Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Tugs Khsus


__ADS_3

“Pak alamat rumah pak?”.


“Masih dalam kawasan sini saja, dua puluh menit menunggangi kuda”.


“Pentes ganteng banget kayak pangeran, naiknya saja kuda”. Seloroh Dania dengan senyum mengembang sempurna di wajahnya.


“Status pak status?”. Goda salah satu mahasiswa mewakili mahasiswi yang ada dalam ruangan tersebut”.


“Kalau menurut kalian bagaimana?”. Andika kembali membalikan pertanyaan tersebut pada mahasiswanya di kelas.


“Hem”.


“Aduh siap daftar pak”. Dania kembali bersuara dengan kelas menambah gaduh kelas pagi tersebut.


“Biasanya yang jawabnya pake rahasia-rahasia itu pasti masih jomblo akut”


“Saya kira perkenalan kita cukup sampai di sini, sebaiknya kita awali kelas pertemuan pertama kita dengan study kasus”.


“Wah gak asyik nih pak, baru juga kenalan pertemuan pertama udah langsung study kasus saja”.


“Mengingat kalian semua yang berada di ruangan ini adalah mahasiswa pilihan yang sudah memiliki banyak pengetahuan”. ujar Andika.


Sejurus kemudian Andika langsung memberikan sedikit bekal untuk mahasiswanya dan langsung memberikan studi kasus untuk di pecahkan dan di kumpulkan hari itu juga sebelum kelas berakhir.


Semua mahasiswa yang ada dalam ruangan tersebut begitu terpesona ketika melihat Andika menjelaskan dengan begitu menariknya.


“Gunakan jurnal yang kalian dapat sebagai acuan untuk menganalisis permasalahan yang ada”. Intruksi Andika pada mahasiswanya dengan mode serius.


Semua orang dalam ruangan tersebut sibuk dengan tugas individu masing-masing. Mereka berfikir keras bagaimana mengambil solusi dari case yang sedang di hadapi dalam jurnal rujukan mereka. Setiap mahasiswa dalam ruangan tersebut memilih menggunakan metode yang berbeda-beda sesuai dengan kasus yang di dapat.


Dalam diam Andika kembali mengamati isi ruangan tersebut, memindai satu persatu mahasiswanya. Hatinya kecewa melihat isi kelas tersebut.


“Seperti biasa tidak ada yang menarik di sini”.


“Siapakah salah satu dari mereka yang ku sebut kucing?”. Andika kembali melihat mahasiswanya yang sedang mengerjakan tugas tersebut.


“Ah buat apa cari kucing itu, nyatanya tak ada yang menarik, tidak ada satupun dari mereka yang membuat hatiku bergetar”. Ucap Andika dalam hati seraya membuka-buka jurnal yang ada di depannya.


“Untuk penanggung jawab mata kulah manajemen agro kelas ini siapa?.” Tanya Andika pada semua orang yang ada dalam kelasnya.


Diam tak ada jawaban.


“Baiklah kala belum ada, penanggung jawab kelas ini saya pilih kemarin salah satu dari kalian yang sudah menghubungi saya saja”.


Sontak semua mahasiswa dalam ruangan tersebut saling berpandangan.

__ADS_1


Dania yang mengetahui jika yang di maksud adalah Rahayu dengan lantang menjawab.


“Dia tidak masuk pak”.


“Ya sudah nanti suruh menghubungi saya lagi untuk menyusul tugas khusus hari ini, dan saya memilih dia jadi penanggung jawab mata kuliah ini di kelas saya”.


“Baik pak”. Jawab Dania mengerti.


Sembilan puluh menit berlalu, waktu kelas mereka akan segera berakhir. Silahkan kumpulkan tugas kalian semua. Dalam hitungan ke lima sudah tidak ada lagi yang menyelesaikan tugasnya.


Satu.


Dua.


Tiga.


Empat.


Lima.


Silahkan di kumpulkan dan kalian boleh meninggalkan kelas.


Semua mahasiswa yang ada dalam ruangan tersebut lekas menuju ke depan untuk mengumpulkan tugas masing-masing yang kemudian langsung melenggang meninggalkan kelas.


***


Dengan sangat terpaksa Rahayu memutuskan untuk tidak masuk kelas di hari pertama kuliahnya.


Empat jam di rawat di rumah sakit belum menunjukan tanda-tanda kelahiran dari sang bayi. Rahayu masih setia menunggu wanita tersebut dan berada di sampingnya, sesekali Rahayu mengelus punggung wanita tersebut yang mengadu kesakitan.


Tak terasa waktu berlalu begitu saja, enam jam sudah Rahayu menemani wanita tersebut. Dokter memberi tahu jika pasien sudah mengalami pembukaan lengkap dan siap untuk melahirkan. Karena belum ada sadara yang datang Rahayu hendak menemani ke dalam ruangan bersalin tersebut.


