Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 12


__ADS_3

Hari ini adalah hari pembagian rapor kenaikan kelas semua orang tua murid pun diwajibkan membawa rapornya ke sekolah.


Dan rencananya Sisil Hari ini akan membawa rapor itu bersama ketiga anaknya. Sisil pun segera menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya dengan bersemangat.


Kedua anak laki-laki Sisil tak kalah bersemangatnya, mereka sudah bangun dan rapi. Mereka sudah berada di ruang makan. Sang bunda pun sudah terbiasa melihat mereka sudah bangun dan rapi jam segini.


" Abang .. Kaka... kalian sudah bangun dan rapi kalian bersemangat sekali " ucap Sisil


" Iya bunda.. kan hari ini pembagian rapor... kami sudah tak sabar ingin melihat hasil rapornya " ucap Farel


" Bunda... mau membawa rapor kami kan " tanya Ehan


" Ya iyalah sayang... hari ini kita berangkat bersama dengan Mamah Yesi " ucap Sisil


" Hore " ucapnya Farel


" Ina boleh ikut " ucap Ina tiba-tiba muncul


" Harus dong sayang... kita lihat apa Kaka dan Abang mu sepintar kamu " ucap Sisil


" Asik ... Ina boleh ikut " ucapnya senang


" Tapi Kamu hati-hati ... dan tidak boleh kecapean " tiba-tiba Leo muncul


" Baik ayah... " ucapnya


" Oma ga diajak nih " ucapnya sambil terseyum


" Oma kan sibuk di restoran... " ucap Ina


Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. setelah selesai Oma dan Marco pergi kerestoran sedangkan Leo sudah dijemput Renal menuju kantornya.


Sisil dan ketiga anaknya pun segera bersiap-siap pergi kesekolah, tak lupa iya pun menjemput Yesi dirumahnya


.


...****************...


.


Ting... Tong.... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Kalian Sudah datang " ucap Yesi


" Yu berangkat sekarang " ajak Sisil


" Yuk... sebentar... Satria... Satria " panggil sang mamah


" Iya Mah... "


" Yu Kita berangkat " ajak sang mamah


Merekapun berangkat menggunakan mobil Sisil yang kebetulan Sisil mengunakan mobil dengan kapasitas duduknya banyak.


Mereka segera masuk kedalam mobil dan berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum sampai disekolah.


" Bunda... sesuai janji bunda kalau kita nilainya bagus semua bunda ijinkan Farel dan Ehan Liburan ya " ucap Farel


" Iya nak... bunda tidak lupa " ucap Sisil


" Memang nya kalian mau liburan kemana " Tanya Yesi

__ADS_1


" Kami mau liburan Ke desa .. kerumahnya Eyang Juju " ucap Ehan dengan terseyum


" Loh Ko liburan kedesa... yang elit dikit ke Eropa ke.. ke Korea atau ke belanda " ucapnya Yesi


" Aku ga keberatan Ko Yesi mereka pergi kedesa... ya itung-itung pengalaman baru buat mereka " ucap Sisil sambil terseyum


" Bukan begitu Sil... didesa kan kotor... banyak debu... nanti kalau mereka main lumpur bagaimana " ucap Yesi


" Ga papah... yang penting susahnya mereka mandi yang bersih " ucap Sisil


" Kalau aku mah ga akan ijinkan Satria pergi kesana " ucapnya membuat Satria berubah wajahnya menjadi sedih


" Ya jangan begitu... kamu tanya satria... apakah dia mau ikut apa ga " ucap Sisil


" Satria mau ikut Mah " jawabnya


" Tuh liat anakmu jadi sedih loh " ucap Sisil


" Tapi... Tapi... " ucapnya melihat wajah Satria yang sedih


" Mau anaknya jadi sedih " ucap Sisil


" Ya ga mau... " ucapnya


" Makanya ijinkan saja dia " ucap Sisil


" Baiklah mamah ijinkan kamu asal kamu dapat rangking " ucap Yesi


" Hore... " ucap Satria senang


Mereke sudah sampai di sekolahnya, dengan segera mereka memasuki ruangan kelas Ketiga anaknya. tak lupa Ina pun dibawanya ke kelas itu


Disana terlihat banyak orang Tua murid berkumpul dan sedang menunggu guru membagikan hasilnya.


" Maaf anda siapa " ucap Sisil


" Saya Mona.. istrinya pa Kevin... salah satu Klien perusahaan Tuan Leo " ucapnya


" Oh.. Bu Mona apa kabar " ucap Sisil


" Kabar baik... Ini anak saya namanya melati cantik kan " ucap nya


" Iya Bu cantik.. ini anak saya namanya Farhan, Farel dan Farina " ucap Sisil


" Wah... cantik dan tampan-tampan Nyoya " ucap Mona


" Kalau begitu Saya permisi mau duduk disana " ucap Sisil pindah tempat duduk


Mereka pun pindah tempat duduk karena Sisil merasa tak nyaman jika Mona membicarakan perusahaan, karena iya tak mau sang anaknya di manfaatkan orang apalagi tau kedua orang tuanya kaya.


