Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Acara lamaran selesai keluarga dari pihak Reno berpamitan dengan keluarga Rahayu. Aku, ibu dan bapak turut mangantar keluarga mas Reno hingga mobil mereka meninggalkan pelantaran rumah tak terlihat lagi.


“Alhamdulilah nak lega sekali rasanya hati ibu”. Ibu memelukku dan berjalan menuju ke dalam rumah.


“Alhamdulilah, ibu bahagia?”. Tanyaku dengan membalas pelukan tangan ibu.


“Bahagia sekali nak, bagaimana denganmu apa kamu benar-benar menerima semua ini dengan lapang dada?”. Tanya ibu dengan mengendurkan pelukannya menatap wajahku mencoba mencari kebohongan di sana.


“Tentu bu aku bahagia sekali, mas Reno orang baik pasti dia akan memperlakukanku dengan baik. Dengan begitu kami akan saling mencintai dikemudian hari”. Ucap Rahayu kembali memeluk ibunya, air mata kembali menetes di wajah Rahayu dengan segera dia membersihkannya sebelum ibunya melihat.


***


Di Rumah Reno.


Sesampainya di rumah Reno lekas menuju kamarnya membersihkan diri terlebih dahulu kemudian berganti baju santai menggunakan celana pendek dan kaos warna putih. Reno tak turut bergabung dengan keluarganya yang masih ramai di ruang keluarga. Reno memilih untuk merebahkan diri di kasur dan mengambil ponselnya.


Reno tersenyum bahagia sekali saat membuka galeri ponselnya mengingat moment bersejarah yang baru saja dilewatinya bersama Rahayu. Melihat beberapa foto yang diambil pribadi olehnya.


Beberapa menit kemudian Reno mengunggah salah satu foto saat sang bunda sedang memasangkan cincin di jari Rahayu dengan caption “You loke so beautiful calon istriku”.


Banyak sekali dari sahabat-sahabat Reno yang menanyakan prihal unggahan foto tersebut, mereka semua tampak tak percaya akhirnya Rahwana bisa meminang Shinta.


“Wah keren-keren ditunggu undangannya”.


“Selamat ya mas bro di tunggu hari baiknya”.


“Wah netizen patah hati berjamaah”. Tulis salah satu akun wanita yang mengikuti akun sosial medianya.


Reno senyum-senyum sendiri membaca satu persatu komen-komen pengikutnya. Jari-jarinya dengan sigap membalas beberapa pesan tersebut.


***


Acara pernikahan dilakukan sesegera mungkin sehingga segala persiapan harus dilakukan dengan cepat. Bunda mas Reno membatu memilihkan baju terbaik untuk acara pernikahan kami.

__ADS_1


“Assalamualaikum sayang nanti pulang kerja aku jemput ya, bunda mau mengajakmu untuk membuat baju pernikahan kita”.


“Wassalamualaikum baik mas”. Tak seperti biasanya yang slalu mengacuhkan mas Reno kini aku belajar untuk menerimanya, aku lekas membalas pesannya saat itu juga.


“Bukankah cinta datang karena terbiasa”. Batin Rahayu dalam hati yang mulai berjanji pada diri sendiri untuk bisa menerima kehadiran Reno di hidupnya.


Aku kembali menjalankan aktivitas seperti biasa bekerja, memantau beberapa trial produk secara langsung. Entah mengapa tiga bulan menjelang acara pernikahan dengan mas Reno pekerjaanku sedikit lebih berkurang tidak sepadat sebelumnya.


***


Sore harinya seperti biasa sebelum jam pulang kerja berakhir maka mas Reno sudah bersiap di depan kantor untuk menjemputku.


“Sayang bunda ingin mengajakmu mencari baju untuk acara akad nikah kita nanti”.


“Iya mas”. Aku mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil mas Reno.


Mas Reno membawaku ke suatu tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.


“Mas kita mau kemana?”


“Bikin baju kok di tempat seperti ini?”. Bati Rahayu tampak bingung, maklum sebelumnya hanya mengerti jika bikin baju akan ke penjahat di daerah rumahan.


Kami berdua lekas turun dari mobil dan berjalan menuju tempat tersebut.


