
“Kamu jangan salah paham dulu mas, memang aku dan mas Andika dulu pernah dekat, tapi kedekatan kita hanya sekedar dekat tanpa ada satatus yang jelas”.
“Apakah dia laki-laki yang membuatmu menolak lamaranku waktu itu”.
Seketika kamar pengantin baru tersebut tampak tegang.
Sunyi tak ada jawaban.
Keduanya diam.
Beberapa menit kemudian, Reno mencoba memecah keheningan di antara mereka berdua.
“Sayang aku bertanya, kenapa tidak di jawab?”. Mas Reno kembali memperjelas pertanyaannya padaku dan mengangkat daguku ke atas dengan lembut, seolah sedang mencari kejujuran dalam mataku.
“Mas semua itu sudah menjadi masa lalu, aku sudah dengan sangat lelah mengubur dan meninggalkan masa-masa itu. Aku lebih memilih bersanding dengan mu menjadi ibu dari anak-anakmu. Tolong bantu aku untuk mewujudkan itu”. Rahayu memelas mengatakan hal tersebut dengan mengelus lembut tangan Reno.
“Apa kamu menyesal menikah denganku?”.
“Mas semua orang tidak bisa memilih dan memaksakan jodohnya. Kadang hati tidak bisa menduga pula untuk mencintai siapa, kadang tanpa di sadari cinta muncul begitu saja karena terbiasa. Begitu juga denganku mungkin dulu aku tak melihat itu semua pada dirimu, namun dengan segala kegigihan dan usahamu aku luluh”.
Rahayu mengatakan dengan wajah yang memelas berharap Reno tidak akan membahas masalah ini lagi, sejujurnya Rahayu sudah lelah sekali dengan kehidupan masa lalunya.
“Yang terpenting saat ini aku adalah istrimu, aku adalah milikmu, jiwa dan raga ini sepenuhnya hanya untukmu”.
Cup
“Jangan cerewet lagi ya pak”.
Rahayu memberanikan diri untuk mencium bibir Reno.
“Simpan saja album itu jangan pernah lagi dibuka, aku tidak suka”.
Rahayu dengan senang hati membereskan beberapa buku album yang sudah dibuka Reno dan menyimpannya di lemari beserta dengan kado yang diberikan Andika.
“Mas Reno sudah tidak marah lagi?”.
“Bagaimana aku bisa marah jika harus melihat wajahmu yang begitu menggemaskan ketika meminta maaf, apalagi serangan pertama yang baru saja kamu berikan, lebih dari cukup membuat tubuhku bergetar”.
__ADS_1
Reno berganti memeluk Rahayu dengan begitu posesifnya, pagi menuju siang itu dua insan yang baru saja halal cekikikan didalam kamar saling memberikan pujian satu sama lain.
***
Persiapan ngunduh mantu.
Tiga hari berlalu Rahayu dan Reno menjadi pasangan halal, keduanya benar-benar menikmati saat-saat berdua. Reno tak mau sedikitpun meninggalkan istrinya, kemanapun Rahayu pergi Reno akan mengikuti begitu pula dengan Reno kemanapun dia melangkah Rahayu harus ada di sampingnya.
Pagi ini Rahayu akan berangkat ke kota Gersik kediaman rumah keluarga Reno, acara unduh mantu akan di laksanakan di hotel Santika Surabaya. Keluarga Reno sudah mempersiapkan tempat untuk menginap bagi keluarga Rahayu yang ikut datang kesana.
Tapi sayangnya mereka menolak merasa tidak enak terlalu merepotkan.
Semua persiapan sudah disiapkan dengan sangat matang, tinggal menunggu pengantin saja dan para undangan. H-1 acara ngunduh mantu Rahayu dan Reno bertolak terlebih dahulu ke Gersik tanpa di dampingi sanak saudara, keluarga akan hadir besok pagi tidak menginap.
“Sayang jangan bawa baju banyak-banyak, aku sudah mempersiapkan semuanya di sana”. Tutur Reno yang sedang mengamati istrinya membereskan beberapa baju.
“Aku hanya membawa beberapa baju saja mas,sebagian besar bajuku ada di kos”.
“Setelah ini kamu tinggal di rumahku tidak ada acara ngekos lagi, aku akan antar dan jemput setiap kerja”.
