
"Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang mencintai kita, hargai setiap moment yang ada dengan pasangan kita. Berikanlah kesan sebaik-baiknya seolah kamu terakhir hidup hari ini".
Begitulah kira-kira kata yang sering kali di ucapkan mas Reno ketika masih sehat.
Mas Reno mengatakan hal itu beberapa hari setelah kita menikah, mas Reno juga menginginkanku berhenti bekerja, agar bisa menemani dia sepanjang waktu. Aku pikir itu hanya sebuah permintaan biasa seorang suami terhadap istrinya yang menginginkan untuk membersamai ya.
Ternyata aku salah mungkin itu adalah sebuah firasat yang di rasakan mas Reno jika waktu yang dia miliki tidak lama sehingga menginginkan untuk slalu bersama dengan pasangannya untuk menciptakan kenangan yang indah.
Tapi hari ini aku tersadar itu merupakan sebuah pesan dari mas Reno yang harus aku jalankan.
Mas Reno mamang bukanlah orang pertama yang menempati hatiku, tapi kasih sayang dan perjuangan mas Reno untuk bisa memilikiku begitu besar. Mas Reno rela berkorban banyak hal untukku. Bahkan mas Reno rela menungguku di saat hatiku masih terisi oleh sosok pria lainnya.
Berkat kegigihan dan ketulusannya untuk memperjuangkanmu agar bersedia hidup bersama dengannya. Kasih sayang dan kesabarannya membuatku luluh dan menerima cintanya. Aku dengan sepenuh hati belajar untuk menerima takdir yang ada bahwa mas Reno adalah jodoh yang terbaik yang Allah berikan untukku.
Ketika hati mulai menerima segala takdir yang di berikan yang maha kuasa, dengan sangat cepat pula sang maha kuasa mengambilnya kembali. Seakan ingin menunjukan jika aku tak pantas untuk membersamai laki-laki baik ini.
Inginku marah, tapi siapa yang mampu melawan kehendaknya.
Aku hanya seorang hamba biasah.
Mas Reno pergi meninggalkanku untuk selamanya, mas Reno pergi meninggalkanku tanpa berpamitan sepatah katapun. Bahkan mas Reno pergi saat aku tak berada di sampingnya.
Kenapa mas?. Apa kamu takut aku marah?.
Apa kamu takut aku akan menangis?.
Lihat mas.
Lihat aku di sini begitu rapuh menangisi kepergianmu yang sungguh sangat tiba-tiha tanpa rencana.
Andai aku tahu kamu akan pergi dalan waktu yang begitu cepatnya, tentu aku akan menyerahkan jiwa dan ragaku sejak dulu padamu.
Andai aku tahu kamu akan pergi meninggalkanku dengan secepat ini aku pasti akan ikut kemanapun kamu pergi hari itu.
Andai aku tahu kamu akan pergi meninggalkanku dengan begitu cepatnya aku akan membersamaimu dua puluh empat jam tanpa jeda.
Hiks...hiks...hiks...
Rahayu kembali terisak-isak.
__ADS_1
Ya mungkin karena yang Maha Kuasa lebih mencintaimu mas, tapi sungguh perlahan hati kecilku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu mas. Rasa cinta itu mulai tumbuh dan bersemi tapi kenapa kamu harus pergi bahkan sebelum sempat untuk merawat dan memupuknya agar tumbuh dengan subur.
Terakhir sebelum berangkat bekerja kamu membisikan sebuah kata yang membuatku malu. Kamu berkata aku harus bersiap-siap malam ini mungkin akan menjadi malam untuk kita. Aku begitu bersemangat mas, aku sudah mempersiapkan semuanya, perawatan tubuh, baju-baju dan segala yang di perlukan di malam itu sudah kuperiapkan semuanya.
Tapi mas.
Tapi kenapa kamu pergi meninggalkanku begitu saja bahkan sebelum menyentuhku. Kamu sungguh terlalu buru-buru meninggalkanku, aku merasa belum seutuhnya menjadi istri yang baik untukmu mas.
Apakah ini yang kamu maksud aku harus hersiap-siap?.
Aku tak siap untuk hal ini, aku lelah dengan kehilangan.
