
Keesokan harinya Leo bangun lebih awal dari Sisil, ia pun segera pergi kekamar maandinya, setelah selesai dan rapi dengan baju kantornya ia baru membangunkan Sisil.
" Sayang... Hey bangun... " ucap Leo menciumi kedua pipi Sisil
" Ia Mas sebentar lagi " ucapnya masih memejamkan mata
" Kamu mau sarapan Apa biar Aku buatkan " tanyanya
" Ga deh Mas... Aku mau makan masakan Ani " ucapnya
" Sebenarnya Aku mau makan masakanmu Mas.. tapi kasian... Kamu kan Sibuk... ga harus urusin Aku terus " batin Sisil
" Sekarang Kamu cuci muka dulu lalu kita sarapan sama Oma dan Ayah... setelah itu baru Kau boleh tidur lagi... " ucapnya
" Ia Mas... " ucap Sisil melangkah kekamar mandinya
Leo dan Sisil menuju ruang makan disana terlihat ada Oma dan sang Ayah yang masih setia menunggu mereka berkumpul
" Sisil bagaimana keadaanmu sekarang " tanya Oma
" Sudah baik-baik saja Oma " ucap Sisil sambil terseyum
" Sisil, untuk urusan restoran biar Ayah yang handle selama Kamu masa pemulihan "
" Baik Ayah... " ucap Sisil
" Mas.... Kamu mau makan Apa Roti atau Nasi goreng " tawarnya
" Aku ingin Roti saja "
Sisil segera memberikanya pada sang Suami dan ia pun segera mengambil nasi goreng untuk sarapannya.
Wuek... Wuek..
" Maaf " ucapnya melangkah menuju kamar mandi
" Kamu tidak apa-apa " ucap Leo menghampiri Sisil
" Tidak Mas... " ucap Sisil kembali pucat
" Sebaiknya Kita kekamar " ucap Leo memapah Sisil
" Oma... Ayah.. Sisil kekamar dulu " pamit nya
" Kasian ya Cucuku " ucap Oma
" Ia benar... semoga Sisil dan babynya sehat " ucap sang Ayah
Sisil dan Leo sudah berada dikamarnya, Leo pun meyelimuti sang istri
" Sayang... aku pangilkan dokter saja ya " tawarnya
" Jangan Mas... Aku hanya mau bubur buatamu saja " ucapnya
" Kamu tunggu sebentar ya... Aku buatkan... " ucap Leo melangkah pergi
Leo pun langsung menuju dapurnya dan Ani membantu Leo meyiapkan bahan-bahan tersebut
Setelah Selesai Leo segera membawakanya kekamar Sisil dan segera meyuapinya. Sisil memakan semua buburnya dengan lahap dan rakus. Namun Leo malah senang karena makanan buatan Dia selalu habis oleh Sisil.
" Sayang... Aku tidak akan jadi berangkat ke kantor " ucapnya
" Kenapa Mas " ucap Sisil
" Aku akan menemanimu saja " ucap Leo
" Sebaiknya Mas ke kantor... nanti makan Siang bareng Sama Aku " ucapnya
" Yasudah... lagian hari ini Aku ada meting peting... Kalau Kamu ada apa-apa hubungi Aku " ucap Leo mengecup keningnya
" Maafkan Aku Sil... sebentar lagi Salsa pasti Akan kesini... tapi jangan khawatir Sil... kamar ini Aku pasang CCTV dan peyadap suara " batin Leo
Leo pun segera pergi dari Mansionya dengan Renal yang sudah menjemputnya. dan Renalpun seger melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Aku khawatir dengan Sisil " ucap Leo
" Anda jangan Khawatir.... Yesi berpihak pada Kita " ucap Renal
" Kamu benar " ucap Leo
Mereka sudah sampai di kantornya, Leo segera menuju ruanganya dan segera mengecek CCTV yang berada dikamarnya
...****************...
Salsa terbangun dari tidurnya dan merasakan kepalanya sakit. Ia pun segera mandi lalu berdandan yang cantik.
Yesi sedari tadi pura-pura masih tidur, namun Saat Salsa membuka pintu kamar mandinya ia pun pura-pura terbangun.
" Sha... Mau kemana Kamu sudah rapi begitu " ucapnya masih diselimut
" Cepat Mandi... Kita kerumah Sisil sekarang " ucapnya
__ADS_1
" Apa.... Tapi kan Aku lapar " rengeknya
" Kamu cepetan Mandi... Aku siapkan makanan sekarang " ucap Salsa
" Mana boleh buat... Aku ikuti saja kemauaanya " batin Yesi
" Ok siap " ucapnya sambil melangkah menuju kamar mandinya
Yesi pun telah selesai dan Rapi, ia segera menemui Salsa didapur yang telah sibuk memasak.
" Hai Sha... sepertinya enak Nih " ucap Yesi
" Tunggu sebentar ini Telornya belum matang " jawabnya
" Sekarang sudah siap semua... Yuk Kita makan " ajak Salsa
Merekapun sarapan terlebih dahulu, sebenarnya Niat Yesi hanya untuk meperlambat waktu. takutnya Leo masih di Mansion.
" Benar-benar enak masakanmu " pujinya pura-pura
" Terima kasih " ucap Salsa
Lalu Salsa membersihkan piring kotor terlebih dahulu, setelah selesai merekapun segera menaiki mobil menuju Mansion Sisil berada.
...****************...
