
Keesokan harinya berjalan seperti biasa tidak ada hal yang istimewa, aku berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya karena akan ada meeting penting dari pusat. Sengaja tidak memberi tahu mas Reno supaya tidak mengantarku ke kantor. Bukan apa aku kasian karena jarak rumah mas Reno lebih jauh dari pada kos ku ke kantor.
Aku berangkat dengan menggunakan motor beat putih kesayanganku, kendaraan kedua yang ku beli setelah membelikan bapak sepeda Supra X125.
Ada beberapa hal yang istimewa dalam meeting ini, yakni peluncuran produk baru akan segera di lakukan pada bulan depan. Tentu saja hal ini akan membuat kerja timku semakin lebih keras dari bisanya. Kami harus memastikan produk yang akan trial benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang di butuhkan konsumen.
Sebelum produksi masal dan peluncuran produk akan dilakukan trial beberapa kali sampai hasil benar-benar maksimal dan dapat diterima oleh konsumen, baik dari segi rasa, warna, bentuk dan juga kemasan yang digunakan. Tentu hal ini sangat menyita banyak pikiran dan tenaga.
Dengan demikian dapat dipastikan aku akan pulang lebih malam dari biasanya mulai bulan depan. Aku tidak mengeluh jika harus bekerja over time karena akan mendapat gaji yang lebih banyak lagi selain itu aku juga bisa menghabiskan banyak waktu di kantor agar sedikit bisa melupakan masa laluku.
Tring...Tring....Tring...
“Rahayu sayang kenapa tidak bilang kalau sudah berangkat aku sudah di depan kos kamu, mau ngantar ke kantor”. Pesan dari mas Reno yang berada di depan kos ku sedangkan aku sudah berada di kantor.
“Maaf mas tadi buru-buru ada meeting penting pagi-pagi sekali”. Jawabku setelah tiga jam berlalu dari pesan Wa yang dikirim mas Reno.
“Nanti aku jemput ya pulangnya”. Mas Reno kembali mengirim pesannya.
“Maaf mas tidak usah repot-repot, nanti aku mau bertemu dengan sahabat-sahabatku dulu mumpung mereka main ke sini sekalian temu kangen”.
“Oh gitu ya, ya udah kalau gitu besok pagi aku antar ya”.
“Lihat besok deh mas”. Balasku pada mas Reno, mungkin sekarang mas Reno pasti kesel sekali tapi biarlah.
“Have fun ya sayang di tunggu ceritanya”.
Rahayu hanya mengerutkan keningnya membaca pesan dari Reno geli rasanya di panggil sayang.
__ADS_1
***
Malam harinya sesuai dengan rencana yang sudah kami buat sebelumnya aku akan berkumpul bersama dengan Nina dan Sari kebetulan Nina sedang ada tugas di Gersik dan Sari sedang ada job mua di daerah Legundi. Sungguh kebetulan yang sangat indah bisa berkumpul bersama mereka berdua setelah sekian tahun hanya berkabar lewat udara.
Grup Wa Dream Wife
Nina\=(“Assalamualaikum pemirsa aku sudah di cafe Mawar, di tunggu segera kedatangannya”).
Sari\=(“ Wassalam mohon bersabar ukhti sedang dalam perjalanan macet sekali”).
Rahayu\=(“Wassalam masih di pom sista bensin habis”).
Beberapa menit kemudian ketiga sahabat tersebut berkumpul bersama dalam satu meja makan. Masyaallah tidak terkira suasana tampak hangat sekali mereka saling berpelukan melepas rindu yang sudah lama sekali tidak bertemu.
Semua masih sama sifat-sifat dan canda tawa mereka masih sama hanya penampilan mereka yang sudah banyak mengalami perubahan. Tampak semakin dewasa dan matang. Semua terlihat lebih cantik dari yang dulu.
“Kamu juga sekarang makin cantik sudah tidak tomboi lagi ya”. Ucap Rahayu membalas.
“Iya kan mau jadi istri orang, masak masih tomboy aja?”. Sari tampak menimpali yang baru saja datang dan lekas menyahut dari belakang.
