Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
pria Asing


__ADS_3

“Mbak pasti lapar makan saja punyaku?”. Laki-laki itu terus memaksaku untuk mengambil piringnya, Aku tidak tau siapa dan aku hanya bengong melihatnya.


“Aku Reno anak teknik industri angkatan 2010”, dia menyodorkan tangannya hendak mengajakku berkenalan.


“Rahayu mas, pertanian 2011”, jawabku singkat.


“Belum makan kan? Ini makan saja punyaku tidak baik menolak rezeki saat membutuhkan”.


Aku benar-benar lapar karena dari semalam belum makan, aku tidak bisa makan banyak saat berada di dalam kendaraan perutku terasa penuh dan mual sekali, melihat nasi, ayam goreng, capcay yang berjejer rapi di meja prasmanan membuat selera makanku kembali. Ingin sekali lekas makan tapi apa daya aku kalah cepat dengan peserta lain yang sama-sama kelaparan siang itu.


Karena mas Reno terus memaksa aku pun mengambil piringnya dan lekas makan.


“Mas Reno tidak makan kah?” ucapku memperjelas.


“Tida, makan saya aku benar-benar masih kenyang”


Tanpa kusangka ternyata mas Reno tidak berniat pergi dari sebelahku, dia menemaniku makan hingga habis nasi yang ada di piring tersebut.


Kami saling mengobrol hal-hal sederhana tentang pkm kemarin, mas Reno juga bercerita beberapa hal tentang kehidupan kampus dan ukm-ukm yang sedang diikutinya.


“Tunggu di sini sebentar ya aku ambilkan minum”, dia pergi mengambil minum yang ada di meja sebrang dan aku masih asik menghabiskan makananku hingga benar-benar habis tak tersisa.


“Terima Kasih mas” ucapku pada mas Reno sambil menerima minuman yang di bawakan nya.


“Kamu tinggal di mana yu?”


“Aku kos di daerah X mas”


Wah searah dong dengan kos ku, bareng yuk nanti pulangnya?” mas Reno menawarkan untuk mengantar pulang.


“Tidak usah mas trimakasih”

__ADS_1


Tanpa mereka sadari tepat di meja sebrang sana tampak seseorang dengan mata elangnya yang terus mengawasi setiap interaksi yang dilakukan oleh Rahayu dan laki-laki itu, dia terlihat sangat tidak suka melihat Rahayu berinteraksi dengan pria lain.


“Siapa orang yang bersama Rahayu itu” ucap Andika dalam hati


“Kamu sendiri saja yu disini, teman-teman satu kelompok kamu di mana?” mas Reno sambil melihat kanan kiri mencari teman satu kelompokku, karena dari tadi aku duduk sendirian.


“Aku teman satu kelompoknya”, aku terkejut karena tiba-tiba mas Andika datang dan memperkenalkan diri.


“Aku reno mas anak teknik industri 2010” ucap mas Reno memperkenalkan diri pada mas Andika.


“Andika pertanian 2010 kakaknya Rahayu” jawab mas Andika.


What kakak? Dia selalu mengatakan pada semua orang kalau aku adiknya dan dia kakaknya.


“Oh kakaknya Rahayu pantesan mirip ya” ucap mas Reno


Kakak dari hongkong?, pabriknya aja beda kok dibilang mirip ucapku dalam hati kesal dengan tingkah mas Andika yang dari tadi membuatku tidak karuan.


Ada beberapa dosen dan mahasiswa yang bernyanyi bersama membuat acara semakin terlihat hangat. Puas dengan segala rangkain acara hari ini di tutup dengan doa dan semua peserta diperkenankan untuk kembali menjalankan aktivitas masing-masing.


“Mas adiknya pulang sama aku boleh?” mas Reno menawarkan diri untuk mengantarku pulang.


“Trimakasih tidak usah repot-repot Rahayu pulang sama aku saja” mas Andika menjawab.


Tubuhku sudah lelah sekali ingin segera merebahkan badan di kasur, aku berlalu meninggalkan dua lelaki yang masih berdebat untuk mengantarku pulang.


