Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 67


__ADS_3

Setelah Yesi membawa tasnya dan menaiki taksi ia sekarang bingung harus seperti apa menjelaskanya. Ia pun mencari handphonenya namun tak menemukanya.


" Handpone Ku mana " ucapnya panik


" Apa terjatuh dijalan.... terus bagaimana Aku menghubungi Renal " jawabnya sedih


Ia pun meyuruh supir Taksi untuk pergi Ke sebuah perusahaan. Didalam mobil pun Yesi tak henti-hentinya menangis


" Lihat Saja Salsa... Akan ku balas Kau... tunggu Saja " batin Yesi sambil meneteskan air matanya


...****************...


Sedangkan sekarang Leo sedang membuatkan Ayam goreng di kantin Rumah sakit, selama Sisil Sakit ia tak mau memakan-makanan buatan Siapapun kecuali sang Suami entah bawaan baby dalam kandungan atau pun memang Dia sedang dimanja.


Sekarang Leo sudah memasak makanan untuk Sisil. dan segera membawanya kekamar tempat Sisil terbaring.


Ceklek


" Hai Sayang.... " Sapanya


" Hai Mas... emmm baunya Enak... " ucapnya


" Makanan Spesial buat orang spesial.... " ucapnya meyodorkan piring


" Wah... Mas... Aku makan ya " ucap Sisil tak sabaran


" Jangan Dulu sayang... masih panas " ucapnya


" Mas... " pangilnya heran


" Ini kenapa ga ada sambalnya " ucap Sisil


" Gawat... pake lupa segala lagi... gimana ini " batin Leo


" Bagaimana Kalau pake Saos sayang " bujuk Leo


" Ga mau.... Maunya Mas yang bikin sambel ga papah sambel mentah aja " ucap Sisil


Leo pun tak tega jika menolak permintaan sang istri, dengan terpaksa ia pun menuruti kemauan sang istri.


" Nanti Kalau Ayam gorengnya sudah dingin kan ga enak lagi sayang " ucap Leo


" Ga mau pokonya pengen pake sambel " ucapnya


" Yaudah tunggu sebentar ya sayang Aku buatkan Dulu " ucapnya melangkah pergi sambil terseyum


Ceklek


" Halo Nona... " sapa Renal


" Renal " ucapnya


" Bagaimana keadaan Nona sekarang " tanya Renal sambil meyimpan buah-buahan yang ia bawa untuk menjenguk Sisil


" Makasih Renal... Aku sudah membaik... Ada apa Kau kesini " ucap Nya


" Saya ada perlu dengan Tuan " ucapnya


" Leo sedang di kantin " ucap Sisil


" Baiklah Nona Sisil... Saya permisi dulu... ada berkas yang harus Tuan tanda tangani "


" Ok " ucap Sisil

__ADS_1


...****************...


Renalpun segera menghampiri sang majikan yang sedang melihat Yautobe dan didepannya sudah ada bahan-bahannya.


" Maaf... Tuan... sedang apa " ucap Renal


" Saya mau bikin Sambal " ucap enteng Leo


" Ya ampun seorang Leo.. mau membuat sambal " batin Renal


" Tuan biar Saya yang bikin " tawarnya


" Tidak Usah... ini permintaan Baby Ku... lagian Aku ga Mau Dia mirip Kamu dibanding Aku " cibirnya


" Maksud Tuan " ucap Renal Heran


" Ini kan permintaan Baby Ku... pada Ayahnya... Kalo Kamu yang bikin terus Baby Ku mengira Ayahnya itu Kamu... bagaimana.... Aku ga mau Dia mirip Kamu... " jelaskannya


" Tuan ga berubah kadang Omonganya sama kaya Sambal bikin pedas " batin Renal


" Kenpa Kamu Diam " tanya Leo


" Tidak Apa-apa dengan raut wajah Sedih "


" Sebentar Saya selesaikan Dulu Sambalnya takut istri Saya tidak mau makan kalau tidak masakan buatan Saya " ucap bangga Leo


" Baik Tuan" ucap Renal


Setelah selesai Leo segera kekamar Sisil dan memberikan Sambalnya. Lalu ia meyuapi Sisil dengan Ayam goreng dan sambal buatan Leo. Sisil pun senang dibuatnya. ia pun dengan lahap memakannya sampai makananya habis tanpa Sisa.


