
Mereka sudah selesai makannya, para anak-anak pun segera membawa barang bawaannya dan memberikannya pada supir untuk dibereskan.
Sisil dan anak-anak pun segera berpamitan kepada Sang eyang dan Ambu. meskipun mereka sedih namun mereka pun senang.
" Ambu... Abah... Sisil punya sedikit rezeki buat Ambu dan Abah mohon diterima.... " ucap Sisil memberikan amplop pada ambu
" Aduh Neng Sisil jadi merepotkan " ucap Ambu
" Tidak... justru Sisil yang minta maf selama ini Ehan dan Farel serta semua anak-anak selalu merepotkan Abah sama Ambu... mohon dimaafkan " ucap Sisil
" Ambu tidak merasa di direpotkan ko neng Sisil
" ucapnya
" Iya neng Sisil Abah juga ga merasa direpotkan yang ada Abah jadi senang... karena rumahnya jadi rame " ucap sang Abah
" Ini juga ada sedikit oleh-oleh dari kami... mohon diterima juga " ucap Leo
" Makasih ya Tuan Leo "
" Sama-sama Abah " ucapnya
Merekapun segera menaiki mobilnya dan segera melakukan perjalanan menuju ke kota.
.
...****************...
.
" Gimana kalian senang " tanya Sisil
" Senang bunda " ucapnya mereka
" Kaka Ehan.. ngapain aja selama disana " ucap Ina
" Kaka disana main layangan, kebun, mandi di kali, main di sawah, kekandang Sapi pokonya banyak deh " ucap Ehan
" Coba kalau Ina ikut pasti seru " ucapnya sedih
" Nanti kita liburan lagi kesan " ucap Farel mencoba membuat Ina terseyum kembali
" Yang bener bang " ucap Ina semangat
" Iya Ina cantik.. tenang saja... ada aa satria yang lindungi kamu " ucap Satria
" Ah.. lindungi apa kamu cengeng gitu " cibir Ali
" Ali ... ngomong apa aku ga Gerri " ucap Satria pura-pura kuat didepan Ina
" Nanti aku kasih moster cacing lagi " ucap Ridwan
" Jangan dong.. kalian jahat " ucapnya
Merekapun tertawa melihat tingkah Satria dan merekapun tertidur dalam mobil entah kecapean atau mereka kekenyangan.
Leo dan Sisil pun bahagia melihat anak-anaknya berkumpul kembali dan merasakan senang.
Lima jam berlalu mereka sudah sampai dirumah Salsa, merekapun dibangunkan terutama Ridwan Usuf dan Ali karena mereka sudah sampai dirumahnya.
" Ali... Ridwan Usuf.. Bagun.. sudah sampai rumahmu " ucap Sisil
__ADS_1
" Kita sudah sampai ya Tante " ucap Ali lalu membangunkan sang kakaknya namun malah semua orang jadi terbangun
" Kita sudah sampai Dimana bunda " ucap Ina
" Dirumah Tante Salsa sayang " ucap Sisil
Merekapun segera turun menuju rumah salsa. Disana tampak salsa meyambut kehadiran mereka.
" Hey.. anak-anak umi " ucap Salsa
" Umi " ucap Mereka memeluk sang umi
" Umi kami kangen " ucap Ali
" Umi juga kangen kalian " ucap Salsa
" Ayo semuanya masuk " ucap Salsa
Merekapun segera masuk kedalam, disana Sisil sudah meyiapkan makanan dan minuman untuk mereka.
" Silahkan Dimakan... maaf seadanya " ucap Salsa
Mereka segera menyantap makananya dan bermain di halaman belakang rumah salsa.
