Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Pernikahan


__ADS_3

Ucapan adalah do’a.


Begitulah kata-kata yang tepat untuk dikatakan. Betapa tidak dulu Rahayu slalu berkata jika dia akan menikah di hari sabtu atau minggu setiap kali ada yang bertanya padanya kapan menikah.


Hari adalah hari pernikahan Rahayu dan Reno, semua keluarga sudah pada sibuk sejak tadi. MUA di kirim khusus oleh bunda Reno untuk merias menantunya agar terlihat sempurna di hari pernikahannya.


Sesuai dengan rencana akad nikah dilakukan di kediaman Rahayu. Akad nikah akan dilangsungkan pada pukul sembilan pagi.


Rahayu sudah di rias sejak pagi tadi, menggunakan kebaya panjang warna putih dengan memakai hijab tak lupa bunga melati menjuntai di sisi kanannya menambah pancaran auranya yang semakin bersinar.


Begitu juga Reno yang memakai baju warna senada dengan Rahayu lengkap dengan bawahannya, tak lupa kalung rangakaian melati menghiasi lehernya".


“Masyaallah Rahayu kamu cantik sekali”. Puji Sari dan Nina sahabat Rahayu sejak kuliah dulu, mereka berdua menyempatkan diri jauh-jauh dari kota sebelah untuk menghadiri pernikahan sahabatnya.


“Anak ibu dari dulu juga sudah cantik Nin, lihat saja wajahnya  sempurna sekali bukan?”. Ibu Rahayu menjawab pujian Sari dan Nina.


“Iya iya bu cantik, ibunya saja cantik sekali apa lagi anaknya”. Puji Nina pada ibu Rahayu.


“Iya bu kecap mana ada yang nomor dua”. Sari menambahkan ucapan Nina.


Beberapa orang dalam kamar tersebut tertawa bersama, sedangkan Rahayu hanya tersenyum simpul tidak berani tertawa lepas takut lipstiknya comot.


“Duh kalau istrinya cantik seperti ini pasti mas Reno tidak bisa tidur, makin deg-deg saja”. Sari kembali menggoda Rahayu.


“Bagaimana kalo kita nginep aja Sar, biar ritual acara malam mereka tidak jadi”. Nina tertawa menggoda Rahayu dengan mata mengedip sebelah.


“Ah kalian sungguh berisik sekali, silahkan kalau mau nginep lagi mari yuk, ritual malamnya di tunda dulu”. Rahayu menjulurkan lidahnya mengejek teman-temannya.


“Eh jangan di tunda-tunda Yu, tidak baik itu untuk kesehatan jasmani dan rohani apa lagi untuk mas Reno sangat tidak di sarankan untuk menunda kasian nanti”. Ucap Sari kala itu.


“Siapa juga yang mau mendua, sayangnya tamu tak di undang turut hadir memeriahkan acara”.

__ADS_1


“Wah gagal dong acara ngintip pengantin malam pertama”. ledek Nina dan Sari.


“Jadi kasian bentar lagi halal tidak bisa di jamak, DP aja dulu Yu nanti malam dikit minggu depan baru dibayar kontan. Gagal dong acara ngintip kalian ah gak seru”. Sari kembali meledek Rahayu.


“Kenapa harus ngintip kalian sudah lebih dulu praktik bukan”. Rahayu mengatakan dengan menjulingkan matanya.


***


Sementara itu keluarga dari pihak Reno sudah bersiap dan berada di ruang tamu rumah Rahayu. Ruang tamu disulap dengan sebaik mungkin dengan dekorasi bunga-bunga hidup yang segar. Ruangan di dominasi dengan dekor putih yang melambangkan kesucian.


Acara akad nikah akan dipisahkan antara mempelai wanita dan pria, dimana saat ijab qobul nanti Reno tidak di sandingkan secara langsung dengan Rahayu sebelum sah.


Sesuai dengan permintaan Rahayu akad nikah dilakukan hanya mengundang saudara-saudara saja. Beberapa anggota keluarga dari piha Reno dan Rahayu sudah bersiap di ruang tamu tersebut.


“Jangan gugup ya nak, bismillah”. Bisik bunda Reno yang menghawatirkan keadaannya karena melihat wajah Reno sedikit pucat.


“Ah tidak bunda, aku pasti bisa moment ini sudah aku nantikan lama sekali”. Reno tersenyum pada bunda dan beberapa kerabat yang datang menghadiri akad tersebut.


Sebelum akad nikah dimulai, dibuka dengan nasihat-nasihat pernikahan oleh ustad yang sudah di tunjuk oleh keluarga Rahayu.


Seperti dalam firman Allah yang artinya para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya. Dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana (QS. AL-Baqoroh : 228”.


“Penting untuk slalu diingat bahwa diri dan pasangan kita adalah manusia dengan segala kekurangannya, bukan malaikat yang tanpa cela. Jadi sebagai sesama hamba Allah antara suami dan istri harus saling memahami kekurangan dan kelebihan pasangannya, harus mampu menutup rapat setiap aib dari masing-masing”.


“Bagaimana apa kan nak Reno sudah siap?”. Tanaya penghulu pada Reno yang sudah tidak sabar ingin menghalalkan pasangannya.


“Siap”. Dengan sigap Reno menjawabnya.


“Para saksi sudah siap?”.


“Siap”.

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamar Rahayu tampak harap-harap cemas, sudah tidak ada keraguan lagi dalam hatinya, mungkin takdir terbaik yang digariskan Allah.


Suasana tampak syahdu dan haru dimulai dengan bapak Rahayu yang menjabat tangan Reno.


“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Reno Devan Saputra bin Saputra dengan anak saya Puspita Rahayu binti Subiantoro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas senilai sembilan puluh sembilan gram dibayar tunai”.


“Saya terima nikah dan kawinnya Puspita Rahayu binti Bapak Subiantoro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas senilai sembilan puluh sembilan gram dibayar tunai”.


“Bagaimana para saksi sah”.


“Sah alhamdulilah”. Kompak semua orang yang ada dalam ruangan tersebut menjawab.


“Alhamdulilah”. Ucap Reno dengan mengusap sudut matanya yang berembun.


Rahayu dan beberapa teman yang mendampinginya di kamar juga mengucapkan alhamdulilah.


Rahayu dijemput oleh ibunya dan dibawa ke tempat berlangsungnya ijab qobul.


Semua undangan yang hadir dalam acara tersebut memandang dengan takjub kecantikan Rahayu yang bersinar dengan sangat terangnya.


Setelah kedua mempelai dipertemukan Rahayu mencium tangan Reno untuk pertama kalinya, kemudian Reno meletakkan tangannya di ubun-ubun Rahayu seraya membaca doa.


“ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA’ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA’AAAIHI”.


Yang artinya Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan darinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atasnya”.


Setelah membacakan doa Reno mencium kening Rahayu untuk pertama kali dengan cukup lama.


“Cie...cie..cie...”, suara Nina dan Sarah merusuh dalam ruangan sontak membuat semua orang dalam ruangan tersebut ikut menggoda.


Proses dilanjutkan dengan penandatanganan buku nikah oleh kedua mempelai. Tak lupa tukang foto mengabadikan setiap moment yang sedang berlangsung tersebut.

__ADS_1


Acara dilanjutkan dengan ramah tamah semua undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan.


“Cantiknya istriku”.


__ADS_2