Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Ijab Qobul


__ADS_3

“Silahkan pak, silahkan mari masuk”. Sapa ayah Reno dengan ramah pada tamu yang datang.


Andika mengikuti saja kemana langkah kaki sang mama menyeretnya.


Sesampainya di ruang tamu rumah tersebut, yang di hiasi dengan dekorasi sederhana keluarga berkumpul.


Kini Andika tertunduk lesu tak sedikitpun mengangkat kepalanya, pandangannya fokus ke bawah dengan menahan genangan air mata yang sudah hampir jebol.


“Dik, kamu latihan dulu gih”. Sang Papa menyodorkan selembar kertas berisi tulisan ijab qabul.


Andika menepis kertas tersebut.


Sementara sang Papa dan keluarga yang lain saling berbicara ngobrol-ngobrol ringan sambil menunggu kehadiran penghulu yang masih dalam perjalanan.


Sang mama dan bunda Reno terlihat akrab sekali sedang mencicipi beberapa menu hidangan yang tersedia di ruang tamu tersebut.


Beberapa menit kemudian, Andika memberanikan diri untuk membuka kertas tersebut.


“Puspita Rahayu”. Matanya terbelalak dengan sempurna kala membaca satu nama tersebut.


Andika kembali mengulang untuk membaca kertas tersebut.


“Puspita Rahayu?”.


“Apa aku salah membacanya?, tapi berkali-kali tulisan tersebut tidak berubah”.


Andika mengucek-ngucek matanya.


“Kenapa Dik?”. Tanya sang Papa yang melihat tingkah anaknya.


“Pah ini kenapa namanya Puspita Rahayu?”.


“Ya kan memang pengantin wanita Puspita Rahayu. Jawab sang Papa dengan begitu tenangnya.


Andika masih tak percaya, bukankah nama Puspita Rahayu banyak.


Seakan mengerti apa yang dipikiran sang anak.


“Tuh lihat dulu calon istrimu”. Papa menunjuk satu foto yang terpajang di ruang tamu tersebut.


Andika terbelalak dengan sempurna.


“Hah! Kucingku?”. Ucap Andika dengan begitu terkejutnya, tapi tak bisa di pungkiri hatinya bahagia sekali.


“’Ya Allah”.


“Jadi bagaimana? Masih menolak?”. Ledek Papa pada Andika.


“Tidak Pa, ayo sekarang saja kita mulai”. Andika meraih rangkain melati yang ada di depannya dan memakainya.


“Tadi nangis-nangis, marah-marah sekarang minta buru-buru”. Giliran Mama yang meledek sang anak.


“Kalian kenapa tega sekali sama Dika”.


“Ini kejutan buat perjaka yang tak lagi muda”.


Jangan tanya gimana ekspresi Andika sudah pasti dia langsung jingkrak-jingkrak heboh sendiri dengan senyum yang mengembang sempurna di wajahnya.


Beberapa saat kemudian penghulu dan petugas KUA sudah datang di kediaman Rahayu.


Acara akad nikah, di lakukan dengan terpisah, dimana Rahayu dan Andika akan di pertemukan saat mereka sudah selesai melaksanakan ijab qabul.

__ADS_1


Semua orang sudah bersiap di ruang tamu tersebut, duduk dengan begitu rapinya membentuk lingkaran sedangkan Andika berada di tengah-tengah mereka semua.


“Mana calon pengantinnya”. Tanya pak Penghulu pada semua yang ada di ruang tamu.


“Saya pak”, jawab Andika dengan cepat.


“’Sudah siap mas?”.


“Sudah pak, sangat siap”.


Pak Penghulu tampak heran dengan kostum Andika yang tak seperti pengantin pada umunya, menggunakan sarung dengan baju koko warna biru serta memakai hiasan kalung melati.


Moment ini akan menjadi hari yang bersejarah bagi Andika, akhirnya setelah perjalanan yang panjang dan begitu melelahkan tibalah hari yang di tunggu-tunggu. Moment ini sangat mendebarkan karena dalam melakukan ijab qabul sang pengantin pria harus lancar dan tegas dalam pengucapannya.


“Jangan tegang”. bisik Mama yang mendekat di sebelah Andika


Andika hanya menganggukkan kepalnya saja.


Bapak Rahayu mulai menjabat tangan Andika untuk memulai proses ijab qabul ini.


“Sudah siap nak?”, tanya Bapak Rahayu pada sang calon menantunya.


