
Tak terasa aku sudah memasuki semester enam, aku sudah menjalankan kewajibanku untuk praktek kerja lapang bulan lalu, sekarang waktunya untuk mengerjakan laporan praktek kerja lapang dengan sungguh-sungguh agar tidak mengulang tahun depan. Amit-amit kalau sampai mengulang butuh biaya dan tenaga yang jauh lebih besar.
Hari-hari aku isi dengan mengerjakan laporan praktek kerja lapang dan konsultasi dengan dosen pembimbing, aku mengalami sedikit kendala ketika harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing karena kebetulan pembimbingku sekertaris jurusan jadi sangat sibuk sekali. Aku harus berusaha lebih keras jika ingin menemuinya.
Ketika jadwal ujian praktik tinggal dua bulan aku belum juga mampu menyelesaikan laporan praktek kerja lapangan. Keputusan untuk menunggu dosenku setiap hari agar aku bisa mengejar waktu ketertinggalan ku beberapa bulan yang lalu.
Pukul enam pagi aku sudah berangkat ke kampus, sengaja berangkat lebih awal biar bisa mendapat antrian konsultasi. Konsultasi dengan dosen pembimbing membutuhkan waktu yang lumayan lama sedangkan mahasiswa bimbingannya sangat banyak dan dosen pembimbingku memiliki kesibukan yang luar biasa padatnya.
Satu minggu berlalu, aku masih setia berangkat pukul enam pagi sampai laporanku acc dan siap ujian demi tak mengulang tahun depan dan tak tertinggal dengan teman-teman yang lain. Rupanya usahaku tak sia-sia setelah hampir dua minggu ini laporan praktik kerja lapanganku akhirnya sudah acc dan siap untuk ujian.
***
Batas waktu yang ditetapkan oleh pihak akademik untuk melakukan ujian praktek kerja lapang di semeter ini sampai akhir bulan, jika tidak bisa ujian maka akan mundur di semester depan. Aku bergegas menuju akademik untuk mendaftar ujian praktek kerja lapang dan melihat jadwal dosen pembimbing dan penguji yang kosong selain itu aku juga harus mencari ruangan ujian yang kosong.
Berkali-kali aku mengecek dan mencocokkan jadwal pembimbing, penguji dan ruangan sidang ujian yang kosong sangat susah sekali. Ketika jadwal pembimbing dan penguji yang kosong maka ruang ujian sidang yang penuh, ketika ruang sidang tersedia dan dosen penguji kosong maka jadwal dosen pembimbing yang bentrok.
“Yaallah kalau begini terus aku kapan ujiannya”. Batin Rahayu dalam hati, langkahnya gontai menuju akademik untuk melihat kembali jadwal yang kosong.
“Pak permisi untuk tanggal dua puluh tiga bulan ini apakah ruang sidang ada yang kosong?, saya mau mendaftar untuk ujian praktek kerja lapang?”. Tanya Rahayu pada petugas akademik di fakultas tersebut.
“Maaf dek ruang sidang tidak ada yang kosong sampai akhir bulan”. Jawab petugas akademik.
“Tapi pak apakah tidak bisa di usahakan untuk kosong dua jam saja?, batas ujian hanya sampai akir bulan ini pak dan jadwal dosen pembimbing dan penguji saya yang kosong tinggal ini saja pak”, Rahayu memasang wajah yang sangat menyedihkan berharap petugas akademik akan iba padanya.
“Maaf dek tidak bisa, kamu telat daftar ujiannya keburu di ambil mahasiswa yang lain yang mau ujian juga”, jawab pihak akademik yang membuat senyum rahayu lenyap sepanjang hari.
__ADS_1
***
Tanpa Rahayu sadari ada seseorang yang sedang mendengar kesulitannya saat ini, iya dia adalah Andika seorang pahlawan yang sangat di kagumi oleh Rahayu selama ini. Beberapa hari yang lalu Andika juga sedang mendaftar untuk ujian, bedanya Andika mendaftar untuk ujian tugas akhir atau skripsi.
