Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Syukuran


__ADS_3

Malam harinya acara dilanjutkan dengan sukuran resepsi kecil-kecilan di rumah Rahayu, keluarga Rahayu mengundang tetangga-tetangga terdekat dan beberapa saudara yang jauh.


Kerabat - kerabat terdekat Rahayu sudah sibuk sejak tadi mempersiapkan berbagai makan dan minuman serta hidangan-hidangan kecil.


Beberapa sovenir sudah tertata rapi di meja depan untuk menyambut tamu yang datang.


Meski dilakukan secara sederhana acara tersebut cukup meriah, Rahayu dengan riasan khas pengantin jawa dengan menggunakan kebaya bludru berwarna hitam lengkap dengan paesnya. Begitu juga dengan Reno yang memakai baju senada dengan istrinya . Kedua mempelai terlihat begitu anggun dan cantik. Semua mata yang datang pasti terpesona melihat kecantikannya.


Beberapa teman Rahayu yang tinggal satu desa datang, turut mengucapkan selamat dan memberi doa untuk kedua pasangan yang baru halal tersebut.


Acara resepsi begitu melelahkan karena sudah dimulai sejak tadi sore dari mulai ritual panggih manten yang khas jawa sekali dengan serangkaian acara yang lainnya seperti sungkeman dan dulangan.


Ibu dan bapak Rahayu sibuk sekali dengan para tamunya yang datang silih berganti. Sedangkan Rahayu dan Reno tampak malu-malu bersanding di pelaminan.


Bakda isyak.


“Mas sepertinya aku mau ganti baju saja dulu, bajunya berat sekali gerah juga, kepalaku pusing di tusuk-tusuk kembang mentul”. pamit Rahayu pada suaminya.


“Aku juga mau ganti kalau begitu”.


Rahayu memanggil salah satu adiknya untuk membantunya turun dan memegang bajunya yang menjuntai panjang ke bawah. Pasangan pengantin tersebut bergegas menuju kamar mereka untuk berganti baju.


“Walah nduk jek sore ini mosok ya wes kate anu (waduh nak ini masih sore masak sudah mau bercocok tanam)”. Ledek bibi Rahayu yang sedang menyiapkan kue untuk para tamu.


“Ah bibi aku cuma mau ganti baju saja gerah sekali”.Jawab Rahayu dengan senyum kalemnya.


“Walah Yu periasnya sudah pulang, bibi lupa tadi tidak bilang sama kamu, bagaimana ganti bajunya?”. Bibi Rahayu tampak berfikir mencari solusi.


“Biar saya bantu saja bi”. Ucap Reno menyela perbincangan Rahayu dan bibinya.


“Tuh kan manten baru sudah tidak sabar saja”. Bibi Rahayu kembali meledek dengan menaikan alisnya.


“Sudah-sudah mas ayo bantu aku saja, sudah gerah sekali”. Rahayu menarik tangan Reno agar lekas mengikutinya.


Semua orang tertawa melihat tingkah mereka berdua.


“Halah kayak gak pernah jadi manten baru aja”.


“Halah biarin jek anget-anget”.


"Hati-hati yu rileks".

__ADS_1


Dan masih banyak lagi kata-kata dari beberapa saudara yang turut berpartisipasi menggodaku dan mas Reno.


Aku dan mas Reno segera menuju kamar.


“Udah dek biar mas Reno saja yang bantu mbak Rahayu ganti bajunya”. Ucap mas Reno meminta adikku pergi.


“Bibi aku di usir sama mas Reno suruh pergi tidak boleh ganggu katanya”. Teriak adik Rahayu yang masih duduk di bangku SMP tersebut, ingin menggoda mbak dan mas iparnya dengan menjulurkan lidahnya.


“Eh anak kecil sini gak boleh ganggu-ganggu orang dewasa nanti sawanen”. Teriak bibi Rahayu di ruang tengah.


Reno tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


Rahayu berlalu bangkit dari kasur yang didudukinya menuju meja rias yang ada di kamar tersebut.


“Duh mas ini asesorisnya banyak sekali, jarum pentul nya dimana-mana. Tolong bantu lepasin satu persatu pelan-pelan ya”.