“Jika kamu tidak mau aku repot berhenti saja bekerja, aku akan mencukupi semua kebutuhan kamu, bukan hanya kamu bahkan keluargamu juga akan aku cukupi kebutuhannya”.
“Ah jangan mas, itu terlalu merepotkan”.
“Kenapa tidak? Bukankah mereka semua juga keluargaku sekarang”. Reno mencium punggung tangan Rahayu.
“Masih lama kah? Aku ingin segera memakan kamu”. Bisik Reo di telinga Rahayu.
“Sabar ya mungkin tiga sampai empat hari lagi". Rahayu mencium pipi Reno sekilas dan berlalu meninggalkannya.
Sedangkan Reno mematung di tempat terlalu terpana dengan serangan yang baru saja dia rasakan.
Kedua pengantin baru tersebut langsung bertolak menuju kota Gersik dengan membawa mobil sendiri.
***
Akhirnya sampai juga di rumah Reno yang ada Gersik. Rumahnya megah dan besar dari depan tampak nuansa putih yang mendominasi, rumah ini memiliki halaman yang sangat luas sekali dengan taman bunga yang indah di sepanjang jalan menuju pintu masuk.
__ADS_1
“Pantas saja aku tidak boleh bekerja ternyata mas Reno kaya raya, bahkan mungkin rumahku hanaya seluas kamar pembantunya saja”. Batin Rahayu dalam hati yang begitu takjub ketika memasuki halaman rumah tersebut.
“Ayo masuk”. Ajak Reno dengan menggandeng tangan Rahayu.
“Malu mas”. Jawabku dengan ragu-ragu.
“Malu kenapa?”.
“Apa aku pantas mas menjadi istrimu? Aku seorang upik abu”. Jawab Rahayu melo.
“Apa sih sayangku, aku cinta kamu sekebon udah gitu saja, yuk masuk bunda sudah menunggu kita dari tadi”.
Rahayu dan Reno masuk ke dalam rumah tersebut di sambut dengan bunda Reno dengan begitu hangatnya. Keduanya lekas menuju kamar untuk menaruh barang dan bersih-bersih.
“Duh manten baru buru-buru sekali ke kamarnya, bunda dia anggurin ceritanya”. Bunda mas Reno menggoda kami berdua.
Mas Reno tidak menjawab sepatah katapun dan hanya tersenyum lekas menggandengku untuk naik ke lantai dua. Jangan ditanya bagaimana wajahku? Aku malu sekali.
“Sayang kamu nyaman tidak tidur di sini?”. Tanya mas Reno padaku dengan meletakkan beberapa baju yang aku bawa.
“Nyaman mas kamarnya bagus dan luas sekali, seluas rumahku yang di desa”.
“Syukurlah kalau begitu, ya sudah mari kita bersih-bersih dulu setelah itu bergabung sama bunda di bawah kasian dari tadi nungguin kita”.
“Siap tuan”. Jawabku dengan menundukkan kepala.
Reno yang terlalu gemas dengan tingkah istrinya lekas menarik dan membawa Rahayu dalam pelukannya.
Beberapa jam berlalu kedua pasangan pengantin tersebut tak kunjung keluar dari kamar, sedang keluarga besar dari pihak Reno sudah penasaran ingin menggoda pasangan yang baru sah tersebut.
Ya kedua pasangan tersebut ketiduran karena kelelahan sepanjang perjalanan menuju Gersik macet total karena ada perbaikan jalan, jadi yang digunakan hanya jalan satu sisi saja sehingga setiap mobil yang lewat harus antri begitu panjangnya. Jalan dilalui dengan sistem buka tutup.
Seorang gadis yang sudah lama tak berjumpa dengan Reno tampak gelisah menanti di ruang tamu mencari keberadaan Reno yang tak terlihat sejak tadi. Karena merasa sudah lelah menanti dan terlalu kangen dengan Reno gadis tersebut langsung beranjak naik ke atas menuju kamar Reno.
Sesampainya di depan kamar Reno gadis tersebut lekas mengetuk pintu dan ketika pintu terbuka dia langsung memeluk Reno dengan begitu posesifnya.
Rahayu terdiam dibuat mematung di tempat dengan wajah yang teramat sangat kesal.
__ADS_1