Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Pengantin Baru


__ADS_3

Reflek membuat semua orang yang ada di ruang tamu tersebut tertawa secara bersamaan.


Menyadari hal itu, MUA yang telah di pilih khusus oleh orang tua Reno bergegas memberikan kode pada kedua mempelai untuk mengikutinya. Mereka akan mengganti baju pengantin tersebut sesuai yang di siapkan oleh keluarga.


Beberapa menit kemudian pasangan pengantin baru telah siap dengan kostum barunya, memakai kebaya warna marun lengkap dengan bawahannya, begitu pula Andika yang memakai baju senada dengan istrinya. Tukang foto lekas mengabadikan setiap moment yang berlangsung untuk mereka berdua.


Meskipun di lakukan dengan sederhana, namun kedua keluarga besar tetap berkumpul dan beberapa tetangga Rahayu yang turut serta memberikan ucapan selamat yang datang sili berganti. Hingga menjelang pukul sembilan malam tamu undangan dan kerabat mulai berpamitan.


Menjelang pukul sepuluh malam semua keluarga sudah tidak ada sama sekali, hanya menyisakan kedua orang tua Rahayu yang tampak kelelahan sedang orang tua Andika dan orang tua Reno sudah kembali ke rumah mereka sejak selesai sholat magrib. Rahayu dan Andika pun beristirahat mulai masuk ke kamar mereka.


Rahayu mandi terlebih dahulu, karena meskipun sudah malam setelah menggunakan kebaya, badan terasa lengket semua, begitu juga Andika yang menyusul untuk mandi secara bergantian malam itu.


Setelah mandi mereka berdua menunaikan sholat isya berjam’ah untuk yang pertama kalinya setelah menjadi suami istri, kedua pasangan pengantin  baru ini begitu bahagia sekali.


Setelah menjalankan sholat isya, Andika mengajak Rahayu untuk menunaikan sholat sunah dua rakaat setelah menikah.


Rahayu mencium tangan Andika yang kemudian di balas dengan belaian lembut di kepala yang dulu sering mereka lakukan saat masih kuliah, namun semua terasa berbeda dengan sekarang. Bahagia sekali begitulah kira-kira.


Setelah menjalankan sholat berjamaah, Rahayu menuju meja rias untuk menyisir rambutnya di depan cermin kamarnya, Andika yang melihat pemandangan tersebut lekas datang menghampiri dan memeluk dengan erat dari belakang.


“Sayang, aku rindu sekali denganmu, aku sangat mencintaimu”. Andika semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Rahayu.


Rahayu tersenyum.


“Sayang kalau sudah halal bebas, boleh dong ya”. Andika menaikan alisnya untuk menggoda sang istri.


Rahayu kembali tersenyum dengan wajah yang sudah merah padam.


“Sayang, hari ini aku bahagia sekali, akhirnya cinta kita bisa bersatu dalam ikatan yang suci meskipun dengan prahara sandiwara yang membuatku menangis juga sangat teramat bahagia”.


“Aku juga bahagia sekali mas”.


Andika mulai membalikan tubuh Rahayu untuk berhadapan dengannya, memandang dengan lekat dan begitu wajah ayu istri yang ada di depannya, cukup lama mereka saling berpandangan dan melempar senyum satu sama lain.


Perlahan Andika mulai mendekatkan wajahnya ke sang istri, semakin dekat dan semakin dekat, hingga deru nafas masing-masing dapat saling mereka rasakan. Bahkan detak jantung kedua pasnagan pengantin dapat saling terdengar.


Lima cm.


Tiga cm.

__ADS_1


Satu cm.


Tok...tok...tok....


Suara ketukan pintu dari luar kamar mereka berdua terdengar beberapa kali.


“Mas, buka dulu pintunya”, minta Rahayu pada sang suami dengan lemah lembut.


“Haduh”, Andika mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.


Sementara Rahayu tertawa kecil melihat tingkah sang suami.


Andika dengan langkah terpaksa menuju pintu kamar dan membukanya.


“Bapak, ada apa?”.


“Ada teman Rahayu yang baru datang”. jawab bapak Rahayu.


“Siapa pak?”.


“Tidak tahu nak, coba kamu keluar dulu”.


“Ngeh pak”.


“Ada siapa mas?”. Tanaya Rahayu yang sedang duduk di tepi ranjang kamar mereka.