Dengan sigap Reno langsung menghampiri Rahayu.


“Kamu cantik sekali sayang, trimakasih ya sudah mau menjadi istriku”.


Reno berdiri di belakang Rahayu, sedangkan Rahayu duduk di depan meja Rias. Mereka tampak saling mengagumi kecantikan dan kegantengan pasangannya dari pantulan cermin.


Reno pun memeluk Rahayu dari belakang.


“Mas gerah bantu lepasin dulu jilbabnya”.


“Bajunya juga boleh kalau mau mas bantu lepaskan”, goda Reno pada istrinya.


Reno mengambil satu persatu jarum yang melekat pada kerudung yang digunakan Rahayu, membongkar satu persatu aksesoris yang terpasang di kepala istrinya. Reno juga membantu membersihkan paes Rahayu yang rupanya sedikit susah membersihkannya.


“Sayang bajunya tidak dilepas sekalian? Biar aku bantu?”. Tawar Reno pada istrinya.


“Aku malu mas”. ucap Rahayu dengan pipi yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


“Kenapa harus malu? Bukankah aku suamimu?”.


“Malu”. Rahayu menutup mukanya dengan jilbabnya.


“Aku ganti baju dulu mas sebentar kamu keluar dulu ya”. Rahayu mendorong tubuh Reno untuk keluar kamar sebentar.


Sedangkan Rahayu berganti pakaian menggunakan dress yang sedikit lebih longgar.

__ADS_1


Setelah berganti baju Rahayu kembali bergabung dengan sanak saudara yang berada di ruang tengah untuk makan bersama. Tak lupa Rahayu juga mengambilkan makan untuk Reno.


“Sini mas biar aku saja yang ambilkan”. Tangan Rahayu dengan sigap mengambil piring yang dibawa Reno.


“Trimakasih sayang”.


“Aduh manten baru bikin makin laper saja”.


“Ups baper deh”. seru sanak saudara yang ada di ruangan tersebut.


Pipi Rahayu kembali memerah malu dibuatnya.


“Mas suapin ya sayang”. Tawar Reno dengan memberikan sesuap nasi pada Rahayu.


“Aduh aduh cie cie”.


“Duh dilarang pamer kemesraan disini bahaya banyak anak kecil”.


Ledek beberapa saudara-saudara Rahayu.


“Apaan sih mas aku kan malu”. bisik Rahayu pada Reno.


“Duh pakai bisik-bisik segala, buruan deh abisin makanannya terus istirahat ke kamar”. Kali ini Sari dan Nina turut andil memeriahkan guyonan di ruang keluarga tersebut.


Waktu menunjukan pukul sembilan malam, tamu undangan sudah sepi beberapa saudara yang dekat juga sudah pulang. Rahayu bergegas menuju kamar untuk istirahat karena begitu lelah sekali acara hari ini. Sedangkan Reno masih ngobrol dengan beberapa tamu yang lain.


“Ah sungguh lelah sekali, seharian berdiri di atas pelaminan dan harus melayani beberapa tamu yang datang”. Rahayu memasuki kamar dan mulai meregangkan otot-ototnya.


Rahayu bergegas mengganti pakaiannya dengan piyama tidur warna pink lengan panjang seperti biasanya.


Reno, bapak Rahayu dan para tetangga masih asik “melekan” begadang dengan meminum kopi dan makan beberapa cemilan di sana, mereka bercerita banyak hal mulai dari cerita tentang hasil tanam, proses tanam sampai membicarakan hal-hal yang tak penting lainnya.


“Masuk kamar dulu sana nak, pasti kamu lelah sekali”. Bapak Rahayu menyuruh Reno untuk masuk ke kamar istirahat.


“Ah iya pengantin baru kok ikut begadang disini tidak baik, sana masuk kasian istrinya cantik-cantik dianggurin”. Ledek sepupu Rahayu yang berada di satu meja tersebut.


“Saya masuk dulu ya pak mari”. Reno memasang senyum pada bapak Rahayu dans semua saudara-saudara yang ada di meja tersebut.


“Cie cie pelan-pelan saja No masuknya”.


Reno memalingkan badan dan mencoba berlaga tidak mengerti dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


__ADS_2