Sejurus kemudian ada seorang pria muda yang tampak berlari menghampiri Rahayu dan menanyakan prihal kondisi wanita tersebut. Ternyata pria muda tersebut adalah suaminya.


Sementara itu Rahayu yang merasa sudah selesai dengan tugas menolong tetangganya langsung merah ponsel dalam tasnya untuk menghubungi Dania prihal kelas hari ini.


“📞 Assalamualaikum Dania, gimana kelas hari ini”.


“📞 Wassalamu'alaikum mbak, masyaallah mbak dosennya ganteng banget, putih, tinggi, hidungnya mancung, pinter duh mbak suami idaman banget deh pokoknya”.


“📞 Oh seperti itu”. Rahayu yang berada di sebrang mengangguk-angguk kepalanya saja mendengar cerita Dania. Tanpa sengaja pikirannya membayangkan Andika karena ciri-cirinya sama dengan yang disebutkan Dania.


“Astaghfirullah mikir apa sih aku ini”. Ucap Rahayu dalam hati dan kembali mencoba memfokuskan pikirannya.


“📞 Terus kelas tadi bagaimana?”.

__ADS_1


“Duh mbak ya itu masalahnya, ganteng sih tapi kasih tugasnya banyak benget, masak pertemuan pertama langsung kasih study kasus mana di kumpulkan hari itu juga”.


“📞 Apa sudah ada tugas dan sudah di kumpulkan? Lantas bagaimana dengan aku?”.


“📞 Oh ya aku hampir lupa, tadi pak dosen memilih mbak sebagai penanggung jawab kelas, dan di suruh menghubunginya prihal tugas khusus untuk mbk Ayu karena sudah tertinggal satu tugas”.


“📞 Kenapa harus aku penanggung jawabnya, aku saja tadi tidak masuk?”.


“📞 Gak tau mbak jodohnya kali ya, ups maaf”. Ucap Dania dengan menutup mulutnya di sebrang sana karena Dania mengetahui jika Rahayu sudah berkeluarga.


“📞 Baiklah kalau begitu aku akan menghubungi beliau”.


“📩 Assalamualaikum pak, saya Puspita mahasiswa bapak yamg tadi tidak bisa mengikuti kelas, kata teman-teman ada tugas untuk saya. Kira-kira tugas saya apa ya pak?”. Rahayu lekas mengirim pesan tersebut.


Ting Kucing.


“📩 Wassalamualaikum, tugas kamu ada dua bisa memilih salah satu di antarnya”. Pantes fotonya kucing namanya saja Pus ucap Andika dengan senyum-senyum sendiri di ruangannya.


“ 📩 Baik pak, tugas seperti apa yang bisa saya kerjakan”.


“📩 Tugas kamu bantu saya”.


“📩 Bantu seperti apa pak?”


“📩 Ya kamu bantu saya mengatasi kesulitan hidup yang sedang saya alami”.


“📩 Maksud bapak jadi asisten begitu kah pak”. Rahayu tampak bingung dengan permintaan sang dosen.


“📩 Ya kamu banti-bantu mikir bagaimana saya menghadapi hidup saya ini, kebetulan hidup saya sedang rumit”.


Dih apaan sih nih dosen batin Rahayu.


“📩 Kalau tugas yang kedua apa pak?”.


Andika mengirimkan study kasus tugas khusus untuk Rahayu, kebetulan yang di pilih Andika adalah materi yang berkaitan dengan mata kuliah mahasiswa magister tingkat akhir, sengaja memang agar mahasiswanya memilih opsi yang pertama.


Sedangkan Rahayu yang mendapat tugas tersebut matanya terbelalak tak percaya dengan tugas yang di didapatkannya.


“📩 Silahkan kumpulkan tugasnya tiga hari ke depan ”.


“📩 Tapi pak ini sangat susah sekali, bagaimana saya bisa mengerjakan tugas ini, kasus ini menggunakan metode jaringan saraf tiruan yang biasanya di pakai dalam penelitian manajemen tugas akhir magister. Sedangkan saya mahasiswa tingkat pertama pak, saya masih perlu banyak bimbingan dan ilmu saya masih sangat cetak untuk mendalami kasus seperti ini”.


Sementara di dalam ruangan Andika sedang tertawa mendengar penuturan mahasiswanya yang menurutnya lucu. Andika bahkan sampai lupa sejenak masalah percintaan yang kandas.


Andika merasa menemukan hiburan yang tak terduga yang datang tanpa sengaja. Meski sebenarnya itu menyalahi aturan.

__ADS_1


“📩 Saya tidak mau tau, itu yang harus kamu kerjakan dan kumpulkan”.


__ADS_2