Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Final


__ADS_3

Blus seketika pipiku memerah seperti kepiting rebus.


“Iya aku cinta kamu adikku” mas Andika tampak memperjelas ucapannya, takut aku salah terima.


“iya kakakku” jawabku dengan sedikit kecewa.


Dengan berat hati aku harus menerima kenyataan kalau mas Andika hanya menganggap aku sebagai adiknya.


“wah adiknya ya? Saya kira pacarnya kak? Ujar salah satu peserta pemilik boneka ajaib.


“iya ini adek saya” sambil mas Andika memegang kepalaku.


“Bolehlah mas kalau begitu saya daftar dari calon adiknya, siapa tau adiknya mau sama saya” goda salah satu peserta cowok.


“adik saya tidak boleh main cinta-cintaan” jawab mas Andika posesif.


Enak kali aku tidak boleh pacaran atau dideketin orang lain, tapi situ punya pacar, emang aku ini apa? Adik ketemu gede? Aku seperti ada tapi tidak ada, aku seperti mahkluk transparan mungkin di matamu mas, ungkap segala keresahan di hatiku.


Mas Andika benar-benar membeli satu boneka tersebut dengan custom tulisan “aku sayang kamu adikku” boneka tersebut juga di berikan padaku. Aku memilih model boneka beruang yang berukuran kecil agar mudah dibawa ke mana-mana saat bepergian serta enak dipeluk.


Kami melanjutkan langkah untuk melihat-lihat karya dari peserta lomba yang lain. Karya dari mahasiswa pilihan ini memang benar-benar bagus semua, rasanya tak pantas jika harus ada yang kalah karena memang inovasi-inovasi yang ditawarkan begitu bagus-bagus dan berguna untuk masyarakat.


“Namanya kompetisi yu sebagus apa pun sudah pasti harus dipilih kembali yang paling bagus untuk menjadi juara nya”


“iya sih mas, rasanya semua karya mereka memiliki karakteristik dan kemanfaatan tersendiri, kalau kelompok kita kalah bagaimana?”


“kalah menang itu sama saja yu, bisa masuk dalam finalis dan diberi kesempatan untuk berdiri di sini saja sudah merupakan prestasi tersendiri yang tidak semua mahasiswa mampu lakukan, kita sudah ikhtiar semaksimal mungkin, tapi kamu harus tau bahwa yang menentukan hasil hanya Allah kita jangan terlalu dalam mencampuri urusan gusti Allah”.


Bijak bijak makin sayang deh batinku.


“Kita balik yuk mas, sudah terlalu lama meninggalkan mbak Sarah dan mas Dimas kali aja mereka gantian mau jalan-jalan”


“Iya ayo” Sepanjang perjalanan menuju tempat stand, kami berjalan dengan mta yang berhenti memandang samping kanan kiti yang penuh dengan pameran hasil produk peserta lomba, begitu takjub aku melihatnya, mereka semua hebat, mereka semua keren dan mereka semua orang-orang pilihan.


“Enak ya jalan-jalannya? Sampek lupa jalan kembali?” sindir mbak Sarah pada kami.


“Jalan-jalan sana biar bisa lihat-lihat produk yang lainnya” jawab mas Andika.


“Gimana mau jalan-jalan, kalian aja berabad-abad tidak kujung kembali juga”

__ADS_1


“maaf ya mbak” Aku sedikit menundukkan kepala takut kalau mbak Sarah marah.


“Eh tidak kok adek Rahayu, aku cuma bercanda bentar lagi sekalian habis makan siang gantian aku yang jalan-jalan sama Dimas”


“Iya kan Dim?” ajak mbak Sarah. Siapa tau ada yang nyantol gebetan sukur-sukur dapat jodoh sekalian, maklum semester 3 masih jomblo saja.


Waktu menunjukan pukul 16.00 semua peserta masih disibukan dengan aktivitas masing-masing, ini adalah hari terakhir dalam rangkaian acara pimnas ke 25 sebentar lagi pengumuman aku di mulai.


Semua peserta mulai berbondong-bondong menuju ke aula yang telah disiapkan untuk acara penutupan. Pengumuman pemenang akan dilakukan di sana, sebagian dari hasil lomba juga sudah terpajang di papan pengumuman.


Aku dan mbak Sarah mulai berlari menuju papan pengumuman, berharap besar menemukan nama kelompok kami di sana. Mas Andika dan mas Dimas masih di stand merapikan sisa-sisa pameran kelompok kami dan bersiap-siap untuk berkemas.


