Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 17


__ADS_3

Merekapun tertidur dengan pulas, mekipun kamarnya sempit dan tak bagus kamar mereka masing-masing namun mereka cukup nyaman tidur di ranjang tersebut.


Keesokan harinya,,


Ambu seperti biasa sudah meyiapkan sarapan untuk mereka, dan mengumpulkan mereka memangil mereka untuk berkumpul makan bersama.


" Ini apa Ambu ko nasinya warna kuning " tanya Ehan


" Itu namanya Nasi kuning " ucap Ambu


" Ambu Kita kan ga ulang tahun kenapa ada nasi kuning " tanya Ali


" Memangnya kalau nasi kuning itu pertanda ada yang ulang tahun " ucap Satria heran


" Umi aku juga suka bikin kalau aku ulang tahun " ucap Ridwan


" Tapi mamah aku ga bikin nasi kuning kalau aku ulang tahun " ucap Satria


" Sama aku juga " ucap Farel


" Nasi kuning itu bukan hanya untuk ulang tahun saja.. Sok dimakan atuh " ucap Sang Ambu


" Enak Ambu " ucap Farel


" Heem enak.... " ucap Ali


" Kalau makan ga boleh sambil bicara " ucap Usuf


" Biarin ... " ucap Satria


" Uhuk.. uhuk... uhuk.. " ucap Satria tersedak


" Rasakan " ucap Ali


" Makanya kalau makan ga boleh bicara kata bunda takut tersendak... " ucap Ehan


" Uhuk.. uhuk... uhuk.. " ucap Satria masih tersedak


" Nih minum " ucap Ridwan menyodorkan air minum


Merekapun segera memakan sarapannya dengan lahap. setelah itu mereka ikut Sang eyang ke kebun jagung untuk memanen jagung disana.


.


...****************...


.


Mereka berjalan kaki menuju kebun dan menempuh perjalanan selama tiga puluh menit.


" Sumpah... Aku cape banget " ucap Satria


" Ah... Kamu kaya sifut aja " ucap Farel


" Emang kalian ga cape apa " tanya satria


" Tidak " ucap mereka serempak


" Tapi... tapi... masa tidak cape " ucap Satria heran


" Sesuai dengan perjanjian Kita... kemarin aku yang menang... dan aku sekarang menjadi rajanya... hahahaha.... " ucap Ehan dengan tertawa jahatnya


" Aku kira kamu sudah lupa " ucap Ridwan


" Mana mungkin aku lupa.... pangil aku paduka raja " ucap Ehan


" Siap Paduka Raja... " ucap mereka


" Paduka Raja haus... tolong segera ambilkan minum .... satria " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Satria menyodorkan minumannya

__ADS_1


" Paduka Raja pegal kakinya yang kiri... tolong segera pijitin Ali... " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Ali memijit kaki Ehan yang kiri


" Paduka Raja pegal kakinya yang Kanan.... tolong segera pijitin.... Satria " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Satria memijit kaki Ehan yang kanan


" Paduka Raja pegal Tangan kirinya... tolong di pijitin Usuf " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Usuf memijit Tangan kiri Ehan


" Paduka Raja pegal Tangan Kanannya... tolong di pijitin Ridwan " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Ridwan memijit Tangan Kanan Ehan


" Laganya udah kaya Raja beneran.. aja sih " cibir Farel


" Abang jangan gitu dong... mending Abang pijitin aku ... pundak aku pegal nih " ucapnya


" Emang Kamu udah panggul apa sih... kaya yang benar-benar kerja keras aja " Cibirnya lagi


" Abang jangan banyak protes nanti paduka Rajanya kecewa... cepat pijitin pundak aku " ucap Ehan


Dengan terpaksa Farel pun memijat pundak Ehan, dan merekapun sedang memijat Ehan. Sang Eyang pun heran melihat tingkah mereka.


