
Assalamualaikum apa kabar semuanya? aku datang membawa karya baru The Sandwich Generation ❤️
kalau berkenan silahkan mampir ya😊
Judulnya : The Sandwich Generation
By : Rengganis fitriysni
Bisa langsung cek profilku ya
BAB 1
“Assalamualaikum Tar ibu butuh uang tiga puluh lima juta”.
Sebuah kalimat tertulis dilayar ponselku yang kebetulan dari orang yang telah melahirkanku ibu.
Waktu menuju pukul tujuh malam, saat itu aku baru saja pulang kerja dan ingin menikmati makan malam yang ku beli di warung samping kosanku.
__ADS_1
Selera makanku tiba-tiba menghilang begitu saja setelah membuka pesan ibu. Nasi bungkus lalapan yang sudah aku bayangkan nikmatnya sepanjang perjalanan tiba-tiba berubah tak menunjukan kenikmatannya. Aku meraih gelas di dapur lantas meneguknya hingga habis tak tersisa untuk sedikit mendinginkan hati dan otakku.
“Permintaan macam apa ini?”. Dadaku bergemuruh naik turun, aku mencoba memeganginya agar lebih tenang.
Aku terduduk di kursi sejenak agar mampu berfikir waras untuk mengambil sikap.
Beberapa menit kemudian ponselku kembali berdering kali ini bukan hanya pesan yang masuk melainkan pesan suara, ingin rasanya aku mengabaikannya tapi sayangya orang yang menghubungiku adalah orang yang paling aku sayang dan aku perjuangkan di dunia ini “ibu”.
“Assalamualaikum bu ada apa?”, jawabku pada ibu yang berada di sebrang sana.
Ibu dan keluargaku tinggal di Jombang Jawa timur. Aku memiliki satu adik laki-laki bernama Saiful Bagus Krisnawan, kini dia sedang berada di bangku SMP. Sedang bapakku sudah meninggal sejak aku masih berusia sembilan tahun. Saat ini aku tinggal di Jakarta merantau bekerja di sana.
“Waalaikumsalam, Tari kamu sudah baca pesan ibu?”. Tanya ibu padaku dengan tergesa-gesa.
“Lantas bagaimana?”. Ibu kembali bertanya dengan sedikit penegasan.
“Nanti Tari telfon lagi ya bu, Tari baru saja pulang dari kerja ingin bersih-bersih dulu”. Aku menutup telfon ibu dengan nada yang pelan tanpa ingin menyinggung perasaanya sama sekali.
Aku beranjak dari kursi yang ada di ruang tamu kamarku menuju kamar mandi dengan langkah yang gontai.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian aku sudah selesai mandi dan berniat untuk kembali makan mengisi perut yang sudah dari siang meronta-ronta ingin meminta haknya. Aku kembali membuka nasi bungkus yang berisi sambal lalapan dengan lauk sederhana.
Ponselku kembali berdering.
“Tar sudah bersih-bersihnya?”.
“Iya bu sudah jadi bagaimana?”.
“Ibu butuh uang Tar sekitar tiga puluh lima juta untuk memperbaiki rumah, sekarang kan musim hujan genting-genting di rumah pada bocor semua, ibu takut rumah kita akan segera ambruk jika tak lekas di perbaiki”. Tutur ibu panjang lebar tanpa jeda.
“Apakah sudah separah itu bu?”. Tanyaku pada ibu mencoba memastikan.
“Iya kamu tidak percaya sama ibu?”.
“Oh tidak bu maaf bukan Tari meragukan ibu hanya saja Tari sudah satu tahun tak pulang jadi tidak mengerti keadaan rumah secara pasti”. Aku mencoba memberikan jawaban pada ibu dengan pelan takut salah ngomong.
“Jadi gimana Tar apa kamu ada uang untuk perbaikan rumah, selain genting ibu juga ingin mengganti keramik di rumah yang sudah retak-retak sekalian di cat ulang rumahnya”.
Aku terdiam sesaat mendengar ucapan ibu dari udara.
__ADS_1
BAB 2 langsung ke sana ya 🏃
Di tunggu dukungannya 😊❤️✌️