" Ga papah ko ini juga lebih dari cukup " ucap Sisil
" Kaka sekarang kegiatannya apa.. apa ga ribet mengasuh semua anaknya " Tanya Sisil
" Aku sih ga keberatan cuma Abah dikampung meminta satu cucunya untuk menemaninya dengan Ambu... Aku dan A Ujang ada rencana untuk mengirim Ridwan untuk tinggal dan sekolah didesa " ucap Salsa
" Ka... bagaimana kalau Ali ikut kami saja... aku lihat Ina sangat cocok dengan Ali... maksudku... Ina mulai sekarang akan bersekolah seperti kakak-kakaknya namun... Baik Farel dan Ehan justru dinaikan oleh pihak sekolah menjadi kelas empat sedangkan Ina ... akan tetap di kelas dua.. aku hanya takut ada apa-apa ... Kaka kan tau kan kalau Ina dari bayi sering sakit-sakitan ... " ucap Sisil
" Makasih ya ka " ucap Sisil
" Sama-sama ... selama Kaka bisa bantu... Kaka akan bantu... " ucapnya memeluk sang adik
" Kamu sudah makan " ucap Salsa pada sang adik
" Belum ka.." ucap Sisil
" Kita makan dulu yu... Kaka sudah siapkan makanan untukmu.. dan semuanya " ucap Salsa
Sisil pun memangil semua anak-anak untuk makna terlebih dahulu. Betapa kagetnya saat melihat Semua Anak kecuali Ina dan Ali memanjat pohon.
" Astaga... apa-apaan kalian... nanti jatuh bagaimana " ucap Sisil teriak-teriak
" Ina juga tadi udah bilang gitu tapi kata ka Ehan berisik " ucap Ina
" Semuanya Turun... " ucap Sisil
" Yah bunda.. lagi seru juga.. " ucap Mereka
" Ayo turun.. kalian ga turun... bunda tinggalin pulang " ancam sang bunda
" Baiklah... " ucap mereka segera turun kecuali satria
" Bunda... hiks... hiks...hiks... " ucap Satria menangis kencang
" Kamu turun bukanya nangis " ucap Sisil
" Aku ga bisa turun... takut " ucapnya sambil menangis
__ADS_1
" Sok banget mau manjat kalau akhirnya ga bisa turun " cibir Farel
" Rasakan Kau... " ucap Ehan
" Dadah Satria " ucap Ridwan dan Usuf
" Kalian ya... bukannya bantuin satria.. terus gimana ini " ucap Sisil
" Ya udah aku bantu dia turun bunda... bunda ambilkan matras supaya kalau dia jatuh ga akan kena tanah " ucap Farel
" Kamu benar nak " ucap Sisil segera mencari matras
Sedangkan Ehan, Farel dan Ridwan segera naik lagi ke pohon dan menuntun Satria kebawah tai bukan Ehan kalau tidak jahil.
" Ehan jangan di goyang-goyang kan dahannya... aku takut jatuh " ucap Satria
" Pasti kamu takut kan " ucapnya terseyum jahat
" Ehan... Hiks... hiks .. hiks... " ucap Satria menangis tambah kencang
" Udah dong Ehan kasian dia nangis terus " ucap Ridwan
" Dianya aja cengeng " ucap Ehan
" Sudah lah ayo ikut aku " ucap Farel menuntunnya
Merekapun turun kecuali Satria, merekapun meyuruh satria untuk loncat.
" Sat ayo loncat " ucap Ehan
" Ga mau takut .. " ucapnya masih menangis
" Ayo cepat.... " ucap Farel.
" Ga ada matras .. Kalau aku jatuh gimana... nanti hilang ingatan gimana " ucapnya sambil menangis membuat semua orang yang ada disana tertawa
" Udah ga usah manja .. tinggal loncat aja.. ga akan parah tulang juga " ucap Ehan
" Bener ya ... kalau patah tulang kamu tangung jawab " ucap Satria
" Iya ... " ucapnya
Satria pun meloncat dari pohong yang sebenarnya tidak terlalu tinggi.
" Hore aku bisa " ucapnya lalu terseyum
"Nak ini matrasnya " ucap Sisil
" Bunda. aku bisa loncatnya " ucap Satria
" Kamu hebat nak... "
" Iya dong Satria... " jawabnya
" Tadi nangis-nangis sekarang girangnya minta ampun... dasar sifut " cibir Ehan
" Jangan gitu Ehan.. " ucap sang bunda..
" Lebih baik Kita makan dulu... Tante Sisil sudah siapkan makanan untuk kalian yu... " ajaknya
Merekapun segera menyantap makananya dengan lahap, apalagi satria iya terlihat sangat rakus
__ADS_1