Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 66


__ADS_3

Leo masih setia mendampingi Sisil dirumah sakit. ia pun langsung menelepon Renal untuk menghandle semua pekerjaanya di kantor karena Keadaan Sisil yang seperti ini tidak bisa ia tingalkan meskipun Sang Oma dan Sang Ayah bergantian menemani Sisil dirumah Sakit.


Tut... Tut.... Tut...


" Halo Renal " ucap Leo


" Halo Tuan... Ada yang bisa Saya bantu " ucap Renal


" Hari ini... Kamu handle lagi pekerjaanku... Sisil sekarang masuk rumah sakit... jadi Aku harus mememaninya... jika Kau butuh tanda tanganku datang saja kesini " ucap Leo


" Maaf Tuan... Nona sakit apa " Tanya Renal


" Sisil sedang Hamil dan kandungan ya lemah jadi untuk beberapa hari kedepan Dia harus dirawat dirumah Sakit... " ucapnya


" Selamat ya Tuan atas kehamilannya... semoga Nona Sisil cepat Sembuh dan bayi dalam kandungnya sehat terus " ucap Renal


" Makasih " ucap Leo memutuskan teleponnya


Ia pun menghampiri Sisil kembali namun dering Handponenya kembali berbunyi. Ia melihat nama yang tampil di handphonenya adalah mang Juju, Ia pun segera pergi keluar dari ruangan tersebut dan mengangkat teleponnya.


" Halo Mang Juju... ada apa " ucap Leo


" Gini Tuan Leo... Aduh ngomongnya... bagaimana ya... gini Tuan.. Anu... em... " ucapnya gugup


" Mang Juju Cepat katakan " ucao Leo


" Mafkan Mang Juju Tuan... Neng Salsa pergi kekota... " ucapnya dengan ketakutan


" Ko bisa " ucap Leo heran


" Ia Tuan... Jadi kemarin Ujang anak Mang juju mengantarkan Neng Salsa ke terminal, Ujang teh tidak tau jika Neng Salsa mau kesana... maafkan Saya... Tuan... maafkan Saya " ucap Mang juju


Leo langsung mematikan teleponnya, dan merasa cemas takut akan terjadi sesuatu pada Sisil, lalu ia ingat rekaman di handpone Yesi.


Ia pun menghubungi semua anak buahnya untuk menemukan Salsa secepatnya, dan semua anak buah Leo tampak sedang mencari Salsa di semua tempat.


" Apa Aku jujur Saja pada Sisil.... Tapi jika Sisil tau... bagaimana dengan kondisinya... " ucap Leo


" Apapun yang terjadi Aku harus berbicara padanya... aku takut Salsa akan melakukan rencana jahat pada Sisil " ucap Leo


Leo pun Masuk kembali kekamar dan melihat Sisil sedang tertidur pulas. Lalu ia meyelimutinya dan Duduk disampingnya sambil memegang tangan nya.


...****************...


Sedangkan Salsa sekarang ia sudah rapi dan cantik, bahkan ia pun merubah penampilanya tidak seperti biasanya.


Sekarang Salsa sudah berada di Cafe C dan menunggu seseorang itu lalu ia mencoba menghubunginya


Tut.... Tut.... Tut.....


" Halo... Kamu di mana... " tanya Salsa


" Masih di jalan tapi sebentar lagi sampai " ucapnya


" Ok, aku tunggu " ucap Salsa menutup Teleponnya


Sepuluh menit kemudian orang yang ditunggu-tunggu pun datang dan segera duduk didepan Salsa.


" Hai Salsa... Apa Kabar " ucap basa basi Yesi


" Kabar Baik... Yesi gimana kabarmu... " tanya balik Salsa

__ADS_1


" Aku baik... " ucapnya


" Sekarang Kamu sibuk Apa... bukanya Kamu dulu tinggal Mansion Leo "tanya pura-pura tidak tahu Salsa


" Ia Aku dulu tinggal di Mansion Leo... cuma sekarang lagi mau mandiri Aja.. lagian sekarang Aku sudah mencintai seseorang... yang jelas bukan Leo.. " ucap singkatnya


" Sebel deh Salsa malah nanya begitu " batin Yesi


" Apa-apaan Yesi... Apa dia sengaja bicara seperti itu " batin Salsa


" Oh bagus dong... Ngomong-ngomong siapa lelaki itu " ucapnya memancing Yesi


" Ini semua tidak ada urusan denganmu cepat katakan Kau mau apa " ucap Sinis Yesi


" Santai lah Yesi... Kita kan dulu teman Kuliah... masa Kau tidak mau menceritakannya padaku " Ucap Salsa


Tiba-tiba dering Handphone Yesi berdering tertulis nama Renal disana lalu ia pun mempunyai Ide untuk memuluskan rencananya.


