
Merekapun sudah selesai dengan makannya lalu mereka memutuskan untuk bermain layang-layang didepan halaman rumah eyang, mereka diberikan layang-layang satu lusin oleh sang eyang.
Mereka dibagi satu-satu layangan dan peralatannya, lalu sang eyang mengajarkan mereka cara memainkan permainan layang layang .
Diantara mereka yang paling lambat adalah satria, iya bahkan dibantu oleh eyang agar layangannya terbang tinggi
" Ah... kamu mah curang dibantu oleh eyang " cibir Ehan
" Biarin ... " ucap Satria
" Bagaimana kalau kita perang-perangngan Layangan " ucap Ali
" Maksudnya gimana Li " tanya Farel
" Siapa layangannya yang kuat dan ga putus berati Dia pemenangnya " ucap Ali
" Siap ... Berani.. " ucap Serempak mereka
" Terus yang menang hadiahnya apa " tanya Usuf
" Yang menang bakal jadi raja sehari... iya berhak memerintah yang kalah... gimana " tanya Ridwan
" Ide bagus... " ucap Ehan
Dan semuanya setuju.. barulah mereka main dengan serius berharap mereka kan jadi raja sehari dan dengan enaknya memerintah bagaikan seorang raja.
Mereka pun bersaing secara sehat kini giliran Ali dan Usuf bersaing secara sehat
" Usuf... Usuf... Usuf " ucap Ehan dan Satria
" Ali... Ali... Ali... Ali... " ucap Farel dan Ridwan
" Ayo... Ayo... ayo... " ucap mereka menyemangati Ali ataupun Usuf
Dan tiba-tiba punya Usuf layangannya putus merekapun bersorak sorak, sekarang giliran Satria dan Ehan.
" Mulai ... " ucap Ali
" Ehan... Ehan... Ehan... " ucap Ali dan Usuf
" Satria... Satria... Satria... " ucap Farel dan Ridwan
" Ayo... Ayo... ayo... " ucap mereka menyemangati Ehan dan Satria
" Rasakan ini... jurus mengunci lawan " ucapnya sambil memainkan layangannya
" Aku Takan kalah " ucap Satria
Persaingan pun semakin ketat kini Satria menyerang Ehan dan Ehan pun menyerang satria kembali. merekapun bersorak-sorak kembali menyemangati keduanya
" Ehan... Ehan... Ehan... " ucap Ali dan Usuf
" Satria... Satria... Satria... " ucap Farel dan Ridwan
" Ayo... Ayo... ayo... " ucap mereka menyemangati Ehan dan Satria
" Lihat Saja.. aku pasti menang " ucap Satria
" Tidak akan ku biarkan " ucap Ehan
Namun tiba-tiba layangan satria putus dan Ehan pun sekarang bersorak kegirangan karena layangan punyanya menang. Beda halnya dengan Ehan sekarang Satria sedang sedih melihat layangannya putus.
Kini sekarang yang berlomba Adalah Farel dan Ridwan, mereka pun segera memainkan layangannya
" Mulai ... " ucap Ali
" Farel... Farel.. Farel... " ucap Ali dan Usuf
" Ridwan... Ridwan... Ridwan... " ucap Ehan dan Satria
" Ayo... Ayo... ayo... " ucap mereka menyemangati Farel dan Ridwan
Dan akhirnya yang menang adalah Farel, Kemudian mereka yang menang berlomba lagi. Kini Ali, Ehan dan Farel.
__ADS_1
Mulai ... " ucap Satria
" Farel... Farel.. Farel... " ucap Ridwan
" Ehan... Ehan... Ehan... " ucap Satria
" Ali... Ali... Ali... Ali... " ucap Usuf
" Ayo... Ayo... ayo... " ucap mereka menyemangati ketiganya.
Farel mencoba menyingkirkan Ali, dan akhirnya Layangan punya Ali pun putus.
" Rasakan ini... " ucapnya Farel terseyum jahat
" Jangan Bang... jangan " ucap Ali
" Hahhaah... sebentar lagi layangannya putus " ucap Farel
" Yah... layanganmu beneran putus " ucap Ali kecewa
" Lihat Saja.. aku pasti menang " ucap Farel
" Tidak akan ku biarkan " ucap Ehan mengunci layangan Farel
" Curang tanpa aba-aba Kau malah melakukan itu " cibir Farel
" Aku akan menang... maafkan aku bang " ucapnya terseyum jahat
" Hey... aku tak mau kalah " ucapnya
" Menyerah lah bang... " ucap Ehan terseyum senang saat layang sang Abang Putus
" Hore aku menang... " ucap Ehan
" Kenapa harus Ehan sih yang menang " ucapnya
Setelah main layangan akhirnya mereka mandi dan bersiap-siap untuk mengaji bersama bersama eyang.
