Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 53


__ADS_3

Keesokan harinya Leo terbangun dari tidurnya. Ia pun segera melangkah menuju kamar mandinya. Setelah selesai ia pun segera menghubungi Renal.


" Halo Tuan " ucap Renal


" Ke Mansion sekarang juga " ucapnya


" Lihat saja Yesi.... Akan ku buat Kau menyesal " batin Leo


" Kamu sudah bangun Sayang " ucap Leo


" Ia Mas... " ucapnya bangun dari tempat tidur


" Aw... Sakit... " ucap Sisil


" Kamu kenapa... apanya yang sakit " ucapnya khawatir


" Ini Mas " ucapnya sambil menunjuk daerah kewanitaan


" Yasudah Aku gendong Ya " ucapnya langsung menggendong Sisil kekamar mandi


" Terima kasih sudah memberikan yang paling berharga kepadaku " ucapnya mengecup kening Sisil


" Sudah Mas... sebaiknya Mas pergi saja dari sini " ucap Sisil


" Yakin... tidak mau aku temani " godanya


" Mas " rengek Sisil


Sisil Pun segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan bersama anggota keluarga yang lainnya.


...****************...


Leo dan Sisil sudah berada diruang makannya untuk melakukan sarapannya.


" Pagi Oma pagi Ayah " Sapa Sisil


" Pagi Nak "


" Pagi Sayang " ucap Oma


" Wah, Sisil senang sekali apalagi banyak tanda dilehernya... Kamu kenapa Nak digigit nyamuk " goda sang mertua


Sisil melotot dan pipinya merah karena malu mengingat kemarin apa yang dilakukan oleh Leo.


" Nyamuk gede badannya... ia kan Sisil " goda sang Oma


" Ayah dan Oma ini Kaya ga pernah muda Saja " ucap Leo


Merekapun tersenyum dan melanjutkan sarapanya dengan hikmat dan tak ada satu katapun terucap. setelah selesai dengan sarapanya Renalpun datang menghampiri mereka keruang makan tersebut.


" Pagi Tuan " ucap Renal


" Pagi Renal " Sapa Sisil


" Pagi Nona, pagi Oma dan pagi Tuan Besar " sapa Renal


" Pagi Renal " sapa Oma dan Marco


" Renal sekarang Kamu ikut Saya " ucapnya


Merekapun segera menuju kamar Yesi


Tok.... Tok... Tok...


" Leo ada apa.... ada yang bisa Saya bantu " ucap Yesi sambil tersenyum


" Renal lakukan tugasmu " ucap Leo


" Baik Tuan "


Renal segera membereskan pakaian Yesi kedalam Koper


" Leo apa yang Kau lakukan " ucapnya namun tak ada jawaban dari Leo


" Renal ada apa ini... kenapa dengan barang-barang Ku " ucapnya semakin gelisah


Lalu Renal meyeret tangan Yesi dari rumah itu Leo segera melemparkan koper milik Yesi didepan pintu rumahnya.


" Keluar Kamu dari sini... Saya Jiji sama Kamu " bentaknya


" Apa Salahku " ucapnya dengan menangis

__ADS_1


Sang Oma, Marco dan Sisil pun mendengar keributan diluar segera menghampiri mereka.


" Ada apa ini Leo " ucap sang Oma


" Dia wanita murahan... Aku ga sudi melihat wajahnya disini lagi " ucapnya


" Aku harus mencari cara agar aku ga keluar dari mansion ini " batin Yesi


" Tunggu sebentar Leo... coba jelaskan ada apa ini " ucap sang Oma


" Oma.... Hiks.... Leo... Oma " ucap Yesi menangis


" Leo kenapa, coba Kamu jelaskan Yesi " ucap Oma


" Diam Kamu " bentaknya


" Kemarin Leo mau perkosa Aku Oma, Aku menolaknya.... Dia malah marah-marah sama Aku bahkan Dia sampai tega mencekik ku... Kalo Oma tidak percaya tanya aja Sisil kemarin... Dia juga Lihat aku dicekik oleh Leo " ucapnya sambil menangis


" Rencana Apa lagi Dia " batin Leo


Plakk...


