
Merekapun tertidur dengan pulas, mekipun kamarnya sempit dan tak bagus kamar mereka masing-masing namun mereka cukup nyaman tidur di ranjang tersebut.
Keesokan harinya,,
Ambu seperti biasa sudah meyiapkan sarapan untuk mereka, dan mengumpulkan mereka memangil mereka untuk berkumpul makan bersama.
" Ini apa Ambu ko nasinya warna kuning " tanya Ehan
" Itu namanya Nasi kuning " ucap Ambu
" Ambu Kita kan ga ulang tahun kenapa ada nasi kuning " tanya Ali
" Memangnya kalau nasi kuning itu pertanda ada yang ulang tahun " ucap Satria heran
" Umi aku juga suka bikin kalau aku ulang tahun " ucap Ridwan
" Tapi mamah aku ga bikin nasi kuning kalau aku ulang tahun " ucap Satria
" Sama aku juga " ucap Farel
" Nasi kuning itu bukan hanya untuk ulang tahun saja.. Sok dimakan atuh " ucap Sang Ambu
" Enak Ambu " ucap Farel
" Heem enak.... " ucap Ali
" Kalau makan ga boleh sambil bicara " ucap Usuf
" Biarin ... " ucap Satria
" Uhuk.. uhuk... uhuk.. " ucap Satria tersedak
" Rasakan " ucap Ali
" Makanya kalau makan ga boleh bicara kata bunda takut tersendak... " ucap Ehan
" Uhuk.. uhuk... uhuk.. " ucap Satria masih tersedak
" Nih minum " ucap Ridwan menyodorkan air minum
Merekapun segera memakan sarapannya dengan lahap. setelah itu mereka ikut Sang eyang ke kebun jagung untuk memanen jagung disana.
.
...****************...
.
Mereka berjalan kaki menuju kebun dan menempuh perjalanan selama tiga puluh menit.
" Sumpah... Aku cape banget " ucap Satria
" Ah... Kamu kaya sifut aja " ucap Farel
" Emang kalian ga cape apa " tanya satria
" Tidak " ucap mereka serempak
" Tapi... tapi... masa tidak cape " ucap Satria heran
" Sesuai dengan perjanjian Kita... kemarin aku yang menang... dan aku sekarang menjadi rajanya... hahahaha.... " ucap Ehan dengan tertawa jahatnya
" Aku kira kamu sudah lupa " ucap Ridwan
" Mana mungkin aku lupa.... pangil aku paduka raja " ucap Ehan
" Siap Paduka Raja... " ucap mereka
" Paduka Raja haus... tolong segera ambilkan minum .... satria " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Satria menyodorkan minumannya
__ADS_1
" Paduka Raja pegal kakinya yang kiri... tolong segera pijitin Ali... " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Ali memijit kaki Ehan yang kiri
" Paduka Raja pegal kakinya yang Kanan.... tolong segera pijitin.... Satria " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Satria memijit kaki Ehan yang kanan
" Paduka Raja pegal Tangan kirinya... tolong di pijitin Usuf " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Usuf memijit Tangan kiri Ehan
" Paduka Raja pegal Tangan Kanannya... tolong di pijitin Ridwan " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Ridwan memijit Tangan Kanan Ehan
" Laganya udah kaya Raja beneran.. aja sih " cibir Farel
" Abang jangan gitu dong... mending Abang pijitin aku ... pundak aku pegal nih " ucapnya
" Emang Kamu udah panggul apa sih... kaya yang benar-benar kerja keras aja " Cibirnya lagi
" Abang jangan banyak protes nanti paduka Rajanya kecewa... cepat pijitin pundak aku " ucap Ehan
Dengan terpaksa Farel pun memijat pundak Ehan, dan merekapun sedang memijat Ehan. Sang Eyang pun heran melihat tingkah mereka.
