Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Drama 2


__ADS_3

Rahwana menculik Shinta dan membawanya ke Alengka suatu taman Argosaka yang konon katanya merupakan tempat replika taman surga yang ada di duni indah dan megah sekali.


Saat menjadi tawanan dari Rahwana shinta diperlakukan dengan sangat baik layaknya seorang putri, Shinta begitu dikagumi dan dimuliakan tak pernah tersentuh. Setiap hari dalam waktu yang cukup lama Rahwana selalu datang untuk menyatakan cinta pada Shinta dengan penuh kasih sayang.


Setiap hari Rahwana harus merasakan sakit hati yang begitu luar biasa karena selalu di tolak oleh Shinta. Rahwana tak patah semangat dia tetap berbuat baik pada Shinta, dia tetap mengharapkan cinta Shinta.


Perlakuan Rahwana yang slalu baik pada Shinta terkadang membuatnya goyah untuk memulai mencintai Rahwana,tapi ia sadar akan statusnya sebagai istri Rama.


Lama kelamaan hati Shinta benar-benar goyah saat Rama tak kunjung datang untuk menjemputnya selama bertahun-tahun. Rama hanya mengurus Hanoman untuk menjemput Shinta, Shinta tidak pernah mau pulang dengan Hanoman, dia hanya akan pulang saat Rama yang menjemputnya. Saat hati Shinta mulai goyah datanglah Rama yang datang untuk menjemputnya kembali.


Terjadilah peperangan antara Rama dan Rahwana yang pada akhirnya Rahwana harus kalah ditangan Rama, Shinta pun kembali di pelukan Rama.


Drama ala-ala pun berakhir suara tepuk tangan penonton terdengar sangat meriah, menurut mereka semua pemain sangat menjiwai dengan peran masing-masing. Mereka seperti tidak sedang menjalankan akting puji beberapa teman yang menyaksikan, tak lupa sie dokumentasi yang mengabadikan persembahan kelompok ini.


Acara malam ini ditutup dengan pengumuman persembahan terbaik yang sudah mereka tampilkan. Tentu kelompok Rahayu pemenangnya semua tampak bersorak bahagia.


Acara sudah selesai, peserta diperkenankan untuk menjalankan aktivitas masing-masing, sebagian ada yang masih di taman depan vila saling mengobrol atu sama lain, sebagian sudah menuju kamar untuk persiapan istirahat dan sebagian masih tenggelam dengan ponsel masing-masing di ruang tengah vila.


Aku memilih untuk sejenak membuka ponsel menghafal beberapa vocab yang sudah aku pelajari sebelumnya, karena aku sudah memilik target satu hari sepuluh kata baru, sesibuk apapun akan aku sempatkan untuk sejenak membukanya.


Drift drift drift...


Ada beberapa pesan beru masuk.


No baru?


“Hay Shinta sudah tidur?”sapanya padaku


“Siapa?”


“Aku Rahwana Yang akan mencoba untuk meluluhkan hatimu” jawab seseorang


“Mas Rama?” tanyaku padanya

__ADS_1


“hehe iya benar sekali, kebelakang vila sebentar yuk”


“Mau ngapain?”


“Bentar saja”


“Tapi sudah malam”


“Bentar saja tenang aku tidak akan menculik mu seperti Rahwana hehe”


“Ap’an sih kak” aku lekas berjalan untuk menuju belakang vila.


“Mau ke mana? Sudah malam anak kecil tidur sana nanti kedinginan bidurnya kambuh”, ucap mas Andika yang berada di depan pintu vila.


“Bentar mas kebelakang”


Mas Andika hanya menggelengkan kepala nya, aku berlalu kembali masuk ke dalam.


***


Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai UMKM yang ada di Batu, salah satu UMKM yang dipilih adalah pembuatan kripik apel dan olahan susu segar. Disini semua peserta belajar dari mulai menam apel dilahan petani, memanen memetik sendri dan bagaimana cara pengolahannya.


