
Setelah mereka selesai dengan makanya Sisil pun memutuskan untuk segera pamit dari rumah salsa dan mengajak anak-anak untuk pulang.
" Ka .. Kau pamit ya..." ucap Sisil
" Ko sebentar disininya " ucap Salsa
" Nanti takutnya Yesi khawatir sama Satria... dan Ina juga harus banyak istirahat " ucap Sisil
" Ya sudah kalau begitu... kamu hati-hati dijalan " ucap Salsa
" Iya Ka.. " ucapnya pamit dan meyuruh sang anak-anak nya menyalami Salsa
" Tante Salsa Ehan pamit... " ucapnya
" Farel juga pamit Tante... "
" Ina juga pamit Tante... "
" Satria pamit Tante... " ucap mereka
Mereka segera menaiki mobil untuk mengantar satria terlebih dahulu kerumah Yesi. sesampainya disana Satria turun dari mobil dan segera masuk kerumahnya untuk beristirahat.
Sedangkan Sisil melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. sesampainya disana Iya langsung membawa sang anaknya kekamar masing-masing. Iya sendiri pun masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
.
...****************...
.
Keesokan harinya,,
Sisil meyiapkan sarapan untuk ketiga anaknya beserta suami oma dan sang ayah mertua. Sisil sangat senang karena semua sudah berkumpul seperti biasanya.
Dan rencananya Sisil Hari ini akan membawa ketiga anaknya untuk pergi membeli perlengkapan alat sekolah untuk ketiga anaknya yang akan bersekolah besok.
Kedua anak laki-laki Sisil tampaknya sangat kelelahan mereka belum bangun tidak seperti biasanya yang selalu bangun pagi dan bersemangat.
Tok.... Tok... Tok...Tok...
" Abang... Kakak bangun.... Nak sudah siang " ucap Sisil membuka pintu kamarnya
Ceklek,,
" Ya ampun kalian belum pada bangun " ucapnya
" Ini kan masih hari libur bunda ... Ehan masih mau tidur yang nyeyak " ucap Ehan yang enggan membuka matanya
" Abang juga... sama masih mau dikasur empuk Abang... yang Abang rindukan selama ini " ucapnya mampu membuat Sisil terseyum
" Baner kalian ga mau bangun " ucap Sisil
" Ga bunda " ucap mereka serempak
" Yakin " ucap Sang bunda
" Yakin Bunda " ucap mereka masih serempak
" Sayang sekali... padahal bunda mau ajak kalian ke Mall mau belanja perlengkapan sekolah kalian... yasudah lah Bunda pergi sama Ina saja berdua " ucap Sisil mampu membuat kedua anaknya itu terbangun dan langsung melotot dengan ucapan sang bunda
" Serius bunda " Tanya Ehan dan Farel
" Serius... sejak kapan bunda bohong " ucapnya sambil terseyum
" Kalau begitu Ehan duluan yang mandi " ucapnya langsung lari kekamar mandi sedang kan Farel kesal karena didahului oleh ehan
" Bunda... Ehan boleh mandi dikamar mandi bunda " tanyanya
" Boleh dong sayang... " ucap Sisil pun keluar dari kamar sang anak laki-laki nya
Sisil pun pergi melangkah menuju kamar sang putri satu-satunya dan
Tok.... Tok... Tok...Tok...
__ADS_1
" Nak... bangun " ucap Sisil membuka pintu kamarnya
Ceklek,,
" Ade sudah bangun... sudah cantik juga " ucap Sisil menghampiri putrinya
" Iya bunda.. kan kata bunda mau ajak Ade ke Mall belanja alat sekolah Ade " ucapnya sambil terseyum
" Ade bersemangat sekali... bunda jadi senang " ucapnya mencium pipi Ina
" Yu kita turun kebawah... kita sarapan dulu sebelum berangkat " ucap Sisil
" Ayo bunda " ucapnya
Merekapun sudah berada diruang makan disana sudah ada Oma, Leo, Sang ayah mertua dan Ehan.
" Abang belum kumpul " ucap Leo
" Sebentar lagi palingan ayah " ucap Ehan
Kini Farel sudah berkumpul disana dan segera memakan makananya, setelah makan selesai Sisil pun meminta ijin pada sang suami untuk pergi ke Mall bersama ketiga anaknya.