" Sebentar ya Aku angkat telepon Dulu... " ucap Yesi


" Silahkan... " ucap Sisil


" Ternyata Dia lagi dekat dengan Renal... ini kesempatan bagus... untuk menghancurkan kebahagian Kalian... apalagi Renal selama ini selalu menggagalkan rencana Ku " batin Salsa


Salsa pun mengetik pesan di handpone dan segera mengirimkannya pada seseorang. Lima menit berlalu Yesi pun sudah kembali duduk disamping Salsa.


" Siapa yang menelepon tadi Yesi " tanya Salsa


" Bukan urusanmu " ucap Singkat Yesi


" Hem.... lama-lama nyebelin Juga Kamu Yesi... Lihat saja pembalasanku " batin Salsa


" Sebenarnya apa Rencana Salsa... meminta Aku bertemu dengannya ... " batin Yesi


" Apa Maumu " ucap Yesi


" Seleramu rendahan " cibir Salsa


" Diam Kau... " ucap marah Yesi


" Kenapa.... apa Aku salah... " ucap Salsa memancing Emosi Yesi


" Kenapa Dia belum datang sih.. " batin Salsa


" Mau Aku dengan siapa pun itu bukan urusanmu "


" Kenapa Kau marah... Santai Saja... Toh... Renal ga berarti buat Kamu kan.... " ucap Salsa dengan penuh semangat


" Dia datang waktunya melancarkan Rencanaku dan Aku harus berakting yang bagus agar semuanya terlihat sempurna " batin Salsa


" Dia sangat berarti bagiku... " bentak Yesi


" Apa... Dia sangat berarti... kenapa... berarti apanya.... atau Kau mendekati Renal hanya untuk melancarkan aksimu mendekati Leo dengan cara memanfatkan Renal... " ucap Salsa dengan seyum jahatnya


" Kenapa diam... atau memang kenyataan nya seperti itu... Kamu sebenarnya tidak mencintai Renal kan.... " oceh Sals yang tidak membiarkan Yesi berbicara


" Bukan seperti itu " ucap Yesi terotong kembali


" Sudah lah jujur saja... lagian ini rahasia Kita berdua... tidak ada yang dengar juga... coba ceritakan apa rencanamu selanjutnya " ucap Salsa


" Salsa bikin kesal kenapa ga biarkan Aku untuk berbicara " batin Yesi

__ADS_1


" Jangan bilang Kau pura-pura juga mencintanya... atau membuat Dia mencintamu... karena jika Kau lakukan itu.... itu pasti akan meyakitkan... " oceh Salsa kembali


" Cukup ya semua ocehamu... " bentaknya


" Sekarang Kau pilih Leo apa Renal... " ucap Salsa


" kenapa ga jawab.... atau Kau memang masih berharap pada Leo " ocehany tak henti


" Bagaimana Aku jawab Dia ngoceh terus " batin Yesi tambah kesal


" Ehem... " suara seseorang di belakang tubuh Yesi


" Suara itu... Aku kenal " ucapnya menoleh kebelakang


" Ups... Renal " ucap Salsa yang pura-pura tidak tahu


" Apa Kau mendengar rahasia yang Yesi sembuyikan padamu " ucap Salsa pura-pura keceplosan


" Ini... tidak seperti yang... Kau dengar... dan lihat ... " ucap Yesi terbata-bata


" Aku kecewa padamu Yesi... mulai sekarang jangan pernah gangu Aku lagi... " ucap Renal melangkah pergi dengan raut wajah marah


" Tunggu... " ucapnya mengejar Renal


" Hari ini Aku senang sekali melihat ekspresi Renal yang seperti marah besar dan Yesi yang keal sekali... rencanaku berhasil semua " batin Salsa


" Aku harus ambil Handponenya Yesi " guman Salsa mengambil tas Yesi


Yesi mencoba mengejar Renal namun tidak terkejar ia pun segera kembali kedalam Cafe tersebut dan mengambil tasnya.


" Lihat saja pembalasanku " ucap Yesi melangkah pergi


" Aku tunggu " tantang Salsa


" Suruh siapa sok-sokan jutek dingin padaku " ucapnya sambil tertawa


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Bagaimana Salsa jahat nya sudah maksimal belum guyz...


Eit... nanti juga Salsa akan dapat balasanya...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2