
" Maf Tuan Leo... bukankah Kami disini dipanggil kesini oleh Nyonya Natali katanya laporan keuangan dan penjualan itu palsu dan tidak sesuai " ucap Pa Haikal
" Apa ada bukti yang bisa memberatkan Saya " Tanya Leo
" Itu buktinya... Bagas... coba kamu sebarkan dokumennya " ucap Natali, dan Bagas pun segera membagikannya
" Kalian Bisa lihat... penjualan sekarang dari data itu sangatlah dipasaran.. tapi kenapa Ini bisa keuangannya merosot... " ucap Natali dengan senyum jahatnya
" Oh.. Momi mencoba memfitnahku... Ok ku ladeni dia.. " batin Leo
Renal segera mengambil data yang Natali kasih untuk semua yang ada di ruangan itu.
" Wah Nyoya... memalsukan ini... bagaimana ini.. apakah Tuan bisa mengatasinya... bahkan Aku tidak akan terpikir jika Nyoya akan seperti ini.. " batin Renal
" Coba kalian lihat bagian yang menandatangani laporan itu Siapa... " ucap Leo
" Ini benar Nina bagian keuangan " ucap Pa Danu
" Apakah ada tanda tangan saya " tanya Leo
" Ada Tuan " Ucap Pa Josep
" Kalian kenal saya berapa taun... " tanya Leo kembali
" Sudah lama " ucap Pa Kiki
" Kalian bisa bedakan... mana tanda tangan ku dan mana jiplakan orang lain " ucap Leo
" Tapi Ini seperti asli " ucap pa Kiki
" Renal Tolong panggilkan Nina bagian keuangan " ucap Leo dengan lembut
" Aku harus bisa mengontrol emosiku... agar semua percaya padaku " batin Leo
" Tumben Dia tidak ngamuk... biasanya Dia akan marah-marah " batin Natali
" Ini pasti akan gagal... aku tidak bisa memprovokasi Tuan Leo dengan para pemegang saham " batin Bagas
Ceklek,,
" Tuan ini Nina dari bagian keuangan " ucap Renal
" Nina... coba lihat ini " ucap Leo
" Tuan... kenapa ini beda dengan yang saya buat " ucap Nina dengan ketakutan
" Kamu lihat ini... penjualan kita meningkat kenapa laporan mu seperti itu..." tanya Leo
" Aku juga tidak tahu " ucap Nina
" Jangan pura-pura tidak tahu... jawab yang jujur " Bentak Natali
" Benar Nyoya bukan laporan itu yang saya buat tapi yang ini " ucap Nina memberikan sebuah laporan itu
" Kenapa kamu baru bikin sekarang... apa Renal memberitahukan mu bahwa sekarang ada selisih dan Kau menutupinya dengan membuatnya sekarang " ucap Natali dengan tersenyum jahat
" Tidak Nyoya "
" Lalu apa ini " ucap Kiki
" Saya .. Saya... " ucapnya gugup
__ADS_1
" Katakan yang sebenarnya " ucap Renal
" Jadi... jadi " ucapnya masih gugup
" Katakan atau ku bawa masalah ini kekantor polisi... kamu mau dipenjara " ucap Leo sebenarnya menyindir sang Momi
" Maksud Leo apa iya " batin Natali
" Sebenarnya .... " ucapnya terpotong dan memberikan maf berisi semua soft Copy laporannya selama ini
" Maksudnya apa ini " bentak Leo
" Sebenarnya aku malas meladeni permainan Momi tapi aku ga bisa begitu... agar semua pemegang saham simpatik padaku " ucap dalam hati Leo
" Ini itu.. semua laporan Saya... Saya biasanya selalu mengerjakannya setiap tanggal dua, setelah semua beres dan data sudah lengkap baru saya meminta tanda-tangan Tuan Leo di tanggal sekarang yaitu tanggal Lima. Tuan dan semuanya bisa cek di laporan ini... " jelaskan Nina
" Kenapa semua laporan Kamu tanda tangani ditanggal lima.. kenapa tidak di tanggal Satu pas awal bulan... kamu gimana kerjanya... bego atau bagaimana " ucap Natali merasa terancam dan semua meragukan laporan dari Natali