" Kalian lagi apa.. Ehan kenapa " tanya Sang eyang
" Paduka Raja kecapean eyang " cibir Farel
" Paduka Raja " tanyanya heran
" Iya eyang " ucap Ali
" Sudah kalian ... cepat bantuin eyang masukin jagungnya ke karung " ucap sang eyang
" Baik eyang " ucap Mereka
" Ingat ya disini aku paduka Raja kalian harus ikuti perkataan ku... " ucap Ehan
" Baik Paduka Raja " ucap Mereka
" Ali Ambil jagung di sebelah kiri ... Usuf kamu ambil jagung disebelah kanan dan untuk Ridwan dan Abang kalian ambilkan jagung di tengah-tengah.. " ucap Ehan
" Baiklah " ucap Mereka segera menuju barisan yang di suruh oleh Ehan
" Tunggu.... " ucap Ehan
" Kenapa " ucap Farel
" Karena kalian tidak membantah... aku akan memberikan bonus pada kalian " ucap Ehan
" Apa " ucap Ali bersemangat
" ini untuk Ali.. dan ini untuk abang Farel ... " ucapnya menyodorkan karung kosong kepada mereka
" Aku kira ada apa " ucap ketus Farel
" Terus tugas aku apa " ucap Satria
" Kamu tugasnya kipassin aku " ucap Ehan
" Tapi disini ga ada kipas " ucapnya
" Terserah... mau kamu tiupin aku juga ga papah asal aku ga merasa gerah " ucapnya
Merekapun segera memanen jagung tersebut kecuali satria dan Ehan. Iya memperhatikan mereka.
" Aku haus " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Satria memberikan botol minum pada Ehan
__ADS_1
" Aku gerah " ucap Ehan
" Baik paduka Raja " ucap Satria mencoba mencari sesuatu yang bisa iya jadikan kipas agar Ehan tak kegerahan
" Mau apa Kamu " tanya Ehan
" Mau mengipas-kipas Paduka Raja " ucapnya
" Dengan ini mana bisa " ucap Ehan
" Tapi... ini kan daunnya gede bisa buat kipas-kipas Paduka Raja " ucap Satria
" Ganti... terlalu gede " ucap Ehan
Satria pun mencari daun yang kecil untuk iya jadikan alat untuk kipas-kipas Ehan.
" Kalau ini gimana " ucap Satria
" Itu terlalu kecil... sama tangan kamu juga gedean tangan kamu " ucapnya
" Tapi Paduka Raja ... " ucapnya terpotong
" Sudah.. aku cape ... gendong aku " ucap Ehan
" Tapi Paduka ... " ucap Satria
" Ayo cepat Kaki ku lelah " ucapnya
" Baiklah... Paduka naik ke punggung ku " ucap Satria
Ehan pun segera naik ke punggung Satria, meskipun Ehan kecil badannya entah mengapa Satria merasa berat tubuh Ehan berat.
" Aduh... Baginda... Anda berat sekali " ucap Satria menggendong Ehan
" Ah.. kamu jadi orang tidak banyak bersyukur kalau kata eyang... kebanyakan ngeluh " Cibirnya
" Tapi Baginda ... " ucap Satria
" Udah... jangan protes cepat lakukan tugasmu ini baru lima langkah dari tempat kita tadi dan Kau sudah mengeluh.. " ucap Ehan
" Bukan begitu Baginda... hanya saja... " ucap Satria yang sudah tidak kuat menahan tubuh Ehan
" Lihat saja sampai aku jatuh... aku akan meyuruh Ambu membuatkanmu Cobek belut kaya kemarin... " ancam Ehan
" Moster cacing itu... ampun... aku kalau teringat suka mau muntah " ucapnya
" Makanya cepat lakukan tugasmu... " ucap Ehan
" Baik Baginda Raja " ucapnya
Satria pun menggendong Ehan dan melihat semua pekerjaan yang dilakukan Ali, Usuf, Ridwan dan Farel. namun ketika melihat cara kerja Farel tiba-tiba ada lubang, Satria tak melihat lubang itu dan kakinya terperosok pada lubang itu . Tubuhnya menjadi tak seimbang lalu
Bruk....
" Hahahaha " ucap mereka semua menertawakan Ehan dan Satria
" AW... " rengek Ehan
" Kamu yang benar dong... " ucap Ehan kesal
" Maaf Baginda raja ... tadi ada jalan berlubang " ucapnya
" Makanya hindari bukan dideketin kebiasaan Kamu " ucap Ehan kesal karena pantatnya jadi sakit
" Baginda Raja ga papah " ucap Satria
" Pantatku Sakit " ucapnya
" Coba saya lihat " ucap Satria
" Sembarangan... Kau mau mengintip pantatku yang putih dan mulus ini... keterlaluan " ucapnya semakin kesal
__ADS_1
" Bukan begitu Paduka Raja... " ucap Satria