Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Bimbingan Tesis


__ADS_3

“Saya tidak menerima mahasiswa magister yang akan melakukan penelitian tesisnya dengan metode ini’’. Ratna mangatakan dengan begitu sinisnya.


“Lantas saya harus menggunakan metode apa bu?”.


“Gunakan metode DEA untuk penentuan manajemen rantai pasok”. Ratna tersenyum sinis, dia yakin sekali jika Rahayu tidak akan mampu untuk mengerjakan tantangan ini.


“Saya mau studi kasusnya di perusahan pemasok bahan bak langsung yang berkaitan dengan bahan agroindustri”.


Ratna meninggalkan Rahayu dalam ruangannya.


Rahayu hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Bimbingan pertama sudah ruwet apa kabar nantinya?”, ucap Rahayu dalam hati seraya meninggalkan ruangan sang dosen.


***


Malam harinya, Rahayu benar-benar berusaha mencari beberapa literatur dan studi kasus penelitian terdahulu berkaitan dengan rantai pasok yang menggunakan metode DEA, hingga menjelang pukul satu dini hari Rahayu sama sekali tak menemukan apa-apa.


Sementara itu Andika yang sedang berada di sebrang sana sedang memegang ponselnya, berkali-kali melihat wa Rahayu dan online ingin rasanya untuk menyapanya kembali, hanya saja Andika ragu.


Setengah jam kemudian, karena melihat wa Rahayu yang masih aktif Andika memilih untuk mengirimkan pesan padanya, demi kenyamanan dan ketentraman hatinya.


“Hay sudah malam kok belum tidur?”,


“Lagi mengerjakan tugas nih mas, bu Ratna gak setuju dengan penelitian yang aku ambil, beliau minta menggunakan metode DEA”.


“Astagfirullah”.


“Kenapa mas?”.


“DEA itu kan untuk penelitian program doktor, kamu mana tahu tentang hal itu.


“Jadi bagaimana mas?”.


“Datanglah ke perpustakaan besok jam sembilan pagi, aku akan menjadi tutormu kembali, akan ku jelaskan sampai benar-benar mengerti”.


“Sungguh mas, apakah tidak merepotkan?”.


“Tentu saja tidak, semakin cepat kam lulus semakin baik untuk hubungan kita”.


“Sekarang istirahatlah, tidur sudah malam siapkan tenaga dan pikiran untuk belajar besok”.

__ADS_1


Wa off.


Mendapat hawa sejuk jika Andika akan membatunya, tentang metode ini membuat Rahayu dapat bernafas dengan lega, hanya saja matanya tak dapat terpejam lantaran ucapan Andika yang mengatakan “semakin cepat kamu lulus maka semakin baik untuk hubungan kita”. Rahayu mencoba mengingat-ingat kata-kata itu dan mencernanya dengan pelan.


Keesokan harinya, Andika menepati janjinya untuk membantu Rahayu mengerjakan tesisnya. Kini mereka berdua sedang berdiskusi tentang tema dan metode yang akan di gunakan Rahayu untuk melakukan penelitian.


Rahayu mengikuti setiap arahan dan bimbingan yang di berikan oleh Andika, dalam beberapa kesempatan Andika mencuri kesempatan dengan memandang wajah ayu Rahayu yang tak pernah berubah sama sekali.


“Nanti kalau ada kesulitan kita diskusi lagi ya, jangan sukan-sukan untuk hubungi aku”.


Dua jam lebih mereka bersama untuk melakukan bimbingan khusus.


“Trimakasih ya mas untuk semua bantuannya”.


“Sama-sama, tapi ini tidak gratis ya, harus ada imbalannya?”.


“Apa?”


“Haruskah aku mentraktir pak dosen?”, tawa Rahayu menggodanya.


“Ah tidak perlu, cukup masakan aku setiap hari saja”. goda Andika.


Sepertinya rencana Ratna sia-sia, bukannya menjauhkan dan menyengsarakan Rahayu, yang ada Rahayu dan Andika semakin dekat saja.


***


Keesokan harinya, Rahayu kembali menghadap pada Ratna untuk berkonsultasi kembali tentang penelitiannya.


Ratna membaca setiap detail yang Rahayu berikan, tak ada celah untuk menolak karena semuanya benar dan terstruktur dengan baik.


“Benar saja rancangan penelitian ini sempurna, bukan kamu sendiri yang mengerjakan”. Dalam hati berucap tapi bisa apa.


