
“Ayo Ren bantu istri kamu buat jalan, pasti susah sekali jalan memakai baju seperti itu”.
"Siap bun, tanpa bunda suruh aku pasti akan menggandeng istri tercintaku ini dan membawanya ke pelaminan, ingin rasanya lekas ku pamerkan pada dunia bahwa aku sudah beristri wanita cantik dan soleha”. Ucap mas Reno panjang lebar memberikan gombalannya padaku pagi itu.
“Duh mas masih pagi bikin diabet saja”. Jawabku dengan malu.
Rahayu dan Reno beserta rombongan keluarga sudah bersiap-siap menuju gedung resepsi yang sudah di pilih, sedangkan dari pihak keluarga Rahayu sudah berada di gedung sejak tiga puluh menit yang lalu.
Semua keluarga sudah bersiap dengan riasan yang sudah di tentukan.
Semuanya tampak berbahagia tersenyum sumringah terutama orang tua Rahayu yang begitu terharu anaknya telah menikah.
Sesampainya di depan gedung Rahayu dibuat takjub dengan konsep yang pilih ibu mertuanya, benar-benar seperti pernikahan dalam dongeng sesuai dengan apa yang diharapkan Rahayu meskipun dia tidak pernah mengatakan pada siapapun.
“Mas terimakasih ya”.
“Trimakasih untuk apa sayang?”.
“Mas kalau boleh jujur ini adalah wedding dream yang sejak kecil aku cita-citakan, ketika melihat film-film Barbie aku selalu berdoa smoga suatu saat ketika aku menikah bisa seperi putri raja tersebut”.
“Apa kamu menyukainya sayang?”.
Rahayu hanya menganggukkan kepalanya saja.
Reno tersenyum lembut seraya meraih tangan Rahayu dan mencium punggung tangan tersebut.
“Ini juga bagian dalam wedding dreams ku sayang, aku slalu bercita-cita ingin menikah dengan seorang tuan putri yang cantik sepertimu. Aku meminta bunda mengatur semua dengan konsep ala-ala negri dongeng".
Mereka berdua sudah bersiap di depan pintu, dengan Reno yang menggandeng tangan Rahayu dan tangan yang satu membawa buket bunga segar berwana putih yang indah.
Mengetahui pengantin sudah tiba pembawa acara lekas memulai acara tersebut.
Semua pengunjung yang melihat begitu takjub dengan penggantinya. Terutama pengantin wanita membuat setiap perempuan yang melihat pasti iri dibuatnya, iri dengan kecantikannya dan iri dengan pria yang menggandengnya.
“Hadirin yang saya hormati, dan pasangan pengantin yang berbahagia, sehubungan dengan keluarga besan dan waktu yang sudah menuju masuk ke siang, alangkah acara yang sangat di tunggu-tunggu ini kita mulai dengan bacaan Bismillah”. Ucap MC acara membuka acara tersebut.
“Hadirin undangan yang berbahagia, suatu kebahagian yang tak terhingga bagi kami, mewakili keluarga besar karena bapak ibu saudara-saudari dapat menghadiri acara pernikahan dari saudara Reno Devan Saputra dan saudari Puspita Rahayu yang akan berlangsung beberapa saat ini”.
__ADS_1
“Marilah kita sambut sang pengantin yang elok rupawan bagaikan pangeran dan putri raja di dampingi kedua orang tua yang akan melangkah ke karpet merah nan indah di kelilingi mawar merah yang syahdu “.
Reno dan Rahayu bergandengan tangan memasuki ruangan tersebut di dampingi dengan orang tua dan besan beserta beberapa keluarga inti yang lain.
Seisi rungan ikut terharu dan bahagia, seperti sedang berada di istana raja dan ratu yang indah.
“Hadirin yang berbahagia, kedua mempelai sudah menuju pelaminan nan megah, di iringi pagar ayu yang cantik dan tampan serta melodi yang merdu ikut mengiringi langkah keduanya, untuk duduk bersanding di pelaminan di dampingi ayah dan bunda”.
