
Akhirnya mereka berdua kembali mereguk indahnya kenikmatan yang penuh dengan gairah, saling beradu memberikan kenikmatan membuat cinta mereka semakin tumbuh dan berkembang.
Tubuh Rahayu bagaikan candu bagi Andika, karena hanya dengan melihat tubuh sang istri sudah membuat pikirannya melayang-layang membayangkan segala keindahan di dalamnya.
***
Pagi harinya Rahayu di sibukkan dengan peran barunya sebagai istri, jika hari-hari sebelumnya mereka tinggal di rumah Rahayu, bunda Reno dan menikmati masa bulan madu, kini tibalah mereka merasakan hidup berumah tangga yang sesungguhnya.
Rahayu mulai menjalankan segala aktifitasnya di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk suami tersayang, untuk urusan masak-memasak sudah tidak di ragukan lagi, kemampuan Rahayu untuk memasak di atas rata-rata wanita pada umumnya.
Pagi ini Rahayu membuat sarapan soto daging, tak ada drama yang di buatnya, Rahayu memasak dengan sepenuh cinta dan rasa yang begitu menggugah selera bagi siapa saja yang mencium aroma masakan tersebut.
Setelah selesai menyiapkan masakan yang ada, kini Rahayu mulai menyiapkan dan menata dalam meja makan sambil menunggu Andika yang bersiap untuk ke kampus untuk mengajar. Rahayu bergegas mencuci semua peralatan yang ia gunakan untuk tempur menghasilkan sebuah soto daging yang lezat.
“Sayang”, panggilnya dengan alunan suara yang begitu damai.
Tak ada jawaban.
Andika semakin mendekatkan dirinya.
“Sayang”.
Tak juga ada jawaban dari sang istri.
Andika lekas melingkarkan tangannya memeluk tubuh Rahayu dari belakang.
Rahayu begitu kaget terlonjak ketika merasakan sepasang tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya. Hampir saya tangannya melempar spons pencuci piring ke wajah Andika.
Kedatangan Andika yang tiba-tiba membuatnya terkaget tiada terkira. Jantungnya seakan meloncat keluar dari ruangnya.
Cup.
Wajah kesal Rahayu berubah seketika, ketika merasakan bibir sang suami yang menempel lembut di bibirnya.
“Mas bikin kaget saja”, rengeknya dengan menunjukan wajah kesal namun manja.
Andika yang melihat pemandangan itu semakin gemas dan ingin memakan istrinya.
“Lagian siapa suruh cuci piring sambil melamun saja, mikirin apa hayo?”. Tanyanya penuh selidik.
Andika menggulung lengan bajunya hingga batas siku, hal sederhana itu membuatnya terlihat semakin keren dan mempesona,wajahnya yang segar setelah mandi membuat Rahayu terpana akan anugerah wajah suaminya.
__ADS_1
“Ngak mikirin apa-apa mas”.
Kini Rahayu membuka celemek yang ia gunakan untuk memasak dan mencuci piring, Rahayu lekas menuju meja makan untuk menemani suaminya sarapan pagi.
“Oh begitu, aku pikir memikirkan yang semalam”.
Tidak.
Wajah Rahayu memerah mengingat aktivitas mereka yang beberapa hari ini rutin mereka kerjakan sebagai penghantar tidur, tak jarang mereka melakukan lagi di pagi harinya setelah sholat subuh yang menurut Andika sebagai semangat dan nutrisi dalam menjalani hari-hari agar lebih semangat.
Benar saja Andika slalu bisa membawa Rahayu dalam kenikmatan yang indah, setiap sentuhan yang Andika berikan membuatnya terlena akan kenikmatan surga dunia yang membuat Rahayu tak berdaya hingga beberapa kali ia meminta duluan.
“Mas kan aku kadi malu”. ucapnya dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan.
“Kenapa harus malu, dengan suami sendri juga”, jawab Andika dengan santai tanpa dosa.
“Bahkan jika kamu meminta sekarang pun aku siap untuk bolos kerja”. goda Andika dengan memainkan mata dan alisnya.
