Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Drama


__ADS_3

Siapa laki-laki ini wajahnya tidak asing sepertinya aku pernah melihatnya batinku dalam hati sambil mengingat-ingat.


“Iya alhamdulilah sudah sehat, maaf siapa ya?”


“Sudah lupa ya rupanya? Aku Reno ingat tidak?”. Ucapnya padaku.


“Reno?”


“Iya kamu ingat tidak waktu penyambutan pimnas ada orang yang kasih kamu makan gara-gara kehabisan nasi?”.


Aku kembali mencoba mengingat-ingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


“Oh iya ingat mas Reno itu, maaf ya mas aku orangnya tidak gampang ingat wajah orang”


“Biasanya kalau orang yang tidak mudah ingat wajah orang itu juga susah move on kalau sudah suka sama seseorang”, mas Rene meledekku dengan senyuman tengilnya.


“Ah bisa aja mas”


“Jadi masak apa buat nakan malam nanti?”


“Masak sederhana saja mas, seadanya yang dibawa teman-teman tadi tumis kangkung telur dadar dan sambel, semoga yang lain suka ya”


“Pasti suka orang yang masak cantik gini sudah pasti enak”


“Oh ya Yu bolehkah aku minta no hp kamu?”


“Buat apa mas?”


“Ya nambah teman Yu”


“Ini 08585753786”


“Aku mis call ya”


Berdering


Sudah masuk mas


“Jangan lupa di simpan ya”

__ADS_1


Seperti biasanya tanpa mereka sadari seseorang dengan mata elangnya yang tajam sedang mengintai gerak-gerik mereka, siapa lagi kalau bukan Andika.


Waktu menunjukan pukul 18.30 semua peserta sudah selesai melakukan aktivitas rohani masing-masing saatnya makan malam, semua peserta berkumpul di halaman vila mereka makan bersama.


Aku mulai mengeluarkan beberapa ember berisi sepaket nasi, kangkung dan telur dadar.


“Instruksi teman-teman satu ember makanan di bagi untuk tujuh anak ya. Silahkan membuat grup masing-masing tujuh orang boleh campur cowok dan cewek”, ucap ketua panitia.


Semua peserta lekas berkumpul sesuai dengan circle masing-masing membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang berisi tujuh orang.


Aku masih sibuk menata dan membagikan beberapa ember pada peserta lain yang sudah membentuk lingkaran hingga aku tak menyadari aku sendiri yang tidak mempunyai kelompok.


“Yu kamu tidak makan tah? Ayo sini”, teriak sari dan nina yang memilih untuk duduk lesehan di paling ujung.


“Masih ada quota tah?” ucapku sambil melambai-lambaikan tangan pada mereka.


“Aman masih buruan ke sini sudah lapar nih”, mendengar teriakan nina aku langsung menuju ke sana karena aku sendiri juga sudah sangat lapar.


“Selamat malam semuanya, aku ikut gabung ya?”, sapaku pada mereka rupanya ada Nina, Sari, mas Dimas, mbak Sarah, mas Dika juga.


“Eh masih kurang satu anggota makannya” ucap mas Dika


“Tuh dia sudah datang, ayo sini”, Nina melambaikan tangannya pada laki-laki iyu, rupanya teman Nina mas Reno.


“Sudah siap semuanya? Mari kita awali makan bersama dengan menu sederhana ini dengan doa semoga semuanya suka”. Ketua pelaksana memimpin doa sebelum makan malam bersama.


“Berdoa selesai silahkan menikmati hidangan yang sudah di siapkan”.


Semua peserta sibuk berebut makanan.


“Wah enak sekali sambalnya” puji mas Reno yang sudah tau jika yang bikin sambal Rahayu.


“Rahayu ini mas yang masak” jawab Nina


“Iya kah? Wah boleh dong kapan-kapan dimasukin lagi enak sekali ini proporsi rasanya pas, pedes manisnya dapat”. Puji Reno


“Halam mas Reno modus”, ucap Nina


Wajah Andika tampak tersenyum masak sejak kedatanganya Reno.

__ADS_1


Reno hanya tersenyum tipis menangapi ucapan Nina, sementara itu disaat semua suka dengan rasa pedas sambal Rahayu ada salah satu orang yang sama sekali tidak bisa makan pedas tapi dia tak kuasa untuk mengungkapkannya.


