Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
PKL


__ADS_3

“Minggir”,


“Kalau mau ngerumpi jangan di depan pintu, bikin susah orang lewat aja”.Ucap Eki yang berjalan disamping Rahayu sambil menyenggol bahunya. Eki lekas memilih tempat duduk dalam aula tersebut.


Rupanya Eki juga mengikuti kegiatan pembekalan praktek kerja lapang karena dulu sempat cuti kuliah saat habis kecelakaan. Jadi untuk beberapa mata kuliah dia tertinggal dengan teman-teman seangkatannya.


Kegiatan pembekalan dimulai, seperti biasa dekan akan memberikan sedikit sambutan dan akan dilanjutkan dengan pengarahan-pengarahan dari pihak akademik.


Dari kampus hanya berpesan untuk melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik serta jaga sikap dan nama baik almamater. Acara pembekalan berlangsung sekitar tiga jam lebih. Tidak ada hal istimewa dalam acara pembekalan ini. Acara pembekalan di tutup dengan doa dan foto bersama sebagai simbolis kampus melepas mahasiswanya untuk magang.


Di aula sebelah acara pembekalan tugas akhir masih berlangsung terdengar pihak akademik yang masih memberikan beberapa rahan-arahan pada mahasiswa angkatan 2010 yang akan mengambil tugas ahir semester ini.


“Yu pulang yuk, kamu mau tungguin mas Andika keluar kah?”, bisik Nina yang duduk di sebelahku.


“Tidak ayo kita pulang saja”.Mereka berdua lekas meninggalkan aula dan menuju kos masing-masing.


Rahayu dan Nina memilih pulang lebih dulu ke kos masing-masing karena ingin menyiapkan segala kebutuhan yang di perlukan saat praktek kerja lapang besok, mereka akan berangkat jam enam pagi. Sedangkan Eki terlihat sedang menunggu Andika keluar dari aula sebelah

__ADS_1


***


Satu bulan Rahayu melakukan kegiatan praktek kerja lapang di Serang Banten, Rahayu juga terpisah dari kedua sahabatnya Nina dan Sari mereka magang di Jember tepatnya di salah satu perkebunan karet yang ada di sana.


Rahayu dan ketiga temannya yang baru tersebut mulai magang hari ini, mereka tidak sendiri ada beberapa mahasiswa dari Telkom dan salah satu universitas di Sumatra. Rahayu dan ketiga temannya juga terpisah tempatnya ada yang di bagian pemasaran, ada yang di HRD, ada yang di bagian rau material dan rahayu sendiri berada di bagian stok preparation.


Rahayu dan ketiga temannya memilih tempat kos satu kawasan hanya beda kamar saja, untuk yang cewek memilih untuk menyewa satu kamar saja karena hanya untuk satu bulan dan untuk menghemat biaya. Sedangkan Dion satu-satunya cowok memilih untuk tinggal di mess kantor bersama dengan para pekerja lajang lainnya.


Seperti biasa sebelum berangkat magang kami bertiga mencari sarapan dulu, karena jam kerja kami mengikuti pekerja yang ada di sana, masuk jam delapan pagi dan akan pulang jam empat sore. Pagi ini Rahayu dan teman-teman memilih sarapan nasi uduk di depan gang kos mereka. Ini merupakan pengalaman pertama bagi Rahayu bisa menikmati nasi uduk, rasa nasinya gurih seperti nasi kuning hanya saja warnanya masih tetap putih. Satu porsi nasi uduk dengan lauk mie kecap, sambal goreng tahu dan dadar telur seharga tiga ribu rupiah (tahun 2013) untuk satu porsinya, sedangkan untuk minuman air putih di sediakan gratis oleh penjualnya.


Rahayu banyak mendapat ilmu baru di sana, meskipun ada kakak tingkat yang memiliki jabatan tinggi di sana tapi perlakuan terhadap semua peserta praktek kerja lapang tetap sama, hanya saja Rahayu dapat kesempatan lebih untuk saling bertukar cerita ketika jam istirahat.