Ratna tak mau kalah, dia kembali berfikir bagaimana untuk menjatuhkan Rahayu agar tak lekas memulai penelitiannya.


Kini Ratna memberikan tugas untuk mencari tempat observasi berupa perusahaan besar, bukan UMKM, CV atau UD.


Rahayu menerima tantangan tersebut.


Baginya tak sulit untuk hal itu, karena perusahaan Reno juga besar dan bisa di jadikan sebagai tempat untuk study kasus penelitiannya.


“Silahkan kembali satu minggu lagi, saya harap kam sudah menemukan tempat untuk penelitian kamu”.

__ADS_1


“Baik, bu trimakasih atas bimbingannya saya mohon ijin”.


***


Satu minggu berlalu sejak tugas yang di berikan oleh Ratna, kini Rahayu kembali hadir dengan membawa beberapa data yang di butuhkan untuk penelitian nya. Langkahnya begitu ringan saat melangka ke ruangan Ratna, baginya tak ada masalah yang berarti semua dapat di selesaikan dengan mudah.


Tibalah hari itu saat Rahayu berkonsultasi pada Ratna, Ratna kembali membuka secara detail satu persatu paragraf dan narasi yang di buat oleh Rahayu, Ratna juga membuka data-data yang diperlukan untuk penelitian, untuk ukuran mahasiswa magister harusnya tak ada masalah semua sudah sesuai dengan prosedur yang ada.


Hanya saja Ratna tak mau dengan mudahnya menyetujui tugas Rahayu, kini dia memberikan tugas pada Rahayu untuk mengambil sampel secara langsung sekalian menyuruh Rahayu untuk magang di tempat penelitiannya, sengaja memang karena Ratna ingin menyingkirkan Rahayu dari Andika.


Ratna juga meminta setiap detail dari pustaka yang digunakan menggunakan literatur bahasa inggris, beserta di lampirkan bukti literatur tersebut. Sungguh ini sangat memberatkan karena harus mencari buku dalam bentuk fisik. Sedang untuk penelitian Rahayu ini literaturnya di Indonesia masih jarang sekali.


Rahayu tertunduk lesu melangkah keluar dari ruangan dosen tersebut dengan wajah yang masam.


“Mbak Ayu kenapa, masih adakah yang kurang?” Dania menyapanya, saat itu dia baru juga selesai bimbingan dengan dosennya.


“Iya, bu Ratna minta seperti ini”. Rahayu menyerahkan satu draf yang sudah penuh dengan coretan Ratna.


“Yang sabar ya mbak, semua akan lulus pada waktunya”. Dania menepuk-nepuk punggung Rahayu.


‘Mbak kalau butuh teman untuk mencari buku-buku atau data-data yang lainnya, aku siap menemani selama tidak bersamaan dengan jadwal konsultasi dan penelitianku”.


“Terimakasih ya”.


Rahayu bersandar di pundak Dania yang menyimpan banyak lemak.


***


Satu minggu kemudian, kini Rahayu datang kembali dengan membawa literatur serta data-data yang diminta oleh Ratna, saat ini Rahayu sedang menunggu giliran untuk bimbingan tesisnya.


Ratna menyadari jika Rahayu hendak untuk bimbingan dengannya. Tapi sayangnya Ratna memilih untuk tidak datang ke ruangannya setelah selesai mengajar  hari itu dengan alasan tidak enak badan jadi harus pulang.


Dengan sangat terpaksa Rahayu harus menunda bimbingannya.


Satu minggu kemudian, Rahayu kembali lagi untuk menghadap pada Ratna, hanya saja saat itu Ratna jga menerima bimbingan untuk skripsi mahasiswa sarjana. Lima jam sudah Rahayu menunggu di depan ruangan tersebut, seperti biasa Ratna tak menghiraukan, Ratna lebih memilih untuk membimbing mahasiswa sarjana.


Hingga sore menjelang, tibalah saat antrian terakhir dalam bimbingan tersebut, kini Rahayu melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut. Baru saja Rahayu hendak mengetuk pintu ruangan tersebut, Ratna sudah terlebih dahulu membuka pintu hendak keluar ruangannya.


“Sudah sore, ini sudah lebih dari jam kerja sama, saya tidak menerima bimbingan lagi. Silahkan datang minggu depan saja”.


Ratna berlalu meninggalkan Rahayu.

__ADS_1


“Astagfirullah, pengen ganti dosen saja”. Tari berucap dalam hati.


__ADS_2