
Mendapati pemandangan yang mengajukan di depan mata, Andika tertawa bahagia.
“Sayang pakailah saja baju yang ada dulu itu”.
“Sini biar aku pilihkan”.
Andika turut serta membongkar koper tersebut, ia semakin bahagia sekali ketika mendapati isi koper tersebut benar-benar baju kurang bahan semua seketika hatinya bersorak penuh kemenangan.
“Sudah sementara pakai saja yang ini dulu selama di kamar, nanti malam kita jalan-jalan cari baju”.
“Mas bagaimana bisa aku memakai baju seperti ini?, yang ada aku akan masuk angin”, keluh Rahayu dengan begitu kesalnya.
“Aku siap memberimu kehangatan”.
“Dilarang keras protes permintaan suami, ayo sayang cepat pakai yang ini”.
Kini tangan Andika mengulurkan baju haram warna hitam yang ketika di pakai oleh Rahayu akan terlihat sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.
“Mas malu”, rengeknya ketika selesai menggunakan baju pilihan Adika.
“Sempurna”. jawabnya lirih.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama mereka berdua kembali beradu untuk menyatukan cinta mereka.
***
Malam harinya pasangan pengantin baru tersebut, mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli baju mereka. Rupanya bunda benar-benar memberi kejutan untuk mereka berdua.
Kali ini Rahayu memakai baju yang ia gunakan tadi waktu berangkat, sebenarnya Rahayu sendiri tidak percaya diri dengan baju itu, bukan tanpa alasan sudah sedikit berbau meskipun beberapa kali menyemprotkan parfum di baju itu.
Memasuki area pusat perbelanjaan, tangan mereka tak pernah lepas satu sama lain, Andika begitu posesif mengandeng sang istri kemanapun kaki melangkah. Kini mereka berdua sedang memasuki satu toko baju brand muslim yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
Andika memimpin langkahnya untuk masuk ke dalam, meski berkali-kali Rahayu menolaknya untuk membeli di situ, menurut Rahayu harganya terlalu mahal dan tidak ramah lingkungan toh kalau misalnya nyangkut kena paku bajunya juga bakalan robek.
Kini giliran Rahayu yang menarik lengan sang suami untuk memilih baju di temat yang merakyat, sesuai dengan karakter Rahayu yang sederhana dan apa adanya.
Rahayu memandang satu persatu baju muslim yang di pajang di toko tersebut, beberapa kali tangannya melihat nominal harga yang tertera dalam baju itu. Meskipun sekarang sudah hidup dalam kecukupan tapi entah mengapa selera belanja Rahayu masih sama seperti dulu, asalkan nyaman di pakai tidak pernah fanatik pada brand-brand tertentu.
“Jadi pilih yang mana sayang?”. Tanya Andika, karena dia begitu heran melihat Rahayu yang dari tadi hanya mondar-mandir melihat baju yang ada di toko tersebut.
“Bingung mas mau pilih yang mana”. Jawabnya dengan melihat deretan baju yang ada di tok tersebut.
__ADS_1
“Sudah ambil saja mana yang kamu mau sayang”.
Rahayu kembali memilih-milih baju yang ada, pilihan jatuh pada baju atasan warna biru muda dengan rok warna navi polos tentu dengan kerudung senada warna baju itu.
“Udah mas”, Rahayu melangkahkan kakinya menuju kasir untuk membayar baju tersebut. Tangannya terulur menyerahkan satu kartu untuk melakukan transaksi pada kasir.
“Pakai ini saja”, Andika menyela dan memberikan kartunya pada kasir.
“Sudah sayang, pakai ini saya kamu kan sekarang sudah menjadi tanggung jawabku, lagian itu pasti uang dari almarhumah Reno, sebaiknya simpan saja uang tersebut gunakan dalam kebaikan yang kiranya bermanfaat untuk almarhum”.
Rahayu tersenyum mendengar perkataan sang suami yang menyentuh hatinya.
“Oh ya jangan cuma beli satu baju saja, ayo pilih lagi untuk beberapa ganti nanti”.