Acara ini sangat bermanfaat sekali bagi peserta terutama untuk anak pertanian seperti Rahayu yang dapat mempraktekan secara langsung apa yang dipelajari dikelas. Peserta juga belajar mulai dari pengolahan pemotongan, penggorengan, pengemasan hingga pemasarannya.


“Alhamdulilah nambah ilmu”, ucapku pada mbak Sari dan Nina saat perjalanan menuju vila.


“Tambah kenalan juga kan?” seseorang menjawab dari belakang, kami bertiga langsung menoleh ke sumber suara mas Rama.


Kami berempat berjalan bersama menuju vila, sesampainya di vila beberapa teman-teman sudah bersiap-siap untuk agenda selanjutnya. Agenda selanjutnya adalah pertandingan voly.


Semua peserta diperkenankan untuk mengikuti pertandingan voly ini.


“Silahkan membentuk kelompok masing-masing jika berkenan ikut bertanding” Instruksi dari panitia pelaksana.

__ADS_1


Aku yang memiliki tubuh kecil dan mungil sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti pertandingan voly ini, aku lebih memilik untuk menjadi tim hore pendukung saja.


Acara pertandingan dimulai, dibuka dengan kelompok mas Andika melawan mas Rama. Semua cewek-cewek histeris menyaksikan penampilan mereka.


Tanpa sengaja pandangan mataku bertemu dengan mas Dika, “aduh kok makin manis saja sih mas”, batinku dalam hati. Mas Dika hanya tersenyum tipis melihatku.


Aku memilih duduk lesehan didepan vila sambil menyaksikan pertandingan bola voli ini.


“Duh mas Dika keren sekali sih, apa lagi kalau lagi pegang bola dan keringatan jadi pengen bersihin deh”, sela Nina di saat mereka sedang menyaksikan pertandingan bola voly tersebut.


“Iya ganteng banget ya sempurna”, reflek aku menjawab ucapan Nina.


“Kalian berdua berani lawan ceweknya?”, Sari menyadarkan ku dengan posisi mas Andika sudah taken untuk saat ini.


“Kali aja Sar bentar lagi putus gitu, aku doain dah lekas putus biar aku bisa segera maju”.


“Dih emang mas Dika mau sama kamu?” ucapku pada Nina.


“Emang mau juga apa sama kamu?, Nina kembali mengejekku.


“Dih kalian lebih baik minggir saja deh dari pada patah hati, denger-denger nih mas Dika dan mbak Eki itu pacaran sudah lama dari mulai SMA, orang tua mereka juga bersahabat dan sudah menjodohkan mereka”. Ucap Sari menjelaskan panjang lebar tentang status mas Dika.


“Apa? Serius kamu?” ucapku bersamaan dengan Nina.


“Yes sista, jadi mending kalian-kalian mundur teratur saja demi menjaga kewarasan jiwa dan raga kalian”. Sari yang tersenyum puas melihatku dan Nina patah hati.


Beberapa saat kemudian pertandingan selesai dilaksanakan, pemain sudah keluar dari lapangan dan membaur dengan teman-teman yang lain. Ketua pelaksana mengumpulkan semua peserta yang ada di halaman vila.


“Teman-teman trimakasih ya atas partisipasinya dalam acara ini, semoga dilain waktu kita bisa mengadakan acara seperti ini kembali, acara kita selanjutnya bersih-bersih lingkungan vila dan segera pulang”


Semua peserta lekas membubarkan diri, ada yang membersihkan kamar, ada yang membersihkan halaman sisa pertandingan dan aku membersihkan dapur dibantu dengan beberapa teman yang lainnya.


Semua peserta saling berkemas barang meraka masing-masing, aku mulai memasukan satu persatu barang bawaanku ke dalam tas ransel.

__ADS_1


“Biasanya kalau habis acara yang nginep gini pasti pas pulang tasnya akan tidak muat dan sangat penuh, tapi kenapa tas ku malah masih ada space”, batinku dalam hati mencoba mengingat-ingat adakah barang yang masih tertinggal.


__ADS_2