Rahayu dan Reno melangkah dengan senyum yang tiada hentinya.
“Sungguh Allah yang maha mulia, yang telah menciptakan mahkluk-Nya berpasang-pasangan. Siang dan malam, bulan dengan bintang, pria dengan wanita begitu juga dengan mas Reno Devan Saputra dengan Puspita Rahayu”.
Acara pernikahan ngunduh mantu ini dengan tema bebas dan modern, sudah tidak ada lagi ritual-ritual adat di dalamnya. Semua tamu diperkenankan untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai dan menikmati hidangan sepuasnya.
“Hadirin undangan yang berbahagia”.
“Terima Kasih atas kehadiran bapak dan ibu. Mudah-mudahan tali silaturahmi tak akan pernah terputus dan doa restu bapak dan ibu yang telah berkenan memberikan semangat yang akan menjadi bekal cinta kasih menghiasi awal perjalanan hidup baru kedua mempelai, agar menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah aamiin”.
Suara Aamiin menggelegar dalam ruangan tersebut yang turut di ikuti oleh seluruh tamu yang menghadiri acara tersebut.
Bapak dan ibu hadirin yang berbahagia marilah kita sama-sama menutup acara ini dengan lafadz Hamdallah
Saya Adinda selaku Mc mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan dan mohon maaf jika ada salah kata.
Wassalamualaikum.
Acara dilanjutkan dnegan sesi ramah tamah, para undangan dipersilahkan menikmati semua hidangan yang sudah di siapkan oleh keluarga.
Para tamu undangan juga silir berganti naik menuju ke pelaminan memberikan selamat dan doa pada kedua pengantin yang sedang berbahagia.
Luar biasa banyak sekali tamu yang datang, mereka kebanyakan berasal dari kalangan pengusaha teman-teman ayah mas Reno.
Teman mas Reno juga tidak kalah banyaknya yang datang saat acara resepsi tersebut, satu persatu mengucapkan selamat dan memberikan doa pada kami tak lupa berfoto-foto dengan berbagai macam gaya.
“Wah selamat ya bro akhirnya jomblo karatan menikah juga”.
“Dapat bini cantik pula, kamu pasti tidak bisa tidur kalau malam”.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong cari di mana kamu Ren bisa dapat istri cantik banget kayak gitu, jangan-jangan kamu pake pelet ya”. Bisik salah satu teman Reno saat memberi selamat di pelaminan.
Reno hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya.
Sedangkan Rahayu tampak malu-malau.
“Sayang turun yuk duduk di sana gabung sama teman-temanku”. Ajak Reno pada istrinya yang sudah terlihat sedikit lelah.
“Baik mas gandeng dong susah nih jalannya”.
Mereka berdua turun dari pelaminan dan bergabung dengan para undangan yang lain.
Sementara itu Reno meminta ijin pada Rahayu untuk mengambil beberapa makanan dan minuman.
“Sayang aku ambilkan makan dulu ya sebentar, kamu pasti lapar sekali ini sudah menuju malam kamu belum makan juga”.
“Iya mas”. Rahayu menganggukkan kepalanya.
“Harusnya aku yang ambilkan kamu mas, aku kan istri kamu”. Ucap Rahayu sendu.
“Sama saja sayang aku juga suami kamu, kamu susah gerak pakai baju seperti itu biar aku saja yang ambilkan”.
“Jangan lama-lama ya aku gak terlalu mengenal banyak orang disini”.
“Sebentar saja sayang, apa mau aku panggilkan Reta untuk menemani”.
“Tidak usah mas”.
Saat Reno sedang mengambil makanan untuk Rahayu, tiba-tiba ada suara yang begitu familiar muncul dari belakang.
“Assalamualaikum Rahayu selamat menempuh hidup baru ya”.
Rahayu yang kaget mendengar suara tersebut langsung menoleh ke arah belakang.
Deg..
Mulutnya terkunci rapat rasanya begitu susah untuk menjawab salam tersebut, dengan terbata-bata Rahayu membalas salam tersebut.
__ADS_1
“Waalaikumsalam mas”