
Keesokan harinya Sisil dan Sang Oma diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya sudah membaik.
Ceklek,,
" Tuan, Saya Periksa dulu Nona dan Oma " ucap dokter Imel
" Baik Dok... "
" Alhamdulilah keadaan Oma dan Nona sudah membaik, Hari ini saya ijinkan pulang... namun vitaminnya jangan lupa diminum teratur... untuk Oma... sudah tidak perlu cek up lagi, sedangkan untuk Nona Sisil minggu depan cek up kandunganya " jelaskan sang Dokter
" Baik Dok terima kasih " ucap Sisil
" Kalo begitu saya pamit " ucap Dokter Imel langsung pergi dari ruangan Sisil
Leo tampak senang dengan kabar itu ia pun meyuruh Ani untuk membereskan semua barang Oma dan Sisil.
" Sudah selesai Tuan " ucap Ani
" Em " ucap Leo
Marco pun membawakan Dua kursi roda untuk Sisil dan Oma, Merekapun segera melangkah menuju Mobil yang sudah disiapkan Marco.
" Leo... Biar Ayah yang mengemudi " ucapnya
" Ia Ayah "
Mereka sudah sudah dalam mobil, Marco segera melajukan mobilnya menuju Mansion. Setelah sampai di Mansionnya Mereka pun segera beristirahat dikamar masing-masing.
" Oma kalau ada apa-apa bilang sama Leo "
" Ia.... Oma hanya mau istirahat "
" Baiklah.... "
" Ani.... " teriaknya
" Ia Tuan "
" Jaga Oma.... dan layani Dia... " ucap Leo
" Baik Tuan "
" Yu Sayang Kita ke kamar " ajak Leo
" Ia sayang.... " ucapnya
" Sebentar... Leo... " ucap Marco
" Hari Ini Ayah mau ke restoran dulu... ga papah kan Ayah tingal " ucap Marco
" Ga papah Ayah... Hati-hati " ucap Sisil
" Ia Nak... cepet sembuh ya "
Leo dan Sisil pun segera menuju kamarnya semenjak kejadian itu, Leo mengubah kabarnya tidak lagi naik tangga.
" Loh Mas... Ko Kita kesini " tanya Sisil
" Ini sekarang Kamar Kita "
" Hah " ucapnya kaget
" Sekarang Kamu tidak usah naik tangga lagi... " ucapnya memeluk Sisil
" Ia Mas... "
" Sekarang Kamu istirahat ya... pasti Baby nya juga cape " ucap Leo
" Mas Mau pergi ke kantor " tanya
" Ia sayang... cuma sebentar... tidak apa-apakan... " ucap Leo meyelimutinya
" Ia Mas ga papah... " ucapnya
" Sebentar lagi bakal ada Yesi yang menemanimu... jadi Kau tidak usah khawatir " ucapnya mengecup keningnya.
Tok.... Tok.... Tok...
Ceklek,,
" Hai Sisil " sapa Yesi
" Hai Yesi " ucap Sisil
" Kemarilah " titah Leo
" Temani Istriku dulu... jangan sampai terjadi apa-apa padanya... kalaupun Ada apa-apa segera hubungiku " ucapnya
" Siap Bos " godanya
" Sayang... Aku pergi dulu " ucap Leo
__ADS_1
" Hati-hati dijalan ya Mas... " ucap Sisil
" Ia sayang "
Leo pun segera melangkah dari kamar tersebut, Diluar Renal sudah menjemputnya. Renal dan Leo segera masuk kedalam mobil lalu Renal segera mengendarai mobilnya.
...****************...
" Tuan... Apa Anda yakin mau kesana " ucap Renal
" Ya... Ada yang harus aku bicarakan sama Dia " jawabnya
Renal pun segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, sesampainya disana Leo dan Renalpun segera turun.
" Maaf Tuan.. Ada yang bisa Saya bantu " ucap salah satu petugas disana
" Saya mau bertemu dengan Salsa " ucapnya
" Mari Silahkan Tuan... tunggu disana... Saya akan panggilkan dulu sebentar "
Sang petugas pun menghampiri petugas yang sedang jaga disana, ia memberitahukan bahwa ada yang sedang mencari Salsa. Salsapun akhirnya dibawa ke ruangan ditempat Leo dan Renal berada.
" Leo " ucap Kaget Salsa
" Em "
" Aku tau... Kamu kesini mau cabut tuntutan itu kan.. " ucap Salsa sambil cengengesan
" Kepedean sekali Dia " batin Renal
" Tidak " ucap singkatnya
" Lalu " tanyanya
" Hanya mau melihat... sudah menderitakah Kau disini " ucapnya sinis
" Leo... Plase... Aku mohon... keluarkan Aku dari Sini... Sumpah Demi Tuhan... Aku ga mendorong Sisil... Dia memang jatuh sendiri " ucap Salsa smbil menangis
" Tak perlu Kau jelaskan semua sudah jelas terlihat di CCTV "
" Leo... Keluarkan Aku dari Sini... Aku kan lakukan apapun agar Aku keluar dari sini " ucapnya sambil bersujud
" Bangun... " ucap Leo
" Aku ga mau bangun Kalau Kau tidak mengeluarkanku. .. " Ancamnya
" Terserah... Saya cuma mau ngomong... meskipun Kau memohon-mohon padaku... keputusanku sama... Tidak akan mengeluarkanmu... bahkan Aku akan sewa beberapa pengacara untuk memberatkan kasusmu .... Sehingga Kau akan dihukum seberat-beratnya... Kalau perlu seumur hidup " ucap Leo
" Hiks... Hiks... jangan lakukan itu Leo... jangan " ucap Salsa
" Memang Aku dulu menikahi Sisil karena terpaksa... Karena Kamu... tapi sekarang Aku mencintainya lebih dari Aku mencintaimu dulu... Dan yang harus Kamu tau... Sisil tidak merebut Aku dari Kamu... karena semenjak Aku menikah dengan Sisil Aku sudah melupakanmu... jadi jangan mengangap Ini semua salah Sisil camkan itu " ucap Leo
" Leo... Tapi Aku masih mencintaimu... semudah itu Kamu lupakan Aku. .. " ucapnya Salsa menangis
" Kenapa Tidak... bahkan Aku membencimu setelah Kamu tega meninggalkanku... Kini sudah tidak ada perasaan lagi yang tersisa untukmu... " ucap Leo
" Tapi... Leo... Leo... " teriakanya
" Maaf Tuan waktu berkunjung sudah habis... Salsa ikut Kami " ucap petugas itu
Leo dan Renalpun segera pergi dari sana menuju Kantornya.