“Oh ini yang namanya butik”. Rahayu masih tampak keheranan melihat area dalam tempat tersebut yang terdiri dari berbagai macam koleksi baju dan gaun-gaun yang cantik.


Rupanya di salah satu sudut ruangan tersebut terlihat bunda mas Reno yang sudah menunggu kehadiran kami. Sudut bibirnya terangkat saat melihat kami datang dan menghampirinya.


“Bagaimana nak harimu apakah melelahkan?”. Sapa bunda mas Reno seraya memeluk dan mencium kedua pipiku.


“Alhamdulilah bunda semuanya lancar dan bai-bai saja”. Aku lekas mengurai pelukan tersebut.


“Mbak-mbak tolong ini calon menantu saja, bantu dia memilih gaun dan kebaya atau apapun yang dia suka”. Bunda mas Reno melambaikan tangannya pada karyawan butik tersebut.

__ADS_1


“Mari nona”.


Kami semua mengikuti karyawan tersebut dan memilih beberapa kain dan model yang akan digunakan.


Variasi dan model baik dari kebaya dan juga gaun sangat banyak sekali sehingga aku bingung harus memilih yang mana. Melihat harga satu potong baju saja sudah cukup membuat bulu kuduku berdiri ngeri.


“Jadi mau yang mana Yu buat acara akadnya?”.


Aku hanya menggelengkan kepala saja.


“Semuanya bagus-bagus bun bingung mau pilih yang mana? Minta tolong bunda saja yang pilih”. Jawab Rahayu yang tampak kebingungan untuk memilih baju.


“Kalau ini bagaimana?”. Tunjuk bunda Reno pada salah satu jenis kain.


“Baik bunda”.


“Kalau kamu bagaimana No?”.


“Aku pakai baju apa saja bersedia bun asal nikahnya sama Rahayu”. Ucap mas Reno dengan tertawa kecil.


Pilihan baju untuk akad jatuh pada warna putih dengan model kebaya menjuntai panjang ke bawah dengan balutan Swarovski yang membuat baju terlihat semakin elegan. Tak lupa bawahan jarik yang membuat pengantin semakin terpancar cantiknya.


Warna kebaya putih saat akad dipilih sebagai simbol kesucian sebuah pernikahan, kemurnian, kesempurnaan bagi kedua mempelai. Pengantin yang menggunakan busana bernuansa putih akan terlihat klasik.


Acara resepsi di rumah Rahayu dilakukan dengan menggunakan adat jawa, pilihan baju jatuh pada kebaya bludru warna hitam. Sedangkan untuk acara resepsi di rumah Reno akan  dilakukan dengan adat modern dan memakai gaun warna pink.


Adat jawa dipilih karena Rahayu merupakan asli keturunan jawa. Kebaya warna hitam bludru dengan kombinasi warna emas, kebaya tersebut menggambarkan keanggunan, kebijaksanaan sedangkan warna emas sendiri melambangkan kemegahan.Sedangkan warna pink untuk gaun saat ngunduh mantu melambangkan cinta dan kasih sayang.s


Tak lupa bunda Reno juga membuat beberapa model seragam keluarga untuk acara akad nikah resepsi dan unduh mantu agar semua terlihat kompak.


Acara memilih baju di akhiri dengan makan malam bersama antar pasangan muda dan pasangan tua karena ayah Reno turut bergabung menyusul mereka. Mereka memilih salah satu resto ternama di kota tersebut. Memesan beraneka ragam pilihan menu makanan dan minuman.


“Ayo Yu dimakan jangan sukan-sukan kita sudah menjadi keluarga sekarang”. Ucap bunda mas Reno seraya menyerahkan satu piring berisi lauk padaku.

__ADS_1


Rasanya sungguh tidak adil jika aku harus menyia-nyiakan mas Reno, mas Reno beserta keluarganya benar-benar menerimaku dan memperlakukanku dengan baik meskipun aku bukan berasal dari kalangan orang kaya. YaAllah bantulah aku untuk bisa mencintai laki-laki ini dengan sepenuh hatiku.


Siap-siap kondangan pemirsa.


__ADS_2