“Sudah mas ini lebih dari cukup”.
“Tidak, ambil lah lagi untuk ganti beberapa hari, selama menikah aku juga belum membelikan baju sama sekali untukmu sayang”.
Andika teringat jika dia belum memberikan nafkah lahir pada sang istri sama sekali setelah mereka menjadi pasangan suami istri, Andika hanya rutin memberikan nafkah batin saja.
"Pakailah ini, gunakan untuk segala keperluan yang kamu butuhkan, jika masih kurang nanti katakanlah, aku dengan senang hati akan memberikan".
Tangannya terulur memberikan kepingan kecil kartu pada sang istri.
“Apa kamu menyukai ini?”, tawar Andika menunjukan pilihannya.
Rahayu hanya menganggukkan kepalanya saja.
“Belanjalah yang banyak sayang, anggap saya sebagai ganti untuk seserahan yang belum ku berikan padamu”.
“Tidak mas, ini sudah lebih dari cukup”.
“Ini perintah sayang, aku ingin membelikan banyak barang dan pakaian untukmu”.
Dengan sigap tangan Andika memilih beberapa baju dari ujung rambut hingga ujung kepala, Andika juga memberikan beberapa aksesoris untuk hijab Rahayu tak lupa sepatu, sandal dan tas yang lengkap dari berbagai model terbaru. Andika juga membelikan Rahayu perhiasan satu set lengkap.
“Mas ini terlalu banyak, jangan berlebihan’. keluh Rahayu ketika melihat keranjang belanjaannya sudah baris lebih dari lima troli.
“Tenang saja sayang, aku tidak akan miskin dengan membelikan semua barang-barang ini, aku ingin membelanjakan mu, bukankah seorang istri adalah cerminan dari sang suami”.
“Mas sudah ini lebih dari cukup untukku’’.
__ADS_1
Rahayu memang berbeda dengan wanita yang lain, jika para wanita akan bahagia sekali ketika di manjakan untuk membeli barang-barang lain halnya dengan Rahayu, Rahayu lebih memilih untuk membeli sesuai kebutuhan dan menabung untuk kehidupan mereka di kemudian hari.
Andika yang di ikuti dengan lima pegawai toko tersebut berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang belanjaannya, semua pengunjung yang ada di toko tersebut terpana melihat isi troli yang di bawa Rahayu, Andika dan beberapa karyawan toko.
Samar-samar terdengar bisik-bisik mereka.
“Enak sekali ya jadi istrinya, di belanjaan sebanyak itu”.
“Cari di mana ya suami model begitu, pasti bahagia sekali hidup istrinya dalam kemewahan”.
“Ya Allah udah ganteng, royal sayang istri pula, duh suami idaman banget dah”.
Dan masih banyak lagi bisik-bisik dari pengunjung yang terdengar, hingga membuat Rahayu risih dengan tatapan mereka.
“Mas kan, di lihatin orang terus tuh ini berlebihan”, keluhnya dengan *******-***** baju Andika.
Sedang Andika semakin gemas dengan tingkah istrinya.
Cup.
Andika menciumnya sekilas, hingga membuat bola mata Rahayu membulat seketika.
“Mas ini di tempat umum”.
Andika tak peduli hanya senyum jahil dan menaikan alisnya.
“Sayang ini semua tidak gratis lo”.
Deg.
“Kamu harus bayar”, bisiknya pada Rahayu.
“Tapi mas?”.
“Dengan tubuhmu sayang, aku minta jatah dobel-dobel sampai pagi, pantang selesai sebelum azan subuh berkumandang”.
Mendengar ucapan Andika seketika tubuh Rahayu menegang, ngeri sekali membayangkan hal itu.
Honeymoon hari pertama mereka habiskan dengan berbelanja seserahan yang tertunda, di lanjutkan dengan makan malam romantis di salah satu resto dekat hotel tempat mereka menginap
Alunan live manambah kesan romantis malam itu.
__ADS_1
"Kau begitu sempurna...."