" Maaf Nyoya semua laporan di tanggal Lima bukan tanggal satu... karena cut off semua laporan bulanan jatuh pada tanggal Satu dan saya terimanya di tanggal Dua ... karena data bisanya kurang lengkap jadi saya mengumpulkan data dan mencocokkannya.. barulah tanggal Lima saya tanda tangani Tuan... biar tidak terjadi kesalahan " ucapnya dengan perasaan Leo
" Saya tanya Nyoya Natali yang terhormat... dari mana anda mendapatkan data tersebut " ucap Leo mampu membuat sang Momi mati Kutu seperti patung dan tak bisa berkutik
" Saya mendapatkannya dari Ruangan Nina Tuan " alasan bohong Bagas
" Kapan Pa Bagas mengambilnya... " ucap Leo
" Saya ingin membuktikan bahwa Nona itu selama ini curang... bahkan dia berniat korupsi ini buktinya " ucap Pa Bagas menyudutkan Nina
" Saya tidak pernah berpikiran seperti itu Tuan... mohon percaya pada saya " ucapnya sambil meneteskan air mata
" Terus maksudmu Bagas berbohong " ucap Natali sinis
" Udah salah ngotot nyalahin orang " Batin Renal
" Alasan... mana ada maling ngaku " ucap Natali menyudutkan Nina
" Jam berapa Pa Bagas mengambil ini dimeja Nina " ucap Leo
" Waduh... mampus bisa ketahuan aku " batin Bagas
" Sekitar dua hari lalu saya keruangan Nina " ucapnya tampak ragu
" Renal... " panggil Leo
" Iya Tuan... " ucapnya
" Cek Cctv di ruangan Nina dua hari yang lalu sekarang " ucap Leo
" Baik Tuan.. "
Renalpun segera mengotak-atik laptop yang ada dihadapannya. lalu ia segera menemukan isi Cctv tersebut
" Memang benar Tuan dua hari lalu Pa Bagas keruangan Nina namun disana juga ada Nina sedang mengerjakan pekerjaannya.. dan sini juga bisa dilihat jika Pa Bagas hanya sepuluh menit di ruangan Nina.. " ucap Renal
" Pa Bagas.. coba jelaskan ini maksudnya bagaimana Iya... " tanya Leo
" Em.. Tuan.. jadi begini... " melihat sang majikan
" Aduh... bisa-bisa ketahuan nih " batin Pa Bagas
" Coba ayo jelaskan dihadapan semua orang... jangan bilang Momi memfitnah Aku didepan banyak orang " cibir Leo
__ADS_1
" Ga mungkin dong sayang... masa Momi tega padamu " ucapnya
" Sialan... rencana ku gagal... " batin Natali
" Saya bisa membawa masalah ini kejalur hukum atas pemalsuan data, dan Fitnah " bentak Leo
" Tuan... ampuni Saya... Saya ternyata keliru dalam mengambil data... maafkan saya... " ucap Pa Bagas berlutut di kaki Leo
" Siapa yang menyuruhmu " ucap Leo sinis
" Tidak Tuan ini tidak ada yang salah selain Aku " ucap Pa Bagas
" Ga mau ngaku... aku jebloskan ke penjara sekarang juga " ucap Leo
" Jangan Tuan... " ucapnya
" Kamu katakan sekarang... lalu semua urusan kita selesai " tawar Leo dihadapan banyak orang
" Sialan... jangan sampai Bagas cerita Aku yang meyuruh " batin Natali
" Aku disuruh oleh... " ucapnya melihat kearah Natali namun dibalas dengan wajah marah oleh sang majikan
" Bagaimana ini... aku jujur jangan ya... " batin Pa Bagas
"Jawab " bentak Leo
" Aku sebenarnya disuruh oleh... Nyoya Natali " ucapnya sambil menunduk kepalanya
Semua orang yang disana pun merasa kaget , namun wajah Natali tampak marah dengan pengakuan Bagas. beda halnya dengan Leo dan Renal merek tersenyum sinis melihat wajah dan tingkah Natali
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