Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 11


__ADS_3

" Yang benar saja Ehan " ucap Satria sangat kesal


" Ayo... katanya tadi gampang " cibir Farel


" Tapi ga gini " ucap Satria tambah kesal


" Ayo... mumpung belum bel masuk " ucap Ehan


Merekapun segera melangkah menuju kelas dan duduk di bangku mereka sambil menunggu bel berbunyi.


" Ayo lakukan " ucap Ehan


" Tapi aku malu " ucapnya singkat


" Katanya tadi gampang " ucap Farel


" Nanti aja kalo sepi.. " ucap Satria


" Maunya sekarang " ucap Ehan


Tiba-tiba seorang Ehan mendorong Satria tepat di depan kelas. Lalu dengan senyum jahatnya Ehan memberi pengumuman.


" Halo teman-teman... Ada nyanyian dangdut untuk kalian... ada yang mau ikut berjoged " Tawar Ehan


" Aku mau " ucap Melati


" Sini kedepan " ajak Ehan


" Ga papah deh malu juga ditemenin melati " ucap Satria


" Jangan sia-siakan ini... melati menunggu mu " bisik Ehan


" Ok Ehan... makasih ya " ucapnya


" Kalian Siap " ucap Ehan


" Kita tampilkan artis kita yang kurang tenar ini... Satria baja hitam... Dan melati " ucap Ehan membuat semua tertawa terbahak-bahak


" Loh bukanya Ehan yang nyanyi " ucap melati heran


" Gue sadar diri kali... mau ditimpuki batu sama temen sekelas kalau gue kalo gue yang nyanyi " ucap terseyum jahat


" Satria... Satria.... Satria... " ucap Farel dan semua orang mengikuti nya


" Sabar sabar... aku tau kalian sudah tidak sabar mendengarkan suaraku yang indah nan merdu ini... " ucap Satria begitu pede


Disisi lain Melati kesal pada dirinya sendiri karena iya berpikir bahwa iya dan Ehan akan menjadi duet romantis ternyata dugaannya salah


" Melati mau lagu apa " tanya Satria

__ADS_1


" Terserah Kamu aja " ucapnya ketus


" Kami akan menyayikan lagu dari Rido Roma.. yaitu menunggu " ucap Satria


Satria mulai menyayikan ya sambil berjoged didepan kelas meskipun suaranya jelek namun iya dengan pedenya terus menyanyikan lagu itu.


Semua orang yang mendengarkan pasti akan tertawa melihat tingkahnya. namun begitu semua orang sangat terhibur dengan penampilannya.


Tiba-tiba Bel pun berbunyi pertanda mereka sudah harus masuk kekelas. Namun tak terlalu didengar karena Mereka menertawakan Tingkah lucu Satria


" Ehem-ehem " ucap Sang guru memegang pundak Satria yabg masih bergoyang sedangkan teman-teman yang lain sudah duduk di bangkunya masing-masing


" Apaan sih ganggu terus " ucap Satria


" Sat aku mau duduk di bangku dulu " ucap Melati


" Jangan melati cantik sudah temani aa Satria aja " ucapnya


" Ehem... " ucap sang guru


" Apalagi sih ganggu " ucap nya melihat kearah belakang dimana gurunya berada


" Ibu guru... " ucap Satria kaget


" Iya apa... Satria.... apa yang kamu lakukan... " bentak Bu guru


" Maf... maf Bu... " ucapnya langsung melangkah menuju meja tempat duduknya.


" Tidak boleh menyontek...ingat... " ucap Guru sambil membagikan soal


Seperti kemarin Merekapun mengerjakan soal dengan tenang dan tapa suara, Farel dan Farhan pun terlihat mudah mengerjakannya sedang kan Satria terlihat bingung.


Mereka mengerjakan hanya tiga pelajaran dengan waktu satu jam. setelah selesai mata pelajaran ketiga yang sudah beres mengerjakan soal pun dipersilahkan untuk pulang seperti kemarin.


Ehan dan Farhan yang sudah juga mengerjakan soal tersebut dan langsung memberikan lembar jawaban pada sang guru dan bergegas pulang.


" Ini Bu " ucap Ehan


" Simpan disini " ucapnya


" Kalau yang sudah selesai boleh pulang " ucap sang guru


" Aduh susah banget " ucapnya bingung dan panik karena semua sudah selesai


" Satria cepat waktunya sudah habis " ucap sang Guru


" Tunggu sebentar Bu... ini lima lagi " ucap Satria panik


" Ibu hitung sampai tiga ... " ucapnya

__ADS_1


" Tapi... tapi bu " ucap Satria tambah panik


" Coba sini lembar jawabannya " ucap Guru tersebut


Dan akhirnya Satria meyerahkan lembar jawabannya kepada sang guru dan ia langsung bergegas pergi


Diparkiran sekolah terlihat Ehan dan Farel menunggu Satria keluar.


" Lama banget sih " Protes Ehan


" Kamu enak pinter lah aku mikir dulu yang kaya gitu juga susah " ucap Satria


" Kita lomba sepeda lagi " Goda Farel


" Ogah " ucap Satria


" Bilang aja Kamu takut " cibir Ehan


" Aku ga takut cuma kalian curang terus " ucapnya


" Curang apa orang kita ga pernah curang " ucap Farel


" Ya udah... kita jangan lomba dulu deh ... kita pelan-pelan bersepedanya " ucap Ehan


" Nah gitu dong " ucap Satria


" Oh iya sat ... kita ada rencana liburan sekolah mau kerumah eyang didesa... kamu mau ikut " ajak Ehan


" Enak loh... disana kita bisa mandi dikali... terus main layangan... pokonya seru deh.. gimana mau ga " ucap Farel


" Mau.. mau. kayanya seru tuh " ucap Satria


" Tapi emangnya kalian diijinkan sama Ayah dan bunda " tanya Ehan


" Diijinkan " seru mereka


" Ya udah aku juga mau minta ijin sama ayah dan mamah.. biar ijinkan aku " ucapnya


Satria pun sudah sampai dirumahnya sedangkan Ehan dan Ferel melanjutkan perjalananya menuju rumahnya. sesampainya dirumah mereka langsung mandi dan makan siang.


Setelah selesai makannya kemudian mereka asik menonton tv bersama Ina dan sang bunda sampai sore. Leo pun pulang dengan wajah senang melihat anak dan istrinya tak lupa iya pun membawakan hadiah untuk ketiga anaknya.


" Apa ini ayah " tanya Ina


" Buka nak " ucap Leo


" Ye... aku dapat boneka " ucap Ina


" Aku dapat Lego.. " ucap Farel

__ADS_1


" Aku dapat robot-robotan " ucap Ehan


Mereka pun bermain bersama Disana sedangkan Leo masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap makan malam sedangkan Sisil sedang memasak untuk keluarganya.


__ADS_2