" Mas hari ini aku mau antar anak-anak untuk membeli keperluan sekolah mereka " ucap Sisil
" Boleh sayang... nanti supir akan mengantarkan mu... nanti Kamu hati-hati jangan lupa kalau ada apa-apa hubungi aku " ucap Leo
" Baik Mas " ucap Sisil
" Oma boleh ikut " ucapnya
" Boleh dong Oma... biar Sisil ada temen " ucap Sisil
" Hore.. Kita banyakan " ucapnya Farel
" Iya pasti seru ada oma " ucap Ina
" Ingat kedua jagoan Ayah harus jagain Bundanya... dan jangan nakal " ucap Leo pada Ehan dan Farel
Renal sudah datang, Leo pun segera pamit dari sana dan segera menaiki mobil Renal. hari ini iya sangat sibuk karena pekerjaannya yang kemarin iya tinggalkan harus segera diselesaikan
" Ayo sekarang kalian Siap-siap .. Bunda tunggu di mobil " ucap Sisil
" Baik Bunda " ucapnya
" Oma Sudah siap " ucap sisil
" Iya Oma sudah siap... sudah cantik pula " ucap sang Oma
Merekapun menuju mobil tersebut dan segera menaikinya, Mereka sangat senang bahkan sang Oma pun senang melihat tingkah lucu mereka. seminggu tak bertemu rasanya rumah terasa sepi apalagi dengan tingkah Ehan yang paling usil diantara yang lain.
.
...****************...
.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai disana dan segera masuk kedalam, Ehan dan Farel sangat bersemangat
" Bunda Kita kemana dulu " ucap Ehan
" Kita ke toko sepatu dulu " ajak Sisil
" Baik bunda " ucap mereka
Mereka segera masuk kedalam toko tersebut dan segera melihat-lihat. ternyata disana Ehan bertemu dengan Kemal. kemal sengaja melihat apa yang diincar Ehan dan iya pun akan segera mengambilnya
" Wah yang ini bagus " ucap Ehan segera direbut kemal
" Mamah aku mau yang ini " ucap Kemal pada sang mamah
" Yang Mana sayang.. wah pilihan yang bagus nak " ucap mamah Kemal
" Kembalikan... aku duluan yang pegang " ucap Ehan
__ADS_1
" Ga mau... aku maunya ini " ucap Kemal
" Ga boleh... ini aku suka " ucap Ehan tak mau kalah
" Heh anak kecil... Kemal duluan yang pegang kenapa kamu ngaku-ngaku toh belum kamu bayar juga " ucapnya sambil mendorong Ehan kelantai
" Hey Bu... jaga sikapnya... jangan kasar sama anak saya... " ucap Sisil merasa emosi karena sang anak diperlakukan kasar
" Kamu Ibunya... tolong nya ajarin anaknya bersikap sopan " ucap Mamah kemal
" Anda seharusnya tidak kasar pada anak saya.. " ucapnya langsung membangunkan Ehan
" Siapa anda bentak-bentak saya " ucap mamah kemal
" Dengar ya saya akan diam jika anda berurusan dengan saya... tapi jika anda berurusan dengan anda saya.. saya tidak akan tinggal diam " ucapnya dengan wajah kesal
" Pelayan... " teriak Sisil
" Iya Nyoya... Ambilkan sepatu yang persis seperti ini " ucapnya Sisil
" Maf Nyoya itu tinggal satu dan tak ada lagi stok " ucap sang pelayan
" Tapi bunda... Ehan mau yang itu.. lagian tadi Ehan yang pegang tapi kemal yang ambil " ucap Ehan
" Mba... saya ambil yang ini " ucap Mamah kemal
" Baiklah ...totalnya dua puluh juta.. pembayarannya mau menggunakan uang cash atau pake kartu debit " ucap pelayan
" pake kartu ini saja ... " ucap mamah kemal
Sang pelayan pun segera menggesekkan kartu tersebut namun dalamnya limit
" Maaf Bu... kartunya limit.. tidak bisa dipakai " ucap sang pelayan
" Enak saja... kartu ku tanpa batas masa bisa limit begitu " ucapnya heran
" Tapi memang begitu Bu.. " ucap sang pelayan
" Yasudah kemal kita cari toko yang lebih mahal saja... jangan disini pelayanan ga bagus " ucapnya melangkah keluar
" Mba yang itu saya ambil ya... Kalian berdua mana sepatu yang kalian mau pakai " tanya Sisil
" Ini Bunda " mereka meyerahkan sepatunya ke sang bunda
" Yang ini juga tolong dibungkus " ucap Sisil
Sang pelayan pun segera membungkus dan memberikannya pada Sisil. setelah pembayaran selesai Sisil segera meninggalkan tempat itu menuju tempat tas perlengkapan sekolah
.
.
.
.
So ikuti terus kisahnya...
Semoga kalian terhibur...
tungguin kisah versi sudah dewasa mereka ...
semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1