
“Kak Reno apa kabar”. Wanita belia itu langsung masuk begitu saja ke dalam kamar kami.
“Hay Reta kapan kamu sampai?”. Jawab mas Reno pada wanita belia tersebut.
“Sudah dari tadi, aku nungguin kamu mas, kenapa tidak keluar-keluar?”, jawabnya dengan memeluk mas Reno.
Rahayu hanya diam saja di sana menyaksikan adegan tersebut dengan hati yang mendengus kesal dan mata berkaca-kaca.
“Aku ketiduran dari tadi”. Mas Reno menjawab dengan senyum manis.
“Ih kamu ya mas, udah di bela-belain jauh-jauh datang bukannya di sambut malah di tinggal tidur”.
“Eem eem”. Suara deheman Rahayu membuat dua orang tersebut sontak melirik ke sumber suara.
“Eh iya maaf sayang, kenalin ini Reta sepupu aku dari banyuwangi, anak pakde dari garis keturunan bunda”. mas Reno menejelaskan siapa wanita yang tampak dekat sekali dengannya.
“Ini Rahayu Taa, istriku yang paling cantik sedunia lihat sepertinya dia cemburu”. Reno menggoda Rahayu.
Rahayu menunjukan senyum termanisnya dan menjulurkan tangganya untuk bersalaman dengan Reta, meski hatinya dongkol sekali.
“Oh ini mbk Rahayu, maaf ya mbak aku tidak tau, maafkan sikapku mungkin terlihat sedikit berlebihan kalau tidak terbiasa melihatnya. Tapi tenang saja aku hanya adik sepupunya saja”. Tuturnya dengan tidak melepaskan gandengannya pada mas Reno.
“Serius aku kesel sekali melihatnya”. Ungkap Rahayu dalam hati.
“Turun yuk di tungguin bunda sama yang lainnya di bawah, udah lapar sekali nih dari tadi nunggu pengantin baru gak keluar-keluar kamar”.
“Iya ayo”. Mas Reno lekas mengikuti Reta untuk turun ke bawah.
Tangan Reta menarik dengan erat lengan mas Reno hingga tampak mereka yang seperti pengantin baru, sedangkan aku hanya mengekor mereka dari belakang.
“Kesel banget deh”.
Sesampainya Rahayu dan Reno beserta jajaran keluarga besar tersebut makan bersama, makan malam kali ini tampak lengkap dengan kehadiran mantu sebagai anggota baru dalam keluarga tersebut, banyak canda tawa yang dilontarkan keluarga tersebut hingga makan malam tampak hangat.
Meskipun begitu Rahayu masih saja kesal dengan tingkah Reno dan Reta yang menurutnya seenak mereka sendiri tidak menghargai Rahayu sebagai istrinya. Makan malam di tutup dengan makan puding bersama.
“Bun Rahayu ke atas dulu ya mau istirahat persiapan untuk besok”. Pamit Rahayu pada ibu mertuanya.
__ADS_1
“Iya sayang , jaga kesehatan jangan capek-capek”. Jawab bunda Reno mempersilahkan Rahayu untuk meninggalkan kumpul keluarga tersebut.
Reno tak menyadari jika istrinya pergi meninggalkan ruang keluarga tersebut. Saat itu Reno tampak asik sekali bercanda dengan Reta, mereka tampak asik sekali main monopoli bersama dengan beberapa sepupu yang lainnya.
“No kamu masih di sini? Temani Rahayu sana, manten baru kok didiemin”, Ucap bunda sambil membawa beberapa minuman untuk keluarga yang ada dalam ruangan tersebut.
“Loh Rahayu gak di sini bun?”. Tanya Reno yang tampak heran dan baru menyadari ketidak beradaan Reno di ruangan tersebut.
“Sudah dari tadi naik ke atas katanya mau istirahat”.
Reno bergegas naik ke atas menuju kamarnya menyusul Rahayu.
Ternyata pintu kamar tidak dikunci, Reno lekas memasuki kamar tersebut, di dalam kamar Reno melihat Rahayu sedang tidur miring menghadap ke samping dengan punggung yang bergetar dan nafas tersengal-sengal.