Sebenarnya tanpa harus mengerjakan skripsi Andika bisa saja langsung lulus karena dulu pernah ikut lomba pekan kreativitas mahasiswa dan menjadi juara. Di fakultasnya penelitian pekan kreativitas mahasiswa dapat di konversi menjadi skripsi, namun karena ingin merasakan hal yang sama dengan teman-teman seangkatannya maka Andika memilik untuk membuat skripsi sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana.
“Pak maaf mbak yang tadi kenapa?”, tanya Andika pada pihak fakultas.
“Oh itu mas mau nyari jadwal ruang sidang yang kosong, kebetulan ruang sidang sudah penuh semua sampai akhir bulan”, pihak fakultas menjelaskan sedikit pada Andika.
“Apa sudah benar-benar tidak ada yang kosong lagi pak?”, Andika kembali memperjelas pertanyaannya.
“Untuk jadwal yang di ajukan oleh mbak tadi sudah tidak ada mas, ini ada jadwal pembimbing dan pengujinya yang kosong tapi ruangannya sudah di pakai dan hanya tinggal itu”.
Andika melihat jadwal yang di sodorkan oleh pihak akademik tersebut.
“Tapi itu sudah ada yang daftar mas”.
“Tidak papa pak kebetulan itu jadwal ujian skripsi saya, biar nanti saya yang mundur di jam sepuluh atau maju di jam delapannya, kebetulan pembimbing dan penguji saya semuanya kosong di hari itu”.
“Baiklah kalau begitu mas, tolong segera urus ulang surat-suratnya, biar saya hubungi mbak yang tadi”. Tutur petugas akademik yang membuat lega Andika.
Rahayu yang mendapat kabar tersebut lekas bergegas menuju akademik fakultas untuk mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan. Tak butuh waktu yang lama sehari semua berkas-berkas dan tanda tangan dari dosen penguji maupun pembimbing sudah di dapat. Lega rasanya itulah yang di rasakan Rahayu.
“Trimakasih ya pak untuk kesempatannya”, ucap Rahayu seraya menundukkan badan.
__ADS_1
“Trimakasih sama mas-mas ganteng itu lo mbak yang kemarin mau mundur ujian biar mbak Rahayu bisa ujian dulu”. Jelas pihak akademik.
“Mas siapa pak? Biar saya menemuinya ingin mengucapkan trimakasih”.
“Aduh maaf mbak saya lupa, dia ujian skripsi pokoknya , orangnya ganteng, putih dan tinggi”.
“Baik pak terima kasih informasinya”. Rahayu lekas bergegas meninggalkan akademik dan bersiap-siap pulang untuk belajar ujian lusa.
“Siapapun kamu yang sudah menolongku semoga segala kebaikan selalu menyertai, semoga ujian skripsinya lancar dan di beri kemudahan dalam segala hal”, doa Rahayu tulus untuk orang yang membantunya.
***
“Bu doakan Rahayu ya hari ini aku ujian praktek kerja lapang semoga lancar hasilnya memuaskan”. Pamit Rahayu pada ibunya lewat telfon pagi itu.
“Ibu dan bapak selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak, semoga ujiannya lancar dan tidak ada kendala sama sekali aamiin”.
“Trimakasih ya bu”. Rahayu lekas mengakhiri sambungan teleponnya.
Seperti mahasiswa lain yang akan ujian praktek kerja lapang maupun skripsi, pagi ini Rahayu menggunakan kemeja putih polos dengan bawahan rok hitam span panjang dengan jilbab warna hitam serta memakai almamater.
“Wah pakai baju seperti ini jadi ingat saat ospek dulu”.
Rahayu berangkat ke kampus lebih pagi untuk mempersiapkan semuanya dan memastikan semuanya tidak ada yang kurang, setibanya di kampus dia kembali membuka-buka draf laporan praktek kerja lapang yang sudah di kerjakan.
Bibir Rahayu tak berhenti komat-kamit membaca materi dan doa untuk menghindari nervous yang di rasanya.
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul sembilan tepat, Rahayu lekas memasuki ruang sidang tersebut, tanpa Rahayu sadari Andika datang ke ruang sidang. Andika tersenyum melihat di balik kaca kecil yang ada di pintu ruang sidang tersebut.