih awal karena iya akan mengantarkan anaknya pergi ke desa. Begitupun Renal pun bersemangat mengantarkan anaknya liburan meskipun tanpanya.


Renal dan Leo pun sedang diperjalanan menuju mansion Leo. ditengah perjalanan mereka terjebak macet.


" Renal... Gimana Rencanamu ... apakah kau mau pakai mobil sendiri mengantar satria ke desa " tanya Leo


" Seperti Iya Tuan ... sambil saya memastikan disana baik-baik saja " ucap Renal


" Kalau Tuan bagaimana... " tanya Renal


" Saya maunya mengantarkan mereka tapi saya takut Ina kecapean... saya akan berunding dahulu dengan istriku " ucap Leo


" Sebaiknya Ina jangan dibawa Tuan... takutnya di drop lagi... Ina kan besok akan mulai cek up kembali " ucap Renal


" Kamu benar... Kalaupun saya harus mengantar mereka ... saya tidak akan mengajak Ina " jawabnya


Perjalanan pun sudah lancar kembali, Renal melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. dan tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion. Leo segera masuk kedalam sedangkan Renal melajukan mobilnya dan segera pergi ke rumahnya yang tak jauh dari mansion.


" Hai semuanya ... ayah pulang... " ucapnya


" Hore ayah pulang... " ucap Mereka


" Ayah kita makan dulu " ucap Sisil yang sudah membereskan masakannya

__ADS_1


" Yu.. "


Merekapun segera menuju ruang makan dan segera menyantap makannya yang sudah disediakan sang bunda. mereka pun makan dengan lahap dan habis membuat Sisil sangat senang.


__ADS_2