Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 113


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Ambu sudah meyiapkan makanan untuk keluarga Leo, lalu mereka dibangunkan untuk makan bersama. Meskipun tanpa kursi dan meja mereka tampak menyantap makananya.


" Ini apa Namanya enak Bu " ucap Leo


" Oh itu semur jengkol " ucap Ambu


" Jengkol yang bau itu " ucap Sisil


" Iya Non... " ucap Ambu


" Tapi ini enak loh sayang... " ucap Leo semakin lahap menyantapnya


" Ini apa daun-daunan... kaya domba aja " celetuk sang Oma


" Itu teh lalap Oma.. biasanya enak pakai sambil ini " ucap Ambu memberikan Sambelnya


" Em... enak ini... sambel apa ini... merah-merah gini ... agak bau sih tapi ini lezat " puji Oma


" Ini namanya Sambal terasi Oma... syukurlah kalau Oma suka " ucap Ambu


" Ini ikan asinnya enak... " ucap Renal


" Ikan Asin enaknya sama sambel tuan " ucap Ambu


Merekapun melahap makanan dengan sangat lahap bahkan sampai tak tersisa. Setelah makan Sisil mengantar Leo ke depan halaman. Sedangkan Renal sedang menghidupkan mobilnya sama dengan Marco setelah itu ketiga lelaki itu segera pergi dari sana menuju Kota.


Sedangkan Oma dan Sisil sedang sibuk mengendong Bayi itu karena mereka sudah dimandiin oleh baby sister ya.


Leo sekarang sudah berada di kota Jakarta iya segera menuju cafe B bertemu dengan sang Momi.


Kring... Kring...Kring...


" Halo " ucap Leo


" Kamu masih dimana sayang " ucap sang Momi


" Lagi dijalan Macet " ucapnya singkat


" Ya sudah kamu hati-hati dijalan ya nak.. " ucapnya langsung dimatikan teleponnya oleh Leo


" Anak ini selalu saja ketus sama aku.. tapi Kamu harus sabar sebentar lagi Leo akan masuk perangkap ku " ucapnya dalam hati


Tak lama kemudian Leo pun datang menemui sang Momi yang tengah duduk dan menunggunya disana.


" Momi "


" Hai anakku... kamu apa kabar lama tak jumpa " ucap Natali mencium pipi kiri dan kanan Leo


" Baik "


" Kamu mau pesan apa... biar Momi panggilkan pelayan " ucapnya


" Tidak usah... hari ini Aku sibuk.. jadi to the point saja.. Momi ada apa menyuruhku bertemu... " ucap Leo


" Sayang... luangkan waktumu untukku " ucap Natali dengan nada manja


" Kalau tidak ada yang penting... Aku pamit " Leo pun hendak berdiri namun tangannya dicegah oleh Natali


" Tunggu Nak... Momi ingin membicarakan sesuatu yang penting untukmu " ucapnya


" Ada apa " ucap Leo kembali duduk


" Aku mau Kamu menikah dengan Salsa " ucapnya dengan sedikit ragu takut Leo mengamuk


" Anda gila " ucap sinis Leo


" Momi serius... " ucap Natali dengan wajah memelas

__ADS_1


" Aku tidak mau " ucap Leo


" Tahan Emosimu Leo... lama-lama aku bisa darah tinggi " batin Leo


" Aku harus sedikit lembut jangan membuat Dia ngamuk " batin Natali


" Sayang tapi... Salsa itu " ucapnya terpotong karena melihat wajah Leo yang tampak marah


" Aku bilang tidak mau ya tidak mau... " bentak Leo


" Kamu berani bentak Momi ... semenjak Kamu kenal Sisil Kamu berubah... sudah tidak sayang lagi sama Momi... bahkan mengacuhkan Momi dan tak menganggap Momi ada... " ucap Natali dengan wajah sedihnya


" Sisil tidak seburuk yang Momi Kira... yang buruh itu Momi... kenapa Momi datang dan mengatur hidupku sementara dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayangmu " cibirnya


" Justru karena Momi tidak bisa membahagiakanmu... jadi Momi memilih calon istri yang bisa membahagiakanmu... " ucap Natali sambil menangis


" Aku mau Sisil dan selamanya Sisil " ucap Leo


" Baik... Kalau begitu Kamu harus tangung akibatnya karena telah memilih Sisil " ancamnya


" Maksud Momi... " tanya Leo ketus


" Lihat Saja... apa Kau sanggup hidup miskin bersama Sisil... apa Kau tega melihat Sisil menderita karena tidak punya uang " ancamnya


" Apa yang akan Momi lakukan " ucap Leo


" Kamu lihat saja... Jika Kau tidak mau menuruti kemauanku maka siap-siaplah Kau akan jadi miskin dan jadi gembel " ancamnya


" Momi mengancam Aku " tanya Leo


" Iya memangnya kenapa " bentak Natali


" Kita lihat Saja Siapa yang akan jadi gembel dan gelandangan... Leo apa Momi " ucapnya


" Apa Maksudmu " tanya balik Natali


" Kau yang memulainya dan Kau juga yang harus menerima akibatnya.... camkan itu " ucap Leo melangkah pergi dari sana.