Ting... Tong... Ting... Tong
Ceklek
" Yesi... Salsa... " ucap Sang Oma
" Oma selamat pagi " ucap Salsa
" Pagi... mau apa kalian " ucap Ketus Oma
" Saya kesini Mau bertemu dengan Sisil " ucap Salsa gugup
" Sisil sedang sakit... tidak bisa ditemui "
" Justru Karena Sisil sakit Oma... Salsa kan Kakanya jadi mau lihat keadaan Sisil.. " oceh Salsa
" Aku juga ga bisa Menghalangi Salsa dan Sisil bertemu karena mereka adik kakak " batin Oma
" Dasar Nene-nene bawel... kenapa menghalangi jalanku sih " ucap kesal dalam hati Salsa
" Tenang Oma Yesi akan melindungi Sisil " batin Yesi
" Ok Oma ijinkan tapi hanya sebentar... " ucap Oma menghelas nafas panjang
Sang Oma pun mengantarkan Salsa dan Yesi kekamar Sisil disana terlihat Wajah Sisil mulai pucat. dan Oma pun terpaksa membangunkan Sisil
Ceklek,,
" Sil... sayang Bangun " ucap Lembut Oma
" Eh.. ia Oma ada apa " tanya
" Kakak Kamu datang menjengukmu " ucap Oma
" Ia Oma... terima kasih... " ucap Sisil
" Sil.. Oma tingal dulu ya... " ucap Sang Oma
" Gitu Ke dari tadi... pergi sana yang jauh Nene-nene " batin Salsa
" Ia Oma " ucap Sisil
Salsapun menghampiri Sisil dan Duduk di samping ranjang Sisil.
" Aku dengar Kamu sakit Sil... Kamu kenapa... " ucap Salsa basa-basi
" Ga papah Ko ka jangan khawatir " ucapnya
" Cuih.. siapa yang khawatir sama Kamu... " batin Salsa
" Syukur deh Kamu ga papah " ucapnya
" Ia ka... "
Ani pun segera datang membawakan minuman untuk Yesi dan Salsa beserta cemilannya.
" Silahkan Diminum Nona " ucap Ani Sopan
" Makasih " ucap mereka kompak
Ani pun segera keluar dan Sisil melanjutkan pembicaraannya bersama Sisil.
" Oh ia Sil... Mamah sama Papah Kangen sama Kamu... kapan Kamu mengunjungi mereka " ucap Salsa
" Kalo Aku dah sembuh.. Aku akan menemui mereka dan memberikan kabar baik... " ucap Sisil sambil terseyum
__ADS_1
" Kabar baik apa " tanya Salsa
" Jangan katakan Sil... please.... jangan Sil... " batin Yesi
" Sil bolehkan Aku memakan cemilan ini " Yesi mengalihkan Pembicraan
" Boleh dong tentu... " ucap Sisil
" Ini keripik kesukaan ku Loh... enak... beli di mana Sil " ucap Yesi
" Ini Yesi... kenapa sih menghalangi aku ngomong aja... seenak gimana itu keripik " batin Salsa
" Ia enak juga " ucap Salsa
" Sil.... Kakak akan memberi tahu sesuatu " ucapnya membawa handpone Yesi
" Itu seperti handpone ku " ucap Yesi pura-pura tidak tahu
" Em... bukan lah... handpone ini tuh pasaran... mana mungkin punya Mu " ucapnya walau hati gugup
" Oh mungkin Sih... Handpone Ku beberapa hari ini hilang... tapi ga papah lah... itu memorinya suka rusak dan eror jadi ketika Kita simpan tuh data suka hilang sendiri " ocehnya
" Apa jangan-jangan.... tidak... tidak" batin Salsa
" Sebentar.... "
" Loh ko vidionya sudah tidak ada... " ucap Salsa
" Vidio Apa " ucap Sisil dan Yesi serempak
" Sial... benar-benar ya... handpone Yesi ... handpone jelek sejelek-jeleknya.... " ucapnya kesal
" Ok... tidak ada vidio.... ini hanya pembicaraan Ku saja dan Kamu... sebenarnya Leo menikahimu hanya karena ingin membalas dendam padaku " ucap Salsa
" Oh jadi Ka Salsa hanya akan memberitahu itu " batin Sisil
" Dari Mana Kamu tau Sha " ucap Yesi
" Kamu juga tahu Kan Yesi " ucap Salsa dengan wajah pura-pura kaget
" Niat hati Mau menjebak Dia malah Aku yang tersudutkan... tapi Aku tak boleh kalah " batin Yesi
" Aku tahu aja... Terus Kamu tahu dari mana " ucap Yesi bingung
" Kamu ingat ga semalam... Kamu mabuk... jadi Aku tau dari Kamu " ucap sambil terseyum tipis
" Eh Domba betina Sialan.... jelas-jelas kemarin Aku ga mabuk... Kamu yang kemarin tertidur bukan Aku... dasar... ingin kucakar mukanya " batin Yesi kesal
" Kamu tidak bisa mengelak karena Kamu semalam tidur.... dan Yesi akan sangat dibenci Leo " batin Salsa
" Oh... Aku ga tau tuh... ga ingat juga... tuh " ucapnya dengan wajah datar
" Mana mungkin ingat... orang Kamu mabuk " ucap Salsa
" Tapi setauku. .. kemarin Kita ga minum minuman beralkohol deh... aku jug ga nyediain kaya gitu di Apartemen " ucap Yesi dengn terseyum tipis
" Terus Kamu bilang Aku bohong hem " ucap Salsa
" Bukan Gitu... heran aja.. kemarin Aku hanya merasakan pusing dan tak ingat apa-apa ... menurutmu apakah itu mabuk " ucap Yesi
" Sudah jangan bahas itu... kita kembali pada Sisil " ucap Salsa
" Dia kalah... maknya mengalihkan pembicaraan " batin Yesi merasa menang
" Sialan Kau Yesi... " batin Salsa
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Apakah yang akan Dilakukan Sisil pada Salsa dab Yesi...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