Setelah melaksanakan solat magrib sang eyang pun mengajari mereka mengaji dan membaca Alquran,
" Alhamdulillah, Umi sama Abi selalu ajarin kita eyang " ucap Ali
" Alhamdulillah kalau begitu " ucap Eyang
" Eyang ... Ka Ridwan sudah didaftarkan masuk pesantren loh " ucap Usuf
" Apa bagusnya sekolah di pesantren " ucap Satria
" Bagus dong Nak.. jadi kalian bisa memperdalam ilmu agama " ucap sang eyang
" Tapi eyang di pesantren kan ga ada murid cewenya... ga ada pencerahan dong... " celetuk Satria
" Pencerahan apa " ucap Eyang
" Pencerahan wajah para wanita cantik " ucapnya membuat semua orang tertawa
" Astaghfirullah... Satria kenapa yang dipikiranmu hanya cewe Mulu " ucap Usuf
" Ga rame aja kalau ga ada cewe... " ucapnya santai
" Satria... kamu masih kecil pikirannya harus belajar dan belajar bukan cewe terus " ucap Sang eyang
" Iya eyang " ucapnya
Mereka telah selesai mengaji merekapun makan malam bersama, Ambu sudah memasak cobek belum yang mereka tangkap.
" Em... Ambu ini enak sekali " ucap Satria
" Alhamdulillah atuh kalau kamu senang " ucap Ambu
" tumis kangkung ya juga enak.. Ehan suka " ucapnya
" heem semuanya enak " ucap Ali
__ADS_1
" huh... dasar tukang makan " cibir Farel
Merekapun melanjutkan makannya hingga lahap.
" Ambu besok masak yang ini lagi ya " ucapnya pada cobek belut
" Kalau begitu besok kalian tangkap lagi aja belutnya " ucap Ambu
" Maksudnya " ucap Mereka serempak
" Iya... itu belut yang kalian tadi tangkap " ucap Ambu
" Astaghfirullah " ucap Ali
" Jadi... itu... moster cacing yang kita makan " ucapnya dengan wajah pucat
" Moster cacing " ucap Ambu
" Iya Ambu cacing besar " ucap Farel
" Itu belut namanya " ucap Ambu
" Astaga... berarti nanti diperut Kamu sat bakal tumbuh calon cacing moster dan kamu akan menjadi moster "
" Apa... " ucapnya dengan takut
" Hus... Mana ada atuh moster cacing.. yang ada makanan akan di makan proses sama usus bukan jadi moster " ucap sang Ambu
" Woek... woek... " Satria mencoba memuntahkan makananya
" Satria kamu kenpa " ucap Usuf
" Woek... woek... " Farel pun sama mencoba memuntahkan makananya
" Abang Kenapa " ucap Ali
" Aku merasa mual " ucap Mereka
" Pasti gara-gara moster cacing " ucap Ehan sambil cengengesan
" Ambu kasih tau sama kalian ... Belut itu sumber vitaminya besar... jadi kalian ga usah khawatir... belut itu juga halal... " ucap Sang Ambu
" Oh begitu " ucap mereka
"Sudah kalian bantu Ambu bereskan ini " ucap Ambu
Merekapun segera membereskan tempat makan mereka, setelah selesai merekapun diam diteras merasakan dinginnya angin malam, sudah dirasa sangat dingin mereka kekamar dan diselimut.
" Satria.. Kamu tidurnya Jangan ditengah " ucap Ehan
" Terus dimana dong " ucap Satria
" Dipinggir sana... " ucap Farel
" Biar aku ditengah " ucapnya
" Tapi... tapi.. " ucapnya terpotong karena Ehan sudah tidur ditengah
" Aku baru ini deh tidur berbagi ranjang " ucap Satria
" Jadi biasakan dirimu " ucap Farel
" Kalian Nanti akan langsung naik ke kelas empat... terus aku bagaimana " ucap Satria
" Tenang Saja.. kami akan jadi temanmu.. wahai adik kelas " Goda Ehan
" Tapi kan Kita seumuran " ucap Satria
" Kamu harus pangil aku Kaka Ehan... karena aku Kaka kelasmu " ucap Ehan
" Ga mau " ucap Satria
" Yasudah... kalau ga mau mah ga akan maksa Adik kecil... alias adik kelas " ucap Ehan
__ADS_1
" Ehan nyebelin " ucapnya tidur dan mencoba memejamkan matanya