" Kalian lagi apa.. Ehan kenapa " tanya Sang eyang


" Paduka Raja kecapean eyang " cibir Farel


" Paduka Raja " tanyanya heran


" Iya eyang " ucap Ali


" Sudah kalian ... cepat bantuin eyang masukin jagungnya ke karung " ucap sang eyang


" Baik eyang " ucap Mereka


" Ingat ya disini aku paduka Raja kalian harus ikuti perkataan ku... " ucap Ehan


" Baik Paduka Raja " ucap Mereka


" Ali Ambil jagung di sebelah kiri ... Usuf kamu ambil jagung disebelah kanan dan untuk Ridwan dan Abang kalian ambilkan jagung di tengah-tengah.. " ucap Ehan


" Baiklah " ucap Mereka segera menuju barisan yang di suruh oleh Ehan


" Tunggu.... " ucap Ehan


" Kenapa " ucap Farel


" Karena kalian tidak membantah... aku akan memberikan bonus pada kalian " ucap Ehan


" Apa " ucap Ali bersemangat


" ini untuk Ali.. dan ini untuk abang Farel ... " ucapnya menyodorkan karung kosong kepada mereka


" Aku kira ada apa " ucap ketus Farel


" Terus tugas aku apa " ucap Satria


" Kamu tugasnya kipassin aku " ucap Ehan


" Tapi disini ga ada kipas " ucapnya


" Terserah... mau kamu tiupin aku juga ga papah asal aku ga merasa gerah " ucapnya


Merekapun segera memanen jagung tersebut kecuali satria dan Ehan. Iya memperhatikan mereka.


" Aku haus " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Satria memberikan botol minum pada Ehan

__ADS_1


" Aku gerah " ucap Ehan


" Baik paduka Raja " ucap Satria mencoba mencari sesuatu yang bisa iya jadikan kipas agar Ehan tak kegerahan


" Mau apa Kamu " tanya Ehan


" Mau mengipas-kipas Paduka Raja " ucapnya


" Dengan ini mana bisa " ucap Ehan


" Tapi... ini kan daunnya gede bisa buat kipas-kipas Paduka Raja " ucap Satria


" Ganti... terlalu gede " ucap Ehan


Satria pun mencari daun yang kecil untuk iya jadikan alat untuk kipas-kipas Ehan.


" Kalau ini gimana " ucap Satria


" Itu terlalu kecil... sama tangan kamu juga gedean tangan kamu " ucapnya


" Tapi Paduka Raja ... " ucapnya terpotong


" Sudah.. aku cape ... gendong aku " ucap Ehan


" Tapi Paduka ... " ucap Satria


" Ayo cepat Kaki ku lelah " ucapnya


" Baiklah... Paduka naik ke punggung ku " ucap Satria


Ehan pun segera naik ke punggung Satria, meskipun Ehan kecil badannya entah mengapa Satria merasa berat tubuh Ehan berat.


" Aduh... Baginda... Anda berat sekali " ucap Satria menggendong Ehan


" Ah.. kamu jadi orang tidak banyak bersyukur kalau kata eyang... kebanyakan ngeluh " Cibirnya


" Tapi Baginda ... " ucap Satria


" Udah... jangan protes cepat lakukan tugasmu ini baru lima langkah dari tempat kita tadi dan Kau sudah mengeluh.. " ucap Ehan


" Bukan begitu Baginda... hanya saja... " ucap Satria yang sudah tidak kuat menahan tubuh Ehan


" Lihat saja sampai aku jatuh... aku akan meyuruh Ambu membuatkanmu Cobek belut kaya kemarin... " ancam Ehan


" Moster cacing itu... ampun... aku kalau teringat suka mau muntah " ucapnya


" Makanya cepat lakukan tugasmu... " ucap Ehan


" Baik Baginda Raja " ucapnya


Satria pun menggendong Ehan dan melihat semua pekerjaan yang dilakukan Ali, Usuf, Ridwan dan Farel. namun ketika melihat cara kerja Farel tiba-tiba ada lubang, Satria tak melihat lubang itu dan kakinya terperosok pada lubang itu . Tubuhnya menjadi tak seimbang lalu


Bruk....


" Hahahaha " ucap mereka semua menertawakan Ehan dan Satria


" AW... " rengek Ehan


" Kamu yang benar dong... " ucap Ehan kesal


" Maaf Baginda raja ... tadi ada jalan berlubang " ucapnya


" Makanya hindari bukan dideketin kebiasaan Kamu " ucap Ehan kesal karena pantatnya jadi sakit


" Baginda Raja ga papah " ucap Satria


" Pantatku Sakit " ucapnya


" Coba saya lihat " ucap Satria


" Sembarangan... Kau mau mengintip pantatku yang putih dan mulus ini... keterlaluan " ucapnya semakin kesal

__ADS_1


" Bukan begitu Paduka Raja... " ucap Satria


__ADS_2