
Ceklek,,
" Tunggu " ucap Yesi
" Mau apa Kamu kesini jangan mendekat " Ucap Bu Ida
" Tante... maaf Nih ya.... membuatmu kecewa... Saya cuma mau bilang meskipun Leo mencabut tuntutanya... tapi Saya sudah melaporkan Salsa dengan tuduhan mencuri dan perbuatan tidak meyenangkan pada Saya... " ucap Yesi sambil terseyum...
" Apa " ucapnya Kaget
Dengan segera sang Suami merebut pisau itu
" Pah... bagaimana ini Pah... " ucapnya histeris
" Mamah tenang ya... Kita bisa omongin baik-baik " ucap sang Suami menenangkannya
" Sampai kapanpun Saya tidak akan mencabut tuntutan Saya... Maf Mah ini demi kebaikan Keluarga Saya... " ucap Leo
" Pah... hiks... hiks... hiks... " ucap Sang Mamah menangis tersedu-sedu lalu pingsan
Sang Suami segera membawanya ke sofa lalu segera meyadarkanya namun tak kunjung sadar Leo pun meminta sang Papah mertua dan Renal agar sang Mamah di periksa dokter dan di bawa ke ruang perawatan lainnya.
Leo sekarang merasa lega, sudah tidak ada sang Mamah mertua kini yang membuat kacau. ia pun menatap wajah Sisil ada kasian padanya namun ia pun tak mau gegabah lagi dalam bertindak
" Sayang " ucapnya memeluk Sisil
" Mas... Aku takut terjadi apa-apa dengan Mamah " ucapnya
" Kamu tenang... semua kan baik-baik saja " ucapnya menenangkan sang istri
" Sil... " ucap Yesi
" Ia "
" Maafnya.. untuk masalah Salsa... Aku tak bisa mencabut tuntutanya... Dia terlalu berbahaya bagi semua orang " ucap Yesi
" Meskipun Aku kecewa tapi mau bagaimana lagi " batin Sisil
" Ga papah... memang apa yang dilakukan Ka Salsa sudah diluar batas... Aku paham " ucap Sisil
" Kalaupun Dia Aku bebaskan... Aku takan menjamin Dia jera... semoga dengan masuknya Ia ke penjara... Kuharap Ia akan jera " jelaskan Yesi
Ceklek,,
" Bagaimana Keadaan Mamah saya Renal " ucap Sisil
" Keadaannya baik Nona.. beliau hanya kelelahan dan tak ada hal serius " ucap Renal
" Syukurlah.. " ucap Lega Sisil
" Oh ia Mas... Berapa tahun Jika dihitung Ka Salsa akan masuk penjara " ucap Sisil
" Entahlah Kasusnya terlalu banyak " ucap Leo
" Sekarang... Kamu istirahat ya... Biar cepet sembuh.... " ucap Leo
" Baik Mas... "
Ceklek,,
Sang Oma dan Marco pun datang kerungan itu, Oma segera dibawa ketempat tidurnya untuk segera beritirahat,
" Sil... Apa keadaanmu baik-baik saja " tanyanya Oma
" Baik Oma... Kalau Oma bagaimana... masih ada yang sakit " tanya Sisil
" Oma sudah sehat. .. Oma mau cepat pulang " rengek sang Oma
" Lebih Baik kalian beristirahat lah... agar bisa pulih dan cepat pulang " ucap Leo
__ADS_1
Oma dan Sisilpun akhirnya tertidur, sang Ayah sedang duduk disofa sedangkan Leo duduk dikursi samping Sisil ia membelai rambut Sisil dan mencium keningnya ia pun tak luput menggengam tangan Sisil.
Sang Mamah mertua pun belum sadarkan Diri, sang Dokter memberikan obat penenang agar ia tak membuat onar seperti tadi dan sang Suami setia menungguinya.
Renal Dan Yesi pun segera pamit, karena kondisinya sekarang sudah tenang, tidak ada lagi pengacau disini.
...****************...
Renal dan Yesi sebenarnya sudah jalan pulang menuju Apartemennya namun ditengah jalan Yesi meminta Renal untuk putar balik dan memintanya menuju suatu tempat.
" Ren... bisakan Kita putar arah " pintanya
" Loh... kenapa... apa ada sesuatu yang tertingal di rumah sakit " tanyanya
" Bukan " jawabnya
" Lantas Apa.. " ucap Renal dengan bingung
" Aku mau menemui seseorang " jawabnya
" Siapa " tanya Renal
" Ada Aja " goda Yesi
" Kalo Aku terlalu Kepo nanti Yesi kepedean lagi " batin Renal
" Emangnya Dia ga kepo Apa " bayin Yesi
Satu jam berlalu dan mereka tiba ditempat yang dimau Yesi.
