
Sisil dan Yesi pun segera berjalan mencari keperluan yang mereka butuhkan.
" Sil.. Kita beli minuman itu dulu ... cape " ucap Yesi
" Yuk "
Sesudah membeli Minumannya Sisil dan Yesi pun menuju butik, Sisil terlihat asik sendiri memilih pakaiannya. karena semenjak Leo mengajaknya tinggal di Apartemen ia tak membawa baju satupun, sedangkan Yesi ia asik meminum minumannya yang ia beli.
" Sil... sudah belum milih bajunya... Aku dah laper .. " keluh Yesi
" Baru juga Lima belas menit... " timbal Sisil
" Emang Kamu mau sampai jam berapa disini " tanya Yesi
" Tunggu sebentar lagi... ya... " ucap Sisil
" ok lah.. " ucap Yesi pasrah
Setelah Sisil selesai berbelanja ia pun mampir kerestoran terdekat dari sana Karena Yesi sudah mengeluh kelaparan
" Kita makan disini ya .. " ucap Sisil
" Ga papah Sil... yang penting Aku makan " ucap Yesi segera memesan makanannya ke pelayan yang menghampirinya
Mereka sedang menunggu makananya lalu kemudian Yesi mengajak ngobrol Sisil.
" Sil... Kata Dokter kapan Kamu lahiran " Ucap Yesi
" Sekitar Dua bulan Lagi Yesi... " ucap Sisil
" Terus Kamu dah siapin Nama buat Baby mu " tanya Yesi
" Biarkan itu jadi urusan Mas Leo " timbalnya
" Terus Kapan kamu akan membelikan baju dan perlengkapan buat baby mu " tanya lagi
" Kamu benar... kenapa Aku ga kepikiran " ucap Sisil
" Kalau Kamu beli perlengkapan Aku ikut ya Sil... please... " ucap Yesi
" Kenapa ga Kamu juga beli buat Baby mu " timbal Sisil
" Aku Masih lama juga kan... " ucap Yesi sedih
" Yaudah... Kamu boleh ikut " ucap Sisil membuat Yesi senang
Makanan pun datang Yesi segera menyantap makananya dengan lahap, Sisil melihat tingkah Yesi hanya bisa mengusap perutnya dan terseyum sedikit.
" Pelan-pelan makannya " ucap Sisil
"Ok...oh ia Sil... bagaimana Jika Kita bantu Salsa dan Ujang untuk mendapatkan restu Mamahku " ucap Yesi
" Apa mereka sudah pacaran " tanya Sisil
" Sudah... " ceplos Yesi
" Dari mana Kau tau Jika Ka Salsa udah pacaran sama Ujang... " ucap Sisil heran
" Sial... pake keceplosan lagi... Sisil kan ga tau Jika Aku kemarin Ketemu Ujang " batin Yesi
__ADS_1
" Em... Tau aja... dari sikap ibumu kemarin yang ... em... hina-hina Ujang gitu " ucapnya bisa menjawab pertanyaan Sisil
" Benar juga Sih... Kita memang harus bantu Ka Salsa... bagaimanapun caranya... " ucap Sisil
" Aku setuju Sil " ucap Yesi sambil menambah pesanannya
" Besok Aku harus pergi kerumah mamah " celetuknya
" Mau apa Sil... " timbal Yesi
" Mau ngajak Mamah buat kepenjara menegok Ka Salsa... " ucap Sisil
" Kalau begitu.... Aku Ikut... " rengek yesi
" Ayok... " ucap Sisil
Merekapun melanjutkan makannya sampai perut mereka kenyang.
.
...****************...
.
Sedangkan Leo dan Renal sudah sampai didalam penjara dan meminta ijin petugas untuk bertemu Salsa
" Pa Maaf Saya mau bertemu dengan tahanan yang bernama Salsa " ucap Renal
" Baik Pa... Bapak tunggu disana.. Saya akan segera memangil saudari Salsa " ucap Sang petugas
" Baik Pa " ucap Renal dan Leo melangkah menuju ruangan khusus yang ada disana
" Saudari Salsa... Anda ada kunjungan lagi " ucap petugas disana
Salsa pun dituntun untuk memasuki ruangan khusus oleh petugas. Salsa disana melihat Leo seperti ada rasa ketakutan dalam hatinya, ia pun segera duduk dikursi yang sudah disediakan.
" Mau apa Leo kesini " batin Salasa
" Mau apa Kalian kesini " ucap Salsa
" Aku cuma mau tanya apa yang direncanakan Momiku... " ucap Leo
" Tanyakan saja pada Momiku " jawab Salsa
" Aku bukan orang yang suka basa basi.. aku kesini untuk mengajakmu kerjasama " ucap Leo dingin
" Maksudmu ... " ucap Salsa
" Aku akan bantu Kamu... mendapatkan restu dari Mamah Ida... gimana " tanyanya
" Apa Benar Leo bisa bantu Aku " batin Salsa ragu
" Kalau Saya tidak Mau " ucap Salsa
" Saya akan biayai semua pernikahanmu kalau perlu " ucap Leo mampu membuat Salsa terdiam
" Leo benar-benar mencintai Sisil... memang kali ini Aku juga harus bahagia... Tak ada lelaki yang paling mengerti sepeti Ujang... " batin Salsa
" Masih Kurang... " ucap Leo namun tak ada jawaban dari Salsa
__ADS_1
" Saya Kasih Kamu Satu Restoran... Kamu urus dan kelola sendiri... anggap itu sebagai usaha yang Akan Kau jalani dengan Ujang... " ucap Leo
" Kamu yakin " tanya Salsa
" Ya ... Asal kamu kasih tau apa yang sebenarnya direncanakan Momiku ... " ucap Leo
" Momimu hanya mengajakku kerjasama... untuk menghancurkan pernikahanmu... " ucap Salsa
" Apa... " ucap Leo kesal
" Sebaiknya jaga istrimu dengan baik... karena Momimu sudah merencanakan banyak kejahatan untuk Adikku... " ucap Salsa
" Terus Apa rencana Kita " tanya Leo
" Kamu percaya padaku... " Tanya Salsa
" Selama Kamu tidak berpihak pada Momiku... Aku akan mempercayaimu... " jawab Leo
" Aku tidak akan mengkhianati perjanjian Kita... Tapi biarkan caraku yang membalas Momimu... Aku juga akan kasih pelajaran sama Momimu karena sudah merencanakan sesuatu untuk adikku... " ucapnya
" Apakah Aku harus percaya padanya Kali ini " Batin Leo
" Apa benar Salsa sudah berubah " batin Renal
" Baik... Tapi Renal akan mengawasi mu... ibuku sangat licik... Aku tak mau Jika Dia mencelakai mu " ucap Leo
" Terserah " ucap Salsa
" Saudari Salsa... Jam besuk kunjungan Anda sudah habis " ucap petugas disana
" Sebentar Pa .. " ucap Salsa
" Tidak usah Keluarkan Aku dari dalam Sel... nanti juga Aku akan keluar sendiri " ucap Salsa sambil melangkah pergi kembali kedalam sel tahanan.
Leo dan Renalpun segera pergi dari sana menuju Mall untuk menjemput Sang istri tercintanya. setelah sampai disana Mereka segera menghubungi istri mereka dan menunggunya diparkiran Mall tersebut
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