
Pa Anwar, Bu ida dan Salsa pun pamit untuk segera pergi keperkebunan yang kemarin Leo bicarakan. Ada rasa senang dan sedih dihati mereka, senang karena mereka tidak jadi gelandangan lagi dan sedih jika harus tinggal di desa.
" Papah Mamah... Hati-hati dijalan ya Leo sudah siapkan Mobil untuk mengantar Kalian " ucapnya
" Papah, Mah, Ka Salsa baik-baik ya disana.... Nanti Sisil main kesana " ucapnya dengan nada sedih
" Kamu disini yang sehat ya Sil bahagia... meskipun Kita jauh... Kita bisa bertukar kabar... sudah jangan nangis " ucap Pa Anwar memeluk Sisil
" Drama banget padahal dalam hatinya seneng Tuh " batin Salsa
" Mamah yang sehat ya disana jagan lupa kalo ada apa-apa kabarin Aku " ucapnya memeluk sang Mamah
" Pura-pura sok baik " batin Bu Ida
" Ka Salsa... jagain Mamah dan Papah ya... kalo ada Apa-apa hubungi Aku " ucapnya memeluk sang Kaka
" Pasti dong Sil " ucapnya tersenyum
Merekapun segera masuk kedalam mobil Sisil yang sedari tadi meneteskan air matanya dipeluk Oleh Leo.
" Sudah jangan nangis... nanti cantiknya hilang " ucapnya sambil memeluk Sisil
" Aku hanya sedih aja berjauhan dari mereka "
" Ga lama Ko sayang... sampai Mamah dan Salsa bisa berubah " jelaskan ya
" Tapi entah sampai kapan mereka akan berubah " batin Leo
" Yu Kita lanjutkan lagi acaranya " ajak Leo
" Ia Mas "
Mereka pun kembali menuju acaranya dan segera meyambut para tamu.
...****************...
Renal hari ini benar-benar dibuat sibuk dengan semua pekerjaan Leo, bahkan ia harus meting dengan beberapa klien. tak sengaja Renal pun bertemu Yesi di Cafe, namun Renal tak menyadarinya sedangkan Yesi yang mengetahui hal tersebut mengamati Renal dari kejauhan.
" Wah... cowo mengemaskan ada disana... apa Aku hampiri " ucap Yesi
" Eh tapi Dia lagi meting... nanti aja deh kalo sudah selesai metingnya Aku hampiri " ucapnya
Dan benar saja setelah Renal selesai dengan metingnya lalu ia segera menghampiri Renal.
" Hai Cowo... " godanya
" Kau Lagi " cibirnya
" Jangan galak-galak nanti sudah dapat jodoh Loh " godanya lagi
" Is... Mau apa Lagi "
" Aku Hanya mau mengajakmu makan Siang... Aku tau Kau belum makan siang " ajak Yesi
" Aku sudah Makan... barusan " ucap bohongnya
" Tapi tadi Aku lihat Kau hanya meminum kopi " tanyanya heran
" Sejak Kapan Kau mengikuti ku " bentaknya
" Ini cewe benar-benar Gila " batin Renal
" Aku tidak mengikuti mu hanya saja pas Aku. sudah duduk disana.... Aku melihatmu duduk disini " ucap Yesi
" Atau mungkin Kita jodoh " ucapnya cengengesan
" Amit-amit harus sama Dia " batin Renal
" Jangan ngawur Kamu " bentaknya
" Ya kan Kita ga pernah tau " ucap Yesi
" Aku sih mau-mau aja Kalo berjodoh sama Dia " batin Yesi
" Jadi gimana " tanya Yesi
" Apanya "
" Makan siangnya... Yuk... Aku dah lapar " ucapnya
" Tidak " ucapnya pergi dari Cafe itu
" Hey... berani sekali Kamu nolak Aku " ucapnya
__ADS_1
Renal pun pergi menuju Restoran Pembukaan Sisil, ia ingin menyantap makanan yang dibuat Oleh Sisil, namun ia juga tak curiga jika mobilnya di ikuti oleh Yesi
" Mau kemana Sih Dia " ucap Yesi
Sesampainya Disana Renal pun segera masuk namun langkahnya ditarik Oleh Yesi.
" Kamu " bentaknya
" Ini Restoran Siapa... ramai sekali " ucap yesi
" Kamu ngikutin Aku.. hem "
" Ia... abisnya Kamu ga mau makan siang bareng Aku.. " ucap Yesi
" Loh Renal Yesi... Ayo masuk " ajak Sisil
" Nona Tidak marah sama Dia... " ucap Renal
" Itu kan Dulu. .. Aku bukan orang pendendam " ucapnya sambil tersenyum
" Benar-benar hatinya baik sekali nona Sisi ini " batin Renal
" Bisa-bisanya Dia sudah maafin Aku... Antara emang Dia baik Atau pura-pura baik " batin Yesi
" Ayo Masuk... Kalian duduk disini nanti Aku akan buatkan makanan spesial buat kalian " ucapnya ramah
" Nona sangat baik... jadi Kamu harus lupakan Tuan Leo... " ucap Renal
" Ia ia bawel " ucapnya kesal karena Renal memuji-muji Sisil
" Loh Yesi... ngapain Kamu kesini " ucap Leo dengan wajah Marah
" Mas... jangan Marah-marah Yesi itu sekarang sudah berubah... " bela Sisil
" Em.. Ia Leo... sekarang Aku dan Renal sudah berpacaran " ucapnya
" Apa " ucap serentak mereka termasuk Renal
" Bilang Ia dong... " bisik nya
" Tapi Aku juga kasian Sama Dia.. sebenarnya Dia juga ada sisi baiknya " batin Renal
" Ia Tuan "
" Makasih Nona "
" Kamu yakin Renal " ucap Leo
" Ia Tuan... "
" Kalau begitu lanjutkan Makanya.. Kita ga akan ganggu ... ia kan Mas " ucap Sisil
Sisil dan Leo pun meninggalkan mereka, suasana pun terasa canggung Yesi pun menjadi gugup karena perkataannya sendiri. mereka makan tanpa bicara menikmati satu demi satu makanan yang dihidangkan didepan mereka
...****************...