" Apa Kau yakin ini tempatnya " tanya Renal
" Ya... Yu kita masuk " ajaknya
Mereka berdua segera masuk kedalam lalu merekapun meminta ijin pada aparat disana untuk menemui Salsa.
" Baik... silahkan tunggu disana " ucap salah satu Polisi
Polisi tersebut segera menemui petugas disana dan mengatakan Jika ada yang mau bertemu Salsa.
" Saudari Salsa... didepan Ada yang menjengguk anda.... Silahakan ikut Saya " ucap Petuga polisi Itu
" Siapa Pak. ... " tanyanya Salsa
" Saya tidak tahu " ucapnya membawa Salsa keruangan khusus dan disana Ia melihat Renal dan Yesi
" Silahkan waktunya hanya lima belas menit " ucap petugas tersebut
Salsa segera menghampiri mereka dan duduk didepan mereka saling berhadapan.
" Hai Salsa " sapa Yesi
" Ga usah Basa basi... mau apa kalian datang kemari... " ucap Salsa
" Galak Amat... Kita disini hanya ingin menjengukmu.... " ucap Yesi
" Sebentar lagi Aku akan bebas... ga usah so peduli " ucap Sisnis Salsa
" Ih... kepedean... Siapa juga yang akan peduli... " ucap Yesi sambil tertawa
" Aku kesini cuma mau ngasih tau... Kamu ga akan bisa bebas semudah itu " ucap Yesi
" Leo ga akan tega sama Aku. .. apalagi sekarang Mamah sedang memohon Pada Sisil dan Leo.. pasti Dia akan luluh " ucap Salsa
" Ih... kata siapa Dia luluh " ucap Yesi
" Maksudmu... " ucap Salsa
" Leo dan Aku serempak ga akan bebasin Kamu... biarin Aja Kamu disini... biar Kamu jera. .. " ucap Yesi
__ADS_1
" Ga mungkin Leo berkata begitu... lagian untuk Apa Kau melaporkan Ku juga " tanyanya
" gini loh Salsa Sayang... Aku tau Kamu tadinya mau jebak Aku dan meyebarkan semua foto-foto Aku yang seksi kan... dengan Kamu memberiku obat tidur... namun sayangnya... Kamu keburu kesini dan Foto itu sudah ku jadikan bukti yang Kuat untuk menghukummu lebih berat " ucap Yesi
" Sialan... dari mana Dia tau " batin Salsa
" Itu ga akan Cukup untuk jadiin bukti " bentak Salsa
" Kita lihat Saja Nanti " ucap Yesi
" Maaf waktu berkunjung sudah habis... Salsa Ikut Kami " ucap Petugas menarik tangan Salsa
" Lihat Saja Yesi pembalasanku... Kau akan hancur... " ucap Salsa terpancing emosi
" Coba saja kalau berani " tantang Yesi
" Sudah lah... bikin Malu saja berteriak begitu... Ayo pulang " ajak Renal
...****************...
Merekapun segera menuju mobil mereka dan pergi dari sana pulang menuju Apartemen. Sesampainya disana Renal mengantar Yesi terlebih dahulu ke apartemenya.
" Sudah sampai.... Kamu istirahat jangan lupa... kunci semua pintu dan jangan biarkan orang yang ga Kamu kenal masuk " ucap Renal
" Tumben Dia perhatian " batin Yesi
" Baik... Terima Kasih... sudah mengantarku " ucap Yesi sambil terseyum
" Aku pamit ya.. selamat malam " ucap Renal
Renalpun hendak melangkah pergi namun tiba-tiba Yesi menarik tanganya dan Renal berbalik arah lalu kemudian mereka saling berhadap-hadapan dan jarak antara wajah merka pun cuma beberapa senti.
" Jantungku... " batin Renal
" Astaga.. degdegan gini " batin Yesi
" Muach... selamat malam " ucap Yesi dengan pipi merona dan melangkah menuju Apartemennya Lalu segera menutup pintu.
" Malu sekali... kenapa Aku nyosor duluan " guman Yesi
Sedangkan Renal masih terdiam dengan tingkah Yesi beberapa Detik hingga akhirnya ia pun sadar dan pipinya sangat merona, ia pun segera pergi menuju Apartemenya.
.
,
,
,
,
,
Bersambung....
Halo Semua,.
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1