“Eh mau kemana?” Teriak mas Andika.


“Pulang” jawabku singkat sambil berlalu meninggalkan mereka.


“Ayo” mas Andika lekas menyeret tanganku

__ADS_1


“Aku gak sukadi tolak cepetan” selalu saja memaksakan kehendak ucapku dalam hati.


Aku dan mas Andika lekas pergi meninggalkan lobi rektorat menuju parkiran sepeda meninggalkan mas Reno yang masih berdiri menatap kami.


Mas Andika lekas menjalankan motornya dan mengantarku pulang, tidak ada interaksi sama sekali sepanjang perjalanan kami menuju tempat kos. Sesampainya di kos aku langsung turun mengucapkan terima kasih dan lekas masuk kedalam kos. Aku juga sudah sangat lelah dengan rangkaian acara beberapa hari ini ingin segera mandi dan tidur.


“Istirahat jangan main dulu” teriak mas Andika saat aku berlalu berlalu membuka pintu gerbang kos.


“Siap kakakku” ucapku padanya mas Andika pun berlalu meninggalkan kos ku.


POV Reno


Namaku Reno devan saputra, usiaku 20 tahun, aku berasal dari salah satu kota kecil di Jawa Timur. Teman-teman mengenalku sebagai Reno mahasiswa teknik industri angkatan 2010.


Menurut teman-temanku aku tergolong mahasiswa yang di idam-idamkan banyak wanita, aku memiliki tubuh yang ideal dengan tinggi 180 cm dan berat badan 70 kg tubuhku proporsional. Selain memiliki wajah yang rupawan aku juga terkenal sebagai mahasiswa yang pandai dan kreatif.


Usiaku masih 20 tahun dan masih kuliah tapi aku sudah tergolong pengusaha muda, mungkin karena ada bakat dari keluargaku yang memang berlatar belakang sebagai pengusaha.


Aku bisa dikatakan belum pernah pacaran atau merasakan jatuh cinta selama ini, karena kesibukanku yang terlalu padat dan ambisiku yang ingin jadi pengusaha muda tidak mempunyai waktu untuk mengurus hal-hal kecil seperti itu.


Siang menuju sore ini pikiranku mulai berubah, aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Hati ku berdebar saat melihat salah satu wanita peserta lomba pkm yang kemarin berlaga bersama di Yogya.


Aku menatap wanita berjilbab putih yang menuju kuning sedang duduk sendirian di lobi rektorat, wajahnya tampak sedikit cemberut tapi tidak bisa menutupi wajah cantiknya.


Tubuhnya kecil dan mungil kulitnya putih sekali. Dia cantik alami tidak seperti kebanyakan wanita yang aku lihat di kampus . Mereka saling berlomba menggunakan baju yang bagus, kerudung dengan berbagai model dan mempercantik diri dengan beberapa riasan di wajahnya.


Aku melihat dia yang nampak kebingungan di depan meja prasmanan mencari makanan yang sudah habis saja. Aku memberanikan diri menghampirinya dan menawarkan makananku padanya. Awalnya dia menolak tapi aku terus memaksa akhirnya dia mau juga.


Aku tak lantas pergi dari sebelahnya setelah memberikan makanan ku padanya. Aku mengajaknya berkenalan namanya Rahayu. Iya Rahayu sama seperti orangnya yang tampak terlihat ayu alami.


Beberapa saat kami saling berkenalan dan bercerita tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri kami dan mengatakan jika dia kakak dari Rahayu. Aku tidak tau apakah dia kakak Rahayu sebenarnya atau kakak ketemu besar, jika di lihat dari wajahnya mereka sama-sama memiliki kulit putih dan wajah yang rupawan.

__ADS_1


Setelah pertemuanku di rektorat siang tadi aku berniat untuk mencari Rahayu dikemudian hari, aku ingin mengenalnya lebih dekat lagi siapa tau bisa menjadi kawan atau barangkali juga jodohku.


__ADS_2