Sekitar Tiga jam perjalanan yang mereka tempuh, sudah melelahkan ditambah jalan menuju desa tersebut rusak sehingga banyak krikil-kerikil batu dan jalan berlubang disana.
" Aduh Mah... bisa-bisa badanku sakit semua " rengek Salsa
" Bener Kamu Sha, Mamah juga merasakan hal yang sama " Ucapnya
" Nanti Aku mau ke Spa.. mungkin didaerah ini ada spa yang buka " ucapnya
" Ngawur Kamu mana ada Spa di desa seperti ini " ucap Pa anwar
" Ya kali aja ada " ucap Salsa
" Mah Aku ga mau tinggal disini selamanya " rengeknya
" Tenang Sha Kamu kan bisa Sekali-kali ke Sana... sekalian aja tinggal dengan Sisil bilang aja ada kerjaan " ucap jahat Bu ida
" Mamah ga boleh begitu... Mamah mau Leo lakuin hal yang lebih gila dari pada kita tinggal di desa " ucapnya sang Papah
" Benar Juga " ucap sang Mamah
" Tapi Aku ga peduli " ucap Salsa
" Nikmati aja Dulu Sha... siapa tau Kamu disini punya calon suami Kaya " Ucap Bu ida
" Sekaya-kayanya Orang yang tinggal di desa pasti beda sama kekayaan Leo " kilahnya
" Terserah kamu Saja Sha... mamah ga ikut campur " kesal sang Mamah
__ADS_1
Merekapun sudah sampai disebuah Rumah yang tidak terlalu besar namun nyaman dinikmati. namun rumah tersebut dikelilingi oleh perkebunan dan dibelakangnya ada perternakan Sapi.
" Sudah Sampai Nona Tuan " ucap sang Supir
" Bapak ga salah... ini tempatnya " ucap Salsa
" Ayo Kita turun " Ajak pa Anwar
" Ga mau Pah.... " rengek Salsa
" Sha cepetan turun " ajak sang Mamah
Merekapun turun dari mobil dan disambut oleh Pa Juju orang yang mengurus perkebunan tersebut, meskipun Leo meyerahkan Perkebunan pada sang Mertua namun pa Juju juga bertanggung jawab untuk mengawasi mereka.
" Ini Mah pasti Keluarganya Pa Anwar ya.. anu dari kota ya... yang diutus oleh Tuan leo " dengan logat bahasa sunda campuran
" Ia Pak benar Saya Anwar dan ini anak dan istri Saya " ucap Pa Anwar
" Hayu atuh Silahkan Masuk... " ucap pa Juju mengantar mereka masuk menuju rumah
" Kalo Ibu Bapak butuh sama mang Juju... mang juju tinggal ga jauh dau belakang rumah ini... kehalangan ku kandang Sapi " ucapnya
" Apa kandang Sapi... bukanya kita harusnya ngurus perkebunan saja... " ucap Bu Ida
" Atuh da saya mah tidak tahu Ibu " ucap mang Juju
" Aku harus telepon Leo " ucap Salsa
Tut.... Tut.... Tut....
" Ko ga ada sinyal " ucapnya heran
" Maaf atuh neng gelis... disini mah ga bisa pake hape adanya juga telepon... itu dirumah sana... "
" Masih jauh mang... kenapa tadi Mobilnya ga anterin Kita sampai sana Coba " ucap Kesal Salsa
" Atuh Neng jangan ngeluh wae neng Teh... anggap saja ini mah olah raga " ucap Mang Juju
" Aw Kakiku sakit " rengeknya
" Atuh neng mah udah tau mau ke desa pake hahil jadi gitu... ini jalanya belum diperbaiki... disana juga bakal becek abis ujan... " jelaskan mang Juju
" Aduh gimana nih Pah " ucap Bu ida yang Sama-sama memakai sepatu hils
" Papah juga ga tau... orang papah juga pake sepatu buat kondangan sayang kalo kena becek " keluh sang suami juga
" Gimana atuh Ini mang " rengek Salsa
" Kalian lepas Aja sepatunya nyeker aja " ucap mang Juju
" Apa itu nyeker " ucap Salsa
" Maksudnya tanpa Alas gitu "
" Iuh... Jijik mang... " ucap Salsa
" ya Mau gimana deui atuh neng " ucap Mang Juju
Merekapun semua melepas kakinya, ada rasa sakit dikakinya karena banyak menginjak batur, ada juga rasa Jijik karena terkena lumpur, semua campur aduk, hari ini bagaikan hari kesialan bagi mereka, entah awal kesialan atau akhir kesialan
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Ada Yang Mau tau kisah Pa Anwar, Bu ida dan Salsa di desa..
Kasih semangat yang positif ya buat Aku...
dan Terus ikuti kisahnya
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