Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 37


__ADS_3

" Sial.... Sial..... Sial.... Hiks.... hiks... hiks... " ucap Salsa sambil berteriak dalam mobilnya


" Leo Jahat hiks.. hiks... kenapa Kamu sekarang berubah " ucap kesalnya sambil menyetir sebuah mobil


Suara dering handphone pun menghentikan tangisnya seketika.


" Halo Mah " ucapnya


" Salsa Kamu kenapa sayang "


" Hiks.... Hiks.... Leo Mah... Dia jahat sama Aku... Dia berubah sekarang.... " ucapnya dengan nangis tersedu-sedu


" Sayang sudah jangan nangis, mungkin Dia berubah karena si pelakor itu " ucap kesal sang Mama


" Mamah tau ga sekarang Pelakor itu sudah jadi kurus Mah " ucapnya menghapus air matanya


" Yang benar Kamu Sha " tanyanya


" Benar Mah, apa yang harus Salsa lakuin Mah " ucapnya bingung


" Kamu harus buat Leo benci Sisil begitupun sebaliknya... Kamu harus rebut yang seharusnya untuk Kamu Sha " ucap jahat sang Mamah


" Mamah benar... Leo milikku dan selamanya milikku " ucap jahatnya


" Yaudah sekarang Kamu jaga kesehatan ya, cepat pulang kesini " ucap Sang Mamah


" Baik Mah " ucapnya mengakhiri teleponnya


Diapun langsung melajukan Mobilnya ke hotel yang telah ia Sewa dan beristirahat.


...****************...


Sementara Ditempat Sisil lebih tepatnya di Apartemen Leo, Sisil segera menyusuri ruangan tersebut untuk mencari dapur dan membawakan Leo Teh hangat untuk menenangkan amarahnya.


Setelah selesai membuatnya Sisil segera menghampiri Leo yang sedang berada diruangan kerjanya bersama Renal


Tok.... Tok..... Tok....


" Mas, boleh Saya Masuk " ijinnya


" Masuk... untuk Apa Kau kemari " tanya ketus


" Ini Mas Sisil bikinin Teh hangat berserta cemilannya.. Silahkan diminum " ucapnya ramah


" Kenapa Kau kasih Teh juga buat Renal " tanyanya sinis


" Biar Mas dan Pa Renal sama-sama minum Teh " ucapnya sambil tersenyum


" Apa-apaan Dia senyum-senyum Sama Renal jangan-jangan Sisil Suka lagi sama Renal... jangan sampai deh.... kalo itu terjadi akan Ku buang Renal ke Laut ....biar dimakan Hiu sekalian " ucap kesal batin Leo


" Kenapa Kamu jadi perhatiaan sama Renal pake senyum-senyum segala Kamu suka sama Renal Hah jawab Jujur " bentaknya


" Mas Leo Aneh deh .... masa bikin Teh untuk Renal dan senyum dibilang Aku suka sama Renal " batin Sisil bingung


" Mas Renal kan Tamu Kita " ucap lembut Sisil

__ADS_1


" Tamu.... Kamu bilang Dia Tamu.... sespesial itu kah Dia " bentaknya lagi


" Aku Salah lagi deh.... Mas Leo kenapa ya " batin Sisil


" Bukan begitu Mas.... Maksudku Dia kan bawahan mu .... Jadi ku bikinkan Dia sekalian Teh nya " jawabnya hati-hati


" Ya ampun Tuan Leo sepertinya Anda memang sedang cemburu padaku, semoga Anda memang benar-benar mencintai Nona Sisil " Batin Renal


" Kamu tau kan Dia bawahan ku... jadi biarkan saja Dia.. jangan pedulikan Dia...lain Kali jangan memberikan perhatian pada Renal sekecil apapun... Kamu mengerti " bentaknya


" Ia Mas Saya permisi " ucap Sisil langsung keluar dari ruang kerja Leo


" Mas Leo serem kalo lagi marah-marah lebih baik aku masak Saja " lirih batinnya


Sisil pun segera meninggalkan ruangan tersebut namun mata elang Leo menatap tajam pada Renal, Renal pun ketakutan saat Leo menatapnya


" Aduh.... kenapa ini.... kenapa dengan Tuan Leo jadi marah padaku... gara-gara Teh saja " batin Renal


" Berikan secangkir Teh itu " ucapnya


" Ini Tuan... Tapi kan Tuan itu Teh Saya.. maksud Saya Teh itu kan yang diberikan Nona Sisil untuk Saya... lagian Tuan kan Sudah punya masa mau minta punya Saya juga... " ucapnya gugup


" Justru karena ini buatan Sisil Kamu tak boleh menerimanya semua buat Aku, kalo Kamu mau bikin sendiri " ucap Sinisnya


...****************...


