Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Soto Untuk Reno


__ADS_3

Dan semua mata tertuju pada mereka yang baru keluar kamar.


“Duh pengantin baru jam segini baru keluar kamar aja”.


Bude Reno yang kebetulan adalah mama Reta menggoda kedua pengantin baru tersebut.


“Mas Reno bude minta di temani minum teh di atas balkon”. Jawabku dnegan malu-malu.


“Duh itu kenapa Yu pipi kamu sudah memerah, diapain saja kamu sama Reno di kamar?”.


“Belum diapa-apain bude. Baru di gombali aja sudah memerah pipinya”. Jawab Reno menyela perbincangan Rahayu dan budenya.


“Sekarang belum di apa-apain, gak tau lagi kalau besok”. Bunda Reno tak mau kalah meledek pengantin baru tersebut.


“Oh ya Yu tadi bunda tidak masak, mbak yang biasa bantu kita masak juga ijin tidak masuk hari ini sepertinya kelelahan. Tadi bunda dan yang lain sudah sarapan beli di warung depan rumah. Kalian kalau mau makan beli sendiri ya, tadi mau bunda bangunin buat sekalian beli takut ganggu aktivitas kalian di dalam”.


Eh aktivitas apa coba cuma ngobrol-ngobrol doang. Batin Reno dan Rahayu.


“Iya bunda siap biar Rahayu masak saja buat mas Reno”.


“Bunda sama bude mau ke salon dulu ingin rileksasi cepek sekali tubuh setelah beberapa hari acara padat sekali”.


Kedua Wanita yang tak lagi muda itupun bergegas meninggalkan rumah.


Kondisi rumah sepi sekali, ayah Reno sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Sedangkan Reta dan adik Reno lebih memilih jalan-jalan ke pusat perbelanjaan di surabaya.


Melihat kondisi rumah yang sudah sepi Reno kembali menghampiri istrinya yang sedang berjalan menuju ke arah dapur. Tak ingin menyianyiakan moment. Reno kembali memeluk istrinya dengan begitu eratnya kali ini nafas Reno tampak mulai berat.


Menyadari hal itu Rahayu lekas berbalik arah ke hadapan suaminya, Rahayu memejamkan matanya seakan mengerti apa yang sedang di inginkan oleh suaminya tersebut.


Benar saja Reno mulai mencium bibir mungil tersebut perlahan dan cukup pelan mendorong tengkuk Rahayu untuk semakin maju kearahnya. Reno semakin menikmati bibir mungil itu, sedangkan Rahayu memejamkan matanya karena malu.


Buku mulutmu sayang dengan nafas yang berat Reno membisikan kata itu tepat di telinga Rahayu hingga membuat tubuhnya seakan mendapat sengatan listrik.


Rahayu lekas membuka mulutnya membiarkan Reno menikmati setiap inci dari bibirnya.


Bukankah memang sudah menjadi hak Reno seutuhnya baik jiwa maupun raganya.


“Balas dong sayang”. Bisik Reno kemudian.


Rahayu dengan sigap mematuhi perintah Reno, kini dia membalas ciuman tersebut dengan cukup lama.

__ADS_1


Menyadari sesuatu yang tengah bergejolak di bawah sana Reno lekas menghentikan aktivitasnya.


“Maaf ya mas belum bisa memberikan yang itu”. Ungkap Rahayu dengan perasaan bersalah karena merasa belum bisa melayani seutuhnya untuk suaminya.


“Ah tidak papa sayang, berapa hari lagi aku harus menunggu semuanya selesai?”.


“Lusa insyaallah, aku masak dulu ya mas. Tolong jangan ngerusuh”.


“Baiklah aku mau olah raga dulu”.


Pamit Reno pada Rahayu dan bergegas menuju kolam renang yang berada di samping dapur.


Untuk menekan dan menghilangkan hasratnya yang sedang memuncak Reno memutuskan untuk berenang. Sedang Rahayu memasak.


Kali ini Rahayu memilih untuk memasak soto daging, kebetulan bahan makanan yang tersisa di dalam kulkas hanya daging saja. Selain cantik Rahayu memiliki kemampuan untuk memasak yang bagus. Terbiasa membantu ibunya sejak kecil ketika mendapat pesanan catering.


