
Semua terlihat senang dengan apa yang dilakukan Leo, betapa romantisnya ia, bahkan ketika masa sulit Sisil pun Ia selalu menemaninya disampingnya.
Terdengar suara seseorang membuka pintu dengan wajah kusut, layu dan sedih, ia yang saat ini memasuki ruangan kamar Sisil adalah Sang Mamah.
Bu Ida segera menghampiri Sisil dan Leo, bahkan ia tak memperdulikan semua orang yng ada disana.
" Mamah " Sapa Sisil dengan seyuman
" Mau apa dia kesini " batin Leo
" Semoga Mamah tidak ngomong macam-macam pada Sisil " batin Pa Anwar
" Nene lampir dateng lagi " batin Yesi
" Mamah Sudah beli makanya " ucap Sisil
" Beli makan... Siapa yang beli makan... dalam keadaan seperti ini Mamah tidak akan bisa makan " ucapnya heran
" Mas " ucap sisil melihat kearah Leo
" Sayang... Aku bisa jelaskan " ucap Leo
" Mah... ngapain Mamah disini " ucap sang Suami
" Aku mau ngomong sesuatu dengan Leo dan Sisil " ucapnya
Yesi, Renal Oma dan Marco pun segera pergi dari ruangan Sisil, Oma dan Marco pergi taman. Sedangkan Renal dan Yesi menunggu di luar takutnya ada hal yang tidak diinginkan.
" Mamah Mau bicara apa Sama Kita " ucap Sisil
" Mamah... Mau Kamu cabut tuntutan Kamu ke Salsa " ucap Sang Mamah sambil menangis
" Maksud Mamah apa " ucap Sisil heran
" Maf Mah... Sisil tidak tau apa-apa yang Masukin Salsa ke penjara itu Aku... bukan Sisil " ucap Leo
" Kalo begitu.... Leo.... maafkan kesalahan Salsa... Mamah tau Dia salah tapi... Mamah mohon bebaskan Dia dari penjara " ucap sang Mamah
" Keduanya Anaku tapi Salsa memang sudah keterlaluan... perbuatanya tidak bisa dibenarkan... namun Aku juga sebagai Papah ga bisa bayangin Jika Dia berada dipenjara " batin Pa Anwar
" Mas coba jelaskan Padaku... Aku ga mengerti " ucap Sisil
" Jadi sebenarnya kejadian kemarin yang dilakukan Salsa padamu... Aku sudah melaporkanya kepolisi dengan bukti yang Kuat Salsa pun masuk kedalam penjara " ucap Leo menghela nafas panjangnya
" Mas kenapa ga cerita dulu Ke Aku dan bertindak sendiri " ucap Sisil
" Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua sikap Salsa.... Aku hanya mau melindungimu dan baby Kita..... Kuharap Kamu bisa lebih mengerti dan paham " ucap Leo
__ADS_1
" Aku mengerti Mas dengan semua kecemasaanmu... Namun Ka Salsa juga Kaka Aku.... apakah Aku tega membiarkan Dia dipenjara... Tapi... aku juga takut Baby ku kenapa-kenapa jika itu di biarkan " batin Sisil
" Maaf Mah... sepertinya untuk kali ini yang dibicarakan Mas Leo benar... Ka Salsa sudah bertindak diluar batas... bahkan jika Baby ku mati Dia takan peduli waktu itu " ucap Sisil sambil menangis
" Tenangkan Dirimu... kasian Baby Kita " ucap Leo sambil memeluknya
" Mah... sudah lah... biarkan Salsa... siapa tau dengan hukuman seperti itu...Dia jera " ucap Sang Papah
" Pah... kenapa Papah selalu bela Sisil dibanding Salsa... Papah tidak kasian pada Salsa hah... Mamah kecewa sama Papah " bentaknya
" Salsa jadi begitu karena didikan Mamah... dari dulu Mamah selalu melindungi kesalahan Salsa dan memanjakanya... ini kan akibatnya.. " ucap sang Papah
" Karena Papah lebih belain Sisil dan lebih sayang pada Sisil jadi Salsa seperti sekarang.... Salsa juga mau dapat kasih sayang Papah walau sedikit " ucap sang Mamah
" Dari dulu Papah tidak membeda-bedakan kedua Anak Papah... cara Papah meyanyangi mereka berbeda Mah... Papah hanya Mau Salsa lebih mandiri dan tidak Manja seperti sekarang... " bentaknya sang Papah
" Ko jadi begini " batin Sisil
" Mamah tidak terima... pokonya Mamah mau Sisil Kamu cabut tuntutanya... " bentaknya pada Sisil
" Saya tidak akan mencabut tuntutanya Mah... " ucap Leo
" Sisil untuk Kali ini bisakah Kamu mengalah untuk Kaka Kamu... selama ini Dia sudah berkorban untukmu ... Dia merelakan Leo untukmu " ucap Sang mamah sinis
" Mah... Aku sudah tegasin Sama Ka salsa dan Mamah ... Aku ga merebut Mas Leo dari Siapapun... Mas Leo dan Aku memang menikah karena terpaksa namun dengan seiringnya waktu Kami saling jatuh cinta... " ucap Sisil
" Sudah Sayang jangan Emosi... Aku ga mau Kamu drop lagi... " ucap Leo
" Mamah mohon.... cabut tuntutanya " ucapnya menangis dan berlutut
" Mah bangun jagan kaga gini " ucap Leo
" Please. ... Leo... mamah mohon dengan sangat " ucap Sang mamah yang bingung harus bagaimana lagi meluluhkan hati Leo
" Kasian Mamah " batin Sisil
" Apa yang harus ku perbuat " ucap Sang Papah
" Sampai kapanpun Aku ga kan cabut tuntutanya... tapi... bagaimna dengan keadaan Sisil " batin Leo
" Tolong Leo.... Tolong Mamah Leo... kali ini.. Mamah janji Akan menuruti semua keinginan Kamu... bahkan jika Kamu mau.. Kamu boleh Kirim Kami ke luar negri " ucapnya
" Enak banget tuh Nene lampir dan Domba betina bisa keluar negri dan bebas dari hukuman... takan bisa kubiarkan... " batin Yesi menguping diluar
" Maf Mah keputusan Aku sudah bulat... Aku takan mencabut tuntutanya " ucap Leo
" Baik Kalau kalian tidak mau menuruti Mamah lebih baik Mamah mati... " ucapnya mengambil pisau dimeja itu dan mendekatkan ketanganya
__ADS_1
" Drama Apa lagi ini " batin Leo
" Mah... jangan berbuat seperti itu mah... itu bahaya... " ucap Sisil
" Mah lepasin pisau nya... siniin Sama Papah "
" Mas gimana ini " ucap Sisil
" Apa-apaan Nene lampir itu.... sebenarnya Aku ga peduli sama Dia.. " batin Leo
" Cepat... katakan bahwa Kamu akan membebaskan tuntutanya "
" Mas... " rengek Sisil
" Apa yang Harus Ku perbuat... Mana Sisil kelihatan sedih lagi " batin Leo
Ceklek,,
.
,
,
,
,
,
Bersambung....
Halo Semua,.
Apakah Leo akan mencabut tuntutanya dengan acaman seperti itu...
Hayo siapa yang masuk kedalam ruangan Sisil...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