Merekapun Langsung mengerjakan pekerjaannya. sementara Sisil sedang memasak didapur.


" Hore... sudah selesai sebelum Aku memangilkan Mas Leo untuk makan .... sebaiknya Aku mandi dulu " ucapnya melangkahkan kakinya kekamar mandi


" Bau apa ini " ucap Leo


" Badan Saya ga bau Tuan " jawabnya


" Ish... Kau ini... coba Kau cium baunya sepertinya Enak Yuk Kita kebawah, Kita cari asal dari bau ini " ucap Leo sambil tersenyum


Merekapun turun kebawah dan memasuki ruang makan dan benar saja disana sudah terdapat banyak makanan meskipun mereka tidak tahu siapa yang memasak ini. Karena dari tadi mereka hanya sibuk dengan pekerjaannya. pikir mereka mungkin pembantu yang memaskannya.


" Wah.... sepertinya Enak Tuan " menelai ludahnya sendiri


" Kamu benar... Baunya enak pasti rasanya pun Enak " ucap Leo yang segera duduk disana


" Silahkan Tuan " Renal mengambilkan Nasi beserta lauk pauk untuk Leo, dan Dia pun sama mengambil makannan untuknya


Dari kejauhan tampak Sisil yang terkejut dengan apa yang dilakukan Renal. Leo dan Renal tampak lahap memakan makanan itu


" Lucu ya Renal seperti Istri yang sedang melayani suaminya " Batin Sisil tersenyum


Sisil pun menghampiri merek sambil tersenyum


" Gimana Mas enak makanannya " tanyanya sambil Duduk disamping Leo


" Enak, Kamu cobain deh " Tawarnya


" Enak dong Siapa dulu yang Masak Sisil " ucapnya sambil mengambil makanannya

__ADS_1


Awan langit seketika gelap bagaikan tersambar petir sekarang wajah Leo melotot menatap Renal yang sedang lahap memakan makanan sang istri.


" Apa Kamu bilang " bentak Leo


" Ya emang Aku yang masak Mas " ucapnya sambil memakan makanannya


" Sial, Renal enak-enakan makan makanan buatan Sisil... ini tak boleh dibiarkan harusnya hanya aku saja yang boleh diperhatikan semuanya oleh Sisil " batin Leo


Leo langsung merebut piring makanan Renal yang tinggal sedikit lagi itu. Renalpun menatap heran sang Tuannya.


" Ya ampun Tuan ini ada apalagi, padahal ini sangat enak " batin Renal


" Enak sekali Kau memakan makanan istriku... " bentaknya


" Oh jadi itu makanan buatan Nona, pantas saja terasa sangat enak " ucap polosnya


" Terima kasih " jawab Sisil


" Sudah ngobrolnya, bukan itu yang Saya Mau... Saya Mau Kamu ga boleh makan dan minum buatan istriku... Paham " ucap sinisnya


" Padahal itu makanan tingal sedikit lagi dan lagi enak-enaknya.... Nasib Jomblo Ya Tuhan gini amat " ucap batinnya sedih


" Paham Tuan... Kalo begitu Saya permisi " ucapnya sedih menundukkan kepala


" Kasian Juga Renal pasti Dia sedang enak-enaknya makan malah direbut Sama Mas Leo.... Mas Leo aneh banget hari ini hobinya marah-marah " batin Sisil


Sisil dan Leo sudah selesai dengan makannya lalu mereka pergi kekamarnya masing-masing untuk beristirahat.


.


.


.


.


.


Bersambung


Halo Semua,..


Enaknya Leo dibikin bucin dulu sama Sisil atau jangan.... ya


Arthur minta saranya ya semua


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2