
Setelah ia puas berbincang-bincang Sisil mengajak Yesi untuk peegi kedapur dan memasak bersamanya karena sebentar lagi waktu makan siang.
Ani sudah mempersiapkan semua bahan-bahannya, Yesi membatu Sisil memotong-motong sayuranya sedangkan sisil yang memasak.
Yesi memperhatikan Sisil memasak dan ternyata setelah ia mencicipi sedikit masakan buatan Sisil ternyata rasanya sangat enak.
" Mantap Sil " ucap Yesi
" Kamu hidangkan semuanya kemeja sana, bantu Ani... jangan terus dicicipi nanti habis " godanya
" Siap " canda Yesi
Setelah selesai dengan semua masakanya Sisil berinisiatif untuk menelepon sang Suami.
Tut.... Tut.... Tut...
" Halo Sayang " ucap Leo
" Halo Suamiku.... Kau ada dimana... jadi pulang ke Mansion" ucap Sisil
" Aku sedang dalam perjalanan pulang.. jadi dong... Kamu mau nitip sesuatu... biar Aku belikan " tawar Leo
" Aku hanya mau Mas segera pulang " ucap Sisil sambil terseyum
" Apakah Kau merindukanku.... " ucap Leo
" Tidak... Anakmu yang merindukanku... Dia tadi bilang sama Mominya " ucapnya terseyum kembali
" Oh hanya Baby nya saja... kalau begitu ga jadi pulang ah... " goda Leo
" Mas... "
" Cepat bilang Mominya juga kangen... baru ayahnya akan pulang " godanya lagi
" Ia ia Aku kangen sayang " ucap Sisil terseyum terus
" Sampai ketemu dirumah sayang " ucap Leo
Tiga puluh menit berlalu Leo dan Renal sudah sampai di Mansion dan mereka segera memasuki ruang makan, harum masakan disana sungguh menggoda setiap orang yang menciumnya.
" Sayang " ucap Leo
" Mas Sini... Kita makan... Aku sudah laper " ucapnya
Merekapun segera berkumpul untuk memakan makanan tersebut.
" Hem Sayang... Kamu masak " ucapnya setelah mencicipi makanan tersebut
" Ia Nona... ini sangat enak " puji Renal
" Kalau Kau berani memuji istriku lagi... Kau tidak boleh memakannya lagi " ancam Leo
" Dibantuin Yesi sama Ani juga Ko Mas... ga cape-cape ko " ucap Sisil
" Ini sunguh enak Sil " puji Oma
" Maksih Oma... " ucap Sisil
Merekapun segera menghabiskn makan siangnya tersebut setelah selesai Renal mengajak Leo untuk segera meting dan menemui Klien nya itu.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan Yesi pamit pulang untuk menemui Wo yang akan mengurus pernikahanya.
" Bu Romlah... " ucap Yesi
" Pasti Bu Yesi... mari silahkan " ucapnya
Bu Romlah memberikan beberapa contoh gambar yang akan dipilih Yesi menjadi konsep pernikahanya.
" Ini Beberapa konsep Anda bisa langsung memilihnya "
" Kalau yang ini bagaimana " tawar Bu Romalah
" Tidak... " ucap Sisil
" Kalau Yang ini... ini bagus dengan konsep yang tadi Bu Yesi bicarakan " ucapnya
" Kurang Cocok " ucap Yesi
" Coba yang ini Bu... ini sering dipakai oleh para pengantin... konsepnya juga bagus " ucap Bu Romlah
" Aku hanya mau ini saja... tapi lebih dibanyakin bunga hidupnya biar terasa lebih indah dan segar " ucap Yesi
" Pilihan yang bagus Bu... terlihat elegan dan indah " ucap bu Romlah
setelah selesai dengan konsep ia pun memebicarakan tentang Cetring dan semua pengisi acara yang akan terlibat.
" Aku mau makananya yang ini saja... dan ini... penutupnya ini " ucap Yesi
" Baik Bu "
" Saya ada rekomendasi baju pengantin dari butik terkenal dan desainnya pun bagus.. ini merupakan butik yang selalu Kami pakai di acara pernikahan " ucap Bu Romlah
" Boleh Saya lihat terlebih dahulu gambarnya "
" Ini Bu silahkan " ucap Romlah memberikan kumpulan gambar baju pengantin
" Yang ini bagus Bu... Ibu kan lansing ini akan terlihat seksi dan elegan " ucap Bu Romlah
" Tidak... Calon suami Saya ga mau saya terlihat seksi oleh semua orang "
" Atau yang ini Saja Bu... lenganya panjang " Bu Romlah
" Tidak... suka "
" Kalau yang ini bagaimana... " menunjuk gambar nya
" Bagus... lengannya pendek... tapi tidak terlalu panjang dibawahnya.... Aku suka. " ucap Yesi
" Baik Bu... Saya akan segera memberitahu butiknya agar Dua minggu kedepan Ibu bisa melakukan fiting baju " ucap Bu Romlah
Lalu mereka lanjut membicarakan contoh kartu undangan yang akan Yesi pilih, Bu Romlah memberikan pengarahan tentang mana saja yang selalu dipakai oleh beberapa pengantin namun Yesi tak mau sama dengan yang lain ia pun mencoba memilih dan ada yang sesuai dengan seleranya
" Ini ada beberapa contoh kartu undangan yang sangat bagus dan cantik.. silahkan Ibu melihat-lihat terlebih dahulu " ucap Bu Romlah
" Coba yang ini Bu... gambarnya tak mencolok namun tetap berkesan elegan "
" Tidak... "
__ADS_1
" Kalau yang ini bagaimana Bu... ini sering dipakai juga oleh beberapa pengantin " ucap Bu Romlah
" Saya tidak suka... terlalu biasa "
" Yang ini Saja Bu... ini bagus... terlihat unik... " ucap Bu Romlah
" Saya Ambil yang ini " ucap Yesi memberikan contoh undangan itu
" Pilihan yang tepat Bu... "
" Mau berapa ratuskah... ribukah... Ibu cetak " tanyanya
" Saya mau lima ratus undangan saja " ucap Yesi
" Baik Bu... untuk acara ibu mau digedung atau bagaiman " ucap Bu Romlah
" Gedung saja Bu... nanti saya beritahu gedungnya " ucap Yesi
" Baik Bu.. Terima kasih. "
" Kalau begitu Saya pamit... " ucap Yesi
" Ia bu... terima kasih sekali lagi " ucap Bu Romlah
Setelah semua selesai Renalpun segera menjeput sang calon istri di Wo tersebut. setelah sampai di Apartemen merekapun berbincang tentang konsep yang sudah dipilih Yesi.
" Sayang... Aku sudah mengurus semuanya... " ucap Yesi
" Bagus lah... " ucap Renal
" Tingal memilih cincin pernikahan " ucap Yesi
" Kalau besok Aku tidak sibuk... Kita mencari cincinya " ucap Renal
" Baiklah "
,
,
,
,
,
Bersambung....
Halo Semua,.
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