Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra part 20


__ADS_3

Mereka sudah selesai makannya, para anak-anak pun segera membawa barang bawaannya dan memberikannya pada supir untuk dibereskan.


Sisil dan anak-anak pun segera berpamitan kepada Sang eyang dan Ambu. meskipun mereka sedih namun mereka pun senang.


" Ambu... Abah... Sisil punya sedikit rezeki buat Ambu dan Abah mohon diterima.... " ucap Sisil memberikan amplop pada ambu


" Aduh Neng Sisil jadi merepotkan " ucap Ambu


" Tidak... justru Sisil yang minta maf selama ini Ehan dan Farel serta semua anak-anak selalu merepotkan Abah sama Ambu... mohon dimaafkan " ucap Sisil


" Ambu tidak merasa di direpotkan ko neng Sisil


" ucapnya


" Iya neng Sisil Abah juga ga merasa direpotkan yang ada Abah jadi senang... karena rumahnya jadi rame " ucap sang Abah


" Ini juga ada sedikit oleh-oleh dari kami... mohon diterima juga " ucap Leo


" Makasih ya Tuan Leo "


" Sama-sama Abah " ucapnya


Merekapun segera menaiki mobilnya dan segera melakukan perjalanan menuju ke kota.


.


...****************...


.


" Gimana kalian senang " tanya Sisil


" Senang bunda " ucapnya mereka


" Kaka Ehan.. ngapain aja selama disana " ucap Ina


" Kaka disana main layangan, kebun, mandi di kali, main di sawah, kekandang Sapi pokonya banyak deh " ucap Ehan


" Coba kalau Ina ikut pasti seru " ucapnya sedih


" Nanti kita liburan lagi kesan " ucap Farel mencoba membuat Ina terseyum kembali


" Yang bener bang " ucap Ina semangat


" Iya Ina cantik.. tenang saja... ada aa satria yang lindungi kamu " ucap Satria


" Ah.. lindungi apa kamu cengeng gitu " cibir Ali


" Ali ... ngomong apa aku ga Gerri " ucap Satria pura-pura kuat didepan Ina


" Nanti aku kasih moster cacing lagi " ucap Ridwan


" Jangan dong.. kalian jahat " ucapnya


Merekapun tertawa melihat tingkah Satria dan merekapun tertidur dalam mobil entah kecapean atau mereka kekenyangan.


Leo dan Sisil pun bahagia melihat anak-anaknya berkumpul kembali dan merasakan senang.


Lima jam berlalu mereka sudah sampai dirumah Salsa, merekapun dibangunkan terutama Ridwan Usuf dan Ali karena mereka sudah sampai dirumahnya.


" Ali... Ridwan Usuf.. Bagun.. sudah sampai rumahmu " ucap Sisil

__ADS_1


" Kita sudah sampai ya Tante " ucap Ali lalu membangunkan sang kakaknya namun malah semua orang jadi terbangun


" Kita sudah sampai Dimana bunda " ucap Ina


" Dirumah Tante Salsa sayang " ucap Sisil


Merekapun segera turun menuju rumah salsa. Disana tampak salsa meyambut kehadiran mereka.


" Hey.. anak-anak umi " ucap Salsa


" Umi " ucap Mereka memeluk sang umi


" Umi kami kangen " ucap Ali


" Umi juga kangen kalian " ucap Salsa


" Ayo semuanya masuk " ucap Salsa


Merekapun segera masuk kedalam, disana Sisil sudah meyiapkan makanan dan minuman untuk mereka.


" Silahkan Dimakan... maaf seadanya " ucap Salsa


Mereka segera menyantap makananya dan bermain di halaman belakang rumah salsa.