Setelah makanannya habis Ia pun segera meminum vitaminnya dan merebahkan kembali tubuhya dan Leo meminta izin pada Sisil untuk meyelesaikan tugas kantornya dengan Renal.


Sang Oma menunggu Sisil dikamarnya sedangkan Leo mengajak Renal kekantin untuk membicarakan pekerjaanya dan hal penting padanya.


" Kamu memang bisa diandalkan " Puji Leo sambil menandatangani semua berkasnya


" Makasih Tuan " jawabnya


" Kamu kenapa wajahnya dari tadi sedih.... Ada masalah.. " tanya Leo


" Tidak Tuan " ucap singkat Renal


" Malu Jika harus ngomong masalah pribadi dengan Tuan Leo " batin Renal


" Oh ya Ren... Saya ada berita penting buat Kamu " ucap Leo


" Kalau boleh tau... Berita apa Tuan... " tanya sopannya


" Salsa Kabur dari Desa " ucap Leo


" Pantas Saja tadi Dia menghubungiku " batin Leo


" Kenpa Kamu ga kaget " ucap Heran Leo


" Kita harus temukan Dia... Saya takut Dia akan merencanakan sesuatu yang jahat pada Sisil... apalagi keadaan Sisil sekarang Lemah " ucap khawatir Leo


" Apa Aku jujur saja sama Tuan Leo bahwa tadi Aku sempat menemuinya di Cafe bersama Yesi " batin Renal


" Tuan.... Maaf sebelum kesini tadi Saya melihat Nona Salsa " ucapnya


" Dimana Kenapa ga Kau tanggap " ucap Leo dengan wajah Marah


" Saya tidak tau jika Tuan sedang mencari Nona Salsa " ucap Renal

__ADS_1


" Coba jelaskan Kamu menemui Salsa untuk apa " ucap Leo menjadi pendengar yang baik


" Jadi gini Tuan pada intinya Yesi mendekati Saya karena Dia memanfaatkan Saya untuk mendekatkan Yesi dengan Tuan " ucapnya sedih


" Lalu Kamu percaya " Tanya Leo


" Nona Salsa sendiri yang bicara seperti itu tapi Yesi juga tidak menyanggahnya " ucap Renal


" Kamu galau gara-gara itu... makanya nikahi Yesi... biar ga begitu " goda Leo


" Maksud Tuan "


" Saya tanya pada Kamu.... selama ini apa pernah Dia mencoba mengajak Kita makan bersama selama bertiga atau Dia sengaja membawakan makanan untukku lewat padamu... atau Dia meminta hal-hal yang berhubungan denganmu " ucap Leo


" Tidak Tuan.... "


" Terus sekarang... Kamu percaya pada Salsa " tanya Leo


" Tidak Tuan " ucapnya dengan wajah peyesalan


" Sekarang Kamu hubungi Yesi... Kita rencanakan sesuatu untuk Salsa... Aku yakin pasti Yesi marah besar pada Salsa sekarang ... ini kesempatan Kita " ucap Leo sambil terseyum


" Apa Tuan Yakin " ucap Renal


" Sudah jangan pikirkan... sekarang Kamu hubungi Yesi... Kita ketemun Disini " titah Leo


Renalpun segera mengambil Handphonenya dan menghubungi Yesi kembali namun tak ada jawaban.


" Kenapa jadi Dia yang marah.. ga angkat teleponku segala " batin Renal


" Ga diangkat Tuan " ucapnya


" Biar Saya yang hubungi " ucap Leo


" Lebih Baik... Aku pake no baru saja hubungi Yesinya... Aku merasakan hal yang mencurigakan " ucap Leo


Leo pun segera menghubungi no handphone Yesi namun sama tak ada mengangkatnya. Ia pun segera meyuruh Renal kembali ke kantornya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Kira-kira rencana Leo dan Yesi apa ya untuk balas dendam sama Salsa


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2