Jemari lentiknya mulai beradu dengan bumbu-bumbu yang ada, memasak dengan sepenuh hati untuk orang-orang tersayang dalam rumah itu.


Beberapa kali di sela-sela memasaknya Rahayu menyempatkan diri untuk sekedar melihat Reno dari kejauhan.


Melihat Reno yang tengah asik berenang memunculkan sedikit ide untuk menjahili suaminya.


Rahayu memasak soto daging lengkap dengan segala printilan dan pelengkap lainnya seperti kentang goreng, bawang goreng juga taburan seledri untuk mempersedap rasanya.


Beberapa jam berlalu masakan sudah matang dan siap di sajikan. Rahayu mengkoreksi rasanya kembali sebelum mematikan kompornya.


“Alhamdulilah enak semoga yang lain juga suka”.


Rahayu lekas mengambil satu porsi soto menuangkannya ke dalam mangkuk dengan di dampingi sepiring nasi hangat yang baru matang.


Rahayu ingin menilai kejujuran Reno.


Rahayu menambahkan satu sendok makan garam pada soto yang ada di  mangkuk tersebut dan membawanya pada Reno.


“Mas ini makanannya sudah jadi”. Rahayu membawa semangkuk soto dan sepiring nasi tersebut dan menyerahkan pada Reno yang sedang berada di kolam Renang.


“Trimakasih sayang, kamu tau saja kalau aku sudah lapar sekali”.


Reno bergegas naik dan duduk di tepian kolam renang tersebut.


Soto masih sangat hangat bahkan panas karena memang baru saja matang.

__ADS_1


“Cobain deh masakan pertamaku untukmu soto daging”.


“Wah ini enak sekali sayang”. Reno mencicipi satu sendok kuah soto tersebut.


“Dih bohong banget mas, orang ini kasian kok”.


“Ngak sayang ini enak”.


“Itu keasinan mas kebanyakan garam, tadi aku tambahkan satu sendok makan garam dalam mangkuk ini”.


“Kesalahan kamu itu urusan kamu sayang, tapi saat ini urusan ku adalah bagaimana menikmati kesalahan kamu menjadi sebuah keindahan”.


Mas Reno meraih mangkuk soto tersebut.


“Soto indah sekali sayang”.


“Tapi mas soto ini keasinan”


“Ini so sweet sayang, ini masakan pertamamu untukku. Kamu sudah capek-capek masak untukku trimakasih ya. Sini biar aku habiskan ya”.


“Eh jangan mas biar aku saja yang makan, ini kan karena ulahku yang sengaja”.


“Oh jangan-jangan sayang, istriku yang cantik ini makan yang baik-baik saja, biarkan kesalahan kamu saya habiskan tanpa sisa, seperti aku menutup aib kamu dengan sempurna”.


“Tapi mas jangan, nanti kamu bisa kena darah tinggi”. Rahayu kembali meraih mangkuk berisi soto tersebut.


“Asal bukan kamu yang kena darah tinggi sayang”.


“Mas sini mangkuknya biar kita makan bersama, aku ingin bermesraan dengan makan semangkuk berdua denganmu, keasinan bareng sama kamu”.


“Sayang tidak usah biar aku saja yang habiskan, pengorbananku yang menahan getir di lidah, baru terasa saat istriku tidak ikut merasakan hal getir yang aku rasakan sayang”.


“Biar aku saja yang menghabiskan, aku suami kamu sayang”.


 Dengan tersenyum Reno memasukan sesuap demi sesuap soto asin tersebut ke dalam mulutnya.


“Sayang kenapa menangis? Itu air mata cinta atau air mata bersalah?”. Reno memegang dagu Rahayu dan mengangkatnya hingga mata mereka kembali bertemu.


“Sayang percayalah rasa sayangku padamu tak akan berkurang sedikitpun meski kamu masak dengan rasa yang indah ini”.


Rahayu memeluk suaminya dengan menangis sesenggukan antara rasa bersalah dan juga rasa menyesal telah mengerjai suaminya.

__ADS_1


Mungkin ini salah satu alasan kenapa Allah menjodohkan ku dengan mas Reno.


__ADS_2