" Lihat saja Leo... tiada ampun bagimu sebelum aku mendapatkan yang aku mau... aku akan membuatmu kesulitan.. " gunanya kesal dan memutuskan untuk pergi ke kantor Leo


Sementara Leo sudah berada didalam mobil dengan wajah kesalnya.


" Tuan... mau kemana Kita " ucap Renal


" Kita kembali ke kantor "


" Baik Tuan "


" Sepertinya Tuan Leo moodnya sedang tidak bagus .. sebaiknya aku diam saja " batin Renal takut terkena marah Leo


" Tuan ... apakah Anda mau minum... " tawar Renal menyodorkan air minum agar sang majikan tenang


" Iya " ucap ucapnya membawa botol minum tersebut


" Renal " panggilnya


" Iya Tuan "


" Kau sudah menghubungi beberapa pemegang saham disana... " ucap Leo


" Sudah Tuan... "


" Apa yang dikatakan mereka " tanya Leo


" Mereka siap melakukan tugas dari anda " ucap Renal


" Bagus.... "


" cuman masih ada beberapa yang masih memihak pada Nyoya " ucapnya dengan nada lesu

__ADS_1


" Kita harus membujuk mereka agar mau berpihak pada Kita " ucap Leo


" Saya usahakan Tuan " ucap Renal


Merekapun segera menuju ruangan mereka dan dan melakukan tugasnya masing-masing. namun tepatnya pukul jam dua siang semua pemegang saham Natali kumpulkan dan mengadakan meeting penting bersama mereka.


Tok... Tok... Tok.... Tok...


" Maaf Tuan... gawat.... " ucap Renal dengan wajah khawatir


" Ada apa "


" Nyoya Natali " ucap Renal terbata-bata


" Ada apa dengan Momi " tanyanya


" Nyoya mengumpulkan semua pemegang saham untuk meeting sekarang Tuan " ucapnya


" Sialan... " ucap Leo sedikit kesal


" Semua pemegang saham sedang menunggu kedatangan Anda diruang meeting... " ucap Renal


" Ayo Kita Kesana " ajak Leo


Merekapun segera menuju ruangan meeting tersebut. dan benar saja semua sekarang sedang berkumpul sana. Leo dan Renalpun segera memasuki ruangan tersebut.


Ceklek,,


" Siang Tuan " sapa mereka kecuali Natali


" Siang Semua ... silahkan duduk " ucap Leo langsung duduk dan merekapun melakukan hal sama seperti Leo


" Saya sebelumnya mengucapkan mohon maaf pada kalian... karena sudah menganggu waktu kalian yang berharga... dan saya juga ucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk berkumpul disini... meskipun Saya tidak tahu apa yang kalian lakukan disini... " ucap Leo


" Maf Tuan Leo... bukankah Kami disini dipanggil kesini oleh Nyonya Natali katanya laporan keuangan dan penjualan itu palsu dan tidak sesuai " ucap Pa Haikal


" Apa ada bukti yang bisa memberatkan Saya " Tanya Leo


" Itu buktinya... Bagas... coba kamu sebarkan dokumennya " ucap Natali, dan Bagas pun segera membagikannya


" Kalian Bisa lihat... penjualan sekarang dari data itu sangatlah dipasaran.. tapi kenapa Ini bisa keuangannya merosot... " ucap Natali dengan senyum jahatnya


" Oh.. Momi mencoba memfitnahku... Ok ku ladeni dia.. " batin Leo


Renal segera mengambil data yang Natali kasih untuk semua yang ada di ruangan itu.


" Wah Nyoya... memalsukan ini... bagaimana ini.. apakah Tuan bisa mengatasinya... bahkan Aku tidak akan terpikir jika Nyoya akan seperti ini.. " batin Renal


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


Hayo.. yang masih penasaran mana suaranya..


Dan siapakah yang menang....


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2