Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 95


__ADS_3

Sekarang Renal sudah sampai di Apartemen nya lalu ia segera menuju kamarnya, dilihatkan sang istri sedang menunggunya pulang dengan wajah kesal dan memanyunkan bibirnya.


" Dari mana saja Kamu... " tanya Yesi sambil menyilang kan tangannya di dadanya


" Em... Aku... membelikan ini untukmu ... " ucapnya menyodorkan plastik yang berisi martabak telor.


" Sepertinya enak... " ucapnya membawa plastik itu


Renalpun melepaskan jaketnya dan segera mendekati sang istri


" Tunggu.. Ko bau parfum perempuan " ucap Yesi heran


" Em... ini... " ucapnya terpotong


" Aduh bagaimana ini... bagaimana menjelaskan ya " batin Renal


" Ayo cepat jawab " ucap Yesi tampak kesal


" Jadi tadi Aku dan Tuan Leo pergi ke Club... terus... " ucapnya terpotong


" Apa Kamu pergi ke Club... " tanyanya histeris


" Dengerin dulu sayang " ucap Renal


" Mau apa lagi .... Aku kecewa sama Kamu " ucap Yesi


" Tunggu Sayang... Aku jelaskan dulu.. belum beres tadi aku jelaskannya " ucapnya mulai frustasi


" Sudah cukup ya ... " ucap Yesi mulai menangis


" Aduh Sayang... jangan menangis... " ucap Renal menghapus air mata Yesi


" Jangan sentuh Aku .... " ucapnya menangis lalu ia segera berbaring membalikan tubuhnya membelakangi Renal


" Sayang... please.. dengerin Aku... " ucap Renal memeluknya dari belakang


" Lepasin Aku mau tidur " ucapnya


" Aku Takan lepasin Kamu... " ucap Renal


Yesi pun mencoba tidur meskipun ia tidak bisa tidur. lalu ia mencoba memejamkan matanya.


" Apa yang harus ku lakukanlah agar Yesi tidak marah lagi padaku... Besok pagi-pagi aku harus telepon Tuan Leo " batinya Renal


Keesokkan harinya,,


Renal pun bangun lebih pagi lalu ia pergi menuju kamar mandinya setelah beres dengan mandi paginya ia pun segera memakai kaos santainya .


" Aku harus telepon Tuan Leo " gumamnya


Tut.... Tut.... Tut...


" please tuan saya mohon angkat telepon nya


" Halo... " ucap Leo sambil menahan kantuknya


" Halo ini Saya Tuan... " ucap Renal


" Ada apa " tanya Leo


" Gawat Tuan gawat ... Yesi marah padaku... " ucap Renal dengan wajah sedihnya


" Kamu jelaskan Saja... " ucap Leo


" Dia tidak mau mendengarkan ku " keluhnya


" Kau tak pandai merayu ternyata " ucap Leo tertawa dan segera bangun menuju kamar mandinya, Ia takut membangun kan tidur pulas sang istri


" Ia Tuan jadi saya harus bagaimana " tanya Renal


" Masa begitu saja tidak tahu " ucap Leo


" Tidak Tuan... tolong kasih tau Saya Tuan... Saya mohon... " ucap Renal memelas


" Kamu masak aja makanan kesukaannya istrimu kan sekarang doyan makan " cibirnya

__ADS_1


" Terus... Kalau tidak berhasil... bagaimana Tuan " ucapnya khawatir


" Kamu sekarang pesan Bunga dan berikan padanya... " nasihat Leo


" Baiklah Tuan saya aku memesannya sekarang " ucap Renal


" Saya Mau mandi dulu... " ucap Leo mematikan teleponnya


Leo pun segera mandi sedangkan Renal sedang memasak makanan kesukaan Sang istrinya.


Yesi segera bangun ketika mencium aroma sedap pada makanan kesukaannya


" Wah... Enak kayanya ... baunya harum " ucap Yesi segera mencari asal bau makanan tersebut


" Wah sepertinya enak " ceplosnya


" Sayang Mau makan... tapi harus mandi dulu " ucap Renal


Yesi langsung melangkah menuju kamar mandinya. Setelah selesai mandi ia pun memakai pakaiannya dan berdandan cantik. Ia pun segera duduk dimeja makannya.


