Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Kembali Bekerja


__ADS_3

Satu minggu sudah Rahayu dan Reno sah menjadi pasangan yang halal. Untuk sementara waktu Rahayu dan Reno tinggal bersama di kediaman bunda Reno, karena rumah yang Reno siapkan untuk tempat tinggalnya kelak sedang dalam tahap renovasi.


Pagi itu Rahayu bangun lebih pagi dari sebelumnya, bersiap untuk mandi besar setelah selesai masa datang bulannya. Setelah mandi Rahayu lekas bersiap untuk membangunkan suaminya untuk sholat berjamaah.


“Mas bangun mas, sudah azan”.


Rahayu menggoyang-goyangkan tubuh Reno dengan pelan dan di iringi membelai pipi sang suami.


“Sudah subuh ya”.


Reno membuka matanya pelan melihat sang istri yang sudah cantik lengkap dengan rambut yang masih basah, hatinya begitu kegirangan melihat hal itu.


“Sudah selesai ya sayang lampu merahnya”.


Goda Reno dengan mencubit pipi Rahayu dengan begitu lembutnya.


Wajah Rahayu memerah seketika.


“Ayo mas bangun, siap-siap dulu ya kita sholat berjamaah”.


Reno bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.


Pasangan pengantin yang baru halal tersebut menjalankan sholat subuh berjamaah untuk yang pertama kali. Suara Reno begitu merdu ketika melafalkan bacaan sholat. Rahayu berdiri satu saf tepat di belakang suaminya


Setelah sholat berjamaah mereka tidak lupa berzikir dan berdoa pada yang maha kuasa.


Yaallah berikan keberkahan kepadaku dan istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah berikan rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikan rezeki untuk mereka lantaran aku. Ya Allah satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkan kami (berdua) dalam kebaikan.


Kemudian Rahayu meraih tangan Reno menciumnya dengan begitu takzim, sedangkan Reno membalas dengan mencium kening Rahayu dengan begitu dalam dan lamanya.


*Kemudian di susul suara lagu


Engkau hadir saat diriku


Tak mengharap cinta pada dirimu.


Sepi sunyi tak berarti.


Hatiku resah membenci.


Tak sadar aku pun terpesona.


Dengan indahnya lantunan kalam cinta


Yang berkumandang dari bibirmu.


Hatiku pun luluh merindu.


Cinta kasih yang tulus kau beri


Membuatku sungguh berarti

__ADS_1


Kau anugrah Tuhan terindahku.


Nestapaku kau jadikan dukamu.


*Bacanya sambil nyanyi ya teman-teman.


Rahayu melipat mukena dan sajadah yang telah usai mereka gunakan menjalankan ibadah bersama. Tak lupa merapikan sprei yang mereka gunakan bersama.


“Mas aku bantuin bunda sama mbak masak dulu ya di belakang”.


“Mas Reno mau minta di bikinkan apa biar sekalian?”.


“Teh hangat saja sayang jangan manis-manis”.


“Teh tawar tidak pakai gula kah mas?”.


Rahayu memperjelas permintaan Reno agar tidak salah.


“Teh manis sayang, tapi jangan banyak-banyak gulanya, banyakin senyum kamu saja saat buat tehnya”.


Blus pipi Rahayu merona seketika.


“Ya Allah gini ya punya suami di gombalin terus”.


“Sayang hari ini aku sudah mulai masuk kerja ya, sudah lebih dari sepuluh hari aku meninggalkan pekerjaanku”.


“Iya mas”.


Sesuai dengan permintaan Reno beberapa hari yang lalau setelah menikah Rahayu memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengabdi sepenuhnya untuk suaminya.


“Mas aku turun dulu ya keb bawah mau buat sarapan”.


Kali ini Rahayu masak nasi goreng lengkap dengan telur dan sosis serta kerupuk. Rahayu tak lagi memasak dengan rasa yang aneh atau asin. Kini dia memasak dengan sepenuh hati tanpa berniat mengerjai suaminya.


Setelah memasak Rahayu di bantu dengan bunda dan mbak di rumah menghidangkan di atas meja lengkap dengan beberapa minuman hangat yang sesuai selera penghuni rumah.