Hiks...hiks...hiks...
Tangis Rahayu begitu memilukan.
Kamu memang laki-laki yang baik mas, kamu bahkan mampu menyembunyikan segala kebaikanmu mas yang baru aku tau beberapa hari yang lalu.
Kamu menjadi donatur untuk pondok pesantren yatim selama beberapa tahun terakhir ini, dan aku baru mengetahui hal itu. Semoga segala kebaikan kamu menjadi jariyah penolongmu mas.
Aku berdoa semoga Allah memberikan bidadari-bidadari yang cantik lagi baik mas yang akan menemani hari-harimu di sana. Tapi sungguh dari lubuk hatiku yang terdalam aku begitu iri dengan hal itu, karena aku belum sempat menjadi bidadari ku walau hanya di dunia.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"Nak sabar ya iklhaskan suami kamu, sesungguhnya semua yang bernyawa pasti akan berpulang".
Ayah Reno meraih punggung Rahayu membantunya untuk bangkit dan berdiri kembali.
Bunda Reno lekas memeluk menantunya dengan begitu eratnya. Dua wanita itu saling berpelukan menumpahkan segala kesedihan dan kehilangan yang mereka rasakan bersama.
"Nak sabar ya, dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, takdir Reno memang hanya sampai di sini saja. Kuatkan hatimu, lapangan hatimu untuk menerima semua kenyataan yang ada agar Reno tenang di sana".
Ayah Reno memeluk dua wanita yang sedang menangis bersama-sama.
Hidup dan mati dalam genggaman ilahi takdir adalah kepastia, tapi hidup harus tetap berjalan. Aku akan mencoba untuk kuat masmenerima semua kenyataan yang ada. Aku percaya sebaik-bwiknya rencana adalah yang telah ditetapkan yang maha kuasa.
Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepadanya kita semua pasti akan kembali (QS AL-Baqoroh : 156).
Aku tidak ingin terlalu dalam larut dalan kesedihan, karena saat aku sedih kamu juga pasti merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.
__ADS_1
Aku menyadari segala sesuatu yang ada di dunia itu hanyalah sebuah titipan, dan kamu merupakan titipan yang begitu istimewa dari Allah. Aku sungguh bersyukur sempat memiliki dan berjodoh denganmu meskipun itu hanya sebentar saja.
Ya Allah mengapa engkau menjodohkan kami hanya sebentar saja?
Mengapa engkau begitu cepat mengambil jodoh pilihanmu?.
Aku menyadari semua yang ada di dunia ini hanya sebuah titipan. Saat engkau mengambil titipan itu hamba bisa berbuat apa?.
Lapangan hatiku untuk bisa menerima semua kenyataan yang ada. Aku percaya engkau memiliki rencana terindah di balik itu semuanya.
Rahayu menghapus air mata yang membasahi pipinya. Mencoba kembali tersenyum mengantarkan kepergian suaminya.
Berbahagialah aku akan mencoba melepas kepergianmu dengan ikhlas.
Semua keluarga sudah berkumpul bersama di kediaman rumah orang tua Reno termasuk kedua orang tua Rahayu beserta saudara-saudaranya.
Rahayu lekas memeluk ibunya.
Isak tangis yang dia tahan kembali pecah begitu saja di dalam dekapan sang ibu.
Rahayu menangis tanpa mengatakan sepatah katapun.
Sedih sakit itulah yang di rasakannya.
"Nak jangan bersedih, berprasangka baiklah pada Allah, dia yang maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui".
Ibu Rahayu memeluk anaknya dengan begitu erat, mencoba menyembunyikan segala kesedihan yang ada. menghapus setiap bulir air mata yang membasahi sudut matanya sebelum anaknya melihat
"Bu seminggu yang lalu Rahayu adalah wanita yang paling bahagia menjadi seorang istri. Aku pikir akan lengkap sudah kebahagiaanku".
"Tapi Bu hari ini aku adalah seorang janda".
hiks..hiks..hiks...
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Tangisnya kembali pecah.
*Maaf ya teman-teman belum bisa up banyak eps,laptopku sedang dalam perbaikan. doakan lekas selesai ya.
__ADS_1