“Mas”, rengeknya kembali yang semakin membuat jiwa laki-laki Andika meronta-ronta kala mendengar alunan suara itu manja-manja mengemaskan.
“Sarapan dulu yuk mas, nanti keburu telat”.
Keduanya sarapan bersama, tak jarang di setiap suapan yang masuk dalam mulutnya Andika, slalu memuji masakan sang istri. Selain memang benar-benar enak masakannya, pujian suami pada istri dapat meningkatkan mood istri dan menambah rasa percaya diri pada istrinya.
Rahayu benar-benar menikmati peran barunya sebagai istri yang melayani suami, Rahayu melakukan semuanya dengan cinta menjadi kan Andika sebagai raja, begitu sebaliknya Andika yang memperlakukan Rahayu dengan baik sekali meratukannya.
Tak ada pagi yang mereka lewati tanpa gombalan-gombalan manja antar keduanya.
Setelah sarapan dan meyiapkan semuanya, kini Rahayu mengantarkan Andika sampai depan rumah mereka. Rahayu keluar terlebih dahulu sambil membawa tas suaminya, sedangkan Andika ke kamar mandi untuk menyelesaikan misinya terlebih dahulu.
“Selamat pagi”, sapa seorang wanita yang lewat depan rumah Rahayu.
“Iya pagi”, jawab Rahayu dengan memberikan senyum ramahnya pada seorang wanita muda yang melintas di depan rumahnya dengan menggunakan tangtop warna merah marun dan celana pendeknya yang begitu mengekspos bentuk tubuhnya.
“Aku Marisa panggil saja Risa, baru tahu ada tetangga baru di sini”. kini tangan Risa terulur pada Rahayu untuk berkenalan.
“Aku Rahayu, panggil saja Ayu”.
“Aku tingal di situ”, tunjuknya pada salah satu rumah tepat berhadapan dengan rumahnya.
“Semoga betah ya tinggal di sini”.
__ADS_1
Keduanya saling mengobrol satu sama lain, bertukar pertanyaan ringan untuk saling mengenal.
“Wah aku senang sekali, akhirnya punya tetangga yang seumuran”, ucap Merisa di tengah-tengah obrolan mereka pagi itu.
Beberapa menit Kemudian, Andika keluar dari dalam rumah, pagi itu Andika memakai kemeja warna biru dengan celana bahan warna hitam. Andika melenggang menuju mobilnya untuk memanasi terlebih dahulu seperti yang sudah biasa ia lakukan.
Marisa menatap tanpa berkedip, wajah tetangga barunya begitu sangat tampan dan mempesona. Tubuhnya yang tinggi tegap dan proporsional menambah kesan jantan pada diri Andika. Benar saja Marisa terpesona dengan Andika pada pandangan pertamanya.
“Itu siapa Yu?”, tanyanya tanpa mengalihkan pandangan pada Anika.
“Oh itu suamiku”. jawabnya Rahayu penuh kemenangan, jujur Rahayu tak suka dengan cara Merisa menatap suaminya.
“Suami?”.
Merisa menatap Rahayu tak percaya dengan apa yang dikatannya.
“Yang benar saja? Masak iya suaminya? Tidak cocok kali, situ punya tubuh yang kecil cenderung kerempeng mana ada menari-menarinya”. Gerutu Merisa dalam hati.
“Wah suami ya, aku kira kakaknya Yu?”.
Rahayu hanya menggelengkan kepalanya saja dan tersenyum pada tetangga barunya.
Sedang Andika lekas menghampiri istrinya untuk berpamitan, Rahayu meraih tangan Andika dan mencium punggung tangan tersebut kemudian Andika membalas dengan memberikan sebuah kecupan manis di keningnya.
Memanas begitulah yang di rasakan Merisa melihat pemandangan di depan matanya.
“Yah ternyata benar-benar semuanya”, ucapnya dalam hati sedikit kesal menatap keromantisan pasangan pengantin baru tersebut.
Mobil Andika mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumahnya dengan tangan yang melambai-lambai seakan tak mau berpisah dengan istrinya walau hanya sebentar untuk bekerja saja.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like komen teman-teman.
__ADS_1