" Ga papah ko ini juga lebih dari cukup " ucap Sisil


" Kaka sekarang kegiatannya apa.. apa ga ribet mengasuh semua anaknya " Tanya Sisil


" Aku sih ga keberatan cuma Abah dikampung meminta satu cucunya untuk menemaninya dengan Ambu... Aku dan A Ujang ada rencana untuk mengirim Ridwan untuk tinggal dan sekolah didesa " ucap Salsa


" Ka... bagaimana kalau Ali ikut kami saja... aku lihat Ina sangat cocok dengan Ali... maksudku... Ina mulai sekarang akan bersekolah seperti kakak-kakaknya namun... Baik Farel dan Ehan justru dinaikan oleh pihak sekolah menjadi kelas empat sedangkan Ina ... akan tetap di kelas dua.. aku hanya takut ada apa-apa ... Kaka kan tau kan kalau Ina dari bayi sering sakit-sakitan ... " ucap Sisil


" Makasih ya ka " ucap Sisil


" Sama-sama ... selama Kaka bisa bantu... Kaka akan bantu... " ucapnya memeluk sang adik


" Kamu sudah makan " ucap Salsa pada sang adik


" Belum ka.." ucap Sisil


" Kita makan dulu yu... Kaka sudah siapkan makanan untukmu.. dan semuanya " ucap Salsa


Sisil pun memangil semua anak-anak untuk makna terlebih dahulu. Betapa kagetnya saat melihat Semua Anak kecuali Ina dan Ali memanjat pohon.


" Astaga... apa-apaan kalian... nanti jatuh bagaimana " ucap Sisil teriak-teriak


" Ina juga tadi udah bilang gitu tapi kata ka Ehan berisik " ucap Ina


" Semuanya Turun... " ucap Sisil


" Yah bunda.. lagi seru juga.. " ucap Mereka


" Ayo turun.. kalian ga turun... bunda tinggalin pulang " ancam sang bunda


" Baiklah... " ucap mereka segera turun kecuali satria


" Bunda... hiks... hiks...hiks... " ucap Satria menangis kencang


" Kamu turun bukanya nangis " ucap Sisil


" Aku ga bisa turun... takut " ucapnya sambil menangis

__ADS_1


" Sok banget mau manjat kalau akhirnya ga bisa turun " cibir Farel


" Rasakan Kau... " ucap Ehan


" Dadah Satria " ucap Ridwan dan Usuf


" Kalian ya... bukannya bantuin satria.. terus gimana ini " ucap Sisil


" Ya udah aku bantu dia turun bunda... bunda ambilkan matras supaya kalau dia jatuh ga akan kena tanah " ucap Farel


" Kamu benar nak " ucap Sisil segera mencari matras


Sedangkan Ehan, Farel dan Ridwan segera naik lagi ke pohon dan menuntun Satria kebawah tai bukan Ehan kalau tidak jahil.


" Ehan jangan di goyang-goyang kan dahannya... aku takut jatuh " ucap Satria


" Pasti kamu takut kan " ucapnya terseyum jahat


" Ehan... Hiks... hiks .. hiks... " ucap Satria menangis tambah kencang


" Udah dong Ehan kasian dia nangis terus " ucap Ridwan


" Dianya aja cengeng " ucap Ehan


" Sudah lah ayo ikut aku " ucap Farel menuntunnya


Merekapun turun kecuali Satria, merekapun meyuruh satria untuk loncat.


" Sat ayo loncat " ucap Ehan


" Ga mau takut .. " ucapnya masih menangis


" Ayo cepat.... " ucap Farel.


" Ga ada matras .. Kalau aku jatuh gimana... nanti hilang ingatan gimana " ucapnya sambil menangis membuat semua orang yang ada disana tertawa


" Udah ga usah manja .. tinggal loncat aja.. ga akan parah tulang juga " ucap Ehan


" Bener ya ... kalau patah tulang kamu tangung jawab " ucap Satria


" Iya ... " ucapnya


Satria pun meloncat dari pohong yang sebenarnya tidak terlalu tinggi.


" Hore aku bisa " ucapnya lalu terseyum


"Nak ini matrasnya " ucap Sisil


" Bunda. aku bisa loncatnya " ucap Satria


" Kamu hebat nak... "


" Iya dong Satria... " jawabnya


" Tadi nangis-nangis sekarang girangnya minta ampun... dasar sifut " cibir Ehan


" Jangan gitu Ehan.. " ucap sang bunda..


" Lebih baik Kita makan dulu... Tante Sisil sudah siapkan makanan untuk kalian yu... " ajaknya


Merekapun segera menyantap makananya dengan lahap, apalagi satria iya terlihat sangat rakus

__ADS_1


__ADS_2