Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Kekasih Bayangan


__ADS_3

“Terimakasih saya ucapkan kepada semua yang sudah mendukung dan memilih saya menjadi raja tahun ini, semoga saya mampu mengemban tugas untuk mempromosikan jurusan dan fakultas ini dan mampu mengajak teman-teman untuk terus berkarya melalui wadah-wadah yang sudah di siapkan di jurusan ini sesuai dengan bakat dan minta masing-masing”.


“Untuk yang terakhir saya ingin mempersembahkan satu lagu untuk orang yang sangat istimewa dalam hidup saya”.


Suara riuh tepuk tangan penonton menambah semangat malam itu, tak lupa mbak Eki terlihat sangat bahagia sekali hingga pipinya bersemu merah mendengar mas Dika akan mempersembahkan satu lagu untuknya.


“Yaallah panas sekali Malang padahal ini malam hari”, ucap Rahayu dalam hati.


“Lagu ini spesial untuk orang yang sedang berada di bawah sana”, Andika menunjuk ke satu arah.


Semua orang yang mendengar rasanya tak percaya dengan ucapan Andika, mereka mengira lagu itu akan di persembahkan untuk sang kekasih Eki yang berada di sampingnya. Mereka tidak tahu jika hubungan Eki dan Andika sudah kandas beberapa waktu yang lalu.


Menyadari tangan Andika menunjuk ke arahnya Rahayu lekas berpindah posisi untuk menghindari omongan mahasiswa yang lain.


“Wah yakin Yu bentar lagi kamu jadi artis di jurusan, semua orang pasti mencarimu”, Nina berbisik pada Rahayu.


“Kenapa harus mencari aku? Belum tentu juga yang ditunjuk mas Adika adalah aku, bukankah di sebelah sini banyak sekali orang yang melihat pensi ini”, Rahayu mencoba membela diri.


“Siap-siap aja Yu kamu bakal terkenal sebentar lagi, terkenal dan tercemar”, bisik Sarah menambahkan.


“Kenapa harus tercemar?” Nina menjawab.


“Karena Rahayu di kira jadi orang ketiga diantara raja dan ratu itu, tapi tenang Yu apapun yang terjadi aku akan berada di sampingmu”. Sarah mencoba menenangkan Rahayu yang mulai gelisah.


“Gaes pindah tempat yuk, gak enak banget tatapan ratu yang ada di atas panggung sana”, Rahayu menginstruksi teman-temannya untuk berpindah tempat ke sebelah kanan panggung.


Mereka bertiga lekas pindah di belakang sebelah kanan panggung, meskipun pindah tempat mereka tetap memilih tempat yang paling strategis untuk melihat pensi agar dapat melihat secara full penampilan tanpa ada halangan rintangan yang menghadang.


“Ini pertama kali saya bernyanyi dan lagu ini spesial untuk seseorang”.


Cie cie cie semua pengunjung mulai heboh.

__ADS_1


Padamu pemilik hati yang tak pernah kumiliki


Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku


Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati


Slalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau mau


Aku tau engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Dibalik topeng persahabatan yang palsu


Keu jadikan aku kekasih bayangan


Bertahun lamanya kujalani cinta sendiri (Cakra khan Kekasih Bayangan).


“Wah dalam sekali lagunya, mengisahkan pengalaman pribadi kah? Kira-kira siapa ya kekasih bayangan Andika”, ucap beberapa penonton yang mulai kepo dengan seseorang yang dimaksud Andika.


“Wah jangan-jangan adek tingkat yang satu kelompok sama Andika saat pkm kemarin itu, mereka dekat sekali, aku pernah suatu waktu melihat mereka lagi jalan di bioskop, sudah lama juga sih”, Sahut penonton yang sedang mengobrol tersebut.


“Wah yang anaknya putih, cantik tapi kecil itu kah?, kasian juga ya si Eki sudah cantik-cantik paripurna masih aja cari yang lain”, gosip-gosip pengunjung pensi mulai terdengar.