Reno menghampiri ranjang tersebut dan duduk di tepi ranjang. Reno lekas meraih tangan Rahayu.
Rahayu diam saja tidak mengucapkan satu katapun hatinya sedang kesal.
“Sayang kamu kenapa?”.
Tak ada jawaban kamar tersebut hening hanya isakan kecil Rahayu yang tidak dapat ditahan.
Rahayu menatap Reno tajam seakan meminta penjelasan.
“Sayang mas mau jelaskan, dia itu sepupuku usianya masih remaja, masih kelas dua SMA. Dulu saat dia kecil sempat tinggal di sini cukup lama saat ayah dan bundanya berpisah, kini keluarganya sudah kembali utuh jadi Tisa kembali ikut dengan keluarganya. Bunda sudah menganggap Reta seperti anak sendiri karena ya itu dia pernah di titipkan cukup lama tingga sama kita”.
“Dia masih kecil sayang, masak kamu cemburu sama anak SMA sih”. Ledek mas Reno dengan berkali-keli mencium Rahayu.
Rahayu mulai memberanikan diri menatap Reno dan berbicara.
“Maaf mas, maafkan aku yang sudah salah paham dengan sikapmu tadi. Dia itu sudah SMA mas usianya sudah cukup matang dan hampir dewasa seperti kita. Kalian berduaan bukan saudara kandung tidak ada aliran darah secara langsung, sebaiknya jangan peluk-peluk seperti itu. Apa jadinya jika sampai nanti kalian masih saling peluk-peluk sedang kalian juga sudah punya pasangan masing-masing. Yang ada nanti akan menjadi fitnah”.
“Iya sayang, maaf ya terimakasih sudah di ingatkan”. Mas Reno memelukku dengan sangat erat dan berkali-kali menciumi wajahku.
“Ya sudah kita istirahat saja ya, besok acara unduh mantu tamu undangan bunda dan ayah banyak sekali”.
Cup
__ADS_1
Rahayu mencium bibir Reno sekilas.
“Kamu mau menggoda aku sayang”, ucap mas Reno dengan menaikan satu alisnya.
“Ah tidak, tidur yuk”.
“Mana bisa tidur sudah di kasih dikit gitu”.
“Trus aku harus bagaimana?”.
Rahayu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Reno langsung mencium bibir Rahayu, menekan tengkuk Rahayu agar ciuman mereka semakin dalam, akhirnya mereka berdua saling menikmati moment tersebut dan saling menyalurkan rasa sayang.
Apakah Rahayu sudah sepenuhnya menyerahkan hatinya untuk Reno?.
Entahlah yang pasti Rahayu sedang berusaha untuk berbakti pada suaminya. Menyerahkan seluruh hati dan raganya untuk suaminya.
***
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, acara ngunduh mantu diadakan di salah satu gedung di Surabaya, tepatnya di gedung Santika. Keluarga besar Rahayu sudah bersiap sejak tadi pagi berangkat dari kota mereka. Sedangkan di rumah Reno sejak tadi pagi sudah di hebohkan dengan agenda berdandan ria oleh keluarga dan beberapa mua yang telah di sewa khusus untuk mempercantik mereka.
“Masyaallah kamu cantik sekali nak”.Ucap bunda yang datang ke kamar Rahayu melihat secara langsung mantunya di rias.
Kali ini Rahayu berdandan dengan mengusung tema modern menggunakan gaun warna pink dan putih serta hijab panjang dengan hiasan mahkota di kepalnya membuat aura kecantikannya terlihat sangat sempurna.
Bunda Reno sengaja memilih MUA ternama khusus untuk mempercantik mantunya saat acara unduh mantu, sebenarnya tanpa menggunakan mua ternama Rahayu juga sudah cantik sekali.
Bagaimana dengan Reno ketika melihat istrinya yang sudah selesai di rias?
Reno tampak terpukau begitu takjub dengan keindahan yang ada di depan matanya.
“Masyaallah bidadariku cantik sekali”. Ucap Reno dengan memegang dagu Rahayu berniat untuk menciumnya.
Tapi...tapi...
“Hem masih pagi”.
__ADS_1
Suara deheman membuyarkan acara yang akan mereka lakukan pagi itu.