
"Alhamdulilah bisa menjadi bagian dari lulusan terbaik kampus ternama ini".
Helaan nafas lega kuhembuskan saat itu.
Sebenarnya aku ingin sekali melanjutkan sekolah, aku mulai apply beberapa beasiswa untuk pendidikan master tapi sayangnya dewi fortuna tidak berpihak padaku kali ini aku slalu gagal dalam tes bahasa inggrisnya.
Nilai ielts slalu dibawah rata-rata meskipun aku sudah belajar mati-matian masih tetap tidak sanggup untuk mencapainya. Padahal aku ingin sekali menyusul mas Andika.
Ah sudahlah sepertinya memang kami tidak berjodoh.
Karena lelah mengejar nilai ielts yang tak kunjung ada peningkatan aku memutuskan untuk bekerja saja. Aku mulai mengikuti beberapa tes yang di selenggarakan kampus baik job fair maupun wawancara mandiri. Tak membutuhkan waktu yang lama dalam kurang dari dua bulan aku sudah di terima bekerja disalah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur.
“Assalamualaikum halo bu ibu, bu Rahayu keterima kerja jadi Quality Asurance”.
“Wassalamualaikum nak, Beneran nduk kamu di terima kerja? Alhamdulilah nak iku penggawean nopo to nduk? ?”.
“Pokok kerjaan enak bu, kerja di kantor”. Jawabku dengan senyum aku tidak mungkin menceritakan secara detail tentang job dis pekerjaanku pada ibu nanti malah tambah pusing saja.
“Masyaallah anak ibu kerja di kantor, gawe klambi apik-apik di setrika gitu nduk”. Pertanyaan ibu membuatku ingin tertawa mendengarnya.
“Iya bu Rahayu mulai kerja minggu depan penempatan di Gersik”.
“Trimakasih nak sudah menjadi anak baik, sudah mau berjuang untuk keluarga kita, meskipun kamu hanya anak seorang buruh tani tapi kamu bisa bekerja di kantor tidak panas-panasan. Trimakasih ya nak kamu sudah menjadi contoh yang baik untuk adik-adikmu, patuh dan pintar”.
__ADS_1
Seandanya tidak lewat telfon mungkin aku dan ibu sudah saling berpelukan bahkan air mata bahagia sudah pasti lolos begitu saja dari mata kami.
Alhamdulilah satu langkah ke depan aku akan mengubah perekonomian keluargaku, aku akan membantu membiayai sekolah adik-adikku dan membantu bapak mencukupi kebutuhan keluarga kami agar tidak kekurangan seperti sekarang.
***
Aku di terima di salah satu perusahaan makanan dan minuman di kota Gersik Jawa Timur. Layaknya saat di Malang di Gersik aku tinggal di kos-kosan bedanya sekarang aku bayar full kosan tanpa harus membantu mencuci dan menyetrika baju dulu.
Untuk ukuran fresh graduate gajiku lumayan tinggi bahkan di atas standar rata-rata jika di banding dengan teman-teman seangkatanku. Aku juga mendapat fasilitas makan transportasi dan beberapa tunjangan yang lain di kantor.
Untuk makan aku mendapat jatah dua kali sehari saat makan siang dan makan malam karena hampir setiap hari aku mendapat over time hingga jam tujuh malam.
Dari hasil tabunganku saat bekerja aku bisa membelikan bapak sawah di desa dengan begitu bapak tidak perlu bekerja menjadi buruh tani ikut orang selama hidupnya. Bapak bisa menggarap sendiri sawahnya, jika di rasa nanti sudah tidak mampu untuk menggarap bapak dapat menyewakan pada orang lain atau menyuruh orang untuk mengolah tanahnya.
Aku juga membantu menyekolahkan adik-adikku, Satu sudah berada di bangku SMA, satu di bangku SMP dan yang paling kecil masih SD kelas enam. Tak lupa aku juga membelikan sepeda motor sebagai sarana transportasi di rumah agar lebih mudah ketika pergi kemana-mana.
Kehidupan keluargaku mulai banyak berubah setelah aku lulus kuliah, kini kami tak lagi kekurangan seperti dulu, meski tidak hidup dalam kemewahan setidaknya kami tidak sampai kekurangan seperti dulu lagi.
Aku sangat bersyukur Allah memberikan jalan dan kesempatan untuk bisa merubah kehidupan keluargaku seperti saat ini.
Tak teras lima tahun sudah aku bekerja di Pt X berkecimpung di industri makanan membuat formulasi-formulasi resep baru serta aneka inovasi produk-produk baru sesuai dengan tuntutan zaman sekarang.
Dua tahun sebagai staff quality Asurance yang kemudian dipindah posisi menjadi Research Development hingga sekarang berada di titik sebagai manager RnD di perusahaan tersebut. Aku satu-satunya manager termuda di perusahaan tersebut.
__ADS_1
Aku mengalami banyak perubahan penampilan saat ini, aku tak lagi menggunakan jilbab dengan warna degradasi antara putih atau coklat yang saking terlalu sering di cuci jemur dan pakai. Urusan penampilan aku mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Ya berkat kerja keras dan usahaku selama ini tentu saja atas kehendak Allah.
Aku sering kali memakai jilbab yang senada dengan baju seragam yang aku gunakan. Aku sudah pandai dalam memoles wajah hingga tampak lebih segar dan merona. Selain itu aku juga seringkali menggunakan tas dan sepatu yang senada dengan baju.
Tapi tentu saja kau masih Rahayu yang sederhana tidak berlebihan.
Jika kalian ingin tau bagaimana tubuhku?
Aku masih sama seperti dulu Rahayu yang memiliki badan kecil, entah mengapa meskipun asupan makanan yang ku makan setiap hari sesuai dengan nilai gizi tapi tubuhku tak kunjung mengalami peningkatan tinggi badan. Aku tetap mungil dan imut.
Selama lima tahun bekerja banyak hal yang berubah dan terjadi misalnya, Nina dan Sari yang kabarnya akan menikah bulan depan. Nina menjadi salah satu ASN di kota Malang sedangkan Sari lebih memilih menjadi mua di kotanya. Memang benar-benar menyimpang jauh dari jurusan kami saat kuliah dulu tapi itulah hidup terkadang memang tak sesuai dengan karep (keinginan).
Kehidupan mbk Eki?.
Mbak Eki tak lagi banyak memperlihatkan kegiatannya sekarang, dia terlihat tertutup dan enggan untuk membagikan kehidupannya di media sosial. Aku sama sekali tak menemukan informasi tentangnya di sana. Hanya beberapa foto lama yang masih terpajang.
Mas Andika?.
Harusnya mas Andika sudah menyelesaikan pendidikan masternya dari beberapa tahun yang lalu, tapi entah mengapa keberadaannya seperti hilang di telan bumi menghilang tanpa jejak. Dalam sosial media mbak Eki slalu tampak foto mbak Eki sendiri itupun foto yang sudah lama sekali, terkadang dengan beberapa temannya hanya saja tak pernah lagi ada foto mas Andika di sana.
Jika teringat dengan mas Andika jujur sampai saat ini aku belum bisa sepenuhnya mampu melupakan bayang-bayang wajahnya dari kehidupanku.
__ADS_1
Kenangan bersama mas Andika begitu melekat dalam benakku hingga aku slalu membanding-bandingkan setiap lelaki yang mulai mendekatiku. Bagiku mereka tak ada yang seperti mas Andika hingga membuatku susah sekali untuk membuka hati dan menerima lelaki lain dalam hidupku.