
“Bagaimana bisa pernikahan sudah di rencanakan dan siap untuk dilaksanakan harus kacau seperti ini?”. Ucap Pak Angga laki-laki paruh baya yang sedang duduk di ruang keluarga dengan raut wajah penuh kebingungan di kediaman sahabatnya.
Semua anggota inti dalam keluarga tersebut hanya diam membisu tak dapat memberikan jawaban sama sekali.
Bu Lia hanya bisa menangis sesenggukan memikirkan kemana anak gadisnya yang hilang di hari pernikahannya.
“Aku tidak mau tahu, kalian harus tanggung jawab dengan kejadian ini! Aku tak mau malu dengan undangan yang suah datang”, suara pak Angga semakin dingin kala mendapat laporan jika Dahlia telah melarikan diri di hari pernikahannya.
Diam.
Diam, semuanya tak ada yang bisa memberikan jawaban atas hilangnya Dahlia.
Sementara Fajar tersenyum penuh kemenangan, akhirnya ia bisa terbebas dari permintaan konyol sang Papa yang ingin menikahkannya dengan anak sahabatnya.
Masih dalam ruangan yang sama, tiba-tiba Jingga datang membawakan satu baki yang berisi melati segar dan beberapa bunga lainnya, melintas menuju kamar Dahlia. Jingga benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Ia dengan begitu tenangnya melangkah menuju kamar majikannya. Karena yang ia tahu semalam di tugaskan untuk merangkai melati dan meletakkan di kamar Dahlia.
__ADS_1
“Tunggu!”. Seru pak Angga yang menghentikan langkah Jingga menuju kamar Dahlia.
“Saya tuan”, jawabnya dengan menundukkan kepalanya.
“Siapa kamu?”.
“Saya Jingga tuan”.
“Dia asisten rumah tangga di rumah ini”. kini pak Hermawan mulai memberanikan diri membuka suaranya.
“Saya tidak menerima penolakan apapun”.
“Pelayan cepat rias wajahnya, acara akan dimulai dua jam lagi”.
Dengan sigap semua MUA yang sudah di siapkan untuk merias Dahlia membawa Jingga ke dalam kamar untuk memoles wajahnya.
__ADS_1
Sementara Jingga masih diam mematung mencoba mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh pak Angga sahabat majikannya tersebut.
***
Dua jam kemudian.
“Saya terima nikah dan kawinnya Jingga Sekar Ayu Kemuning binti Bramantyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seratus gram di bayar tunai”. Dengan satu tarikan nafas Fajar Dirgantara sudah sah menjadikan Jingga wanita yang sama sekali tidak ia kenal menjadi istrinya. Begitu pula sebaliknya Jingga gadis cantik itu juga sama sekali tidak mengenal Fajar yang kini menjadi suaminya.
Ini adalah pertemuan pertama mereka berdua. Pertemuan pertama yang sekaligus merubah status mereka menjadi sepasang suami istri.
Bagaimana para saksi? Tanya pak Hermawan yang saat itu menjadi wali nikah Jingga, karena Jingga anak yatim piatu dan tak memiliki sanak saudara.
Yuk teman-teman silahkan mampir 😊
__ADS_1