“Sudah pak”.


“Ananda Andika Putra Maharaja, bin bapak Maharaja saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dnegan anak saya Puspita Rahayu binti Subiantoro dengan mas kain seperangkat alat sholat dibayar tunai”.


“Bagaimana para saksi?, sah?”


Dengan kompak semua orang yang ada di dalam ruang tamu tersebut mengucapkan sah.


“Alhamdulilah”.


“Alhamdulilah nak, kamu sudah menjadi istri orang selamat ya sayang”.


Rahayu masih menangis dan semakin kencang sekali.


“Sudah, sudah jangan menangis percayalah ini yang terbaik untukmu”.


“Tapi bu mas Andika”. Rahayu kembali memeluk sang Ibu.


“Sudah tenang-tenang saja, suamimu yang ini juga gantengnya seperti Andika, baiknya juga seperti Andika bahkan namanya juga sepertinya sama”.


Sayangnya Rahayu tak menyadari ucapan sang Ibu, Rahayu terlanjur sedih dengan apa yang terjadi padanya.


“Ayo sekarang kita keluar dulu, suamimu sudah menunggu di depan”. Ibu meraih tangan Rahayu dan membantunya untuk berdiri.


Sedang Rahayu masih enggan untuk meninggalkan kamarnya.


“Ya Allah, kenapa harus seperti ini, bagaimana bisa aku memiliki suami yang aku sendiri tak pernah mengenalnya bahkan namanya saja aku tak tau”. Teriak Rahayu dalam hatinya.


Ibu kembali membantu Rahayu untuk berdiri dan membawanya keruang tamu yang sudah di tunggu banyak orang.


Sesampainya ruang tamu pun Rahayu masih tertunduk, dengan air mata yang jatuh begitu saja tanpa bisa di bendung.


“Cium tangan suamimu dulu nak”. Perintah Ibu pada Rahayu yang ada di sebelahnya.


Sedang Andika mulai mengulurkan tangannya.


“Sekarang sudah boleh kok untuk di cium tangannya, silahkan sayang”. Ucap Andika dengan begitu lembut.


Suara itu.

__ADS_1


Deg.


“Ayo sayang”.


Suara itu seperti tidak asing dengan telingaku.


Rahayu memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya untuk melihat sang suami.


“Mas Andika”. hiks hiks


Rahayu begitu terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya.


Reflek dia kembali menangis dan memeluk sang Ibu yang berada di sebelahnya.


“Ibu apakah aku bermimpi”. Bisiknya pada Ibu yang ada dalam pelukannya.


“Nak, suami kamu yang di depan itu”. ucap semua orang kompak dalam ruangan tersebut dengan menunjuk ke arah Andika.


Rahayu kembali menangis sesenggukan karena teramat bahagia dengan moment ini.


“Ya Allah”. Air matanya kembali luruh bahagia.


Semua orang yang ada dalam ruang tamu tersebut tertawa melihat dua pengantin baru hari ini.


Andika dengan kostumnya dan Rahayu dengan segenap ekspresi dan tangisannya.


Rahayu lekas mengusap air mata yang membasahi wajahnya, dan lekas meraih tangan Andika untuk mencium telapak tangannya.


Andika mencium kening Rahayu dan meletakkan tangannya di ubun-ubun sang istri seraya mengucapkan do'a.


ALLAHUMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA A KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’USZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JANALTAHA ALAIHI”.


Rahayu pun mengamini.


Mendadak suasana ruangan menjadi haru biru melihat pasnagan ini.


“Ya Allah untung saja sudah belajar menghafalkan daa ini dari beberapa hari setelah melamar Rahayu”. ucap Andika dalam hati.


Kedua pengantin tersebut lekas menandatangi buku pernikahan mereka yang di pandu oleh petugas KUA, tak lupa tukang foto mengabadikan moment tersebut.


Setelah itu mereka melakukan sungkeman, meminta restu pada orang tua Rahayu, orang tua Andika dan juga orang tua Reno.


Pasangan pengantin paling lucu sepanjang sejarang tukang foto dalam mengabadikan moment pernikahan.


Dengan kostum dan riasan yang sudah tak berbentuk.


“Apa mau ganti baju dulu?”. tawar tukang foto sesaat setelah mengambil beberapa foto.


.


.


.


.


.


.


Hayuk teman-teman ke rumah Rahayu ikut syukuran 🎊

__ADS_1


__ADS_2