“Tidak tahu sayang, katanya teman kamu, buruan yuk temuai dulu”.


“’Setelah itu.....


“Setelah itu...”. Andika mencubit lembut pipi sang istri.


Rahayu hanya tersenyum malu dengan wajah yang memerah.


Keduanya bersiap untuk menuju ruang tamu menemui teman mereka yang datang, tak lupa Rahayu memakai jilbabnya terlebih dahulu meskipun sudah memakai baju piyama tidur panjang.


Sepanjang perjalanan menuju ruang tamu yang mereka berdua saling bergandengan tangan dan melempar senyum satu sama lain.


“Gandengan terus”. Goda salah satu dari teman mereka yang datang.

__ADS_1


“Nina, Sari” aaa”. Teriak Rahayu pada kedua sahabatnya tersebut dengan meregangkan tangannya bersiap untuk memeluk dua sahabatnya tersebut.


Mereka bertiga saling berpelukan dengan erat, melepas segala kerinduan yang ada, makhluk ketiga sahabat ini sudah lama tidak berjumpa sejak pernikahan Rahayu dengan Reno beberapa tahun yang lalu.


“Hem gitu ya, tega nikah gak bilang-bilang!”, Gerutu Nina pada Rahayu.


“Ya Allah maaf ya teman-teman, ini semua di luar rencana aku juga tidak menyangka akan menikah hari ini dengan mas Andika”. Rahayu melirik sang suami.


Sedang Andika hanya tersenyum dengan wajahnya yang begitu mempesona.


“Ceritanya, cinta lama belum kelar nih ya”. Goda Sari pada kedua pasnagan pengantin baru ini.


“Akhirnya takdir berpihak pada kalian berdua ya, aku turut bahagia melihatnya”. Ucap Sari dengan memeluk kembali Rahayu.


“Eh bwt ini bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu kembali dengan mas Dika?”.


Rahayu dengan detail menceritakan semua yang terjadi dan mereka lewati selama beberapa tahun ini, tak lupa Rahayu juga bercerita tentang drama hari ini yang terjadi oleh sutradara’i keluarga mereka sendiri.


Nani dan Sari menyimak setiap perkataan yang di lontarkan Rahayu, sesekali mereka turut tertawa, sesekali mereka ikut bersedih dengan apa yang sudah terjadi pada sahabatnya, dan sesekali mereka tertawa puas dengan apa yang sudah di lakukan keluarga Rahayu dan Andika hari ini.


Sari dan Nina baru sampai di kediaman Rahayu menjelang pukul sepuluh malam karena, rumah mereka yang cukup sangat jauh serta mereka baru tahu jika Rahayu menikah dengan Andika dari strory salah satu adik Rahayu setelah sholat magrib.


Terlampau turut bahagia mereka berdua lekas membuat janji untuk datang malam itu juga meski sudah malam dan Sari dalam kondisi hamil besar. Mereka berdua datang dengan suami masing-masing.


Menjelang pukul satu malam, mereka berdua pamit undur diri, Sari dan Nina memilih untuk menyewa penginapan terdekat karena tidak mau merepotkan keluarga Rahayu kerena kehadiran mereka yang dadakan.


“Kami pulang dulu ya besti”. pamit keduanya pada Rahayu.


“Jangan lupa segerakan”. bisik nina tepat di telinga Rahayu.


Rahayu hanya tersenyum mendengar penuturan sahabatnya.


Akhirnya dua pasang sahabat tersebut lekas kembali ke penginapan, Rahayu dan Andika turut serta mengantarkan hingga ke depan pekarangan rumah mereka.


Sepeninggalan Sari dan Nina, Andika lekas menarik tangan sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar.


“Alhamdulilah, hari ini kita sudah menjadi pasangan suami istri sayang, usaha tidak pernah mengkhianati hasil memang”.


“Ujian cinta kita tak sedikit, kita terpisah cukup lama dengan jarak dan waktu. Rindu dalam diam itu selayaknya kita bernafas dalam tempat yang teramat sangat sempit. Begitu menyiksa dan melelahkan. Demi keberkahannya aku rela menunggu itu semuanya”.

__ADS_1


“Jadi bolehkah aku sekarang menuntaskan segala rinduku yang teramat sangat membelenggu ini istriku sayang?”. Bisik Andika tepat di telinga Rahayu.


Seketika membuat tubuh Rahayu bagai tersengat aliran listrik.


__ADS_2