...****************...
Kring.... Kring....
" Halo Sayang " ucap Leo
" Mas... Kamu lagi Dimana " tanya Sisil
" Aku lagi Dijalan Sayang... ada apa... " tanyanya
" Aku mau rujak Mas... Bisakah Mas membuatnya untuku " rayunya
" Untukmu apapun sayang... sebentar lagi Aku mau ke Minimarket untuk membeli buah-buahannya " ucap Leo
" Tapi Mas... Aku mau Mangga dan jambu Airnya Kamu yang petik... hanya buah itu saja yang Aku mau... " ucapnya
" Apa... Sayang... di Minimarket banyak loh buah tingal beli... ga usah repot-repot memetiknya... lagian Di Mansion Kita ga ada pohon mangga dan jambu Air " ucap Leo dengan wajah pucatnya
" Aku ga mau tau Mas... Pokonya mau Kamu yang petik, yang ngupas sampai Kamu yang ngulek... atau Kamu mau... anak Kamu ileran " ucap Sisil dengan Kesal
" Tapi Sayang... Aku cari dimana " Ucap Leo
" Aku ga mau tau... Aku ga mau makan apapun selain Rujak " ucapnya mematikan teleponnya
" Sayang.... Sayang... " ucap Leo menghelas nafas panjangnya
Sekarang Leo mulai bingung harus mencari buah Mangga dan Jambu Air dimana
" Ada apa Tuan... sepertinya Tuan sedang bingung " tanya Renal
__ADS_1
" Gawat Renal... Sisil minta Saya untuk membuatkan Rujak untuknya... " ucapnya terpotong
" Kalau begitu Kita ke Minimarket Tuan " ucapnya
" Renal... Saya belum selesai bicara " bentaknya
" Maafkan Saya Tuan... "
" Yang jadi masalahnya Sisil Mau Saya metik Buah Mangga dan Jambu Air langsung ... tapi Dimana coba " ucapnya bingung
" Kalau untuk pohon Buah Mangga ada Di halaman samping Kantor Kita Tuan " ucap Renl
" Kamu benar Juga... sekarang Kita kesana... " ucap Leo bersemangat
Setelah sampai dikantor, Renal dan Leo pun segera kehalaman samping dimana Ada buah Mangga disana.
" Lumayan Tinggi Renal " tanyanya
" Benar Tuan "
" Kalau begitu... Kamu saja yang metik " ucap Leo takut ketingian
" Maaf Tuan... Kan pesan dari Nona Sisil harus Anda yang metik... Kalau saya yang metik.. Anda mau Anak Anda mirip Saya " ucap Renal dalam hatinya senang
" Sialan Renal... " batin Leo
" Tapi ini bagaimana naiknya.... " ucap Leo
" Sebentar saya bawakan tangga " ucap Renal
Renalpun segera pergi dan mencari Tangga setelah ia dapat, Ia segera menghampiri sang majikan.
" Tuan... Saya dapatkan Tangganya " ucap Renal
" Kamu pegangi Saya... Awas kalau Saya sampai jatuh... Aku potong semua gajimu " titah Leo
Leo pun segera menaiki tangganya, dan mencoba meraih Mangganya namun belum berhasil
" Kenapa tinggi sekali sih ini Mangga " keluhnya
" Saya tidak tahu Tuan.. Bukan saya yang menanamnya " jawabnya
" Maf Tuan Leo dan Pa Renal sedang Apa " ucap Satpam tersebut yang datang tiba-tiba dan mengagetkan Leo dan Renal.
" Aaa... sedikit lagi Renal... Ko... ko... tangganya goyang.... Aaaaa "ucap Leo
Bruk,,
" Aw..... Renal... " teriakanya
" Ia Tuan... Saya disini... ditindih Tuan " lirihnya
Satpam pun membangunkan Leo dan Renal, terlihat wajah Leo yang marah dan melotot kepadanya.
" Kamu kenapa mengagetkan Saya.... " ucap Leo kesal lalu tampak semua Orang melihat kearahnya
" Maaf Tuan Saya tidak bermaksud.... Tuan " ucap Satpam tersebut
" Apa kalian lihat-lihat... Mau saya pecat... Bubar " bentaknya
" Renal.... Pecat Satpam ini " ucap Leo segera pergi kedalam mobilnya
" Baik Tuan... " ucap Renal
" Tuan... jangan pecat Saya... " ucap Satpam itu sambil menangis..
" Pa... biar Saya bicarakan lagi dengan Tuan Leo... bapak sebaiknya ambil cuti dulu... nanti Saya bicarakan pada Tuan leo " ucap Renal
.
,
,
,
,
,
Bersambung....
Halo Semua,.
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