Seperti ayah mas Reno yang mewajibkan adanya kopi hitam bersanding dengan roti tawar saat sarapan. Teh hangat manis bersanding dengan apa saja asal dibuatnya dengan cinta khusus untuk mas Reno, dan bunda terbiasa sarapan dengan hanya minum jus saja untuk mempercantik kulitnya. Sedangkan aku sudah terbiasa dari kecil apapun sarapannya minumnya pasti air putih.


Aku kembali ke kamar untuk memanggil mas Reno untuk sarapan bersama, rupanya mas Reno baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk setengah dadanya.


“Ah tidak”. Teriakku reflek dengan begitu kencangnya dengan menutup mukaku dengan kedua tangan.


Aku yang tak terbiasa melihat pemandangan seperti itu begitu kaget dibuatnya.


“Sayang ada apa?”. Mas Reno tersenyum dekil menghampiriku.


“Kenapa harus teriak?, bahkan kamu berhak untuk melihat yang lebih dari ini”.


Ucap Reno dengan jahilnya dan menarik tangan Rahayu untuk menyentuh tubuhnya.


Jantung Rahayu berdetak dengan begitu kencangnya antara gugup dan malu semua melebur menjadi satu. Wajahnya sudah memerah padam seperti orang yang mau menangis.

__ADS_1


“Sayang ambilkan bajunya dong”. Perintah Reno dengan manjanya.


Dengan senang hati Rahayu mengambilkan baju untuk Reno atasan kemeja warna biru muda dengan celana bahan warna hitam lengkap dengan kaos dan ****** ******** beserta ikat pinggang.


Rahayu tersenyum ketika menyiapkan itu semua.


Bismillah nawaitu ibadah.


“Sayang dasinya belum”.


Rahayu kembali menuju lemari khusus penyimpanan dasi, rupanya banyak sekali koleksi dasi Reno di sana.


Pilihan Rahayu jatuh pada dasi warna navi selaras dengan warna baju yang digunakan.


“Sayang sekalian pakaikan dong dasinya”. Rengek Reno dengan begitu manjanya pada sang istri.


Dengan senang hati Rahayu memasangkan dasi tersebut pada Reno, untungnya semalam sebelum tidur Rahayu menyempatkan diri membuka aplikasi Yakub untuk belajar tutorial cara memasang dasi yang baik dan benar.


“Mas lihat ke arah yang lain dong, jangan lihat aku terus”.


“Kenapa tidak boleh, kamu kan istri ku”.


“Aku malu”.


“Kamu menyenangkan sih ketika di pandang jadi aku enggan untuk berpaling pada objek yang lain selain kamu”.


Rahayu mencubit lengan suaminya dengan gemas.


“Sudah nih ayo turun kita sarapan, sudah di tunggu bunda sama ayah gak enak terlalu lama, nanti di kira ngapa-ngapain”.


“Emang nanti malam kita mau ngapa-ngapain kok bener kan sayang, sabar ya tunggu aku pulang dulu?”.


Senyum Reno sungguh sangat tengil menggoda istrinya.


Rahayu berlalu meninggalkan suaminya karena malu.


Semua keluarga sudah bersiap di meja makan untuk sarapan, pagi yang hangat dengan hadirnya mentari yang tampak malu-malu menunjukan sinarnya. Rahayu meraih piring Reno dan mengambilkan makanan untuk suaminya.


“Masayaallah ini enak sekali sayang”.


“Itu istrimu yang masak Ren, bener deh kamu tidak salah pilih mantu buat bunda, sudah cantik pintar masak pula”. Puji bunda Reno.


Setelah sarapan selesai ayah mas Reno dan mas Reno lekas berpamitan untuk berangkat bekerja, mereka memang mengurus usaha yang sama hanya saja bagian yang di urus berbeda. Jika mas Reno harus berjalan ke arah selatan maka ayah akan berjalan ke arah utara begitulah kira-kira pembagian wilayah mereka.


Rahayu menyalami Reno begitu juga dengan Reno yang membalas dengan mencium kening istrinya


“Mas berangkat dulu ya sayang”.


“Jangan lupa nanti malam, persiapkan semuanya aku sudah tidak sabar untuk itu”. Bisik Reno pada istrinya.


Seketika membuat tubuh Rahayu meremang dan wajahnya memerah.

__ADS_1


__ADS_2