Sang Guru pun datang ke kelas tersebut dengan membawa buku rapor dan hadiah untuk rangking 10 besar.


" Terima kasih untuk bapak ibu sekalian yang sudah datang dan menyempatkan dirinya dan waktunya untuk hadir di pembagian rapor saat ini... perkenalkan Saya Lili wali kelas dikelas satu A disini... " ucapnya


" Baik langsung ke pokok utamanya... Alhamdulillah semua murid disini semuanya naik kelas dan nilainya pun memuaskan... namun Saya bingung untuk menentukan siapa rangking satu dan Dua karena mereka itu nilainya sama.. bahkan jauh dari rata-rata "ucap sang Guru


" Namun dilihat dari kehadiran dan kedisiplinan dan tangung jawab akhirnya saya memutuskan.. yang namanya ibu pangil mohon untuk maju kedepan...rangking pertama jatuh kepada Farel... Ranking kedua jatuh kepada Farhan dan rangking ketiga adalah Raisa.. dan seterusnya sampai sepuluh besar " ucap Sang Guru


Ehan dan Farel pun segera maju kedepan untuk menyalami guru tersebut dan mereka diberikan bingkisan oleh sang guru.


Sang guru pun memanggil satu persatu anak murid untuk diberikan rapornya hingga tiba Nama satria dipanggil.


" Bu Yesi mohon diperhatikan lagi.. satria ini anaknya jahil sekali dan kalau bisa waktu belajarnya lebih diperhatikan " ucap Sang Guru

__ADS_1


" Baik Bu " ucapnya


Semua orang pun sudah bubar dari sana kecuali Sisil dan Yesi. lalu sang guru pun memanggil Sisil untuk berbicara serius dengan ya.


" Bu Sisil bisakah kita mengobrol sebentar " ucap Sang Guru


" Silahkan Bu " ucap Sisil


" Saya dan pihak sekolah sudah berunding... masalah Ehan dan Farel.. apakah ibu keberatan jika Saya dan pihak sekolah menaikan Ehan dan Farel ke kelas empat " ucapnya


" Apa... " ucap Yesi


" Saya melihat potensi yang ada didalam diri kedua anak ibu sangat besar.. sayang jika harus belajar lama-lama sedangkan apa yang saya sampaikan mereka sudah memahaminya " ucap sang Guru


" Bagi Saya.. ga masalah Bu.. toh dulu juga saya begitu " ucap Sisil


" Maksudnya Ibu apa ya... saya kurang mengerti " ucap Sang guru


" Saya pernah diposisi ini sekarang naik beberapa tingkatan karena kelebihan saya.. jadi ibu jangan heran.. Saya bahkan sudah mendapatkan gelar S2 diusia saya menginjak 22 tahun " ucapnya


" Astaga Ibu.. Luar biasa... pantas saja Farel dan Ehan jenius " ucapnya kagum


" Biasa saja Bu.. hanya kebetulan " ucap Sisil


" Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan saya permisi " ucapnya sisil


" Baik Bu.. terima kasih " ucap Sang guru


Merekapun melangkahkan kaki dari sana dan segera masuk kedalam mobil sesampainya di mobil sang Supir pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. disana terlihat Yesi sedang memarahi sang Anak


" Hey satria.. bisakah kamu seperti Farel dan Ehan.. nilai mereka bagus-bagus " ucap ucap Yesi marah


" Mah kan nilai aku juga bagus.. bahkan aku dapat rangking " ucapnya


" Rangking apa " ucap sang mamah yang kesal


" Aku dapat rangking dua puluh satu " ucap Satria


" Iya Kamu dapat rangking dua puluh satu dari dua puluh lima orang " ucap Sang mamah kesal


" Yesi sudah.. jangan marah-marah kasian Satria " ucap Sisi


" Abis Aku kesal Sil... kenapa Dia tidak bisa kaya mereka anak-anak mu " ucap Yesi


" Kemampuan orang kan beda-beda... ga bisa disamakan... udah kamu yang sabar ya " ucap Sisil mencoba menenangkannya


" Kasian ya... Satria " ucap Ina


" Ina cantik peduli sama aa satria " ucap Satria


" Mulai narsisnya " kata Ehan


Yesi pun sudah sampai dirumahnya kemudian iya turun bersama Satria. sedangkan Sisil melajukan lagi mobilnya menuju rumahnya. sesampainya dirumah, Ehan dan Farel segera mandi dan sudah rapi.


Merekapun makan siang bersama dengan masakan yang sudah Sisil buat. setelah itu mereka memberikan hadiah dari sang guru kepada ina


" Ina ini untukmu " ucap Farel


" Ini juga untukmu " ucap Ehan


" Makasih ya ka.. " ucap Ina


Mereke berpelukan dan menonton tv bersama. mekipun Ina home schooling namun ia kadang merasa sedih, karena tidak bisa seperti orang lain bermain bersama.

__ADS_1


__ADS_2