Kami berlari bersama mbak Sarah membelah kerumunan mahasiswa yang sama-sama sedang mencari nama kelompok mereka. Perasaanku sungguh tidak karuan saat ini, takut melihat kenyataan kalau misalkan kelompok kami kalah.


Aku dan mbak Sarah membaca satu persatu nama yang sudah terpajang di papan pengumuman tak kunjung menemukan nama kelompok kami, aku berganti arah mencari di bagian sebrang sana kanan tapi tak kunjung pula aku menemukan nama kelompok kami di daftar pemenang,


Baik di pemenang emas, perunggu maupun perak tidak pula aku menemukan nama kelompok kami.


“Sepertinya kita kalah mbak?” ucapku pada mbak Sarah dengan wajah yang sudah tidak enak di pandang. Mbak sarah tidak memberi jawaban apa-apa hanya memelukku saja.


“Kalah menang itu biasah yu, kamu masih semester awal masih bisa mencoba di lain waktu dan kesempatan”


Langkahku sudah gontai mendekati mas Andika dan mas Dimas, seakan mereka sudah tau apa yang akan aku katakan.


Tiba-tiba dari arah belakang aku mendengar dan melihat mbak Sarah yang berlari sangat kencang menghampiri kami dan mengatakan


“emas emas”


“Kita dapat emas”


“Kita menang emas”


“Apa sih mbak, bukannya nama kelompok kita tidak ada di daftar pengumuman? Jangan membuat harapan palsu” ucapku dengan wajah yang sedih.


“Beneran, lihat aja tuh baru aja di tempel”


“Ayo ke sana kalau tidak percaya”


Kami berempat bergegas berlari menuju papan pengumuman yang baru saja di pasang.

__ADS_1


Banyaknya mahasiswa yang ingin melihat pengumuman terakhir itu membuat aku kesulitan untuk melihatnya, mas Dimas yang memiliki badan paling tinggi di antara kami lekas berusaha untuk menerobos dan melihatnya.


“Menang” ucap mas Dimas dari kejauhan menuju kami.


Mendengar kami menang lekas kami semua saling berpegangan tangan membentuk lingkaran, melompat-lompat berpelukan terharu bahagia seperti anak kecil yang sedang bermain bersama.


Alhamdulilah.


Kami lekas berkumpul menuju aula yang sudah di tentukan, turut bergabung bersama dengan perwakilan dari kampus kami, rupanya semua sudah berkumpul di sana.Tidak lupa teriakan yel-yel kebanggan dari Univ kami yang terus berkumandang sepanjang pengumuman langsung oleh panitia.


Satu kata satu jiwa Bra Juara


Setiap ada satu pengumuman yang menyebutkan kelompok dari univ kami menang selalu di balas dengan yel-yel.


Pemenang emas “Aplikasi penggunaan Edible film dari alicin umbi lapis kuaci terhadap kualitas penyimpanan bakso” adalah universitas Bra.


Langsung di jawab dengan “satu kata satu jiwa Bra juara”


Pemenang emas “Pemanfaat ekstrak daun cincau sebagai evervesen yang aman dan halal” adalah universitas Bra.


“Satu kata satu jiwa Bra juara”


Pemenang emas “Beras analog dari umbi talas dengan penambahan kulit manggis.


“Satu kata satu jiwa Bra juara”


Dan juara umu pimnas ke 25 tahun ini adalah “Universitas Bra Malang”


Pengumuman disambut dengan riuh haru dan rasa sukur yang luar biasa.


Ini adalah akir yang membahagiakan, ini yang terbaik dari semuanya yang sudah berjuang dan berusaha bersama.


Tidak ada yang pasti dari setiap perjuangan, perjalanan jauh sudah kami tempuh, ratusan hari sudah kami lampai untuk persiapan ini. Lebih dari suatu tahta juara kami belajar arti kebersamaan, kerjasama dan yang paling utama kemauan untuk terus berbenah.


Langkah kecil untuk hal yang besar ini kami dedikasikan untuk orang-orang tercinta, untuk bapak, untuk ibu, untuk sesama pejuang pimnas ini dan untuk almamater kebanggan kami.


Trimakasih universitas Bra kami bangga membawa namamu di laga besar ini. Saat ini dan seterusnya akan kami pertahankan tahta juara “Adhikarta Kerta Widia” ini di bumi Bra.


Satu kata satu jiwa Bra Juara.

__ADS_1


__ADS_2