" Sayang... kenapa Kau berdandan rapi ... mau kemana Hem " tanya Renal


" Aku mau pergi... dengan seseorang " ucap Yesi


" Cewe atau cowo " tanya Renal


" Bukan urusanmu " jawabnya sinis


" Dia masih marah padaku " batin Renal


" Ini untukmu... Maafkan Aku sayang... sudah jangan marah begini... Aku ga sangup " lirihnya


" Kenapa Dia jadi seromantis ini... tapi Aku tak boleh luluh padanya " batin Yesi


Yesi langsung mengambil makanan kesukaan nya dan melahapnya dengan rakus hingga habis makanan tersebut.


" Sayang... Biar Ku antar Kamu bertemu seseorang itu " ucap Renal penasaran dengan sosok yang disebut oleh sang istri


" Tidak Usah... " ucap Yesi


" Tapi... Sayang... " ucap Renal terpotong


" Aku harus ikutin Dia " batin Renal


Yesi pun segera pergi apartemen nya dan menuju Apartemen Sisil. sedangkan sang Suami masih membuntutinya.


Ting... Tong... Ting .... Tong....


" Yesi... yu masuk " ajaknya


" Sil Aku.... " ucapnya sambil meneteskan air matanya


" Sudah jangan nangis " ucap Sisil mencoba menenangkannya


" Kenapa pagi-pagi sudah hujan air mata " cibir Leo


" Mas... sebaiknya Kamu pergi kekantor sayang " ucap Sisil


" Baiklah Mas... Pergi dulu Kamu hati-hati kalau mau kerumah Mamah Ida " ucap Leo


" Ia Mas "


" Yesi... jagain Sisil nya " titah Leo


" Ok "


Leo pun segera pergi kekantornya bersama sang Asisten sedangkan Sisil sedang mencoba menenangkan Yesi


" Coba cerita ada apa " ucap Sisil


" Renal selingkuh... Sil " lirihnya


" Maksudmu " ucap Sisil


" Kemarin di jaketnya ada lipstik merah.... Dia juga pergi ke Club bersama Leo... mereka sudah tak mencintai Kita karena kita gendut " ucapnya sambil menangis

__ADS_1


" Hapus air matamu... Aku mau tunjukkin sesuatu " ucap Sisil langsung menyodorkan handphone nya


" Coba Lihat... awalnya aku tidak percaya pada Mas Leo sama sepertimu tapi ketika lihat Vidio ini Aku jadi yakin Jika dia setia termasuk suamimu " jelaskan Sisil


" Aku juga percaya pada Renal... tapi Aku takut dan entah kenapa bawaannya jadi mencurigai Suami ku sendiri " ucap Yesi


" Mungkin bawaan baby mu... " ucap Sisil sambil tersenyum


" Aku jadi merasa bersalah pada suamiku " ucap Yesi


" Sekarang Saatnya Kita kerumahnya Mamah Ida " ucap Sisil


Yesi pun segera memesan Taksi dan mereka pun segera pergi dari gedung Apartemen itu menuju Rumah Mamah Ida.


.


...****************...


.


Sesampainya di sana Sisil pun segera turun dari Taksinya. dan Yesi pun menyusulnya dari belakang.


Ting... Tong... Ting .... Tong....


" Pagi Mah... "


" Pagi Nak... Yuk Duduk " Ajak Sisil


Merekapun segera duduk dan pembantu disana segera menyiapkan cemilan untuk Tamunya.


" Mah hari ini mamah sibuk ga " tanya Sisil


" Memang kenapa Nak " tanya Mamah Ida


" Aku akan mengajak Mamah ke suatu tempat " ucap Sisil


" Kemana nak "


" Pokonya mamah ikut saja... " ucap Sisil sambil tersenyum


" Ya udah Mamah ikut " ucapnya


" Makasih ya mah .... "


Yesi pun segera memesan Taksi kembali, merekapun segera menaikinya. Tiga puluh menit berlalu merekapun sudah sampai dan turun dari taksi itu.


" Loh Sil... Ko kita kesini " tanya Bu Ida


" Ayo ikut Aja... " ucap Sisil


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


Hayo... mau di ajak kemana tuh Bu Ida....


apa yang Akan dilakukan Sisil padanya ....


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2