“Kangen-kangen kalian semua”, Ucap Rahayu seraya berpelukan bertiga sambil cekikikan tak ingat akan umur yang sudah tak lagi remaja.
“Jadi gimana rencana calon manten-manten ini?”. Rahayu melirik kedua sahabatnya secara bergantian.
“Terus kamu kapan Yu?”. Sari dan Nina kompak menjawab pertanyaan Rahayu secara bersamaan.
“Eh kalian benar-benar ya hem”. ucap Rahayu dengan nada sedikit kesal tapi tak marah.
__ADS_1
"Aku kalau tidak Sabtu ya Minggu". Jawab Rahayu diiringi tawa renyah mereka semua.
“Kapan Yu kiranya kamu menyusul kami?, apa sudah ada rencana?”. Nina yang tampak kepo tak lagi mampu membendung keingintahuannya.
“Rencana sudah ada dari dulu, tapi rencana hanya tinggal rencana bahkan pemeran utamanya saja sudah kabur entah kemana”. Jawab Rahayu sambil menyeruput minuman yang ada di depannya.
“What? Jangan bilang kamu masih mengharapkan mas Andika Yu?”. Nina tampak kaget mendengar jawaban Rahayu tersebut.
“Entahlah aku juga tidak tau, bertahun-tahun aku mencari jejak mas Andika tidak ada juga tanda-tanda kehidupannya”. Jawabnya dengan ragu.
“Bukankah kamu sekarang sedang menjalin kasih dengan Reno Yu?”, Sari sedikit ragu saat bertanya pada Rahayu.
“Entah aku tak tau apa hubunganku dengan mas Reno bisa di sebut kekasih atau apa, tiga bulan mencoba menjalani hidup dengannya tidak ada perubahan sama sekali, tidak ada kemajuan dalam hubungan kami, kontak fisik hanya sekedar pegangan tangan juga tidak pernah. Urusan hati sama sekali tidak ada ruang untuknya singgah di sana”. Ucap Rahayu dengan pelan dan tampak frustasi dengan hubungan yang tak tau arah jalannya kemana.
“Gila Yu kamu jahat sekali, harusnya kalau tidak siap jangan diterima mas Reno kan kasian, dia benar-benar tulus tau suka sama kamu”. Nina dengan hati-hati mencoba mengutarakan pendapatnya.
“Aku tau lantas aku harus bersikap seperti apa? Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghindar tapi lima langkah aku menghindar maka mas Reno akan sepuluh langkah ke depan untuk maju mendekat”. Rahayu semakin galau dibuatnya.
“Benar-benar Rahwana yang sesungguhnya”. Ucap Sari di kala itu.
“Yu ada baiknya kamu mulai move on sudah berapa lama mas Andika pergi, mau sampai kapan kamu menunggunya?. Apa kamu tidak capek hidup dalam bayang-bayang semu menanti dan terus menanti sedangkan orang yang kamu nanti belum tentu tau arah jalan pulang. Bagaimana kalau dia sekarang sudah berkeluarga atau bahkan sudah punya anak, apa kamu siap untuk menerima semua kenyataan itu”. Ucap Nina menasehati dengan panjang dan lebar.
Rahayu hanya menggelengkan kepalanya saja menanggapi ucapan Nina yang memang benar adanya.
“Aku belum siap menerima hati yang baru kalian tentu sudah mengerti, hatiku terlanjur pecah dan pecahannya kecil-kecil, aku harus mengumpulkan kepingan kecil-kecil itu agar kembali utuh sebelum kuberikan pada orang”. Ucap Rahayu dalam hati.
Ah sudahlah foto-foto yuk masak iya kita lama tidak kumpul-kumpul, sekalinya kumpul malah mikirin beban hidup ku yang dari dulu tidak selesai-selesai masalah cinta aja.
__ADS_1
Mereka bertiga lekas berfoto-foto mengabadikan moment saat berkumpul bersama mumpung masih lajang, karena bulan depan dua diantara mereka akan menikah jadi akan semakin susah meluangkan waktu untuk berkumpul bersama. Mereka bertiga berfoto dengan beraneka gaya layaknya waktu masih remaja dulu.