Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Kelompok


__ADS_3

Satu jam berlalu, aku masih mondar-mandir menghampiri setiap meja di gazebo perpus untuk mencari kue jualan, namun tidak ada juga, aku lekas menuju gedung seminar di sebrang lapangan rektorat, di sana juga tidak ada kue jualan ku. Aku mulai cemas apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa hari ini semua kue-kue ku menghilang, tidak seperti hari-hari biasah yang aku letak kan saat pagi dan akan aku ambil saat menjelang sore.


“Permisi, maaf mbak mas tau kue yang biasanya di jual di sini?”sambil aku tunjuk meja yang biasah aku letak kan donat dan molen.


“Sepertinya di ambil petugas mbak, tadi kira-kira jam 2 siang petugas penertiban mengambil semua jajan-jajan yang di jual di sini” jawab dari seseorang yang tak aku kenal.


Seketika tubuh ku rasanya lemas, bagaimana tidak? Hari ini terakhir pembayaran kos, dan ini satu-satu nya harapan ku untuk melunasi sewa kos bulan depan.


Apa yang harus aku lakukan?


Aku duduk di salah satu bangku yang ada di depan gedung tersebut, tak terasa butiran bening mulai jatuh tanpa bisa aku tahan lagi. Tuhan kali ini aku harus bagaimana? Aku sudah tidak punya uang simpanan sama sekali.


Aku duduk termenung lama meratapi nasib ku, jajan yang sudah aku bayangkan akan habis semua, uang laba yang aku bayangkan untuk membayar kos sirna sudah. Aku berjalan dengan rasa putus asa untuk kembali ke kos.


Setibanya ke kos, aku langsung menghampiri ibu pemilik kos, aku menceritakan semua kejadian yang ada pada pagi ini pada beliau, beliau tidak mau tau dan tetap meminta uang sewa kos yang sudah aku janjikan di awal dulu.


Selang beberapa saat kemudian, akhirnya suami dari ibu kos datang, beliau baru pulang dari kerja. Ibu kos menceritakan semua kejadian yang menimpaku, termasuk menceritakan aku kesulitan untuk membayar kos.


“ Pak ini ada salah satu anak kos, yang tidak bisa bayar?” ucap bu kos pada suaminya?


“Kenapa?”


“Ora duwe duwet?, dia kuliah di kampus X, dia anak beasiswa tapi beasiswa nya belum cair”


“Dia biasanya jualan molen sama donat, tapi hari ini molen dan donatnya hilang kena razia penegak kedisiplinan” Jelas bu kos ku pada suaminya.

__ADS_1


Diluar yang aku bayangkan, pak kos nampak lebih sabar dan bijak, beliau masih mengijinkan aku untuk tetap tinggal di kos nya. Untuk biasanya sewa aku di beri pilihan apakah mau batu-bantu bersih-bersih rumah beliau?, jika berkenan maka aku akan di gratiskan biaya sewa kos selama di sini. Bantu-bantu bersih kamar mandi dan setrika baju.


Dengan senang hati aku menerima tawaran pak kos ku. Trimakasih pak bu atas bantuannya. Saya akan membantu membersihkan kamar mandi dan setrika baju.


“Istirahatlah nak, kamu pasti lelah dengan segala aktivitas hari ini” jawab pak kos ku.


“Kamu tidak perlu setiap hari membersihkan kamar mandi dan setrika bajunya, cukup 3 kali saja dalam seminggu” ucap ibu kos.


Trimakasih buk pak saya permisi, ibu dan pak kos ku memang orang baik, sekalipun di awal tadi ibu kos sempat tidak terima kalau aku tidak biasa membayar kos tepat waktu. Dari awal aku kesini tidak ada satu kos pun yang bisa menerima bayar cuma untuk satu bulan, mereka orang yang tidak tega.


***


Keesokan hari nya aku kembali menjalankan aktivitas seperti biasah, aku tak lagi berjualan molen di perpus atau di gedung seminar, aku takut hilang lagi. Aku tetap berjualan di UMKM jurusan dan membawa beberapa untuk aku jual di kelas.


Hari ini kuliah pengantar agro kembali, semua tugas yang di berikan minggu lalu sudah di kumpulkan. Aku memilih judul manfaat jambu biji dan metode pengolahan jambu biji, di mana jambu biji ini banyak sekali di temukan di daerah tempat tingal ku.


Dosen mengumumkan gagasan-gagasan terbaik yang ada di kelas ku.


“Anak-anak berikut 5 nama-nama yang memiliki gagasan terbaik dari tugas kemarin, ana, rizki, lini, rahayu dan bastian, bagi yang namanya saya sebutkan di atas silahkan nanti datang ke sekretariat bidang penalaran untuk berkoordinasi lebih lanjut” begitulah ucap dosen ku.


Setelah selesai kelas, aku dan beberapa teman ku tadi langsung menuju sekretariat yang di tunjukan oleh dosenku, rupanya di sana sudah terkumpul beberapa kakak tingkat yang akan mengikuti lomba.


“Anak-anak lomba pekan kreativitas mahasiswa ini terdiri dari 5 anggota orang setiap kelompok, masih-masing kelompok harus ada yang beda angkatan”


Setiap mahasiswa langsung segera berbaur dan membentuk kelompok, aku mencoba mendekati kelompok-kelompok yang ada.

__ADS_1


“Permisi, bolehkah aku bergabung disini mbak?


“Maaf sudah penuh dek”


Aku beralih pada kelompok yang lain. Lagi-lagi jawaban mereka sama “ maaf anggota kita sudah penuh”


Dari lima maba yang ada di kelasku empat teman-teman sudah memiliki kelompok semua, rata-rata mereka bergabung dengan kakak kelas mereka sewaktu SMA yang sekarang satu jurusan di sini. Aku memilih duduk di kursi paling belakang, sambil menatap teman-teman yang mulai heboh membicarakan ide masing-masing.


“Rahayu kenapa kamu sendirian? Mana anggota kelompok kamu?


Tiba-tiba mas Andika datang menghampiriku.


“Aku tidak punya kelompok, semua kelompok sudah penuh”


“Oh iya kah?


Bagaimana kalau kamu bergabung saja dengan kelompok ku, kebetulan kami satu kelompok seangkatan semua, jadi harus cari satu lagi anggota baru yang beda angkatan” mas Andika menjelaskan panjang lebar.


“Apa kah boleh? Bagaimana dengan teman-teman mas Andika? Apa mereka mengijinkan?”


“Tentu saja boleh, bukankah kamu sendiri tadi yang bilang kalau semua maba sudah punya kelompok semua?”


“Baiklah mas aku mau” jangan tanya gimana perasaanku, aku sungguh sangat senang sekali.


Aku diajak bergabung, mas Andika mulai memperkenalkan aku ke anggota kelompok yang lain, rupanya di sana ada mbk Eki juga dan 2 teman mas Andika yang lain. Suasana mendadak hening sepertinya mereka tidak suka dengan kehadiran ku, terlihat dari tatapan mata mereka, terutama mbk Eki, aku jadi takut.

__ADS_1


Mas Andika mulai membuka percakapan dan mencoba menetralkan suasana.


“Teman-teman untuk kedepannya kita akan lebih sering berkumpul untuk membahas PKM jenis apa yang akan kita kerjakan, semua boleh untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya”


__ADS_2