Saat pagi hari kegiatan diawali dengan kontrol dan pengenalan dengan mesin-mesin produksi yang ada di sana, sedikit tidak nyambung dengan jurusan pertanian yang Rahayu ambil tapi dia lebih konsentrasi pada manajemen yang di terapkan di sana.


Terdapat banyak sekali mesin-mesin besar di sana, yang pertama adalah mesin untuk pembuatan bubur kertas, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi di pabrik ini adalah kertas bekas yang didaur ulang kemudian akan dihancurkan menjadi bubur kertas.


Proses yang kedua yaitu pencetakan dari bubur kertas menjadi lembaran-lembaran kertas yang sangat besar. Mesin yang digunakan di sini sangat besar dan panas karena proses produknya menggunakan steam sebagai bahan bakar mesin. Bubur kertas yang sudah di cetak menjadi lembaran-lembaran besar akan di gulung menjadi rol-rol yang sangat besar dan di potong sesuai dengan kebutuhan konsumen.

__ADS_1


Setelah kertas dalam bentuk rol-rol besar dan di potong selanjutnya kertas di bawa ke tempat penyimpanan khusus sebelum di distribusikan pada customer. Untuk proses pemasarannya di pabrik kertas ini secara be to be yakni melayani antar perusahaan yang membutuhkan kemasan dalam media kertas.


Ketika jam istirahat datang biasanya kami anak-anak magang akan berkumpul di perpustakaan, di sana terdapat mushola yang besar, pantri dan ruang untuk baca-baca. Kami di perbolehkan untuk mengambil makan dan minum di sana saat jam istirahat berlangsung. Biasanya kami akan menghabiskan waktu istirahat untuk berdiskusi bertukar informasi apa yang sudah di dapat dari masing-masing pembimbing.


Setelah jam istirahat selesai kami akan kembali di departemen masing-masing sesuai dengan job disk dan tangung jawab masing-masing. Rahayu banyak belajar bagaimana cara membuat laporan harian kerja di stok preparation tersebut, dia juga di beri kesempatan untuk beberapa kali mengikuti meeting penting di sana.


Saat jam pulang Rahayu dan ketiga temannya akan kembali berkumpul di depan perpustakaan, mereka saling menunggu satu sama lain baru jika sudah selesai semuanya mereka akan pulang bersama-sama.


Tidak terasa satu bulan sudah Rahayu berada diserang, satu bulan di sana tapi tak sempat untuk main-main ketempat wisata yang ada di sana, atau sekedar jalan-jalan di alun-alun kota pun tidak pernah. Rahayu memilih untuk tetap tinggal di kos saja saat teman-teman menikmati sabtu malam minggunya di mal serang. Bukan karena tidak mau ikut tapi dompet memaksa untuk berdiam diri di kos demi keberlangsungan hidup hingga saat pulang nanti.


“Alhamdulilah praktek kerja lapang sudah selesai, besok sudah bisa pulang kembali ke Malang setidaknya kalau di Malang bisa masak nasi sendiri saat makan jadi tidak terlalu banyak pengeluaran untuk makan dan tidak harus membayar kos”. Rahayu dan ketiga sahabatnya mulai berkemas membereskan beberapa baju bawaan dan buku-buku yang mereka bawa.


Tak lupa sebelum kembali pulang mereka berpamitan pada teman-teman yang magang bersama di sana. Mereka saling bertukar no ponsel dan bersua foto sebagai kenang-kenangan pernah tinggal bersama ketika di Serang.


Satu bulan di tempat yang jauh dari Malang tidak membuat Rahayu dapat melupakan sosok istimewa yang ada di kampus, meskipun kegiatannya sangat padat tapi tetap saja di sela-sela waktu senggangnya bayangan Andika lewat begitu saja tanpa permisi di otaknya.


“Sebentar lagi mas Dika akan lulus, apakah kisah kami akan benar-benar berakhir?”.

__ADS_1


__ADS_2