
Keesokan harinya Sisil sudah bersiap-siap untuk olahraga seperti kemarin, kini Ia bersemangat sekali.
Ia melangkah pergi dari kamarnya menuju Aula tersebut, namun langkahnya terhenti saat melihat Bu Yosi dan Sisil segera menyapanya
" Pagi bu Yosi "
" Pagi Sil, sepertinya Kamu bersemangat sekali "
" Ia dong Bu, harus semangat "
Mereka berkumpul di aula beserta peserta yang lain dan berbaris seperti biasnya, sang pelatih menyapanya dan memberikan pengarahan pada semua peserta sebelum melakukan olahraganya.
Lalu mereka melakukan olah raga seperti kemarin, Sisil begitu semangat, namun dari kejauhan munculah sosok Bu Yesi, dan sekarang berada di Aula tersebut memantau semua gerakan peserta disana.
Sebenarnya Yosi curiga dengan sikap Yesi yang berbeda sekarang, ia lebih banyak memantau peserta dibanding duduk-duduk manis di atas kursi kebesarannya.
Sisil dan Yosi berolahraga dengan semangat dan ceria, setelah satu jam berlalu Sisil dan Yosi segera menuju kantin dan sarapan seperti biasanya.
" Sil "
" Ia Bu Yosi "
" Gimana sudah 2 hari disini, apa Kamu senang " tanya Yosi
" Senang Bu Yosi, ini pengalaman yang tak pernah ku alami sebelumnya " jawabnya dengan senang dan bahagia
Mereka menghabiskan makanannya dan segera masuk kedalam kamar masing-masing, Sisil segera masuk kekamar mandinya.
Setelah ritual mandinya selesai, Sisil Pun mencoba merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya namun ia harus terbangun kembali ketikan suara ketokan pintu kamar terdengar
Tok... Tok.... Tok....
__ADS_1
" Ada apa " tanya Sisil heran
" Kamu dipanggil Bu Yesi kekantornya " ucap salah satu peserta
" Ada apa ya ko Bu Yesi manggil Saya " jawabnya
" Mana Ku tau, cepat Kamu keruangannya " ucap peserta itu dan segera pergi
...****************...
Sisil pun segera melangkah menuju ruangan Bu Yesi, meskipun dalam hatinya masih heran kenapa sampai dia dipanggil Bu Yesi, seingatnya Dia tidak melakukan kesalahan.
Tok.....Tok.... Tok...
" Bu Bolehkan Saya masuk "
" Silahkan Sisil "
" Duduk Sil, Ia Saya pangil Kamu sebenarnya ada hal yang saya mau ucapkan " ucap Yesi dengan senyum jahatnya
" Ada apa ya bu " masih dengan wajah herannya
" Saya tadi lihat dan pantau semua gerakan dalam senam...tapi.... kenapa hanya Kamu yang terlalu banyak salah dalam gerakan, apa Kamu ada masalah dengan semua gerakan tadi atau Kamu belum bisa atau bagaimana Saya jadi bingung " ucapnya dengan pura-pura baik
" Tapi.... Bu gerakan saya tadi lancar dan ga ada gerakan yang salah " jawabnya heran
" Sisil, maksud Kamu apa ya, nuduh Saya ga bisa melihat mana gerakan yang benar dan salah " ucap dengan wajah ketusnya
" Bukan begitu Bu, Saya cuma bertanya " jawabnya bingung
" Mohon maaf dengan terpaksa Kamu harus Saya hukum Sisil " ucap tegasnya
__ADS_1
" Tapi... Bu.... "
" Tidak ada tapi-tapian nanti jam 4 sore Kamu akan berolahraga bersama Saya, Saya akan mengajarimu teknik yang baik dan benar " jawabnya
" Loh ko jadi Aku dihukum lagi, perasaan semua gerakan ku tadi tidak ada yang salah, jangan sampai Bu Yesi bilang sama Mas Leo " batin Sisil
" Baik Bu kalo begitu Saya permisi " dengan wajah sedihnya
" Lihat Saja Kau Sisil, Sebentar lagi Aku akan buat Kau tak betah disini, dengan begitu Leo tak akan menyukaimu lagi karena Kau masih gendut dan jelak " batin Yesi
...****************...
Sisil segera meninggalkan ruangan Yesi dan melangkah menuju ruangan tempat Dia latihan bersama Yosi.
" Dari mana saja Kamu, jam segini baru datang " ucap sinis Yosi
" Maaf Bu, Saya tadi keruangan Bu Yesi terlebih dahulu " jawabnya
" Loh, ada apa Kamu keruangan Bu Yesi " dengan wajah herannya
" Aneh deh Bu, Ibu Yesi bilang tadi gerakan senam Saya banyak yang salah dan Saya dihukum nanti jam 4 sore harus berolahraga bersamanya "
" Kenapa aku jadi curiga sama Yesi ya, sepertinya Dia kurang suka dengan kehadiran Sisil, sehingga membuat Sisil selalu dihukum, ...tapi ada apa ini... semoga itu hanya pikiran jelekku saja " Batin Yosi
" Aneh ya, tapi... Yasudah lah yuk Kita mulai latihan "
" Siap Bu " ucapnya penuh semangat
Sisil melakukan latihan seperti kemarin, Yosi pun dengan sabar melatih Sisil, meskipun pelatihannya harus beberapa kali membuat kakinya pegal, sakit bahkan lecet namun semangat Sisil tak pernah Luntur, hal itu pun membuat Yosi sangat senang melihatnya
Bersambung......
__ADS_1