Dia adalah Andika, tak ingin membuat Rahayu kecewa karena ulahnya Andika rela makan sambal pedas tersebut meski dia tidak bisa makan pedas. Wajah Andika tampak memerah merasakan rasa pedas yang ada hingga berkeringat dan matanya berair.


“Mas Dika kenapa?”


“Aku tidak papa”


“Tidak papa kenapa wajahnya memerah seperti itu?” tanya Rahayu.


“Dik bukannya kamu gak bisa makan pedas ya, setahuku Eki pernah cerita kalau kamu tidak bisa makan pedas”, mbak Sarah mencoba menjelaskan keadaan mas Dika pada yang lain.


“Tidak aku tidak papa, ini enak sekali kok masakannya”, Andika mencoba untuk biasa-biasa saja tapi sayangnya tubuhnya memiliki respon yang berbeda.


Rahayu lekas berdiri mengambil air untuk Andika wajahnya tampak sedikit cemas takut jika terjadi sesuatu pada Andika.


Acara makan malam selesai semua peserta membersihkan tempat makan masing-masing, makan kali ini menggunakan daun pisang sebagai alasnya sehingga tidak perlu mencuci pring hanya sekedar membuang sampah sisa makanan pada tempatnya saja. Andika masih merasakan pedas yang luar biasa sehingga dia harus menetralkan diri dengan minum yang banyak dan duduk istirahat.


Acara dilanjutkan dengan pentas seni, karena memang acara di Batu ini bertujuan untuk keakraban antar peserta PKM dan ajang silaturahmi. Semua kelompok yang terdiri dari tujuh orang tadi harus membuat satu persembahan karya seni untuk di tampilkan di malam itu juga.


Rahayu dan kelompoknya memilih utuk membuat drama kecil ala-ala Rama dan Shinta. Pemeran Shinta dipilih yang paling cantik di antara mereka bertujuh. Tentu saja Rahayu yang paling cantik sehingga pas sekali untuk menjadi Shinta meskipun tubuhnya mungil tapi tak mampu menutupi wajah ayu alaminya.


Pemeran Shinta sudah di dapat aku pun bersedia memerankannya meskipun awalnya menolak, aku merasa tak pantas tapi karena teman-teman memaksa jadi ya akhirnya aku terima . Sekarang menentukan pemeran Rama dan Rahwana, karena terdapat tiga cowok yang ganteng-ganteng semua agar adil pemilihan peran dilakukan metode undian.


Nina lekas membuat undian untuk ketiga cowok yang ada pada kelompoknya, Rama, Rahwana dan satu sebagai pembantu Rahwana saat menyerang Rama nanti.


Undian dilakukan dengan seadil-adilnya, ketiga peserta tersebut berharap bisa menjadi Rama karena nanti akan bersanding dengan Shinta terutama Reno dan Andika. Meskipun hanya drama ala-ala tapi pasti ada kebanggan tersendiri bisa bersanding dengan Shinta yang imut kecil dan cantik.


“Pemeran pembantu Rahwana jatuh pada Dimas”, ucap nina membuka kertas yang dipegang oleh mas Dimas.


"Ya ya ya sepertinya memang tampan pembantu sudah melekat di wajahku". Semua tertawa mendengar celotehan mas Dimas yang memang suka bergurau.


“Pemeran Rahwana jatuh pada Reno”, selamat ya No kamu jadi Rahwana mengulurkan tangan pada Reno sambil cekikikan sedikit mengejek. Otomatis pemeran Rama ya mas Dika.


Kami satu tim lekas menyiapkan drama ala-ala kadarnya dengan menggunakan properti seadanya. Rahayu sebagai Shinta yang menggunakan selendang dari pasmina yang diikat pada pinggangnya.


Rahwana yang menggunakan sarung dengan tinggi separo dan mengikat kelapanya dengan kerudung yang sudah diatur sebagaimana mestinya tak lupa membawa tongkat sebagai senjatanya. Sedangkan Rama mengguna kerudung yang ditata di pinggang dan disusun seperti membentuk lengkungan-lengkungan, tak lupa menggunakan kalung besar dari rafia yang diberi beberapa bunga.


Drama ala-ala dimulai dengan Rahwana yang mulai menganggu Shinta dan ingin membawanya kabur yang dibantu oleh pembantunya.

__ADS_1


__ADS_2