“Cari yang lebih fresh lebih muda kali”, beberapa gerombolan itu masih menggosip dan sengaja mengeraskan suara mereka, karena mereka menyadari Rahayu ada di sebelah mereka.


Suara lagu mengalun dengan sangat merdu dan mendayu-dayu membuat semua orang yang mendengarnya terhipnotis dan larut dalam suasana.


Suasana yang mendayu-dayu nan romantis malam ini tidak berlaku untuk orang disebelah Andika, iya siapa lagi kalau bukan Eki, wajahnya sudah merah padam menahan amarah dan kekesalan yang sangat meluap-luap. Rasanya ingin segera turun saja dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


“Dik benar-benar ya kamu ingin mempermalukan aku disini, apa sih sebenarnya mau kamu?”. Bisik Eki pada Andika yang masih berada di atas panggung dengan menggunakan mahkota.


“Aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku untuk seseorang, bukankah kita juga sudah tidak ada hubungan lagi”. Andika berbalik berbisik pada Eki.


“Tapi tidak dengan cara mempermalukan aku seperti ini Dik, awas saja aku akan balas semua perlakuanmu ini, dan kau Rahayu anak kecil yang tidak tau terima kasih tunggu lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu setelah ini, kamu haus membayar mahal untuk malam ini”. Cuman Eki dalam hati dengan meremas tangannya dan hati yang sangat sakit.


“Terimakasih atas kesempatannya saya ijin permisi dulu”, sapa Andika yang hendak berpamitan pada penonton.


Namun tentu hal itu dicegah oleh beberapa penonton yang datang.


“Wah siapa nih seseorang spesial yang Dika maksud?”, satu persatu pertanyaan dari MC semakin mengusik malam itu.


“Ada dia sangat istimewa dan sederhana bay sampai jumpa lagi kawan-kawan”. Dika langsung meninggalkan panggung dan turun ke bawah bergabung dengan penonton yang lain.


Melihat kondisi di pensi yang semakin panas dengan gunjingan orang-orang yang mulai kepo dengan orang spesial Dika membuat telinga Rahayu terusik.


Maklum Andika merupakan salah satu cowok limited edison di kampus selain berwajah rupawan, berkulit putih dan memiliki postur tubuh yang bagus, Andika juga anak yang berprestasi, orang berada dan tentunya sholeh sungguh paket lengkap sekali idaman setiap wanita.


Rahayu memutuskan untuk pulang saja meskipun acara pensi belum selesai, dia takut jika akan bertemu dengan Eki, entah akan jadi apa nanti.


“Sar aku mau pulang dulu ya udah malam nih”, rengek Rahayu pada dua sahabatnya tersebut.


“Ya Allah Yu baru jam setengah sepuluh udah mau ngajak pulang aja, kayak anak bayi deh jam segini sudah ngantuk minta di kandangin”. Ledek Nina pada Rahayu.


Sebenarnya Rahayu juga masih betah melihat pensi, lagian acara pensi ini juga cuma setahun sekali tapi dia takut Eki akan mencarinya malam itu.


“Kalian lihat saja deh berdua nikmati dulu acaranya, mumpung ada pensi gratis toh masih banyak hiburan yang belum tampil, siapa tau dapat gebetan juga, aku pulang dulu nanti kalau kemalaman gerbang kos ku di kunci lagian aku mulai kedinginan tadi tidak bawa jaket nanti aku malah biduran”, jawab Rahayu membujuk teman-temannya agar mengizinkan untuk pulang terlebih dahulu.


“Ya sudah pulang aja deh duluan sana, beneran tidak papa pulang sendiri?” Nina masih tidak tega melihat Rahayu harus berjalan malam-malam sendiri.


“Tenang saja jalanan Malang masih rame jam segini, lagian sepanjang kos ku kan banyak orang yang masih buka jualan jam segini aman dah nanti aku kabari kalau sudah sampai”. Rahayu berpamitan dan lekas meninggalkan mereka.

__ADS_1


Menyadari Rahayu yang sedang berjalan sendiri seseorang tak menyianyiakan kesempatan itu. Dia lekas bergegas menghampiri Rahayu malam itu.


__ADS_2