Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 12


__ADS_3

Sementara Sang Mamah langsung menuju kamar Sisil dan mengomelinya dan menghinanya dengan habis-habisan. Sisil hanya bisa diam sambil menangis


" Bangun Kamu anak Durhaka, malah tidur enak-enakan pekerjaanmu didapur masih banyak, cuci semua pakaian kotor " bentaknya


" Tapi... Mah tangan Aku masih sakit " ucapnya


" Halah jangan banyak alasan, ayo cepat " menarik tangan Sisil


" Aw... Mah... Sakit " lirihnya


" Sekarang Kamu cuci semua pakaian kotor ini sekarang " perintahnya sambil mendorong Sisil


" Ia Mah " ucapnya sambil menangis


Pakaian kotor berisi 2 selimut tebal, dan baju-baju yang seharusnya dicuci pembantu, Sisil lalu memulai pekerjaannya dia membungkus tangannya yang luka dengan plastik karena jika terkena air rasnya akan perih.


" Mamah ko tega sama Aku, tadi dia baik didepan Papah " ucapnya sambil mencuci pakaiannya


Tiga jam waktu yang dibutuhkan Sisil untuk mencuci pakaian kotor 2 ember besar, setelah selesai Sisil lalu memasak untuk makan siang sang Mamah, dibantu oleh seorang asisten rumah tangga disana.


" Non, kenapa Non tadi cuci baju kotor semua, biar Bibi saja Non " ucapnya merasa kasian pada Sisil


" Bi, ga usah kan Mamah juga nyuruhnya sama Aku " ucapnya dengan tersenyum


" Non, semoga setelah menikah Non tidak melakukan pekerjaan seperi ini " lirih sang Bibi


" Meskipun Aku dah Nikah Bi, tetep Aku harus siapin makanan, dan semua keperluan Suami Aku " ucapnya


" Jangan terlalu kepedean Kamu, Jika besok Salsa datang, harapanmu musnah Hahahahha " tersenyum jahat


" Ia Mah, kalo ka Salsa datang Aku juga ga mau nikah sama Leo " ucapnya


" Halah So baik Kamu, padahal hatinya sakit banget mimpinya ga kesampaian " sindir sang Mamah


" Non yang sabar ya " bisik ya

__ADS_1


" Mah, makanannya sudah siap, silahkan dimakan, Aku mau cuci piring dulu " ucapnya


" Dasar Manja, tangan pake kresek gitu harusnya dibuka dong " ucapnya sambil membuka plastik yang digunakan Sisil untuk menutupi lukanya


" Aw... Mah Sakit " ucapnya sambil mengangis


"Manja, biar cepat sembuh harus kaya gini " ucapnya menarik tangan Sisil yang ada luka kedalam air kran yang sedang mengalir


" Hiks... Hiks..... sakit.... Mah " lirihnya


Lalu sang Mamah melepaskan tangan Sisil dan tertawa jahatnya dengan tega, lalu Sisil kembali kekamarnya dan mengobati lukanya


" Mamah Tega sama Aku, ini sakit banget "


" Tapi Aku harus Kuat, ga boleh lemah dihadapan Mamah " ucapnya penuh semangat


Setelah sang Mamah selesai makan siangnya lalu ia segera menuju kamarnya untuk mengambil handphonenya dan menghubungi Salsa.


Tut..... Tut...... Tut....


" Tut.... Tut...... Tut......


" Tut..... Tut....... Tut.....


" Tut..... Tut....... Tut.....


" Tut..... Tut....... Tut.....


" Tut..... Tut....... Tut.....


" Haduh gimana sih Salsa ditelpon malah ga diangkat, padahal ini penting banget " ucap kesalnya


Lalu ia kaget melihat pintu kamarnya dibuka seseorang.


" Papah sudah pulang, baru juga jam 2 " ucapnya

__ADS_1


" Ia Mah, Meetingnya sudah selesai, oh ia Mamah lagi apa " tanya sang Suami


" Mamah lagi coba menghubungi Salsa Pah " ucapnya


" Sudah lah Mah, percuma toh Leo lebih memilih Sisil " bentaknya


" Tapi Pah, bagaimana pun Salsa harus tau " lirihnya


" Yasudah nanti Mamah coba hubungi lagi Salsa sekarang kita Makan dulu, Papah belum makan Siang " ucapnya


" Ayo Pah " Ajaknya


Setelah Sang papah Selesai dengan makan siangnya, Sang istri hendak kedapur untuk mengambil Kopi yang sudah dipesan sang Suami


Kring.... Kring....


" Salsa ya Ampun " ucapnya melihat nama si penelepon itu


" Bik tolong kasih ini sama Tuan, kalo Tuan nyariin Saya bilang saja Saya sedang di kamar mandi Ok " titahnya


" Baik Nyoya " ucapnya


" Ini Tuan " menghampiri sang Tuan yang sedang asik bersantai diruang Tv


" Loh Bi, kemana Nyoya " Tanyanya


" Anu Tuan, Nyoya sedang dikamar mandi " ucap bohong sang pembantu


" Oh ya sudah, Makasih ya Bi " ucapnya sambil tersenyum


" Permisi Tuan " ucapnya sopan


Lalu Pa Anwar menikmati kopinya sambil menonton tv.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2