" Jaga omonganmu... itu semua Bohong Oma... Oma percaya kan Sama Leo " ucapnya


" Akan ku buat Oma lebih percaya sama Aku dibanding Kamu Leo " bayin Yesi


" Sil Kamu percaya kan Sama Aku " tanya Leo


" Aku percaya sama Kamu Mas " ucap Sisil


" Meskipun kemarin Kamu memang mencekik Yesi " batin Sisil


" Ini bukti jika Leo kamarin mencekik Aku " ucapnya memamerkan lehernya yang merah


" Aku memang mencekik Kamu... Karena Kamu ngasih obat perangsang buat Aku... tapi sayangnya Aku ga mau lakuin itu sama Kamu " bentaknya


" Apa Mas Leo melakukan itu karena ada efek itu... tapi kemarin Aku ga merasa apa-apa " batin Sisil


" Coba Kamu jujur Yesi... jangan membuat Oma bingung " ucap Oma


" Leo jika Kau bersalah akuilah... jangan seperti ini " ucap sang Ayah


" Ayah... Oma tolong percaya padaku " ucap Leo


" Bagaimana ini Mas " bisik Sisil


" Kamu tenang Sisil, asal Kamu percaya padaku... dan berada disampingku semua akan baik-baik saja " ucap Leo mengengam tangannya


" Kamu cari bukti diruang kerja ku cepat " ucap Leo pada renal


" Aku punya buktinya Oma... " ucap leo


" Mana Leo mana.... jangan hanya omongan doang... Aku ga suka Kamu fitnah-fitnah Aku " ucap Yesi dengan nada memperkeruh keadaan


" Diam Kamu.... jangan menghasut keluargaku " ucap Leo


Semua orang sedang bimbang dan merasa gelisah dengan keadan ini, Renal pun belum menemukan bukti apapun.


Sisil pun meminta ijin untuk ketoilet dulu sebentar, walaupun sebenarnya ia Juga pergi keruang kerja Leo untuk menemukan buktinya.


...****************...


" Renal... Apakah Kau sudah mendapatkan buktinya " ucap Sisil


" Belum Nona "


" Apa disini ada Cctv " ucap sisil


" Nona Benar ayo Kita mengeceknya " ucap Renal


Merekapun segera mengecek Cctv tersebut didalam Laptop yang sudah disambungkan nya.


" Aduh Nona loading bagaimna ini "


" Sini biarkan Aku saja yang mengotak atiknya " ucap Sisil


" Nah dapat ini... tapi tunggu sebentar biar Aku lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi " ucap Sisil


" Tapi Nona "


" Aku mau tau apa yang sebenarnya terjadi " ucapnya penasaran

__ADS_1


" Nona tidak percayakah dengan Tuan "


" Bukan... Aku hanya memastikan saja "


" Leo tidak pernah membahas masa lalunya padaku... salah Jika Aku mau mencari tahu sendiri hubunganya dengan Yesi " batin Sisil


" Sebenarnya Yesi meyukai Leo sejak kuliah Nona... sejak itu lah Yesi dan Salsa bersaing untuk mendapatkan Tuan "


" Apa menurutmu Leo masih mencintai Kak Salsa "


" Setauku dulu ia Nona tapi sekarang saya tidak tahu "


" Jika Aku bilang Kalau Tuan mencintai Nona apakah Tuan akan marah padaku " batin Renal


" Ku harap Leo hanya mencintaiku " batin Sisil


" Renal... ini suaranya ga kedengaran... gimana ini " ucap Sisil


" Ga papah lah Nona yang penting kita temukan buktinya... dari pada Tuan marah "


Mereka pun segera menemui Oma, Marco, Yesi dan Leo sambil membawa laptopnya.


" Kemarin Aku sudah meyuruh orang memberikan virus dan merusak rekaman itu " batin Yesi


" Renal memang bisa diandalkan " batin Leo


Merekapun segera menonton rekaman Cctv tersebut dengan seksama dan teliti setiap adegan takutnya ada yang terlewat dan akan menjadi masalah besar


" Sial... kenapa mereka bisa mengakses rekaman itu lagi " batin Yesi


" Ko ga ada suaranya " ucap Leo


" Maaf Tuan.... ini sebenarnya dari tadi tidak bisa di buka tapi karena keahlian Nona Sisil... bisa seperti ini namun tidak sempurna 100% " ucap Renal


" Leo Diam " ucap sang Oma


" Lihat Oma .... Leo mencekik Yesi " ucapnya


" Tapi Kamu memeluknya makanya Leo kasar padamu " ucap Sinis Sisil


" Oma bisa simpulkan sendiri bahwa kamu yang mengoda Leo sebenarnya.... makanya Leo kasar padamu... " ucap Oma


" Leo cepat usir Dia... Kita salah menilai Yesi selama ini "


" Tapi... Tapi.... " ucapnya diseret Renal


" Lepasin Aku " ucap Yesi


" Jangan harap Kamu bisa kembali lagi kesini " ucap Oma memukul bokong Yesi karena ia merasa gemas dengan kelakuan Yesi.


Plakkkk


" Itu tamparan Karena Kamu telah mengoda suamiku.... "


Plakkkk


" Ini tamparan Karena Kamu telah memfitnah suamiku.... "


" Lihat saja Sisil pembalasanku " batin Yesi


Renal segera membawa Yesi dari Mansion itu meskipun Yesi sangat jahat namun ada rasa iba dihatinya. sepanjang peejalanan pun ia menangis tak henti-hentinya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2